Entertainment / Review

Avatar, The Last Airbender

Wednesday, 4 July 2007

Overview

“Water… Earth… Fire… Air. Long ago, the 4 nations lived together in harmony. Then everything changed when the Fire Nation attacked. Only the Avatar, master of all 4 elements, could stop them, but when the world needed him most, he vanished. A hundred years passed and my brother and I discovered the new Avatar, an airbender named Aang. And although his airbending skills are great, he still has a lot to learn before he’s ready to save anyone. But I believe Aang can save the world.”

Avatar: The Last Airbender (atau boleh juga disebut Avatar: The Legend of Aang di beberapa negara) adalah serial animasi televisi besutan Nickleodeon. Avatar banyak mengambali setting asia, terutama seni bela dirinya dan penggunaan sihir elemental. Serial ini berkisah tentang perjuangan Aang, seorang titisan Avatar dan teman-temannya demi menyelamatkan dunia dari Bangsa Api. Kisah avatar ditulis ke dalam bentuk serupa buku dengan tiap episodenya dibagi menjadi bab dan sekumpulan bab-bab itu membentuk 1 season.

Sinopsis
Satu abad atau 100 tahun yang lalu, Aang, seorang anak 12 tahun pengendali udara dari Air Nomads Southern Temple, mengetahui dari para tetua bahwa sebetulnya dia adalah titisan Avatar. Biasanya seorang avatar baru diberitahu tentang ke avatarannya pada saat berusia 16. Namun para tetua itu khawatir akan adanya perang antar 4 bangsa dalam waktu dekat ini dan bantuan avatar akan segera diperlukan. Aang juga harus berpisah dengan walinya, biksu Gyatso, dan Aang harus pergi ke Eastern Air Temple untuk melengkapi latihannya.

Bingung, takut, dan gamang akan informasi tersebut serta tanggung jawab besar yang harus dipikulnya sebagai Avatar, Aang melarikan diri dari rumahnya dengan Bison terbangnya yang bernama Appa. Ketika sedang melintas di atas laut selatan, sebuah badai besar menyebabkan Appa terjatuh dan tenggelam jauh ke dalam laut. Tanpa sengaja, Aang berubah menjadi Avatar, dan menggunakan kombinasi pengendali air dan pengendali udara untuk melindungi Appa dan dirinya. Dengan menciptakan gelembung udara dan membekukannya, Aang dan Appa dapat bernapas dan berlindung dari badai. Namun, badai menggerakkan gelembung udara Aang dan mendorongnya jaaauuuuhhh ke kutub utara, sehingga tidak dapat dipecahkan. Aang dan Appa terperangkap di gelembung udara.

Seratus tahun kemudian, Bangsa Api sedang diambang kemenangan. Semua kuil pengendali udara telah dihancurkan, suku air sedang dilanda krisis – para prajuritnya meninggalkan kampung halaman suku air tanpa pertahanan. Sementara itu suku air di bagian utara juga sedang bertahan mati-matian menghadapi suku api. Kerajaan bumi (tanah) menjadi penghalang satu-satunya dominasi Bangsa Api. Seiring invasi Bangsa Api yang semakin gencar melahap teritorial, harapan akan kemenangan menjadi kecil tiap tahunnya.

Dua bersaudara dari suku air selatan – Katara, seorang pengendali air yang kurang berpengalaman dan saudara laki-lakinya, Sokka, seorang prajurit dan caretaker suku air selatan menemukan dan membebaskan Aang dari gelembung Es. Apakah Aang berhasil memberi perdamaian pada dunia sebagai avatar? Bagaimana perjalanan Aang dalam menempuh latihan yang keras dari berbagai pengendali?

What I Think
Dilihat sekilas, gaya gambar di avatar mirip sekali anime Jepang. Bedanya tidak terdapat dramatisasi ala Jepang. Serial ini cepat, tanpa basa-basi, dan gaya pertarungan yang detail dengan jurus dan warna yang memukau. Cerita mengalir dengan baik tanpa dramatisasi berlebihan. Gaya bahasa juga mudah dipahami dan tidak ada gesture-gesture non verbal yang sulit diinterpretasi. Buat pencinta film kartun, Avatar bisa dijadikan tontonan yang menarik sekaligus memberikan banyak pesan moral.

← Next Post
Previous Post →

17 thoughts on “Avatar, The Last Airbender

  1. iqs says:

    tapi gamenya sux banget hehehehe

  2. apy says:

    iya, setuju gw, mungkin karena genre game ini untuk anak-anak juga kali ya. padahal ceritanya lumayan menarik disimak, plus adu ilmunya keren.

  3. iqs says:

    iya.. kirain model2nya mirip diablo.. ato dungeon siege.. tapi ternyata.. emang buat anak2.. hehehe

  4. apy says:

    wuah kalo gamenya kayak diablo pasti keren. Atau dibuat fighting terus pake 3D cell shading terus karakter2nya punya jurus yang keren2. Btw herannya di Jepang kok game Xenogears (pernah main kan?) yang jalan ceritanya rumit penuh allusion ke religi dan psikologi genrenya untuk anak2 13 tahun ya.

  5. jayakabajay says:

    setuju…tanpa basa basi.tiap episode pst ada klimaksnya.ga kya anime jepang yg tlalu ksana kmari,bagus deh.anime plg okeh saat ini.seru!!!

  6. setyo says:

    wah… repiu-nya lengkap.. saya juga avatar addict ni… sayang game-nya ga keren…

  7. suriyadi says:

    Type your comment here.

  8. thalique says:

    Mas supriyadi maksude opo !!!

  9. Sewoko says:

    kalo mau dapetin film nya gimana ya…

  10. apy says:

    hmmm kayaknya VCD originalnya dah keluar deh. tapi ada juga sih yg bajakan di toko2 DVD kayak di ambasador, cuman nggak ada teksnya sama sekali. tapi bahasanya gampang kok.

  11. fahmi says:

    waaaaaaaaaahhhhhhh…..
    filmx keren abizzzzzz..

    i like it….

    tapi sygx di filmx avatar g sering ngeluarin jurusx…..

    pokoknya rugi deh kalau g nonton AVATARRRRRR

  12. EVA says:

    MINTA FOTO ZHUKO DONG……….!

  13. FITRI says:

    AKU SUKA BANGET MA KARTUN AVATAR
    BISA GAK Q DIKIRIMI ARTIKEL TENTANG AVATAR
    GAMBARNYA JG GPP
    BAHKAN FILMNYA PUN Q MAU

  14. puri says:

    bung kasih fotonya dong,,,

    1. titiw says:

      Eh..? Foto apa ya nak..?

  15. nico says:

    Gila film avatar the last airbender bagus banget apalagi pas bagian sozin comet

  16. farrel says:

    Oh iya film the movie (the last airbender)yang book erth kapan ya munculnya???

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now