Titiw Inside

GANJA: Regulate it, Not Just Legalize it!

Friday, 8 May 2009

Tulisan di bawah ini adalah tulisan teman saya bernama Aryo Wibisono, yang merengek minta tulisannya dipajang di sini biar rada tenar. There you go, Mas YO!

“GANJA”

Hal pertama yang ada di kepala setiap orang jika mendengar kata “ganja” mungkin adalah ILEGAL. Sebagian orang menganggap haram, sebagian menganggap merusak kesehatan, sebagian menganggap identik dengan kejahatan, dan masih banyak persepsi tidak baik lainnya.

Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat aktif, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) / Delta 9 tetrahydrocannabinol, untuk catatan didalam ganja terdapat 400 zat aktif yang tidak terdapat dalam tumbuhan lain, namun THC adalah zat aktif yang biasa dikenal sebagai halusinogen pada Ganja.

Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak nabati yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk subtitusi bahan bakar minyak.

Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber halusinogen dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan (penulis sebenarnya tidak suka dengan istilah ini). Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan halusinogen yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali. Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.

Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong, yang dikenal dengan beberapa jenis bong, dari yang berbentuk pipa, dan mekanismenya sama seperti pipa rokok, sampai bong air, yang dapat ditambahkan berbagai rasa (seperti sisha).

Dibalik semua kontroversi yang ada, dibalik semua pertentangan dan propaganda, jika dilihat dari satu sisi dalam implementasinya di Indonesia, yang terjadi adalah ganja dianggap sebagai narkotik, setara dengan zat-zat kimia psikotropikum yang efek jangka panjangnya berpengaruh terhadap sistem kerja syaraf. Para pengganja ditangkap, “katanya diproses hukum” dan ternyata semuanya berujung pada uang (sebuah pandangan sinikal dari penulis). Penyalahgunaan kekuasaan, dan mafia peradilan (terdengar sinis tapi sudah merupakan rahasia umum, walaupun efek ini sama dengan rusaknya susu sebelanga karena nila setitik).

Dalam kasus Ganja di Indonesia saya pernah melakukan beberapa penelitian kecil yang mungkin bisa dijadikan sebuah tolak ukur terhadap sebuah komponen peng-Ganja-an di dua kota (jakarta, bandung) dan secara lebih luas dapat menjadi tolak ukur di Indonesia, dengan melakukan wawancara di beberapa minimarket tertentu yang menjual kertas papir/ kertas rokok / papir (merek tertentu yang biasa dipakai untuk melinting ganja. Kemungkinan papir itu dipergunakan untuk melinting rokok sangat kecil, karena orang akan lebih memilih membeli rokok yang sudah jadi ketimbang melinting dengan banyak resiko, dan ketidak praktisan (dianggap pengganja), dan masih banyak pemikiran logis lain yang mendasari kesimpulan saya tentang merek kertas rokok tersebut 98% (persentase yang hanya perkiraan) hanya akan dipakai untuk melinting Ganja).

Singkatnya, di beberapa minimarket tersebut terutama di daerah Jakarta dan Bandung, satu kali drop adalah 60 bungkus papir, yang dapat diestimasikan akan menjadi 25 linting ganja satu boks papir (1 linting ganja menggunakan 2 lembar kertas rokok), dan satu paket ganja 50.000 IDR dapat menjadi sekitar 8-10 linting. Sedangan 1 Kg bisa menjadi sekitar 60 – 70 paket 50ribu-an. Bayangkan, dalam riset kecil yang saya lakukan satu minimarket dapat menjual 60 boks dalam satu – dua hari. Di Jakarta, riset yang saya lakukan adalah terhadap 10 minimarket yang ada di Jakarta Selatan, dan 5 minimarket yang ada di Bandung. Semua memiliki rata-rata penjualan yang sama, yaitu 60 bungkus papir setiap 1 – 2 hari.

Bayangkan berapa Kg/ hari dalam satu spot penjualan papir? Bayangkan berapa orang pengganja yang masih beredar bebas di masyarakat? Semua tidak akan terdeteksi, karena setiap hari pasti ada pengganja aktif yang baru, karena saya juga melakukan sebuah riset kecil yang mungkin tidak akurat namun dapat dijadikan sebuah dasar pembayangan, dimana beberapa pengganja yang saya temui dan wawancara, telah mengganja semenjak remaja, yaitu sejak SMP atau pun SMA, ada yang telah 10 tahun lebih pada umur 24, dan rata-rata penggganja menjadi pengganja aktif semenjak SMA.

Banyak orang yang mengidentikan ganja dengan tindak kriminal dan penurunan kesehatan individu, namun menurut pikiran saya Ganja sangat jauh dari tindakan kriminal dan degradasi kesehatan, karena:

  1. Harga ganja sangat terjangkau (tidak seperti Heroin atau shabu yang mahal dan atau putaw yang sangat mengadiksi, sehingga penggunanya harus melakukan tindak kriminal untuk membelinya)
  2. Ganja dengan THC-nya tidak memiliki tingkat ketagihan seperti heroin, putaw, morph beserta turunannya, anti depresan, psikotropikum, anti panik, alkohol, dan bahkan rokok. Pengguna tidak akan merasakan sakit fisik jika berhenti menggunakannya, kata yang tepat adalah (sugesti terhadap keinginan menggunakan ganja) dan tidak akan terlalu besar jika orangnya tidak mendramatisasi dan melebih-lebihkan (biasanya yang melakukan tindak dramatisasi berlebih saat berhenti menggunakan ganja hanya anak dengan rata-rata umur 14 – 20 tahun).
  3. Sifat halusinogen pada ganja adalah hayalan yang tidak terlalu parah seperti halusinogen lain (magic mushroom pada LSD, jamur tahi kerbau (yang dapat menimbulkan halusinasi visual tingkat tinggi dan akan sangat nyata)), hal yang biasa disebut “giting” pada penggunaan Ganja adalah sebuah efek dimana seseorang merasakan disorientasi waktu, imajinasi berlebih, detilisasi pada pendengaran (jika mendengar musik maka satu-persatu suara alat musik dapat terdengar dengan baik (efek ini mungkin tidak dirasakan oleh semua orang)), tingkat humor yang berlebih (semuanya akan terlihat lucu), rasa damai, perasaan tenang, dalam kasus tertentu dapat menjadi stimulasi untuk berpikir, walaupun tidak jarang para penggguna merasakan rasa malas yang berlebih, adapun demikian adrenalin tidak akan terpacu, dan emosi dapat dipastikan akan ter-redam dengan pengaruh THC (hampir mustahil seseorang yang akan merampok sebelumnya menghisap ganja, dan hampir mustahil orang yang menghisap ganja akan melakukan tindak kriminal dalam bentuk apapun, kecuali sambil mengganja orang tersebut mengkonsumsi alcohol, anti depresan, dan atau psikotropikum lain dengan efek berbeda).
  4. Stimulasi Halusinasi pada ganja dapat menyebabkan hayalan yang jika melalui proses kreatif tertentu dapat menjadikan hasil karya yang menakjubkan (Bob Marley, Sublime, Peter tosh, Mbah Surip, Andy Warhole, beberapa musisi, seniman, publik figur, pekerja seni, dalam bentuk apapun).
  5. Ganja akan menimbulkan efek lapar setelah pemakaiannya (rata-rata setiap pengganja akan merasakan efek ini), sehingga orang tersebut akan makan dan akan tidur di rumah (mencari tempat yang nyaman) setelah mengganja (istirahat cukup, gizi seimbang), tidak jarang beberapa responden saya berat badannya bertambah akibat mengkonsumsi Ganja.
  6. Ganja tidak mengandung Tar, dan nikotin yang dapat mengendap dalam darah dan sistem pernafasan (saya belum pernah mendengar orang meninggal karena ganja; Bob marley meninggal karena tetanus bukan karena ganja).
  7. THC dalam otak yang menstimulasi halusinasi, akan berkurang setelah efek tinggi (high) selesai, dikeluarkan melalui urin, keringat.
  8. Ganja adalah sesuatu yang herbal, tanpa pencampuran zat kimia dan proses kimiawi yang panjang dan berbelit-belit (setelah panen dikeringkan dengan tungku, dipack, dipress, dikemas, langsung siap pakai).
  9. Ada penelitian yang saya baca di Antara News, menyatakan bahwa Ganja dapat menyebabkan gangguan mental, namun pada kenyataannya efek halusinogen yang ada pada ganja merupakan obat stress paling mujarab dan paling herbal jika dibandingkan dengan nitrazepam (dumolid, nipam), diazepam (valium), alprazolam (Xanax (anti panik yang biasa diguanakan oleh orang yang terkena serangan jantung)), dll, yang keseluruhannya merupakan campuran kimia, dan efeknya tentu saja lebih buruk dari sesuatu yang bersifat herbal (dalam kasus stress, skizofrenia, secound personality, atau apapun namanya saya lebih sering menemukan kasus-kasus dengan penyebab berasal dari penyalahgunaan psikotropikum yang berasal dari campuran kimia).
  10. Ganja tidak dapat menularkan HIV, Kanker, yang dapat menular adalah Hepatitis C (bila mengganja satu linting dengan pengidap Hep C), Flu (kasus jarang ditemukan), TB (pengidap TB yang meludah sembarangan pun bisa menulari banyak orang), beberapa penyakit menular lainnya yang media penularan dominannya bukan dari Ganja, tapi bisa saja menular lewat Ganja (namun kasusnya sangat jarang (hanya mungkin menular lewat media air liur, dan media air liur dapat menularkan jika seseorang mengganja bersama orang yang mengidap penyakit tersebut)).

Masih ada beberapa hal yang dapat menjadi alibi jika ganja diidentikkan dengan kriminalitas dan degradasi kesehatan. Jika pembahasannya tentang kontroversi dan alibi terhadap prasangka, maka tidak akan habis dibahas sampai kapan pun.

Sebuah solusi mungkin dapat ditemukan jika semua orang membuka pikirannya seluas mungkin, sebuah ungkapan:

REGULATE IT!

Pemerintah dapat menjadi pengatur sekaligus aplikator dari aturan yang dibuatnya, aturan yang mengatur tentang pemanfaatan ganja beserta komponen lainnya. Dalam pembahasan ini kita harus mengesampingkan norma agama (yang dalam agama apapun mungkin ganja diidentikkan dengan sesuatu yang negatif dan merusak (walaupun jika kita melenceng sebentar dan melihat agama mayoritas yang ada di Indonesia, dengan berpedoman pada kitab suci Al-Quran, dalam AL-Quran tidak spesifik mengganja dilarang dan keadaan “giting” tidak dapat disamakan dengan keadaan mabuk alkohol, dimana kesadaran dapat menghilang sama sekali, dan alcohol dilarang karena pada zaman nabi Muhammad SAW, salah satu sahabat nabi, mabuk dan membaca surat Al-Kafirun secara berputar-putar, sehingga mulai sat itu alcohol dinyatakan tidak baik, merusak, dan haram), norma sosial yang selama ini sudah terbentuk dalam masyarakat, dan segala macam bentuk norma yang mengikat masyarakaat dalam satu keterbatasan berpikir (terdengar sinis, tapi dalam konsep pemikiran ini kita harus membuka lebar logika dan pemikiran kita agar mendapatkan sesuatu yang objektif dari sudut pandang yang subjektif).

Aturan yang mungkin dibuat adalah aturan-aturan yang melakukan pembatasan, lokalisir, regulatif secara bertanggungjawab dan beberapa aturan lain yang dapat membuat segalanya lebih baik (sebuah pernyataan subjektif dari saya dengan menyatakan “sesuatu yang lebih baik”).

Aturan-aturan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk:

  1. Pengaturan Penanaman Ganja, dimana pemerintah secara terorganisir mengatur daerah yang dapat ditanami Ganja, walaupun pihak pengelola adalah swasta, namun pemerintah harus mengaturnya dengan bentuk aturan seperti cara pengolahan, standar penanaman, cara distribusi, kepemilikan, pajak penanaman seperti yang dilakukan pada tembakau.
  2. Pengaturan batasan legal kepemilikan ganja, misalnya satu orang hanya boleh memiliki tidak lebih dari 30 gram ganja, jika kedapatan memiliki lebih dari 30gram maka orang tersebut dianggap pengedar, dan pengedar tidak resmi akan dikenakan sangsi (missal) 5.000.000 IDR.
  3. Pengaturan tentang batasan umur pengguna Ganja, seperti regulasi pada SIM mobil atau motor yang ditetapkan pemiliknya harus 17 tahun, maka sama halnya dengan Ganja, pemerintah harus melakukan riset yang bertujuan untuk menemukan pada umur berapa seseorang dapat bertanggungjawab atas pilihan yang dipilih oleh dirinya sendiri. Misalnya standar yang ditemukan kemudian adalah 21 tahun, maka orang yang berumur dibawah 21 tahun tidak boleh menggunakan Ganja, dalam kata lain, ganja akan menjadi illegal untuk umur 21 tahun kebawah, jika anak dibawah 21 tahun kedapatan mengganja, maka orang tuanya lah, atau orang yang memberikan anak tersebut Ganja yang harus dihukum dengan hukuman yang berat, misalnya kurungan penjara 3 tahun atau denda 150.000.000 IDR, dengan implementasi yang tidak melenceng dari peraturan tersebut dan peraturan harus “saklek”.
  4. Pajak penjualan Ganja, yang dapat lebih tinggi dari cukai rokok, sehingga harga jual ganja yang selama ini tinggi, mungkin dapat lebih tinggi dan atau stabil, yang pasti pendapatan Negara akan bertambah akibat dari pajak tersebut.
  5. Aturan atas pengedar, dimana setiap orang yang memenuhi kualifikasi tertentu dapat menjadi pengedar, dari segi fisik dan mental (sehat jasmani dan rohani) dimana kemungkinan orang tersebut mengedarkan pada anak dibawah umur akan sangat kecil, maka orang yang akan menjadi pengedar harus ditest psikologi terlebih dahulu.
  6. Pajak atas pengedar, dimana pengedar Ganja dikenakan pajak dari keuntungannya (misal) 20% dari keuntungan adalah pajak.
  7. Deposit atas pengedar, dimana pengedar harus punya deposit uang pada Negara dalam jumlah tertentu yang gunanya untuk menjamin orang tersebut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ataupun orang tersebut melanggar aturan. (atau hanya sebuah regulasi yang menjadi standarisasi mengenai orang yang boleh menjadi pengedar).
  8. Lokalisasi. Penentuan tempat legal untuk mengganja, misalnya café tertentu, rumah pribadi dimana tidak ada anak dibawah umur, (smoking area), dll
  9. Ekspor Ganja, dimana Ganja utamanya adalah produk ekspor yang dapat dilakukan oleh pihak swasta dengan aturan tertentu termasuk perpajakannya (jika ganja diekspor, bayangkan berapa devisa yang akan masuk ke Indonesia? Karena Negara di eropa banyak yang melakukan legalisasi pada Ganja).

