Titiw Inside

Noir

Friday, 13 July 2007

Hi namaku Urinoir… temen-temen sih biasa manggil aku Uri, tapi kadang-kadang kalo ada temenku yang orang asing sih aku juga suka dipanggil Noir (Spell it with French accent, darl..). Hemm.. aku cuma mau share pekerjaanku nih. Hehehe, siapa tau ada yang  berminat..

Pekerjaanku sih statis. Basically aku ini cuma disuruh jaga toilet di sebuah bioskop twenty one. Supaya nggak lari kemana-mana, tubuhku ditempel ke dalam tembok. Sakit? Engga ah, aku sih terima-terima aja. Sebetulnya tugasku yang paling penting adalah menjadi sebuah wadah. Hmm kata orang sih ini pekerjaan penting, tapi lama-lama aku bosan juga.

Tiap hari aku selalu berjumpa dengan banyak orang. Ada yang tua,  ada yang muda, tinggi, besar, kecil, pendek, besar, keriput. Tapi aku nggak pernah bisa lihat muka mereka. Habiis gimana? aku diletakkan agak ke bawah, tepat di bawah pinggang orang dewasa. Hmm.. orang-orang psikologi boleh jadi memahami orang lewat tingkah lakunya. Tapi saya lain, aku bisa memahami mereka lewat belalai mereka.

Belalai? Iya belalai, seperti belalai gajah. Ah, kamu jangan jadi bingung gitu dong. Aku nggak tahu harus menamai mereka apa, habisnya, aku kan nggak pernah baca buku. Aku cuma denger dari anak kecil yang tidak sampai meletakkan belalainya di dalamku ketika mereka harus mengeluarkan air seninya .

Hahaha.. kalau dipikir-pikir lucu juga. Belalai ini macam-macam bentuknya. Dari warna saja ragamnya sudah banyak. Ada yang putih, hitam, agak kuning, kecoklatan, malah kadang-kadang ada tahi lalatnya.

Jika dilihat dari fisik yaa, begitu-begitu aja, rata-rata sih sedeng lah 5 – 10 cm. Tapi ada juga loh yang besar-besar, apa yaa yang menyebabkan ukuran belalai mereka bisa mengecil dan membesar? Aku pernah mencuri dengar dari penjaga bioskop ini kalau ukuran belalai juga dipengaruhi dari film yang diputar.

Kalo boleh memilih, aku paling suka deh sama orang yang rajin merawat belalai mereka. Kelihatannya bersih, rapi dan tidak dekil. Tidak seperti orang yang membiarkan rambut-rambut yang seperti semak-semak itu menjadi lebat. Kelihatannya mereka yang rajin memangkas bulu belalai mereka itu orang yang baik ya.. padahal belalai itu kan tidak untuk diperlihatkan. Atau memang profesi mereka ya memperlihatkan belalai itu? Atau apakah memang hobi mereka untuk menonjolkan belalai mereka di depan publik? Aku juga kurang ngerti..

Eh eh eh.. entar aku lanjutin lagi ya, Kayaknya ada belalai yang mau pake jasaku lagi. Nanti kita cerita2 lebih lanjut sama temen2ku yang lain. Ditungguu..

9 thoughts on “Noir

  1. thalique says:

    Aduhhh tiw.tiw..lama lama tak tungguin posting darimu..ternyata oleh oleh dari puncak cerita beginian..Eit..jangan marah dulu thalique..Baca dong dengan seksama, tulisannya..Kalau sekilas mang agak jorky..tapi ambil positifnya aja..Benar tuch kata Titiw ech si Noir..sunnah tuch mencukur rambutnya..Ech Eksibisionist banget sich sampe-sampe di lihatin ke orang-orang..ingat aurat aurat !!

  2. eMGe says:

    Huahahahahahahaha……

  3. Ringga says:

    dodol lo tiw

  4. Hamdiy says:

    Dasar jorok, lo, Tiw.. ckckck.. tobat, Tiw, tobaattt.. :D

  5. titiw says:

    Lah.. yang ngisi komen pria2 semua inih.. Alah.. jorok2 gitu kan itu aset kalian. Coba kalo “belalai” kalian semua pada rusak ya masa depan jadi agak suram bung. Jadi dijaga dan dirawat baik2 agar tidak terkena sipilis atawa Lion King, ahahahahhah!!

  6. thalique says:

    Andaikan tadi pagi ada si mbak Uri atau Ms. Noir, mungkin pemandangan tidak menyejukkan itu tidak ada.

    Bayangkan saja, sewaktu sedang menunggu teman di atas sepeda motor dinas pinjaman yang mau ku ajak sarapan terlihat jelas di depan mata seorang bapak tua tanpa malu malu kencing sembarang. Mungkin kalau si bapak membelakangi talik kencingnya mungkin lain ceritanya.

    Lah ini, entah si bapak lupa atau memang sengaja dia kencing aja seenaknya di pinggir jalan di depan rumah orang. Yang lebih kesal kita jadi liat liatan. Orang si bapak menghadap talik kencingnya. “UUUgggghh apaan sich ini si bapak !!!

    Dalam hati apa waktu muda si bapak ini “EKSI” aau apa..

    Pesannya ….waduuhhh belum selesai komentar dah disuruh pergi..ntar bersambung kawan.

  7. thalique says:

    Sengaja saya datang untuk merampungkan komentarku..Ech sebenarnya bukan komentar tapi kekesalan.

    Ech dasar sial..ech sekitar 9 jam mundur sebelum talii nulis koment..ech liat lagi orang kencing sebarangan di depanku. Untungnya cuma bagian belakang yang dia suguhkan.

    Memang benar kata orang Indonesia sebagai negara terbanyak yang punya tolet. Kenapa? Tenggok saja, dimana mana orang pada kecing. Di balik pohon, di pinggir jalan, di pinggir sawah, di belakang gedung. Di sepanjang kali atau sungai.

    Ko ya bisa.! Apa ga kasian ma sang belalai. Kan ga hiegenis. Pesan buat siapa saja bilang kepada suami, kakak, adik, saudara dan kerabat jangan dech pipis sembarangan. (anak kecil aja tahu).

    Selain itu kalau selesai kencing ga di sucikan, kan salatnya tidak di terima. Ingat pesan nabi ya kawan,

    Hadist riwayat Bukhori, dari Ibnu Abbas ra. ia berkata:
    Dari Nabi saw. : Bahwasanya Nabi saw. Melewati dua kuburan lalu beliau bersabda :
    “Sesungguhnya kedua-duanya sedang disiksa, dan keduanya tidak disiksa dalam urusan yang berat (baginya) tetapi perkara itu cukup berat (dosanya). Adapun salah seorang dari keduanya, maka ia tidak mau membersihkan diri dari air kencingnya sedangkan yang lain selalu mengadu domba. Kemudian beliau mengambil pelepah daun kurma yang masih basah, terus dibelahnya menjadi dua bagian, kemudian setiap kubur dari kedua orang itu ditancapi yang separuh bagian dari pelepah kurma tersebut. Para sahabat lalu bertanya : “Untuk apakah engkau lakukan itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda : “Barangkali akan diperingankan siksa kedua orang ini selama daun itu belum menjadi kering”.”

  8. jaya says:

    bagus bagus. keren juga tulisannya.

  9. seno says:

    ebuset..huahhahahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now