Titiw Inside

Musim Hujan dan Diare

Sunday, 7 December 2008

Tips mencegah diare

Musim hujan telah tiba. Hati-hati dengan penyakit yang satu ini. Baru-baru ini saya mengalaminya. Musim hujan yang lembab membuat lingkungan tempat hidup keluarga bakteri-bakteri diare menjadi lebih nyaman. Pokoknya terakhir saya ingat, saya makan nasi padang yang disinyalir sayurnya sudah tidak layak dikonsumsi.

Tips mencegah diare. Mencegah jauh lebih mudah daripada mengobati, yakinlah sumpah daripada menyesal berak-berak encer nantinya. Lebih baik mencegah sebisa kita.

  1. Selalu cuci tangan sebelum makan, pulang kuliah, pulang kantor, habis pipis, habis berak apalagi, habis mengeluarkan cairan dari burung, dsb.
  2. Jangan sembarangan jajan (yaa jajan makanan sama jajan “lainnya”). Kebanyakan warteg dan restoran reguler lainnya memajang makananannya di etalase. Penyebaran keluarga bakteri diare selain bisa lewat air juga bisa¬† lewat udara, menjadikannya bahaya.
  3. Jangan minum air mentah, heh dah pasti yak. Minum air mineral terpercaya atau rebus sendiri air minum anda.
  4. Buat yang pelihara hewan, jaga kebersihan kandang, jangan makan deket-deket hewan peliharaan.
  5. Dan yang lainnya… selalu jaga kebersihan. Bawa handy clean atau antis bila perlu. Bakteri gituan matinya cepet kok kalau di luar lingkungannya seperti tubuh manusia. Cuma kadang-kadang kita aja yang lalai.

Tips ketika diare. Nah, akhirnya diare juga… ya apa mau dikata. Kita dah berusaha tapi tetap mencret juga. Hampir semua pasti tahu symptom diare. Kotoran encer atau lebih sering air yang keluar sehingga menyebabkan dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Pada saat itu elektrolit tubuh akan tidak seimbang sehingga badan akan terasa lemas.

  1. Obat-obatan pilihan ketika diare adalah; diatabs, diapet, norit, emodium. Untuk yang terakhir, emodium itu cukup ampuh. Tapi hati-hati emodium tidak boleh diminum kalau diare disertai darah. Lebih baik konsumsi diapet yang alami tanpa efek samping atau minum teh pahit. Kalau ada bisa juga minum rebusan daun sirih. Daun sirih adalah antibiotik alami yang lumayan bagus. Kalau saya pribadi cocok banget sama Norit.
  2. Wardrobe. Dengan frekuensi Buang Air Besar yang tinggi lebih baik jangan pakai baju yang rumit-rumit ketika diare (celana panjang, jeans, celana koboi, celana ketat emo apalagi). Pada saat itu katup bawah sedang tidak bisa dikendalikan, jadi mungkin pakai saja celana pendek boxer. Yaah buat yang cowok-cowok ga usah dulu deh pake kolor, gpp. Terus kalo bisa, tidurnya jangan jauh-jauh dari toilet supaya lebih mudah.
  3. Sediakan minuman mengandung ion-ion tubuh seperti Pocari, Mizone, dsb. Jika tidak ada boleh menggunakan the good ‘ol oralit atau air garam. Rasanya sih tidak seenak minuman ion komersil tadi. Tapi daripada lemes.
  4. Jangan makan-makanan yang agak mengundang reaksi perut seperti pedas, asam, kacang, santan, gorengan. Lebih baik makan bubur sumsum dulu hingga perut sudah kuat kembali.
  5. Diare rata-rata berlangsung 3 hingga 10 hari tergantung ketahanan dan perawatan. Tapi jika ternyata masih berlanjut boleh hubungi dokter atau ke Puskesmas terdekat.

Semoga membantu…

One thought on “Musim Hujan dan Diare

  1. Hardi Ristanto says:

    wah, kebiasaaan gue nih… setiap kali hujan pasti deh gue diare,,, gag tau kenapa… kaya kemaren lagi asyik jalan-jalan di mall,, tiba-tiba hujan, gue dingin langsung gue kebelet berak. trus gue ke toilrtnya mall itu,,, sampe dalem pas lagi duduk di closetnya langsung semua berak gue yng keluar yah, mencret-mencret…

    hehehe :) kasian bangettt deh gue,,,, langganan diare,,,,,…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now