Dibalik regulasi, dan kontroversi yang pasti akan timbul jika sebuah regulasi tentang Ganja diberlakukan, maka efek positif yang sangat mungkin tercipta antara lain adalah:

  1. Penyalahgunaan Ganja dapat diminimalisir, dengan pembatasan umur dan dengan peraturan yang ketat, maka peredaran ganja dapat dikontrol dan tidak akan menjadi “penyakit masyarakat” (sebuah sebutan sadis yang sinikel dan diciptakan oleh norma social yang terbentuk dalam masyarakat).
  2. Pengguna Ganja oleh anak dibawah umur secara otomatis akan berkurang, karena dengan sendirinya akan terbentuk kontrol sosial atas batasan umur pengganja, dengan demikian lama-kelamaan bukan mustahil penggunaan Ganja di Indonesia akan berkurang.
  3. Devisa Negara akan bertambah, dan dapat dijadikan sebagai sumber pendanaan untuk membayar hutang Negara terhadap “lembaga bantuan keuangan Internasional” dan sebagai sumber pendanaan terhadap pembangunan nasional (Kata bapak pembangunan nasional, Indonesia adalah Negara “agraris” dimana petani merupakan mayoritas penduduk Indonesia. Lalu kenapa kita tidak memanfaatkan sektor pertanian, dengan komoditas baru yaitu Ganja?)
  4. Penyalahgunaan kekuasaan dan mafia peradilan dapat ditekan beberapa persen (saya tidak melakukan penelitian terhadap sektor ini, tapi yang pasti ada beberapa orang yang saya kenal tertangkap karena kasus Ganja dan harus membayar antara 10 – 100juta untuk mendapatkan keringanan hukuman), jika Ganja dilegalkan.
  5. Lembaga Pemasyarakatan narkoba akan bersih dari kasus Ganja, karena Ganja sendiri bukan narkoba, (penggganja bukan “Junkie” dan bukan kriminal).

Selain efek positif, maka akan tercipta pula efek negatif dimana secara alami efek negatif sekecil apapun dimungkinkan terjadi akibat sebuah perubahan yang signifikan, efek negatif tersebut antara lain adalah:

  1. Terjadinya kontroversi terhadap regulasi tersebut oleh pihak-pihak agamais seperti MUI, NU, Muhamadiyah, dll. Namun jika implementasinya baik dan pemerintah dapat menyampaikan maksud regulasi tentang Ganja, maka hal tersebut dapat diminimalisir.
  2. Terjadinya konflik sosial di masyarakat, antara yang pro dan yang kontra, namun lagi-lagi jika penyampaian pemerintah atas regulasi tersebut baik kepada masyarakat, maka konflik dapat ditekan dan consensus dapat terjadi.

Penutup

Sebenarnya menurut hemat saya tidak akan terjadi efek negatif selain konflik, antara pihak yang pro dan yang kontra. Konflik yang akan tercipta adalah karena pihak yang kontra akan menganggap regulasi tersebut sebagai sesuatu yang negatif, sementara yang pro berpikiran bahwa regulasi tersebut diciptakan untuk sesuatu yang lebih baik, yaitu menjaga generasi muda kita dari efek negatif yang mungkin terjadi.

Di lain pihak, Negara kita adalah Negara hukum dimana persyaratan sebuah Negara menjadi Negara hukum yang pertama adalah, bilamana sebuah Negara mengakui HAM masyarakatnya. Mengganja adalah sebuah pilihan, selama hal tersebut tidak mengganggu kepentingan orang lain, dan selama hal tersebut hanya berefek kepada dirinya sendiri, maka menurut saya hal tersebut merupakan Hak Asasi Manusia.

Halal dan haram, adalah hubungan manusia dengan tuhan (sebuah hubungan vertikal) dan legal-ilegal adalah hubungan manusia dengan manusia (hubungan horizontal), Legal belum tentu halal, dan illegal belum tentu haram, legal-ilegal, dan halal-haram sama sekali tidak saling berhubungan. Manusia bebas memilih yang mana yang haram dan yang mana yang halal bagi dirinya sendiri, karena hal tersebut merupakan tangggungjawab pribadinya kepada tuhan.

Legal-ilegal adalah hal yang berhubungan dengan kemasyarakatan, dan walaupun Ganja merupakan barang illegal, toh penggunanya masih banyak, sampai tidak bisa dikontrol. Alangkah lebih baik jika penggunaannya dikontrol, dan diatur sedemikian rupa, sehinggga batasan legal dan illegal, manjadi lebih jelas dan dapat diimplementasikan dengan baik oleh semua pihak. Pada akhirnya semua orang bebas mempunyai pilihannya masing-masing dengan tanggungjawabnya masing-masing, selama tidak mengganggu kepentingan orang lain.

So, GANJA: Regulate It!!! Not Just Legalize It!!!!

Previous Post →

167 thoughts on “GANJA: Regulate it, Not Just Legalize it!

  1. anggit says:

    SETUJUUUU!!!!
    Gw sih bukannya mau ngebaks nih (ciee ngeles) cuma gw kesel aja sama polisi2, ganja dijadikan komoditi mencari keuntungan lewat ilegalitasnya. Sekarang kriminalitas lebih banyak terjadi kan gara alcohol daripada rumput yg tumbuh tak bersalah itu?

  2. matmarley says:

    MANTAB…tulisan yg membuat saya ga ragu lagi jadi herbalers,,,,hahahaha !!!

    bob marley akan sangat senang melihat tulisan ini…..

    baaaakkkkssssllaaahhhhh mas aryo !!!=))

  3. Iqs says:

    Nice info gan! Sayang kaga dapet pertamax *kaskuser mode: on*

    Emang ga bikin addict tuh barang.. Tapi kadang jd pelarian saya kl lg mumet dan susah makan. Ngebaks pun ga diluar rumah plus pake rame. Cukup dikamar, bengong, cengar2 sbentar.. Tidurpun lelap:)
    Regulate it! Biar Harga dari bd ke bd sama! Haha.. Saya bukan pecandu, hanya perindu ;)

    1. anggit says:

      asiik banget bang iqs, “saya bukan pecandu, hanya perindu…”

    2. titiw says:

      Gyahaha.. ibhe keren!! it’s rhyme!!

      1. apy says:

        ini mas aryonya kemana nih… diajakin ngebaks tuh.

        1. titiw says:

          Tau tuh mas.. gw udah panggil panggil di FB kagak nongol2.. Tu anak kagak bisa internetan kali, kalo gak di kantor, hyehehe.. Belagu banget, liat aje kalo ampe senen gak nongol gw banned dia dari atmosfer sini..

  4. herru says:

    regulasi barang legal saja sering kedodoran mas, apalagi ganja. apa kata duniaaaa

  5. Mbak temennya itu disruh bikin blog dunk…:)
    Biar tenar beneran… gak cuma numpang ;)

    1. titiw says:

      Katanya sih dia udah punya blog.. cuma gak tenar.. haha.. kesian doi gak ada massa. Jadi numpang dulu di mari.. kesian dia, masih muda tapi gak ada yg kenal.. (?!)

  6. nA says:

    huaaaammmmmmm… panjang ya artikelnya, hihihihii…. btw, ganja bisa ngilangin ngantuk gak ya? :)

  7. ternyata ganja memang menggiurkan, mbak titiw, tak heran jika banyak orang yang ingin mengonsumsinya. tanpa disadari, ganja benar2 telah merempas, bahkan membunuh masa depan.

  8. The Bitch says:

    setujuuuuu!!! eh, taglinenya asik tuh. bukan pecandu, hanya perindu. SAMA BANGET!!! hihi.

    halu, mbak titiw! *dadah2*

    (=

  9. Adis says:

    Kalau MUI aja udah berfatwa haram ttg rokok tembakau,apalagi ganja?

  10. Pengganja pasif says:

    Selain untuk di bakar..ganja juga dipakai jadi bahan utama pembuatan kertas piagam kemerdekaan nya amerika serikat katanya..
    *cmiiwe

    1. apy says:

      pengganja pasif maksudnya doyan di stingin ya daripada ngisep sendiri. ahahaha.

  11. mas aryowibisono says:

    Halloo semuanya, wah tengs berat nih udah komen sama tulisan gua.. tengs juga buat titiw.com yang udah relain space tulisannya buat mempublish tulisan… rencananya gua mau buat blog, tapi pertama2 gua mau rekrut orang2 yang punya visi misi sama buat ngejalanin pergerakan ini.
    @Sawali: Pak, hehe kalo dibilang membunuh masa depan, nampaknya saya kurang sependapat, karena ngga ada bukti empiris tentang pernyataan “membunuh masadepan” tersebut, hehe nofense yaa pak..
    @Adis: mas, halal haram biarkan lah, namanya hubungan vertikal.. yang diperjuangkan disini adalah… ilegal – ter-regulasi – Legal, bukannya mau mengabu2kan, tapi regulasi disini maksudnya untuk mengatur pemanfaatannya.. mungkin terdengar ngga make sense, tapi kalo gua bilang bukan ngga make sense, tapi butuh proses…yang bisa mensosialisasikan perbedaan halal – haram, legal-regulasi-ilegal…
    anyway tengs Mr. Adis..
    @anggit: ahahaha bener banget tuh fren, yang kejadian selama ini adalah penyaalahgunaan kekuasaan, dengan cover penyalahgunaan narkoba… anyway narkoba itu apa sih? ada yang bisa jawab ngga?? hehe… dan penyalahgunaan itu apa sih??
    @matmarley: Men made a beer… god create Mariyuana man!!!
    @iqs: wah sayang banget fren kalo cuma jadi pelarian… kalo dieksplor lebih dalam, manfaatnya ngga cumaa sekedar sebagai pelarian kok fren…
    @nA: bisa banget, kalo abis giting… tidur 8 jam, terus bangun… mandi, berangkat kerja… dijamin ngga akan ngantuk seharian, ditambah makan yang teratur ya, kalo bisa minum vitamin biar tetep sehat…hehe
    @apy: ahahaha, bahasanya jangan disetingin dong mas.. kaya orang pakaw ajah… dibikinin aja biar lebih ganjawi gitu…
    thanks anyway semuaanya…
    kalo ada yang mau kritik saran komen kontra dan pro monggo lho…
    apa lagi kalo ada yang mau diskusi debat ngobrol curhat…hheheh

  12. mas aryowibisono says:

    @penggqanja pasif: yoeh serat ganja mang konon kabarnya kuat dan tahan lama, so kalo buat bahan kertas akan tahan lama bray…

  13. mas aryowibisono says:

    @heru: ahahaha sabuk pengaman aja bisa mas, walaupun analogi sabuk pengaman ngga relevan kalo dikomper sama ganja, tapi paling ngga “alah bisa karena biasa”…
    lagian di negara tertentu aja ragulasi tentang pengobatan dengan mariyuana aja udah ada… sebenernya esensinya sih buat negara adalah dimana regulasi ini dapat berimplikasi pada sektor ekonomi, dimana devisa akan masuk dari ekspor dan pendapatan negara akan naik dari pajak, sehingga akan menaikkan tingkat ekonomi masyarakat Indonesia…
    toh biar ilegal, sekarang dapet ganja di jakarta udah kaya beli bir peletok di belakang gedung wakil rakyat atau di toko minuman depan brimob klapa dua… no fense ya…hehehe
    tapi dengan regulasi ganja ini efeknya bisa kaya SDSB dan kramat tungggak pada jaman Ali Sadikin terhadap Jakarta, dimana pembangunan Jakarta jadi pesat dan menakjubkan…
    nah, intinya ilegal aja banyak yang ngeganja, kalo diregulasi… sekian banyak orang di Indonesia bahkan di Dunia… wihihi… berapa gede pemasukan untuk Indonesia… sekali lagi jangan bahas dari sisi agama ya… nanti malah mbeleber kemana2 pembahasannya.
    Anyway, kepikiran ga kalo pemerintah bikin sebuah pulau wisata ganja… wihihi, berapa banyak wisatawan yang bakal dateng??? berapa besar uang yang akan berputar disana??? berapa banyak kedamaian yang akan dibuat???
    kalo ada kebun ganja?? berapa banyak pekerja yang akan diserap?? dari tukang kebunnya, pemanen, pengering, pembungkus, yah kaya pabrik rokok deh…
    belom distribusi?? promosi?? publikasi?? berapa banyak modal yang akan berputar disana? berapa banyak perut yang akan terisi makanan???
    ada pemikir politik yang bilang (gua lupa namanya) kalo rakyat masih pada laper, jangan harap negara bisa bicara demokrasi…
    wahahaha…
    Anyway, kalo cukai ganja perlinting 100rupiah ajah… wihihi, kebayang ngga sehari berapa yang akan masuk buat negara?
    uangnya bisa buat bayar IMF… bisa buat bikin infrastruktur penunjang kehidupan masyarakat…
    bisa buat bikin sekolah…
    bisa buat bikin pembangkit listrik tenaga panas…
    bisa buat nebus tambang2 yang dieksploitasi negara lain di Indonesia..
    yang pasti Anggaran belanja negara, dan anggaran buat bayar utang akan meningkat, dengan regulasi ini… betul ngga???
    sedangkan negara2 yang bisa menerima ekspor ganja banyak benget… tawarin aja ke belanda… jerman, kalifornia, suisse (kata temen gua di suisse bisa nyimeng sembarangan, bener ga sih?)….
    yah makanya kawan2… mari lah kita lihat hal ini dari kacamata yang lain, jangan kacamata yang biasa disajikan sama patern yang udah terbentuk di Indonesia…
    lets Regulate IT!!!

