Titiw Inside

Hujan di Bulan Juni

Thursday, 21 June 2007

Teorinya, hujan hanya datang menyapa kita di bulan-bulan yang bernada sember. Seperti September, Oktober, November, maupun Desember. Namun, di bulan Juni ini, ia turun ke bumi tanpa ada aba-aba, tanpa ada satu dua tiga.

Bagaikan seorang petinggi yang mau bercengkrama dengan bawahannya. Dimana sang petinggi melebarkan tawa penuh percaya diri itu seraya menepuk bahu sang bawahan dengan perlahan. Dimana sang bawahan melebarkan senyum rendah dirinya itu sambil mengangguk-angguk sungkan. Jadi teringat sebuah puisi..

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon itu

“Hujan Bulan Juni”
-Sapardi Djoko Damono, 1989-

Moga-moga hujan yang turun mendinginkan panasnya pikiran.
Moga-moga hujan yang turun memadamkan kebencian.
Moga-moga hujan yang turun menyapa kekasihku di horison terdepan.
Semoga semua rasa itu tersampaikan.
Semoga.
Terima kasih hujan di bulan Juni..

Previous Post →

15 thoughts on “Hujan di Bulan Juni

  1. mrh says:

    btw teori dari mana tu…? :D

  2. jaja says:

    ah ga ada bedanya,,hujan di bulan juni sama mens di akhir bulan,,

  3. eMGe says:

    Semoga…….
    Hujan Kembali di Bulan Juli…

    Hingga tak ada rahasia lagi…
    Yang membuat bunga selalu bertanya…

    Hingga tiada lagi jejak meragu…
    Agar langkah terus berlari berpacu…

    Hingga kembali bertemu….
    Walau Takkan Pernah terucapkan…
    Pada suatu saat “tak tentu”…

    “Untukmu Damono”

    jak..2007..

  4. thalique says:

    dikau punya bukunya si penggarang itu Tiw..padahal aku sudah menanyakan dimana aku bisa dapatkan buku-bukunya, ketika aku membaca blog seseorang tapi belum di jawab…buat si jaja mens adalah kata yang dicoba di hapus teman thalique si silfi karena doi lagi menunggu hamil…

  5. titiw says:

    Hihi.. teori asal.. Btw buat mas MG, ciamik juga komennya, sering2 mampir loh mas, nanti diserpis lebih geboy. Uhuy..
    Wah.. aku gak punya bukunya doi mas thalique, maap yak..
    Mans mens mans mens.. Dasar cewek, bisanya buang2 darah.. AHahahaha!!

  6. thalique says:

    Berikut khusus dariku buta dirimu puisi dari penggarang yang sama di ambil dari sebuah BLOG…

    HATIKU SELEMBAR DAUN

    hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
    nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini;
    ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput;
    sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi.

  7. thalique says:

    aku ingin

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan kata yang tak sempat diucapkan
    kayu kepada api yang menjadikannya abu

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
    awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

  8. thalique says:

    sayang pusisnya tidak lengkap dan tidak diberi judul !!!

    ………………
    Dalam doa malamku

    Kau menjelma denyut jantungku

    Yang dengan rasa sabar bersitahan..

    Terhadap rasa sakit yang entah batasnya,

    Yang setia mengusut rahasia demi rahasia

    Yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku

    aku mencintaimu…,

    Itu sebabnya, aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu

  9. titiw says:

    Wow.. ternyata kalian ini cukup pujangga juga yak… hoho.. Btw aku punya lagu Puisi “Aku Ingin” itu mas Talik. Jadi itu lagu interpretasi dan musikalisasi (halah.. sok iye banget gw..) “Aku Ingin”, enak dan sorrow banget lagunya.. berminat? hehehe..

  10. thalique says:

    boleh..boleh..lagunya siapa tuch mbak..”AKu ingin”..kayaknya aku belum pernah tahu???

  11. titiw says:

    Waduh lupa sapose yg nyanyi, yg jelas cewek ama cowok, lagunya sorrow gitu.. tar kalo udah tau aku kabari loh jeung..

    1. emge says:

      Yang nyanyi itu.. Ari Malibu dan Reda Gaudiamo.. keren!!
      Btw caranya ngetag itu gimana yah, tiw…? gaptek nihh… ahaaha…

      1. titiw says:

        Iya, kayaknya Reda Gaudiamo itu langganan bikin musikalisasinya Sapardi tuh mas.. Cara ngetagnya ya tinggal ngetag kayak foto FB.. etapi kurang tau juga deh.. Heheh.. xD

  12. seno says:

    juni…hmmm…blogmu ultah juga yah? :)

Leave a Reply to jaja Cancel Reply

Your email address will not be published.

Latest

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now