Titiw Inside

Kosong kosong kosong.. Isi isi isi..

Thursday, 21 June 2007

Rabu yang sepi.

Terasa lembab bekas hujan tadi pagi.

Hanya rasa itu yang menyelimuti.

Aku sendiri.

Tanpa ada yang menemani.

Rasa kosong melilit-lilit di dalam hati.

Pena ini tanpa sadar bergerak sendiri.

Di radio, terdengar suara seorang diva menyanyi.

Aku berpikir, siapa yang dapat kuhubungi?

Untuk dapat bersentuhan dengan diri ini.

Hmm.. mengapa harus pusing dengan suasana yang sunyi?

Setelah kupikir-pikir lagi, aku keluar dari rahim ibuku juga sendiri.

Akh, aku memang BERANI.

← Next Post
Previous Post →

8 thoughts on “Kosong kosong kosong.. Isi isi isi..

  1. jaja says:

    Senin yang ramai.
    Terasa lembab bekas hujan tadi pagi.
    Hanya rasa itu yang menyelimuti.
    Aku sendiri.
    Tanpa ada yang menemani.
    Rasa kosong melilit-lilit di dalam perut.
    Kaki ini tanpa sadar bergerak sendiri.
    Di mp3, terdengar suara seorang sinden menyanyi.
    Aku berpikir, siapa yang dapat kuhubungi?
    Untuk dapat bersentuhan dengan diri ini.
    Hmm.. mengapa harus pusing dengan suasana yang ramai?
    Setelah kupikir-pikir lagi,
    aku keluar dari usus tuanku.
    CROT,,
    Akh, aku memang BAU.

  2. thalique says:

    Kamis malam di warnet langganan yang ramai.
    Terasa lembab (kamarku) bekas hujan kemaren sore..(iya soalya airnya masuk ke kamar thalique)
    Hanya rasa itu yang menyelimuti.
    Aku sendiri…(kapan mank low ga sendiri lique ..serentak seperti paduan suara dari teman angkatanku)
    Tanpa ada yang menemani…(rasain lique..pait..pait..)
    Rasa kosong melilit-lilit di dalam perut…(bahkan sampai ubun-ubun dan menjalar ke seluruh tubuh).
    Kaki ini tanpa sadar bergerak sendiri…(iyalah hidupmu kan ga tentu arah lique)
    Di komputer si admin terdenar playlist yang jarang di ganti-ganti.
    Aku berpikir, siapa yang dapat kuhubungi? ..(siapa yaa???..emak..bapak..kakak..adik..titiw…korban pedofil…ach mendhing mengadu ke tuhan aja)
    Untuk dapat bersentuhan dengan diri ini…(ga ach ntar wudlunya batal…kita kan bukan muhrim)
    Hmm.. mengapa harus pusing dengan suasana yang ramai?
    Setelah kupikir-pikir lagi,
    aku bukan diriku..(lalu siapa lique…tau ach)

  3. titiw says:

    Ni orang dua kok ya najiss banget yeah komennya? Hihihi.. Udah ah.. gak tau lagi deh.. padahal kan guah bikin begini2an supaya kesannya puitis.. ah.. cis..

  4. eMGe says:

    Tak perlu lagi timbul sebersit tanya..
    Karena memang tak kan pernah ada…
    Jawaban yang kan sempurna…

    Terlebih mengenai “sang diri”..
    Jangankan untuk bersentuhan..
    Melangkah mendekati pun harus mendaki…

    Jangan pernah kau musuhi diamnya Sunyi..
    Di dalam kebisuan dia akan bernyanyi..
    Bersiul berceloteh bersama keheningan…
    Kemudian membisikkannya kepada Nurani..

    Smoga BERANImu tetap menyertai…
    Hingga “akhir” melingkupi…
    Pada “Hari yang telah Pasti”..
    Kan berpadu dengan “Diri Sejati…

  5. titiw says:

    Nice loh mas eMGe.. Thx for sharing.. ^_^

  6. nyomEN says:

    jleb.. duh dalem mbak tiw, dipikir2 keluar dari rahim ibu kita berani, kenapa harus takut menghadapi hari ini?? ayo kepalkan tinju diudara, carpe diem!!!

    P.S : ijin copas ya, bwt mengingatkan kl suatu saat nanti dimasa2 suram ke-denial-an, quote ini kan kulafalkan tuk membuatku semangat kembali. thx for share, kamu emang care.. :D

    1. titiw says:

      Ahahha.. kamu tuh semua tulisanku dibaca ya…? ck ck ck.. aku jadi enak nih.. :D Silakan dicopas, selama nama saya dijadikan kredit untuk tulisan itu.. :D

  7. seno says:

    post awalmu banyak yang bermainmain dengan kata2 ya.. love it :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now