  14. joe says:

    it’s really2 a good article man
    just dont blame the herbs. blame human for got it wrong.

  15. mas aryowibisono says:

    @joe: no man doin wrong with our joint man… like old man say… Man made a beer, and god create mariyuana…
    so.. Join The Joy of Joint!!!!!

  16. mas aryowibisono says:

    @joe: thanks anyway man..

    1. titiw says:

      Nah.. gw demen nih kalo lo niat gini mas yo.. gak sia2 gw kasi space buat lo.. tiap ada komen diapresiasi.. Mantablah..

  17. mas aryowibisono says:

    @titiw: yah namanya care… sekedar share lah kita…

  18. Ndre says:

    nie posting terlalu panjang.. jadi ilang seni-nya. Berasa dlm kelas.. mata kuliah perganjaan…

  19. iqs says:

    saya gak suka orang yang berkoar anti Mariyuana. Especially if they’ve never tried it. You’ve gotta be curious, just go try it and then say what you think.
    kalo ga suka ya dijauhin aja.. tapi kalo suka mbok ya bagi saya ;)

    PS: sebenernya juga bukan buat pelarian.. tapi lebih karena hampir ga ada waktu buat itu (ya, saya workaholic). makanya suka rindu, tapi gak nyandu (tetep). lha wong itu ada satu amp belom dilinting2.. haha kira2 rasanya kaya wine -yang older=better- ga ya?

    rasa2nya saya juga pernah nulis macam beginian di efbe dah..
    KETEMU! nih ada.. http://www.facebook.com/note.php?note_id=38156963007 hihi monggoooo *kabur gara2 dipelototin titiw*

  20. mbe says:

    Ganja itu tumbuhan, mw dilarang bagaimanapun namanya tumbuhan pasti akan tetap terus tumbuh sampai kapan pun, so legalin aja lahh biar ada sisi positifnya bagi Negara ini, Biar ga hanya dimanfaatin oleh plokis2 utk cari uang tambahan…

  21. mbe says:

    Para aktifis Legalisasi Ganja harusnya menggandeng LIPI dan IPB utk melakukan penelitian pemanfaatan Ganja, lalu hasil penelitiannya di sebarkan ke masyarakat, sehingga masyarakat luas tidak hanya menjudge efek negatif dr ganja yg sebenarnya adalah propaganda yg dilakukan oleh DEA di seluruh negara di dunia, DEA membayar peneliti utk membuat statement bahaya dari ganja yg sebenarnya tidak terbukti secara empiris..

    Paradigma masyarakat terhadap ganja harus dirubah supaya gerakan melegalisasi ganja dapat tercapai…

  22. mas aryowibisono says:

    @Ndre:Yo man, panjang kalo dinikmati, ditela’ah, dipikirin, dicerna… pasti lo akan bilang “iya”… heheheheh…

    @iqs:Yo mas iqs, mungkin enaknya kalo kita bilang saat2 sakral itu sebagai saat mas mengapresiasi diri setelah bekerja, bekerja dan bekerja…udah cape terus giting… gokil men, tidur juga mimpinya bisa mimpi basah tuh…hehehe
    wah kalo rumput jangan disimpen lama2 mas… ga pake proses fermentasi.. bisa jamuran tuh…hehe.. men tapi lo tau ga, yang kaya wine itu “laki2″… makin lama disimpen, makin mahal…ahaha ahah..

    @mbe:yo mbe… jangan dilegalin lah, tapi diregulasi dong… biar lebih bertanggungjawab… yoih ga tuh…hehehe
    Mas Mbe, ini gua juga lagi mau nyoba gandeng seorang dari bidang pendidikan, yang konon kabarnya gua pernah denger doi orang LIPI, yah tapi udah gua kirim artikelnya ke doi, namun belum ada balasan..
    Nah itu dia mbe, yang mau diusahakan disini… perubahan paradigma yang ada di masyarakat, dimana patern yang ada dari dulu di masyarakat menyatakan bahwa:
    Ganja=salah=kriminal=penjahat=narkoba=dosa=penjara=pemadat=pemalas=yang jelek-jelek.
    nah sebenernya yang harus dibedain disini, menurut gua adalah:
    Ilegal-terregulasi-Legal
    dimana hal2 tersebut sama sekali ngga relevan kalo dihubungkan sama:
    Hallal – Haram
    itu yang sebenarnya masih bercampur di masyarakat Indonesia yang sangat primordial… wahaha kebanyakan ngomong gua… hehe
    Intinya semua komponen diatas masih nyampur dan membentuk persepsi masyarakat sehingga ganja=salah..
    mari lah kita berjuang untuk REGULATE IT!!! (asikk..hehe)

  23. kuy says:

    menikmati selinting ganja dalam kegelapan kamar ditemani rintik hujan…..

    my idea of good night sleep….

    setuju banget gue sama “regulate it”….
    produk sampingannya bakal jadi pendukung geliat roda ekonomi, ilegal aja banyak banget merchandise ganja…

    bayangkan kreatifitas seniman – seniman indonesia bikin bong2 lucu, atau alat pelinting, atau papir bercorak batik….

    *missing mon petite joint yang terpaksa sembunyi diantara buku-buku di kamar….miss you dear…

    1. titiw says:

      Wahahahha!! Bong2 lucuuu!! Aku langsung kepikiran bong2 pake bunga2, trus ada wangi stroberi, jeruk, dll.. Miss u tu.. (EH?)

  24. iqs says:

    hmmm.. blom pernah skab pake bong *curious mode= on*

  25. kuy says:

    sekedar inpoh, saya juga belum pernah skab ekap gnob….hehehehehe…
    cuman seru aja liat crackhead di pelm2 holywood ber-skab ria pake bong2 aneh….

    gue pengen bong berbentuk celengan ayam…..

    1. titiw says:

      wah.. positif sekali nak kuya ini.. jadi kamu ngebaks sambil cemplungin receh2 itu ke bongnya.. gahahhaha.. gut2.. positif lah.. daripada narkoba, atau seks bebas.. *mengacungkan jempol dan tersenyum manis ke arah kamera*

  26. mas aryowibisono says:

    @kuy:malem2 skab, ujan2 matiin lampu kamar, yang kurang segelas coklat panas dan musik Sapardi Djoko Damono (sok puitis)… terus BM2 telepon cw, ngomong ngalor ngidul sampe ketiduran dan teleponnya belom ditutup..ahahaha…

    Wah kalo produk sampingan mang banyak banget yang bisa digarap… semua orang, dari pengusaha besar sampai UKM..
    wah lo belom pernah pake bong??? wah men… harus coba banyak cara men…

    Aduh kasian tuh joint… bisa2 layu, kalo ngga jadi dodol..hehe(jayus)
    anyway, thanks fren for ur comment…

    @iqs: wah belom pernah?? mau gua kasi bong prakarya sendiri???atau gua ajarkan sedikit cara bikin bong dari barang bekas? kaya kaleng? obat asma? kaleng axe? atau hal2 remeh lainnya???

    1. iqs says:

      wah, skab pake kaleng? obat asma? kaleng axe?

      *ngelamun ngebayangin salah satu episot ‘Man vs. Wild’ dimana Bear Grylls kedatangan bintang tamu seorang Aryo wibisono yang mengajarkan “ilmu”nya. judul episotnya kira2 ‘Man vs. Wild : creativity in lintingity”*

      hahaha maksa! keren tuh! ajarin dong mas! step by step! pake gambar kalo bisa kaya cara melipat origami gitu! kekekekek

  27. mas aryowibisono says:

    @titiw: cil kalo gua bikin artikel tentang:
    “bertahan hidup tanpa papir” boleh gak???
    jadi isinya cara bikin bong dari perlengkapan yang udah ngga dipakai lagi…ada gambar cara bikinnya..hehehe boleh ga cilll????

    1. titiw says:

      Tentu saja boleh mas yo bibeh. Kirimkan saja ke imelku, nanti akan aku taro di tanggal dan weton yg okeh..

  28. mas aryowibisono says:

    uhuyyy…

  29. mas aryowibisono says:

    wah akhirnya kawan gua ada juga yang komen… tengs nisa P
    link yang lo kasi juga keren…

  30. diki says:

    legalize it, and i’ll advertise it

  31. kuy says:

    and i’ll shoot it!!!!!
    heueuehehehe….

    @ mas aryo : dua malam lalu saya merealisasikan tulisan mas aryo, tapi tanpa segelas cokelat panas…dan dipagi hari saya menemukan sms…
    “pasti kamu capek banget deh, sampe ketiduran nelepon aku…g’morning dear..:X”

    hueheheehe….what a perfect nite….

  32. mas aryowibisono says:

    @diki: pasti lo orang agency deh… hehehehe regulate it men… jangan terlalu bebas… Indonesia biasanya bablas..

    @kuy: welkom to “joy of joint”… dapet care pacar, dapet enaknya tidur, mimpinya bisa jadi masih seputaran omongan ama pacar tuh… hehehe…
    the best dah men…

  33. kuy says:

    tapi besoknya lupa tadi malem ngomongin apa aja..huahahahaha….

  34. mas aryowibisono says:

    @kuy: ahahaha masa sih?? wah jangan2 lo kena short term memory lost tuh…

  35. Jim_Hill says:

    Halo to all stoners.. Ganja tuh pemberian dari Tuhan. Sekarang jangankan artis atau musisi yang makai ganja. Juara Olympic Michael Phelps (8 medali emas)aja doyan. Menurut gw tuh ganja jgn sampe dipakai tiap hr, tapi 2 atau 3 kali dlm seminggu paling pas. Dan juga ganja tuh cr yg paling bagus biar highnya lebih enak. Yang bau2 apek gitu mending dibuang ke tong sampah aja.

  36. dharma says:

    betulllllll, hehe
    legalin ajah toh gak anarky kok
    Miras aja yng dbkin ilegal cz udah bau, bawaannya anarky lg..
    pmrintah harus baca ni tulisan, dari awal sampe abis biar paham..
    klo ragu, riset aja ndiri..
    gue mw kok jd bhan risetnya….
    gue bs jamin, klo smua ngeganja pasti kekerasan di negara ini bakal berkurang drastis, yang ada juga pelawak ma musisi yang tambah banyak…jg bs bkin org tmbh kreatif cz banyak ide…

  37. mas aryowibisono says:

    @jim_hill: yoeh…”semua orang ngebaks men.. ngga ada yang ngga”..

    @dharma: jangan dilegalin serta merta kawan, tapi ada regulasinya… orang indonesia suka bablas soalnya… kalo dire-regulasi (sekarang udah ada regulasi yang menyatakan ganja illegal tuh) dangen segala tanggungjawab bersama, seluruh pengganya se indonesia, maka semuanya akan menjadi lebih baik….

  38. Jim_Hill says:

    @dharma: lo ga bisa ngejamin kalo kekerasan di negara bakal berkurang karena semua orang beda kalo pake nyimeng. ada yg pake gele doang, tp ada jg believe it or not, marijuana bisa jg ‘gateway to other drugs’ yg bisa menambah kriminalitas.

    and also, smoking weed contains TAR. semua yg dibakar mengandung tar.harus diingat bahwa marijuana tuh kalo dipakai secara benar bisa mempengaruhi orang secara positif (mengurangi stress, menambah nafsu makan), tetapi tidak semua orang sama.ada yang menjadi males dan tidak produktif bila berpakai berlebihan.

    mau legalin marijuana di indo tuh ga mungkin.mau diregulate jg susah. kalo mau cr BD yg bisa dipercaya and ngebaks aja sendiri responsibly.ga usah nunggu sampe dilegalisasi atau diregulate.

    1. apy says:

      yaa ini kan cuma wacana, alangkah baiknya kalo di legalisir (kayak STTB). ngerokok juga bisa gateway to drugs, makan nasi uduk juga bisa… pisau juga bisa dipakai ngiris bawang dan di saat yg bersamaan nusuk orang. jadi di tengah2 aja bro.

  39. mas aryowibisono says:

    @jim_hil: bener kata apy, semua bisa jadi jalan ke drugs… nah kalo ada regulasi, at least ganja ngga identik dengan jalan menuju drugs.
    gua ngerasa kadang berlebihan dalam menggunakan ganja… 1 hari 2 – 3 bahkan 4 kali atau seharian gitinggg, tapi gua masih produktif mas jim, masih punya pekerjaan yang lumayan, sambil ngambil kuliah lagi, terus masih bisa usaha2 sampingan, dan masih bisa freelance di beberapa kantor, dan masih punya kehidupan sosial yang baik (tongkrongan, pengajian, keluarga)….kalo gua rasa tergantung orang masing2 dalam menyikapi kegitingan… kalo dasarnya orangnya males ya males… kalo doyan ngomong ya ngomong, kalo punya IQ di bawah standar, ya jadi terlihat membodoh, kalo ceroboh bisa jadi pelupa…
    kalo gua rasa giting tuh bikin orang jadi dirinya sendiri deh..
    anyway, keluar dari konteks… gua sangat yakin ganja ngga addict (kalo ada orang yang masih menganggap ganja addicted)… karena sekali lagi gua membuktikannya… dengan sudah beberapa hari ini gua sedang berada di daerah afrika utara… dan wallah… i bring no ganja… i smoke no mariyuana… dan disini indah2 aja…

    @apy: gua suka analogi pisau lo mas… tak pake ya buat mengkonter pernyataan tantang gateway to drugs…

  40. Jim_Hill says:

    yeah ganja ga bikin addicted physically tapi psychologically ganja bisa bikin addicted. mungkin bukan addicted tp rasa pengen pake. ur rite, walo u smoke no marijuana masih indah2 aja tp pasti kepikir lebih indah kalo lg ginting kan?
    @apy kalo makan nasi uduk aja bisa dianggap gateway to drugs itu mah dasarnya aja udah pengen pake drugs. gimana makan nasi uduk bisa lead to drugs????

  41. mas aryowibisono says:

    jim: ngga men, hehehe kepikiran gimana menghasilkan uang yang banyak, biar sampe indo gua bisa jalan2 ke raja ampat… kalo orang yang udah siap, insyaAllah bisa bedain pekerjaan sama giting men…

  42. dms says:

    tuhan telah menciptakan ganja,
    dan manusia memberi nama NARKOBA.
    saya menyebut manusia itu, manusia SERAKAH.

    sebenarnya, apakah benar2 ada perintah dari Tuhan kalau ganja di larang? sama halnya ketika Nabi Adam as memakan buah kuldi, Nabi Adam telah di peringatkan oleh Tuhan, maka jelas kalo buah itu dilarang. tapi itu di surga. bukan di dunia. Tuhan menciptakan bumi serta isinya untuk di manfaatkan. tapi bagaimana babi untuk umat Islam?

    gua mengenyampingkan itu semua, haram ato halal, ilegal ato legal. gua ngebaks karena esensi yg ada dalam ganja itu sendiri. ttg esensi yg ada dalam ajaran rastafari.(gua bkn pengikut ajaran itu). ttg bagaimana memperlakukan sesama manusia dgn derajat yg sama, ttg bagaimana mereka mencari kemerdekaan untuk diri sendiri dan manusia lainnya. ttg perasaan damai yg di bentuk. ttg pikiran kejujuran yg keluar dr mulut. ttg bagaimana mereka bersosialisasi tanpa membahas harta pangkat dan kedudukan.

    RASTAMAN LIVE UP!!

  43. mas aryowibisono says:

    @dms: Pokoknya Bebas Nilai dah!!! Hidup Bebas Nilai!!!(asal kita jangan kebablasan yah)

  44. ganjar says:

    kasih saya bocoran bagaimana trip dan trik untuk menanam biji ganja agar bisa di panen…minimal 1 buah tangkai juga sudah cukup, waktu tahun lalau (2000 / jaman2 SMA) saya pernah menanamnya, dengan menaruh biji ganja di dalam gelas menggunakan kapas dan air,tapi malah jadi tumbuhan seperti toge dan mati,,,,,please brow kasih referensi secara signifikan…jawaban kirim via email saja,,,ada royalty’nya lho…..thanks….

  45. rastafara says:

    gw stju gw kan pecinta damai,,,,,

    ni ja ku nulis gi makai,,,,,,,

    kan q seniman q setuju,,,,,,,,,

  46. mas aryowibisono says:

    @ganjar: gua juga belom pernah nanem.. Beli aja brow, ga usah nanem2an, biarkan saudara2 kita di aceh yang tanam, pemberani2 kita di penyebrangan yang membawakannya, dan mas2 pejuang hidup di Jakarta yang menjualkannya… kita cukup membeli dan menikmati, toh semua punya perannya supaya roda ini tetap berputar…

    @rastafara: iya de, kamu pencinta damai, kalau makai jangan sering2 ya, nanti uang jajan kamu habis… nanti kalo kenapa2 juga mamah papah gimana?? kalo kamu ketangkep, atau papah mamah tau kamu ngeganja?nanti malu sama keluarga… tunggu 3 – 4 tahun lagi yah…
    kalo kamu mau berkarya dengan jadi seniman, bagus itu… jangan menyerah ya…

  47. J420 says:

    LOL
    __.”
    dont mix weed with antidepresan > Short Term Memory Loss a.k.a STML
    just smoke it….

  48. yoman says:

    sob ente udh nyobain ganja blm??
    klu udh rsna gmn??
    klu blm cptlah dcoba biar ente tahu
    hhe,,(peace)

  49. mas aryowibisono says:

    @J420: wahahahah… itu namanya skip mas, biasanya kalo nyampur baks sama boti…sama ethyl cloride apa lagi, kalo banyak duit sekalian pake LSD… bisa kaya film memento… cuma palingan 2 hari doang.. skap skip… tapi kalo sama LSD bisa 1 minggu mas..
    makanya bener tuh just smoke it…

    @yoman:waduh.. rasanya gimana tuh “nyoba ganja”?

  50. kun says:

    Wah, wah… ulasan yang sangat menarik. Malah jadi pengen diskusi nih.. boleh kan via email? Maaf kawan2 jika terlalu panjang silahkan diedit.

    1. Anda mengatakan “dalam AL-Quran tidak spesifik mengganja dilarang dan keadaan “giting” tidak dapat disamakan dengan keadaan mabuk alkohol, dimana kesadaran dapat menghilang sama sekali, dan alcohol dilarang karena pada zaman nabi Muhammad SAW, salah satu sahabat nabi, mabuk dan membaca surat Al-Kafirun secara berputar-putar, sehingga mulai sat itu alcohol dinyatakan tidak baik, merusak, dan haram),..”
    Minta dong argumen lbh lengkapnya + dasar qur’an/hadits, maaf mungkin sy belum pernah tau soal asalusul ayat diatas.

    2. Sy punya temen yang hidupnya lagi bermasalah skrg krn maklumlah dia baru merintis bisnis, uniknya dlm kondisi tanpa ganja kelakuannya agak berbeda dg saat dia menggunakannya. Saat dia menggunakannya yang saya amati dia jadi lebih kreatif, tenang, cerdas, bersahabat dan fokus serta pengambilan keputusannya lebih sering benar drpd saat dia tidak menggunakan ganja (cenderung terburu2, emosional, malas dan tidak fokus).
    Apa yg terjadi pada teman saya itu?? Apakah krn efek “dopping” dr ganja atau memang dia punya potensi dan msh berusaha mencari cara yg tepat utk memaksimalkan potensinya??
    Untungnya sy liat dia mudah juga utk berhenti krn memang yg penting berhasil melewati 1-2 minggu dah aman. Keluhannya : Nafasnya makin sesak, kencingnya bau klo mlm habis ngganja, efek “bego”nya kada gak ketulungan n malu2in, kasian sm anak bini yg kagak tau.
    Dalam suatu diskusi kami sepakat, bahwa efek/sensasi positif dari ganja sebenarnya bisa jg kita CIPTAKAN SENDIRI bahkan AKAN LEBIH DASHYAT apabila kita benar2 mendalami MAKNA KHUSYUK DALAM SHALAT.

    3. Berdsrkan point 2, krn alasan kesehatan (bdsrkan survei sy pd mayoritas artikel ilmiah/eksperimental yg ada diinternet), solusi SHALAT KHUSYUK tetap lebih baik daripada GANJA

    4. Sebaiknya kita ikuti saja peraturan pemerintah yang melarang ganja. Kasian jg pemerintah dlm hal ini walikota dan pak SBY harus dipusingkan dg masalah baru. Sy setuju, lucu rasanya melihat persamaan ironis antara ganja vs polisikorup/korupsi/perselingkuhan/mafia peradilan/keserakahan/tidakjujur bersaksi/,dsb… kadang pelakunya (yg ngotot melarang ganja) adalah kombinasi dr bbrp kelakuan negatif. Nah, ini menurut saya gak lain, emang dunia sekarang LAGI EDAN n MAKIN DEKAT KIAMAT!!

    5. Jadi, ayo!!! Kita belajar SHALAT KHUSYUK spy hidup lebih beruntung

    Salaaam

    1. titiw says:

      Makasih buat komennya mas kun, karena ini tulisan temenku bernama aryo.. nanti aku suruh dia komen di sini yaa… :D

  51. mas aryowibisono says:

    Hallo mas kun..

    saya mencoba menanggapi apa yang mas kun tulis di site nya titiw yah..

    1. saya insyaAlloh akan menghubungi mubaligh saya yang pernah memangkulkan tentang hadist dimana ceritanya tentang sahabat yang sedang mabuk dan menjadi imam sholat.. dari sana seingat saya hamar yang dimaksud adalah alkohol.. sama sekali tidak memasukkan hal lain selain alkohol.. kalau ada hadist lain dan atau surat di Al Quran mengenai ganja (tolong ingatkan saya, siapa tahu saya salah atau khilaf)…

    2. untuk efek penurunan intelejensi karena pengaruh ganja.. sejauh ini saya belum pernah mengalaminya bahkan belum pernah menemukannya.. kecuali pengunaan ganja dibarengi dengan penggunaan psikotropikum yang cenderung abusif..
    ganja merupakan zat halusinogenik ringan yang tidak ber”dopping”(istilah dopping lebih erat kaitannya dengan ampethamine)
    bahkan zat halusinogen yang ada pada ganja yang biasa disebut (THC: tetrahydrocannabinol) tidak lebih berat dari zat halusinogenik yang ada pada jamur “tahi sapi”..
    kalau berhenti mengganja, bukan masalah pak.. karena sepengetahuan saya ganja tidak addict, jadi 1 atau 2 minggu ngga akan masalah.. 1 atau 2 bulan sama sekali bukan problem.. bahkan seumur hidup kalau memang berniat mau berhenti… sama sekali bukan masalah..
    nah kalau efek sesak nafas, lebih baik hentikan merokok tembakau nya.. kalau yang ini saya sudah uji klinis pak pada diri saya sendiri.. sebelum berhenti merokok paru2 saya penuh flack.. nah setelah saya berhenti merokok dan masih aktif dengan THC, maka 2 tahun kemudian saat saya rontgen, paru-paru saya benar2 bersih…
    kalau kencing bau, ya tinggal minum air putih yang banyak saja pak.. seperti ulasan saya di artikel, dimana THC akan larut dari air seni, keringat, dll.. jadi wajar saja kalau lebih bau dari biasanya.. tapi kalau minum air putih yang banyak nga akan bau kok.. bagus untuk ginjal lagi pak (minum air putih)
    kalau dibandingkan dengan sholat, apa lagi sholat tahajut dan duha ya pak.. waduh.. ajaib tuh pak kalo duha sih, bisa pagi nya duha siangnya dapet 5 juta pak.. (ngga apple to apple kalo dibandinginnya sama sholat)

    3. saya no komen deh kalo dibandingkan sama sholat… (wong pro dua duanya)

    4.nah itu dia pak, ngga adilnya dunia menjelang kiamat ini.. aparat penegak hukum yang ada (oknum-oknumnya) banyak yang mendeskriditkan para pengganja.. sebenarnya.. kalo dibiarkan aja, ngga akan masalah kan???? toh ngga akan ada pengganja yang ngerampok, korupsi, maling, pemerkosa, ngebunuh.. merugikan hajat hidup orang banyak.. karena “pasti” yang ada di pikiran orang yang mengganja adalah sesuatu yang ngga akan jauh dari kedamaian…

    5.Sholat Khusyuk.. tuma’ninah.. jangan becanda.. kalo di masjid jangan bilang “AMIEEENNN” paling kenceng.. abis sholat do’a (karena kita akan jadi manusia sombong kalo abis sholat ngga ber do’a).. satu lagi mas.. Ikhtiar jangan sampe berhenti karena kita ngga cukup cuma dengan modal beruntung…

    to be honest…I felt closer to God when I’m high, because I always have another point of view about humanity, afterlife, heaven, peace, love, social life …. and even the world…

    thanks…

    1. titiw says:

      Aih2 mas yo.. jawaban yg sangat komprehensif.. jadi.. Bapak puas atas jawaban mas Aryo ini kan..? eh emang kamu udah gak ngerokok tembakau mas yo..?!

  52. mas aryowibisono says:

    hehehehehehe… iya cil.. dah 2 taun mau 3 tahun…
    haduh.. ini ulasan pribadi lah..hehehe

    1. titiw says:

      Terima kasih sudah mau brkontribusi di sini ya mas yo.. :D moga2 stop merokoknya diteruskan.. :D

  53. nurdin_entog says:

    Menurut saya cimeng mirip ampli sound system, klo ga pake ampli bas treble nya ga muncul, kurang kenceng, pasangin ampli, jdeer … kayak sound kawinan he he he, masalahnya lagu nya itu, klo yang di stel nasyid ato lagu balada, bagus lah … kalo lagu rock ancur2an, wah, bahaya deh … berantem ato prilaku kriminal sih enggak, tapi tingkat tipu menipu akan meningkat … suer deh coba deketin temen suka nyimeng di jamin banyak bo’ong nya

    mengenai hukum dan peraturan, yah maklum lah perangkat hukum kita kan pengusaha bukan petugas sosial, jadi tambah satu pasal ttg ganja, tambah satu sumber penghasilan dong, kagak mungkin dong income di hapuskan begitu saja .. rugi bandar he he he…

    salam
    The universe will always find a way to maintain its own stabilities

  54. mas aryowibisono says:

    @nurdin_entong:

    wahaha.. mas nurdin ini kayanya analoginya kejauhan dan subjektif banget nih…
    kalo masalah tipu menipu tergantung pribadinya juga mas, kalau orangnya memang culas.. ngga usah ngebaks.. biasa2 aja bisa nipu.
    Tapi kalau orang dengan pribadi wajar2 saja, saya rasa ngga akan terjadi hal yang seperti mas nurdin katakan..
    dan ngga ada relefansinya antara THC yang sifatnya halusinogen dengan kegiatan tipu menipu.
    mungkin masih relevan jika tipu menipu atau kebiasaan berbohong dikaitkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan adiksi (Putaw, alkohol, anti depresan, shabu (shabu nyandu ga yah? ada jangki shabu kan?), dll), karena adiksi itu sendiri merupakan triger yang sangat kuat bagi seseorang untuk mendapatkan barang yang membuatnya addict.. nah beliau (si pencandu) akan melakukan apapun untuk barang candu-annya itu, jadi saat ngga ada uang untuk beli putaw atau shabu, maka beliau akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya, termasuk:
    1. minjem temen (yang uangnya ngga dibalik2in)
    2. jual tabung gas
    3. ngebom (membobol) rumah mamah nya
    4. gadai sertipikat tanah bapak
    5. jual topi, atau barang2 elektronik di rumah (termasuk hair dryer punya adiknya, PS, TV, DVD, Radio, etc)
    6. main ke rumah temen, terus ngelepto HP
    7. jadi tukang palak anak sekolah
    8. jadi bandar togel
    9. sama temen2 ngerampok rumah sodara atau tetangga
    7. maling mobil atau motor
    8. gasak jemuran orang
    9. tanya sama Jatantras apa lagi tindak kriminal yang biasa dilakukan pecandu…
    nah mas, kalo pengganja.. karena tidak addict dan tingkat share yang tinggi antar penggunanya, maka saat kehabisan, pengganja bisa tenang2 saja, atau kalau memang pingin banget bisa ke rumah “brother in weed” untuk sekedar baks2 selinting dua linting…

    untuk hukum,jelas dari dirancangnya undang2 baru, oleh bapak-bapak yang duduk di legislatif, kemudian diproses oleh bapak2 yang punya jabatan sebagai eksekutif untuk dirapatkan, digodok bersama kemudian disahkan.. lalu setelah itu dibagi2 informasinya dan dilaksanakan oleh bapak2 yang punya label Yudikatif, dan beserta semua perangkat kerja pemerintah termasuk didalamnya (Kementerian hukum dan Ham, Polisi, kejaksaan, pajak, pemerintah kota, dispenda,KPK, BPK, kelurahan, etc), beserta masyarakat yang menjadi bagian dari sistem sebuah negara…
    tentu saja ada harga yang harus dibayar.. yah namanya juga “ada harga, ada rupa”…

    nah untuk perangkat hukum yang menurut mas Nurdin merupakan pengusaha dan bukan petugas sosial.. itu kan masih jadi PR kita bersama untuk membuat negara ini jadi lebih baik…
    nah cara yang paling tepat untuk membuat negara ini jadi lebih baik adalah meningkatkan pendapatan negara bukan????
    regulasi terhadap ganja saya rasa bisa menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan pendapatan negara… supaya ngga rugi bandar… ho ho ho…

    salam
    use natural products to keep the balance..

  55. pjabat.korup says:

    LEGALIZE GANJA IN INDONESIA!!!

  56. mas aryowibisono says:

    @pejabat.korup:
    Regulate IT!!!!
    seepppppp…

  57. asep says:

    wahahahahaha. enak bener g-think, pokoke ganja no substitusion mas, hidup ganja

  58. mas aryowibisono says:

    @asep: hidup lah pokoknya seppp!!!

  59. Sendox says:

    We trust in herb

  60. LINtingan DAun ganja says:

    halo bro semua…
    saya mau share pengalaman selama saya pake ganja, sambil menanggapi artikel yg ada disini…

    saya mulai ngeganja pada th 2000 [umur 14th] sampai skrg thn 2010 [umur 24th], mulai thn 2007 sampai awal thn 2010 saya pake ganja setiap hari [hanya malam hari]. tapi skrg saya mengambil pilihan tidak akan membeli ganja lagi, kalo ada yg ngasih sih embat aja, hehehe. selama saya pake ganja ada banyak pengalaman yg akan saya share disini. mungkin di artikel ini efek negatif ganja kurang dibahas ya, padahal ini sangat penting bahwa penggunaan ganja yg tidak sesuai dosis [berlebihan] akan menimbulkan efek samping yg negatif. jangankan pake ganja berlebihan, makan nasi berlebihan aja menimbulkan efek samping [kegemukan/lemak]

    menurut pengalaman saya ganja memiliki efek samping yg sangat berbahaya, tetapi mungkin efek samping ini tidak/belum dirasakan oleh pemakai yg lain.

    1. SEMUA PEMAKAI GANJA KURUS. mungkin efek ganja salah satunya menimbulkan rasa lapar, tetapi ini hanya berlaku bagi yg baru memakai ganja [ baru pake beberapa bulan ]. tetapi yg sudah menjadi pecandu, efek lapar itu akan tidak terasa lagi. sebagai contoh tmn saya, thn 2000 [masih SMP] pada waktu mulai pake ganja bareng saya, berat badan dia 96kg, tetapi 4th yg lalu berat badannya turun drastis menjadi 67kg akibat pake ganja setiap hari. tapi skrg beratnya 70KG dan ga naik2 lagi meskipun dia kerjaannya makan melulu. saya sendiri berat badan cuma 55kg tinggi 176cm.

    2. MALAS. efek yg satu ini pasti dirasakan semua pemakai ganja. pasti kalo udah pake ganja tuh enaknya diem, nonton, dengerin musik [ini kalo sendirian]. kalo berdua paling ngobrol, becanda. yg pasti kalo udah pake ganja badan tuh malas bergerak, soalnya kalo cape giting nya jadi drop. dan yg paling berbahaya kalo lagi ngga pake pun rasa MALAS ini akan terbawa terus [ jadi kebiasaan ].

    3. PUTUSNYA SEL SYARAF OTAK. semua tmn kuliah saya yg pake ganja [termasuk saya] kurang fokus dan kurang aktif dalam mengikuti perkuliahan sehingga kurang bisa menangkap apa yg dijelaskan oleh dosen [ beda dgn mahasiswa yg tidak pake ganja ]. ini dikarenakan sel-sel syaraf otak yg putus. tapi kita ngga akan sadar dengan hal ini karena sel syaraf ada bermilyar-milyar. makanya tmn2 kuliah saya yg pake ganja rata2 lulusnya 5-6th.

    4. PELUPA. ini pasti dirasakan semua pemakai ganja meskipun tdk dia sadari. ini pun dikarenakan sel syaraf otak yg putus.

    5. BEGO. mungkin kalo yg ini ngga dirasakan oleh semua pemakai ganja, tapi beberapa tmn saya yg pake ganja udah BEGO makin BEGO ga ketulungan.

    6. PARANOID. yg ini sih pasti. karena efek halusinogen yg timbul adalah efek yg negatif [ berhayal yg negatif ]. sehingga takut sendiri meskipun ga ada yg harus ditakutkan. bahkan tmn saya kalo keluar rumah SELALU mengunci pintu sampe 10x karena dia ketakutan kalo pintunya belum terkunci dgn benar, padahal saya udah bilang kalo pintunya sudah terkunci.

    efek negatif nya segini aja ya kalo dibahas semua disini ga akan cukup. itu semua berdasarkan pengalaman saya. saya cuma mau menanggapi kalimat yg ini

    1. Harga ganja sangat terjangkau (tidak seperti Heroin atau shabu yang mahal dan atau putaw yang sangat mengadiksi, sehingga penggunanya harus melakukan tindak kriminal untuk membelinya)

    menurut saya ini yg paling berbahaya, karena harga ganja yg murah maka dengan 1 hari uang jajan anak SD pun bisa membelinya, kalo ngga cukup bisa patungan dgn tmn yg lain. makanya banyak yg menggunakan ganja dari mulai SD/SMP karena harganya yg murah. dan sangat jarang yg pake putaw/shabu di usia SD/SMP karena mereka ngga sanggup membelinya. saya sendiri mulai ngeganja pada kelas 3 SMP diajakin sama temen yg masih kelas 5 SD.

    menurut saya pecandu ganja akan lebih sulit untuk berhenti dibandingkan pecandu putaw, karena apa saya bisa berpendapat begitu.

    1. harga ganja murah, bandar ganja ada dimana2, pecandu ganja ada dimana2, papir mudah didapat.

    2. ganja memang tidak menimbulkan ketagihan, kalo ngga nemu ganja juga ngga apa2 paling cuma BT doank. tapi ganja menimbulkan SUGESTI, karena ngeganja tuh enak jadinya yg ada dipikiran tuh cuma ganja ganja ganja ganja dan ganja terus selama masih ada yg bandar ganja menyuply. tetapi kalo bandar ganja nya udah ketangkep dan dia ga bisa nemuin ganja lagi dia bisa hidup normal seperti manusia normal yg lain.

    3. pecandu putaw mungkin akan berherti pake putaw setelah liat tmn nya mati, udah ngga punya harta lagi, masalahnya semakin bertumpuk, masuk panti rehabilitasi. jadi kemungkinan besar pecandu putaw akan berhenti pake putaw kalo dia ngga mati karena OD. tetapi pemakai ganja akan sulit untuk berhenti karena dia berpikiran ga ada yg mati karena ganja tuh, murah koq harganya terjangkau, efek sampingnya nggak berbahaya tuh. DLL

    4. 3 bulan lalu saya ikut reuni SD angkatan th 98 di vila puncak, yg datang cowonya ada 26 orang CW nya ada 8 orang. 22 orang dari 26 cowo itu pemakai ganja, dan 4 orang lagi bukan pemakai. saya sendiri kaget yg saya kira reunian cuma temu kangen tmn2 SD malah jadi pesta GANJA.

    jadi intinya balik lagi kepada individu masing2, karena menjadi pemakai ganja atau bukan itu adalah PILIHAN. yg pasti pake ganja yg tidak sesuai dengan dosis/resep dokter tidak baik untuk kesehatan. terima kasih

    1. mas aryowibisono says:

      mas saya sudah bales messagemu.. kalo mau lihat silahkan buka lagi webnya titiw… thenks..

  61. faridzade says:

    saya sependapat klo ganja bisa mnyelesaikan masalah dengan tenang,..

  62. faridz says:

    @aryo,,

    saya sependapat klo ganja bisa mnyelesaikan masalah dengan tenang,..

  63. mas aryowibisono says:

    @Sendox: i’m trust in God… tapi di surga nanti gua punya 2 permintaan awal:
    1. bisa bareng sama istri gua
    2. Punya kebon Ganja 10 hektar..

    @Lintingan Daun Ganja:
    halow kawan, mungkin gua disini akan meluruskan beberapa hal yang agak “subjektif” dari saudara.

    1. SEMUA PEMAKAI GANJA KURUS. mungkin efek ganja salah satunya menimbulkan rasa lapar, tetapi ini hanya berlaku bagi yg baru memakai ganja [ baru pake beberapa bulan ]. tetapi yg sudah menjadi pecandu, efek lapar itu akan tidak terasa lagi. sebagai contoh tmn saya, thn 2000 [masih SMP] pada waktu mulai pake ganja bareng saya, berat badan dia 96kg, tetapi 4th yg lalu berat badannya turun drastis menjadi 67kg akibat pake ganja setiap hari. tapi skrg beratnya 70KG dan ga naik2 lagi meskipun dia kerjaannya makan melulu. saya sendiri berat badan cuma 55kg tinggi 176cm.

    mas, kalo berat badan yang meningkat atau menurun itu biasa terjadi dalam kehidupan, mungkin saat temanmu (masih SMP, tahun 2000) beliau punya kebiasaan makan yang banyak, dan pola hidup yang diisi dengan aktifitas utama yaitu makan, maka beratnya menjadi 96 kg (saya rasa itu sudah masuk sesuatu yang dapat kita katakan sebagai obesitas untuk anak umur SMP) seiring bertambahnya umur, meningkatnya aktifitas, hormon pertumbuhan akan melengkapi fase pertumbuhan bagian lain dalam tubuh (mungkin otak, atau otot2 lain) maka teman mas, jadi berkurang berat badannya.
    atau mungkin juga dia merasa terlalu gemuk jadi “pada alam bawah sadarnya” memberikan impulse perintah untuk menekan nafsu makan dan pola makannya (itu kejadian yang berhubungan dengan sikologis seseorang yang biasa terjadi dalam kehidupan nyata mas).
    dan fyi, banyak sekali pemakai ganja yang tidak kurus.
    mungkin tidak bisa disamaratakan dengan kalimat “SEMUA PEMAKAI GANJA KURUS” terlalu tendensius.

    2. MALAS. efek yg satu ini pasti dirasakan semua pemakai ganja. pasti kalo udah pake ganja tuh enaknya diem, nonton, dengerin musik [ini kalo sendirian]. kalo berdua paling ngobrol, becanda. yg pasti kalo udah pake ganja badan tuh malas bergerak, soalnya kalo cape giting nya jadi drop. dan yg paling berbahaya kalo lagi ngga pake pun rasa MALAS ini akan terbawa terus [ jadi kebiasaan ].

    mas, itu tergantung orangnya kali yah (lagi2 pernyataanmu mengenai pengganja MALAS, sangat tendensius dan subjektif)..

    mari kita lihat (musisi): Bob Marley (dengan karya besarnya), Lee `Scratch` Perry, Aritha Franklin, James Brown, Neil Young, Stevie Wonder, Jerry Garcia, Sly Stone, Jimi Hendrix, Robert Plant, Janis Joplin, The Rolling Stones and John Lennon, Dizzy Gillespie, Donovan, sublime (ini band dari amerika mudah2an tau yah)…
    apa mereka cukup malas untuk berkarya???

    (artist): Andi Warholl, Jean-Michel Basquiat, Brad Pitt, Quentin Tarantino, Guy Ritchie, Steven Spielberg, Sir Arthur Conan Doyle (dengan Sherlock Holmesnya yang meghisap ganja)..
    kayaknya deretan artist diatas bukan orang malas yang bermain2 dengan:

    “pasti kalo udah pake ganja tuh enaknya diem, nonton, dengerin musik [ini kalo sendirian]. kalo berdua paling ngobrol, becanda. yg pasti kalo udah pake ganja badan tuh malas bergerak, soalnya kalo cape giting nya jadi drop.”

    oh iya mas, saya punya berapa quote dari “beberapa orang yang saya harap mas kenal”:

    1. “I used to smoke marijuana. But I’ll tell you something: I would only smoke it in the late evening. Oh, occasionally the early evening, but usually the late evening – or the mid-evening. Just the early evening, midevening and late evening. Occasionally, early afternoon, early midafternoon, or perhaps the late-midafternoon. Oh, sometimes the early-mid-late-early morning. . . . But never at dusk.” Steve Martin

    2. “I think pot should be legal. I don’t smoke it, but I like the smell of it.” Andy Warhol (mudah2an kenal yah Andy Warhol)

    3. “Now, like, I’m President. It would be pretty hard for some drug guy to come into the White House and start offering it up, you know? … I bet if they did, I hope I would say, ‘Hey, get lost. We don’t want any of that.'” – George W. Bush (berarti bush pernah mengganja nih)

    4. “When I was a kid I inhaled frequently. That was the point.” – Barack Obama

    5. “When I was in England, I experimented with marijuana a time or two, and I didn’t like it. I didn’t inhale and never tried it again.” –Bill Clinton (bill, nyoba kok dua kali)

    6. “The drug is really quite a remarkably safe one for humans, although it is really quite a dangerous one for mice and they should not use it.” – J.W.D Henderson Director of the Bureau of Human Drugs, Health and Welfare, Canada

    7. “Forty million Americans smoked marijuana; the only ones who didn’t like it were Judge Ginsberg, Clarence Thomas and Bill Clinton.” – Jay Leno

    (sori men, kebanyakan nanti kalo quote semua yang gua masukin, okay back to the topic)

    3. PUTUSNYA SEL SYARAF OTAK. semua tmn kuliah saya yg pake ganja [termasuk saya] kurang fokus dan kurang aktif dalam mengikuti perkuliahan sehingga kurang bisa menangkap apa yg dijelaskan oleh dosen [ beda dgn mahasiswa yg tidak pake ganja ]. ini dikarenakan sel-sel syaraf otak yg putus. tapi kita ngga akan sadar dengan hal ini karena sel syaraf ada bermilyar-milyar. makanya tmn2 kuliah saya yg pake ganja rata2 lulusnya 5-6th.

    4. PELUPA. ini pasti dirasakan semua pemakai ganja meskipun tdk dia sadari. ini pun dikarenakan sel syaraf otak yg putus.

    5. BEGO. mungkin kalo yg ini ngga dirasakan oleh semua pemakai ganja, tapi beberapa tmn saya yg pake ganja udah BEGO makin BEGO ga ketulungan.

    tolong, pernyataan nomor 3, 4, 5 ditambahkan sesuatu yang bisa mendukung, seperti pernyataan klinis, dari uji klinis para ahli (yang punya kompetensi di bidang medis), jangan cuma pernyataan liar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, lagi2 saudara terdengar sangat tendensius dan over subjektif.

    6. PARANOID. yg ini sih pasti. karena efek halusinogen yg timbul adalah efek yg negatif [ berhayal yg negatif ]. sehingga takut sendiri meskipun ga ada yg harus ditakutkan. bahkan tmn saya kalo keluar rumah SELALU mengunci pintu sampe 10x karena dia ketakutan kalo pintunya belum terkunci dgn benar, padahal saya udah bilang kalo pintunya sudah terkunci.

    sebenarnya saya rada malas mengomentarin pernyataan nomer 6, namun karena mas menggunakan kata2: “6. PARANOID. yg ini sih pasti” saya jadi sangat tergoda untuk berkomentar.. sambil mengerenyitkan dahi dan tertawa ringan..(haduhhh… hehehehe), gini mas (tergoda untuk jadi subjektif dan tendensius)..
    pernah nonton sherlock holmes kan? itu yang terjadi sama saya kalau saya lagi giting, saya bisa punya detilisasi terhadap apapun (bunyi, visual, bau, dan semua sensor indra yang jadi makin sensitif), saya bisa tahu semua a to z lawan bicara saya (dari sifat, kegemaran, merk baju, strata sosial, intelejensi, sampai kemana saja ia seharian), dan Alhamdulillah itu sering terbawa pada saat saya nggak giting… (just ask my wife).

    pointnya, PARANOID yang mas katakan pasti itu, lagi-lagi sangat subjektif dan merupakan pernyataan liar yang sangat tidak bertanggung jawab, so please lain kali jangan menghisap jempol dan berbicara ya…(jadi susah dicerna, dan malah jadi joke).

    sesuatu yang disampaikan “menurut mas”, saya komentari langsung aja yah:
    menurut saya pecandu ganja akan lebih sulit untuk berhenti dibandingkan pecandu putaw, karena apa saya bisa berpendapat begitu.

    1. harga ganja murah, bandar ganja ada dimana2, pecandu ganja ada dimana2, papir mudah didapat.

    2. ganja memang tidak menimbulkan ketagihan, kalo ngga nemu ganja juga ngga apa2 paling cuma BT doank. tapi ganja menimbulkan SUGESTI, karena ngeganja tuh enak jadinya yg ada dipikiran tuh cuma ganja ganja ganja ganja dan ganja terus selama masih ada yg bandar ganja menyuply. tetapi kalo bandar ganja nya udah ketangkep dan dia ga bisa nemuin ganja lagi dia bisa hidup normal seperti manusia normal yg lain.

    3. pecandu putaw mungkin akan berherti pake putaw setelah liat tmn nya mati, udah ngga punya harta lagi, masalahnya semakin bertumpuk, masuk panti rehabilitasi. jadi kemungkinan besar pecandu putaw akan berhenti pake putaw kalo dia ngga mati karena OD. tetapi pemakai ganja akan sulit untuk berhenti karena dia berpikiran ga ada yg mati karena ganja tuh, murah koq harganya terjangkau, efek sampingnya nggak berbahaya tuh. DLL

    4. 3 bulan lalu saya ikut reuni SD angkatan th 98 di vila puncak, yg datang cowonya ada 26 orang CW nya ada 8 orang. 22 orang dari 26 cowo itu pemakai ganja, dan 4 orang lagi bukan pemakai. saya sendiri kaget yg saya kira reunian cuma temu kangen tmn2 SD malah jadi pesta GANJA.

    jadi intinya balik lagi kepada individu masing2, karena menjadi pemakai ganja atau bukan itu adalah PILIHAN. yg pasti pake ganja yg tidak sesuai dengan dosis/resep dokter tidak baik untuk kesehatan. terima kasih.

    (sesuatu yang berlebih sudah pasti tidak baik untuk siapapun, maka jangan memilih ganja saat anda belum siap, bukan tidak mungkin anda akan menjadi penghisap jempol yang berbicara..
    jadi berpikir lah yang bijaksana, jangan melihat dari satu sisi yang merupakan sisi anda sendiri, tapi coba cermati dari sisi orang lain… damai selalu dan no offense ya… mas yang menyebut dirinya sebagai: LINtingan DAun Ganja)

    @faridz: jangan salah tafsir kawan… bukan ganja yang menyelesaikan masalah… tapi diri sendiri pasti masing-masing orang punya cara sendiri.. walau mungkin ganja akan membantu kamu agar berpikir lebih tenang, dan “selalu melihat dari sisi yang lain”..

    aryo wibisono

    1. titiw says:

      Set.. Sangat komperehensif mas yo! NICE! :D

  64. rafael reyno says:

    hahahaha
    salut deh sama mas aryo..
    saya mendukung hampir 100% ulasan mas di atas..
    saya termasuk yang pro untuk masalah kebijakan pemerintah dalam perancangan dan pembentukan regulasi marijuana..
    marijuana memicu tindak kriminal,marijuana memacu tingkat emosional yang berlebihan ataupun marijuana memicu ketimpangan dalam kehidupan sosial adalah tidak benar..
    bisa dikatakan sebaliknya..
    silahkan dicoba kalo gaa percaya,hahaha

    kalo kata peter tosh..

    Legalize it – don’t criticize it
    Legalize it and i will advertise it

    Some call it tampee
    Some call it the weed
    Some call it Marijuana
    Some of them call it Ganja

    Legalize it – don’t criticize it
    Legalize it and i will advertise it

    Singer smoke it
    And players of instruments too
    Legalize it, yeah, yeah
    That’s the best thing you can do
    Doctors smoke it
    Nurses smoke it
    Judges smoke it
    Even the lawyers too

    Legalize it – don’t criticize it
    Legalize it and i will advertise it

    It’s good for the flu
    It’s good for asthma
    Good for tuberculosis
    Even umara composis

    Legalize it – don’t criticize it
    Legalize it and i will advertise it

    Bird eat it
    And they leave it
    Fowls eat it
    Goats love to play with it

    weed is not a crime..

    cheers

  65. LINtingan DAun ganja says:

    @mas aryowibisono

    thanks mas atas komentarnya..
    mas itu semua yg saya tulis semua dari pengalaman saya selama menjadi pecandu ganja kurang lebih 10th, dan selama saya hidup dan bergaul, saya selalu bergaul dengan sesama pecandu ganja(dari pergaulan SMP,SMA,kuliah sampe pergaulan di WARNET saya selalu ketemu tmn baru yg pemakai ganja). dan yg saya tulis itu berdasarkan kelakuan temen2 saya yg bener2 pecandu ganja(setiap hari ngisep ganja dari siang sampai malem, pokonya setiap hari giting). ya memang seperti itulah kelakuannya…
    mohon maaf apabila pernyataan saya agak subyektif tetapi memang itulah kenyataan yg saya lihat setiap hari ketika nongkrong bareng sambil giting entah dikampus, diwarnet, atau giting sama tmn2 dirumah. tapi seru jg sih liat tmn giting jadi bego atau parno jadinya ada bahan tertawaan.

    back to topic

    tapi menurut saya sang pecandu ganja, GANJA Regulate it, Not Just Legalize it! adalah sebuah khayalan yg berlebihan dan tidak masuk akal dan sampai kiamat pun ngga bakal terjadi di Indonesia. mungkin kalo ganja di legalize buat kepentingan medis atau buat keperluan lain diluar “giting” mungkin agak masuk akal. tapi kalo ganja di regulate dan di legalize buat dihisap alias buat giting, nggak masuk akal banget kalo menurut saya.

    please deh berfikir pake logika aja, buat apa ganja di legalize kalo buat dihisap. kalo emang mau giting ya giting aja tinggal bokul, beres kan! ga usah ribet legalize & regulate segala..

    di Indonesia GANJA termasuk NARKOTIKA golongan 1:
    Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan, dan tidak ditujukan untuk terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan, (Contoh : heroin/putauw, kokain, ganja)

    contoh kasus..
    di jkt pedagang asongan aja ditangkep n’ digebugin polisi gara2 dituduh pny ganja. tapi akhirnya dibebaskan
    pasangan suami istri tuna netra yg buta dari kecil ditangkap polisi karena dirumahnya ditemukan ganja padahal dia sendiri ngga tau ganja itu apa. (blm tau kelanjutannya)

    jadi kesimpulannya yg ngga punya ganja aja bisa ditangkep polisi apalagi yg punya ganja. jadi nggak mungkin banget ganja bakal di legalize di Indonesia, kalau orang yg nggak tau apa2 aja bisa ditangkep polisi gara2 ganja.

    back to topic lagi

    tapi yg namanya berkhayal sih gratis n’ ngga ada yg ngelarang, boleh2 aja koq kalo ganja di legalize dan dijual diwarung2 terdekat di seluruh dunia jadi bisa giting dimana aja :)
    kalo saya sih giting mendingan bareng temen2 ketawa2 seru2an, daripada giting sendiri jadinya berkhayal yg ngga masuk akal.

  66. LINtingan DAun ganja says:

    Aturan-aturan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk:
    1. Pengaturan Penanaman Ganja, dimana pemerintah secara terorganisir mengatur daerah yang dapat ditanami Ganja, walaupun pihak pengelola adalah swasta, namun pemerintah harus mengaturnya dengan bentuk aturan seperti cara pengolahan, standar penanaman, cara distribusi, kepemilikan, pajak penanaman seperti yang dilakukan pada tembakau.
    2. Pengaturan batasan legal kepemilikan ganja, misalnya satu orang hanya boleh memiliki tidak lebih dari 30 gram ganja, jika kedapatan memiliki lebih dari 30gram maka orang tersebut dianggap pengedar, dan pengedar tidak resmi akan dikenakan sangsi (missal) 5.000.000 IDR.
    3. Pengaturan tentang batasan umur pengguna Ganja, seperti regulasi pada SIM mobil atau motor yang ditetapkan pemiliknya harus 17 tahun, maka sama halnya dengan Ganja, pemerintah harus melakukan riset yang bertujuan untuk menemukan pada umur berapa seseorang dapat bertanggungjawab atas pilihan yang dipilih oleh dirinya sendiri. Misalnya standar yang ditemukan kemudian adalah 21 tahun, maka orang yang berumur dibawah 21 tahun tidak boleh menggunakan Ganja, dalam kata lain, ganja akan menjadi illegal untuk umur 21 tahun kebawah, jika anak dibawah 21 tahun kedapatan mengganja, maka orang tuanya lah, atau orang yang memberikan anak tersebut Ganja yang harus dihukum dengan hukuman yang berat, misalnya kurungan penjara 3 tahun atau denda 150.000.000 IDR, dengan implementasi yang tidak melenceng dari peraturan tersebut dan peraturan harus “saklek”.
    4. Pajak penjualan Ganja, yang dapat lebih tinggi dari cukai rokok, sehingga harga jual ganja yang selama ini tinggi, mungkin dapat lebih tinggi dan atau stabil, yang pasti pendapatan Negara akan bertambah akibat dari pajak tersebut.
    5. Aturan atas pengedar, dimana setiap orang yang memenuhi kualifikasi tertentu dapat menjadi pengedar, dari segi fisik dan mental (sehat jasmani dan rohani) dimana kemungkinan orang tersebut mengedarkan pada anak dibawah umur akan sangat kecil, maka orang yang akan menjadi pengedar harus ditest psikologi terlebih dahulu.
    6. Pajak atas pengedar, dimana pengedar Ganja dikenakan pajak dari keuntungannya (misal) 20% dari keuntungan adalah pajak.
    7. Deposit atas pengedar, dimana pengedar harus punya deposit uang pada Negara dalam jumlah tertentu yang gunanya untuk menjamin orang tersebut jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ataupun orang tersebut melanggar aturan. (atau hanya sebuah regulasi yang menjadi standarisasi mengenai orang yang boleh menjadi pengedar).
    8. Lokalisasi. Penentuan tempat legal untuk mengganja, misalnya café tertentu, rumah pribadi dimana tidak ada anak dibawah umur, (smoking area), dll
    9. Ekspor Ganja, dimana Ganja utamanya adalah produk ekspor yang dapat dilakukan oleh pihak swasta dengan aturan tertentu termasuk perpajakannya (jika ganja diekspor, bayangkan berapa devisa yang akan masuk ke Indonesia? Karena Negara di eropa banyak yang melakukan legalisasi pada Ganja).

    Dibalik regulasi, dan kontroversi yang pasti akan timbul jika sebuah regulasi tentang Ganja diberlakukan, maka efek positif yang sangat mungkin tercipta antara lain adalah:
    1. Penyalahgunaan Ganja dapat diminimalisir, dengan pembatasan umur dan dengan peraturan yang ketat, maka peredaran ganja dapat dikontrol dan tidak akan menjadi “penyakit masyarakat” (sebuah sebutan sadis yang sinikel dan diciptakan oleh norma social yang terbentuk dalam masyarakat).
    2. Pengguna Ganja oleh anak dibawah umur secara otomatis akan berkurang, karena dengan sendirinya akan terbentuk kontrol sosial atas batasan umur pengganja, dengan demikian lama-kelamaan bukan mustahil penggunaan Ganja di Indonesia akan berkurang.
    3. Devisa Negara akan bertambah, dan dapat dijadikan sebagai sumber pendanaan untuk membayar hutang Negara terhadap “lembaga bantuan keuangan Internasional” dan sebagai sumber pendanaan terhadap pembangunan nasional (Kata bapak pembangunan nasional, Indonesia adalah Negara “agraris” dimana petani merupakan mayoritas penduduk Indonesia. Lalu kenapa kita tidak memanfaatkan sektor pertanian, dengan komoditas baru yaitu Ganja?)
    4. Penyalahgunaan kekuasaan dan mafia peradilan dapat ditekan beberapa persen (saya tidak melakukan penelitian terhadap sektor ini, tapi yang pasti ada beberapa orang yang saya kenal tertangkap karena kasus Ganja dan harus membayar antara 10 – 100juta untuk mendapatkan keringanan hukuman), jika Ganja dilegalkan.
    5. Lembaga Pemasyarakatan narkoba akan bersih dari kasus Ganja, karena Ganja sendiri bukan narkoba, (penggganja bukan “Junkie” dan bukan kriminal).

    __________________________________________________________________

    mohon maaf sebelumnya, tapi ketika saya baca artikel yg diatas, saya selalu pengen ketawa.. saya berfikir betapa indahnya khayalan ini.. wkekeke..

    mari kita berfikir lagi pake logika.. menurut saya ga usah lah ganja di regulate n’ di legalize segala kalau cuma tujuan utamanya hanya untuk GITING(ini yg saya tangkap dari artikel ini)
    jaman sekarang aja ganja ilegal di Indonesia, tapi buat mendapatkan ganja ngga susah koq, banyak BD yg jual. tinggal sms dateng tuh BD kerumah bawa paketan ganja yg dipesan. tinggal linting, langsung giting deh. simple kan kalo tujuannya cuma buat GITING!?

    masih banyak urusan pemerintah yg lain yg lebih penting daripada mengurusi para pecandu ganja..

    saya setuju apabila ganja dilegalkan untuk keperluan medis atau untuk keperluan diambil pemanfaatannya yg lain. tapi saya tidak setuju apabila ganja dilegalkan untuk disalahgunakan(dihisap).
    (saya ngga setuju karena NGGAK MUNGKIN TERJADI)

    saya rasa efek negatif ganja yg saya tulis disini adalah untuk melengkapi artikel ini.. karena menurut saya yg membuat artikel ini pun sangat subyektif menilai ganja dengan tidak mencantumkan efek negatif ganja itu sendiri, padahal ganja DILARANG karena efek negatif dari penyalahgunaannya. saya harap yg membuat artikel ini paham dan mengerti apa yg namanya penyalahgunaan ganja.

    terakhir saya cuma mau menanggapi yg ini

    2. MALAS. efek yg satu ini pasti dirasakan semua pemakai ganja. pasti kalo udah pake ganja tuh enaknya diem, nonton, dengerin musik [ini kalo sendirian]. kalo berdua paling ngobrol, becanda. yg pasti kalo udah pake ganja badan tuh malas bergerak, soalnya kalo cape giting nya jadi drop. dan yg paling berbahaya kalo lagi ngga pake pun rasa MALAS ini akan terbawa terus [ jadi kebiasaan ].

    mas, itu tergantung orangnya kali yah (lagi2 pernyataanmu mengenai pengganja MALAS, sangat tendensius dan subjektif)..

    mari kita lihat (musisi): Bob Marley (dengan karya besarnya), Lee `Scratch` Perry, Aritha Franklin, James Brown, Neil Young, Stevie Wonder, Jerry Garcia, Sly Stone, Jimi Hendrix, Robert Plant, Janis Joplin, The Rolling Stones and John Lennon, Dizzy Gillespie, Donovan, sublime (ini band dari amerika mudah2an tau yah)…
    apa mereka cukup malas untuk berkarya???
    ___________________________________________________________________

    coba baca lagi baik2 apa penjelasan saya, coba bacanya pakai kacamata biar lebih jelas :)
    yg saya artikan MALAS disini adalah MALAS UNTUK BERGERAK, coba anda giting pasti enaknya diem kan bukannya jalan2, lari2 atau olahraga. lagian artis dan musisi yg anda sebutkan itu, mereka mendapatkan inspirasi sambil giting pasti sambil diem kan berkhayal sampai datangnya inspirasi, ngga sambil jalan2 atau lari2 kan.

    cobalah anda menulis berdasarkan pengalaman pribadi anda, jangan berdasarkan khayalan atau copy paste dari internet.
    sesuai kata pepatah ;
    “PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK”

  67. ganjais says:

    Mas Aryo…saya sangat setuju dengan ulasan anda dan ingin bergabung untuk membantu BNN dalam proses legalisasi ganja di Indonesia. Bisa bantu saya untuk bergabung

  68. Hilmen says:

    Ah…POLISI JUGA PADA DOYANG NGEGANJA,FUCK THE POLICE. . . !!!

  69. setujah deng anda mas aryo

    saya kuliah jurusan kimia tapi saya tidak suka yang berbau kimiawi saya lebih senang yang alami(termasuk ganja) karna yng alami lebih baik dr pd kimiawi..

    TUHAN menciptakan tumbuhan untuk dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. jadi apa salahny tumbuhan itu (ganja) dimanfaatkan dengan baik. .
    mari kita budidayakan dan lestarikan ganja. . hehe

    buat para edeb klu jokul jangn pait2 lah hehehe

    salam damai. .

  70. Aryo Wibisono says:

    @rafael reyno: Cheers man…

    @LINtingan DAun ganja: yah bebas lah mau berpendapat ini hayalan… atau kalo menurut saya ini adalah sebuah pemikiran, yang bukan tidak mungkin (kalo titiw nggak ngehapus tulisan ini sampe 2027) ada yang baca, dan melakukan tindakan lebih real (karena kebetulan orang itu ada di eksekutif)..
    karena gua percaya semua pergerakan berasal dari bawah…(kebetulan pernah kuliah politik)…

    tanggapan untuk:
    mari kita berfikir lagi pake logika.. menurut saya ga usah lah ganja di regulate n’ di legalize segala kalau cuma tujuan utamanya hanya untuk GITING(ini yg saya tangkap dari artikel ini)
    jaman sekarang aja ganja ilegal di Indonesia, tapi buat mendapatkan ganja ngga susah koq, banyak BD yg jual. tinggal sms dateng tuh BD kerumah bawa paketan ganja yg dipesan. tinggal linting, langsung giting deh. simple kan kalo tujuannya cuma buat GITING!?

    masih banyak urusan pemerintah yg lain yg lebih penting daripada mengurusi para pecandu ganja..

    saya setuju apabila ganja dilegalkan untuk keperluan medis atau untuk keperluan diambil pemanfaatannya yg lain. tapi saya tidak setuju apabila ganja dilegalkan untuk disalahgunakan(dihisap).
    (saya ngga setuju karena NGGAK MUNGKIN TERJADI)

    saya rasa efek negatif ganja yg saya tulis disini adalah untuk melengkapi artikel ini.. karena menurut saya yg membuat artikel ini pun sangat subyektif menilai ganja dengan tidak mencantumkan efek negatif ganja itu sendiri, padahal ganja DILARANG karena efek negatif dari penyalahgunaannya. saya harap yg membuat artikel ini paham dan mengerti apa yg namanya penyalahgunaan ganja.

    aryo: mas yang ngga tau nama sebenernya siapa dan menamakan dirinya LIntingan DAun Ganja…
    saya nggak akan menjelaskan lagi kenapa ganja dilarang di Indonesia (saya harap anda juga tahu kenapa).. clue: pada tahun 70an ganja masih legal di Indo..
    so, coba cari deh sangkutannya sama politik atau unsur lain dalam kemasyarakatan…
    sekolah dulu yang bener, baru bikin komen miring..

    untuk komen:

    coba baca lagi baik2 apa penjelasan saya, coba bacanya pakai kacamata biar lebih jelas
    yg saya artikan MALAS disini adalah MALAS UNTUK BERGERAK, coba anda giting pasti enaknya diem kan bukannya jalan2, lari2 atau olahraga. lagian artis dan musisi yg anda sebutkan itu, mereka mendapatkan inspirasi sambil giting pasti sambil diem kan berkhayal sampai datangnya inspirasi, ngga sambil jalan2 atau lari2 kan.

    cobalah anda menulis berdasarkan pengalaman pribadi anda, jangan berdasarkan khayalan atau copy paste dari internet.
    sesuai kata pepatah ;
    “PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK”

    aryo:
    ngelak terus lah kaya bajaj…
    “yg saya artikan MALAS disini adalah MALAS UNTUK BERGERAK”
    so funny…

    saya nggak kenal anda apa perlu saya berbagi pengalaman saya?

    pesan saya:
    Jangan beli Ganja pake uang mamah papah ya..
    Jangan sampe ketauan mamah sama papah kalau kamu ngeganja.. nanti jajanmu distop…
    Kalau dibawa ke rehab gara2 ganja, jangan mau.. karena akan memperparah hidup kamu…
    Jangan terlalu banyak main di warnet, nanti mukamu kayak monitor..
    Jangan sekali2 mau ditawari Putaw karena nanti kamu bisa kecanduan…
    Jangan mau ditawari shabu (atau malah sudah make???) nanti uang mamah papah habis buat beli barang begituan…
    Jangan ngeboti.. nanti hidup kamu berantakan..
    kalo sekarang kuliahnya udah lulus cari kerja yang bener…
    jangan nge-BD walaupun bisa dapet uang banyak… karena sekali kamu ketangkep, akan nyusahin orang tua…
    Jangan bawa ganja malem2 dengan jumlah yang terlalu banyak…

    belajarlah terus dari pengalamanmu…
    kalau menurutmu..
    “PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK”

    posting lagi di artikel ini dengan pikiran yang lebih jernih… mungkin 1 atau 2 tahun lagi…

  71. mantan edeb says:

    Salut atas usahanya ngejelasin panjang lebar soal ganja, mas aryo.. TWO THUMBS!!

    Gue jadi ikut2an comment nih gara2 ngeliat debat lw berdua soal “panjang-lebar” – “tinggi-pendek” sama “jauh-deketnya” ganja diatas..

    Gue sepakat soal nge ganja itu adalah sebuah PILIHAN. Karena itu semua kembali ke soal “rasa” yang punya efek, dan itu dikembalikan lagi ke orangnya masing-masing. Klo pada dasarnya org tsb ngeganja karena mw nyari mabok atau giting dgn dasar org tersebut malas atau sdh bego duluan sebelum mabok atau giting, jadilah dia berasa dirinya superhero (apa superbego?).. (susah-susah nyari barang yg masih ilegal tp diperlakukan sama dengan minuman yg udah legal, mendingan mabok minuman aja abis itu rusuh!) Iya gak sih..?

    Tp Sdr. Lintingan Daun Ganja juga gak bisa disalahin atas “kelakuannya” ngeganja bareng2 abis itu seru2an ngeliatin tmn2nya pada parno dan jd bahan tertawaan. Abisnya, “resep” nebus obatnya di “apotik” emang untuk itu sih..
    Saran gue untuk Sdr. Lintingan Daun Ganja: “Jangan sering2 kaya gitu, mas.. Sampean nanti parno beneran loh!)

    Jd pointnya menurut gue, sesuai resep aja..
    Klo dirasa sedikit masih kentang, baks selinting lagi. Klo tambahan selintingnya udah abis trus mw nge baks lagi tp berasa bakalan gitz abis.., ya disudahi dan jangan dipaksain untuk dibaks lagi. Sisain buat besok (jangan ditaroh didompet atau dikantong celana, ada razia bisa ke gep!) Hehehehe..

    Gue rasa cukup tuh buat ngeluarin ide-ide liar yang bikin dunia bergetar.

    Tapi klo resepnya buat gitz banget abis itu ceng2an sama tmn sampe ada yang sensi, beli paketan yang 50 rb 2 biji.. Cari waktu luang sama tempat yang nyaman (jauh dari incaran polisi sama perumahan warga yang suka bawel klo keberisikan). Mw sampe parno atau sampe bego sekalian itu mah emang udah resep plus niat awalnya..

    Iya gak sih..?
    Dunia terasa indah bukan..?
    Piissssss!!

  72. Aryo Wibisono says:

    @ganjais: Mas Aryo…saya sangat setuju dengan ulasan anda dan ingin bergabung untuk membantu BNN dalam proses legalisasi ganja di Indonesia. Bisa bantu saya untuk bergabung

    ya kita tunggu saja dengan pergerakan yang lebih kongkret kawan… supaya semua bisa bergabung dengan nyaman..
    saya di sini hanya sebagai triger, cuma pematik, saya bukan bomnya… walaupun nantinya ikut membakar..
    sabar ya kawan…

  73. Aryo Wibisono says:

    @hillmen: semua orang ngeganja kok mas…
    “Semua orang di bumi ini ngeganja!!”

  74. Aryo Wibisono says:

    @mantan edeb: ur so wise kawan…

  75. sisy says:

    hey nama saya sisy camelia….saya mau kasih cerita sedikit tenteng GANJA

    Jujur beberapa minggu lalau saya berhubungan dengan polisi dan hukum karena saya terbukti mengkonsumsi GANJA , Ahh sangat sedih saya melihat sebuah lembaga penegak hukum di indonesia, saya memang pemakai GANJA dan Hanya Ganja Yang saya pakaki atau gunakan,

    Mengapa saya sangat sedih dengan hukum di indonesia karena hukum kita bisa di beli,,, kalau seperti ini terus sampai di mana akan berekhir mafia2 hukum, seharus nya saya di hukum tapi dengan uang saya bisa di bebaskan kembali. sehingga saya berfikir kenapa GANJA di ilegalkan dan sampai di golongkan narkoba tingakat 1, jadi itu maksud mafia hukum agar dapat merauk keuntungan atau menjebak rakyat kecil dan besar para pengguna GANJA untuk di peras… miris sekali rasa nya.. Jika seperti ini terus siapa yang cepat kaya coba.

    saran saya mending di LEGALKAN sana GANJA di indonesia dan saya sangat setuju dengan tulisan di atas, karena memang saya sisy camelia jenis kelamin wanita mengkonsumsi GANJA hanya untuk penghilang rasa setres setelah bekerja, ingin mendapat keteangan, meredam amarah/emosi. ingin Humor, Hanya itu saja tujuan saya Mengkonsumsi GANJA, dan bukan untuk tujuan yg negatif, apakah salah jika sya mengkonsumsi GANJA untuk alasan yg saya sebutkan Tadi…? Jika GANJA di legalkan Mungkin Keuntungan Negara kita Kan bertambah, dan keuntungan bisa di rasakan pula oloeh warga negara indonesia di manapun dan siapapun , tudak seperti sekarang hanya mafia2 hukumlah yang berjaya…

    dan semua yang saya ketahui tentang pengguna GANJA adalah orang2 yang megasikan,orang2 yang bejiwa seni tinggi, orang2 yang memanga mempunyai tujuan hidup yang pasti. tidak seperti orang2 penguna shabu2,etep/putau/extasi.nipam, alkohol, mereka kebanyakan orang2 yg tidak memiliki tujuan hidup yang pasti,

    Menurut saya melegalkan GANJA di indonesia adalah Hal yang paling Benar, makanya saya sangan setuju dan sefaham dengan tulisan di atas , saya salut kepada penulis, dan saran saya mari kita perjuangkan PELEGALAN GANJA DI INDONESIA,

    PELEGALAN GANJA di indonesia mungkin akan terasa pahit bagi mafia2 hukum yang berkepentingan dengan maslah GANJA, karena lahan mereka untuk memeras, menjebak, para pengguna GANJA tidak bisa di lakukan lagi, jika GANJA di LEGALKAN di INDONESIA

    Sekian dari saya

    BEST REGARD

    Sisy Camelia

  76. Aryo Wibisono says:

    @sisy Camelia

    wow, bayar berapa sis? bawa berapa banyak? whew.. take care lain kali..
    so you dont quit feelin paradise before you die kan??

    kalo menurut gua sih (sang penulis artikel di atas (thanks anyway karena setuju sama artikel gua)) bukan serta merta dilegalkan, tapi diregulasi.. supaya keadaan menjadi lebih baik..
    kebayang kan, berapa banyak pajak yang dihasilkan melalui ganja.. seperti yang gua bilang, sama aja kayak pada masa Ali Sadikin sebagai gubernur DKI Jakarta. saat itu SDSB dilegalkan, prostitusi dilokalisir, dan masih banyak hal lain yang bahkan bertentangan dengan ajaran agama yang diRegulasi.. dampaknya???
    mantab sis.. Pembangunan di Jakarta menanjak sangat pesat, pemerintah bisa menyediakan infrastruktur yang baik untuk rakyat..

    kebayang nggak kalo ada cukai ganja? bikin aja pakai persentase yang menguntungkan pemerintah… so kalau kamu mau mengganja, kamu harus bayar mahal…
    gua sih mau banget bayar 20.000/ linting kalo bisa ngebaks di depan polisi.. hehe
    di negara2 di eropa (sombong).. kaya prancis (bukan belanda lho), banyak banget orang ngebaks dipinggir jalan, di pasar2 banyak yang jual boong, papir, bahkan hash.. -pun mereka baik2 aja..nggak ada masalah..

    nah kalo ada penerimaan pajak dari ganja, gua yakin (kalo mas Gayus & geng sudah diberantas dengan baik) perekonomian Indonesia secara makro dapat ditingkatkan. APBN naik (jelas ini efek paling langsung), gaji pegawai negeri mungkin naik, gaji polisi juga naik (jadi nggak ada lagi yang mau disogok… kebayang nggak gaji polisi di Sing kalo di kurs/ bulan 15jt … gaji jendral di Indo aja cuma 4 – 5 jt)…
    dengan hal2 tersebut niscaya Indonesia akan jadi lebih baik..

    kebayang nggak sih (tanpa hidroponik) aja ganja Indonesia pernah jadi yang terbaik walaupun jenisnya Cannabis sativa..
    bayangin, berapa banyak wilayah Indonesia yang bisa ditanemin ganja (pernah tau ganja cianjur nggak?? gokil sis rasanya)…
    nah kalau komoditas 30% aja deh.. dari petani yang ada di Indo diganti dengan ganja, yang kemudian diekspor ke luar..(dengan harga pasaran yang tentu saja mengikuti harga pasaran dunia).. dalam 5 tahun gua yakin petani pada pake porsche semua dah… (gua juga jadi petani pastinya)…

    anyway kalau ganja dianggap salah.. dengan regulasi ganja yang gua maksud dalam artikel gua, maka pengguna ganja dibawah umur akan berkurang.. sehingga lama kelamaan, pengguna ganja juga akan berkurang…

    kebayang nggak sih berapa banyak tenaga kerja yang akan terserap dari regulasi ganja ini??? petani, pemanen, distributor, dan masih banyak lagi yang akan terlibat… lagi2 efeknya pada ekonomi makro yang tentu saja akan meningkat..

    kayaknya udah kebanyakan gua nulis.. hehehe
    pokoknya keep HIGH sisy!!!

    A.W.B

  77. mas bebi says:

    saya bangga atas semangat anda yg berkobar kobar bak areng sate mas karyo, setelah sekian lama saya baru sempat membaca tulisan sampeyan ini.

    momentum regulasinya tinggal ditunggu saja. kita harus bersabar.
    ingat kata si mbah “SABAR BUAHNYA MANIS..”

    hidup mas karyo!!
    salam syuuperr.

  78. Aryo Wibisono says:

    @mas bebi:

    akhirnya baca juga sampeyan mas bebi, kapan kita bersua? setelah kemarin batal ke bat kar??

  79. fian says:

    wah tulisan yang bagus mas,
    itu yang masalah ga ada orang yang mati akibat ganja rada2 kurang tepat deh.
    contoh nya gini, ampe sekarang kan belom ada berita orang yang mati karena handphone kan, tapi banyak banget orang yang mati tabrakan gara2 menelepon sambil mengemudi. gimana tuh.
    begitu juga dengan ganja, coba bayangin kalo ganja jadi legal, ada orang abis ngeganja trus muter2 keliling jakarta pake mobil. trus gimana kalo yang abis ngeganja nya supir bus bisa-bisa mati semua tuh penumpangnya.

  80. Aryo Wibisono says:

    @fian:

    hehehe… gini kawan, gua rasa kalo mengemudi sambil ngebaks, nggak akan mengakibatkan orang tersebut jadi kebut2an, bahkan malah jadi pelan2, santai, sabar, toleransi..
    hal tersebut dikarenakan disorientasi waktu yang dirasakan oleh orang yang mengganja… jadi saat dia ngebut, rasanya jadi “ngebut banget”, kebayang nggak… kalo lagi santai2, tiba2 ngebut banget… pasti males kan???
    kalo dibandinginnya sama HP, kayanya kurang apple to apple, karena hp atau BB kan memecah konsentrasi… kalo ganja memper”tinggi” konsentrasi..
    so… keep high kawan!!!

  81. Didik says:

    Salam kenal

    Namaku sesuai yang tertera, tinggal di Aceh. Setuju untuk usulan regulasi. Penekanannya Halal – Haram bukan ranah manusia yang menentukan, ranahnya yang di sono jauh gak keliatan. Yang keliatan cukup bikin aturan legal – ilegal.

    Cukup alko dan baks…yang lain ke laut aje udah mahal bikin addicts lagi hehehe

  82. Aryo Wibisono says:

    @didik: Salam Kenal Mas Didik?? gimana Aceh?? makin subur??
    thanks for ur comment…

  83. Jansen says:

    Budidayakan Tumbuhan ini,..!!! sesungguhnya ini “Natural Plant”,… lebih banyak manfaatnya,..!!! dan merupakan sumber daya alam,… yang patut disyukuri,..

    1. Aryo Wibisono says:

      sangat setuju!!

  84. bitch angels says:

    mau nanya neh….so ganja dapat merusak otak ga sih??apa bisa org yg make ganja bertahun2 daya ingatnya jaadi melemah??karena gue lg nangani kasus, ada org yg dah make ganja 10 taonan lebih n kalo kita tanya2in pasti dia jawabnya ga nyambung n rada2 begok gitu…how bout tht??
    n gue pgn tanya lg, ganja dapat bertahan brp lama sih dalam aliran darah setelah pemakaiannya…tx…(kalo bisa gue minta sumber infonye ye….) makasih loh mas…

    1. Aryo Wibisono says:

      hallo bitch angels…
      menurut saya ganja tidak menyebabkan kebodohan pada seseorang, mungkin pada kasus yang kamu tangani orangnya memang sudah “kurang” dari sananya.
      atau mungkin harus dicek lebih lanjut selama kurun waktu 10 tahun yang kamu maksud, apakah orang tersebut memakai “hal” lain seperti psikotropikum, hipnotikum, obat penenang, atau stimulan-stimulan lain yang dapat menyebabkan kerusakan otak.
      nah untuk bertahannya THC dalam aliran darah sebaiknya tanya ke pihak yang lebih kompeten menjawabnya, mungkin dokter yang melakukan test darah atau pihak laboratorium terkait..

  85. bitch angels says:

    o ya sekedar pengetahuan yg mau gue share…..Bob Marley mati krn tetanus yg diakibatkan dari menghisap heroin berkepanjangan…dan heroin bukan berasal dari ganja melainkan dari bunga Papaver somniferum….walaupun bgtu kalau bisa, jgn guna ganja berlebihan lah…kalau perlu jgn samasekali okay….u tau ndiri ngerokok aje gak bgs buat kesehatan tambah lg makek ganja….oke pren…;D

    1. Aryo Wibisono says:

      yap bob marley dan semua orang nggak mati gara2 ngisep ganja kawan..

      setuju!!!… jangan melakukan sesuatu secara berlebihan, termasuk minum air putih, tidur, makan, ngelamun, memakai air saat mandi, menonton TV, masturbasi, begadang, judi, etc..
      karena segala sesuatu yang berlebihan adalah temannya saiton!!!

      anyway, ganja tidak sama dengan rokok kawan… ganja nggak ada nikotinnya..
      di review saya kalo nggak salah saya masukan pengalaman saya test (rontgen torax) pada saat merokok dan berhenti merokok namun mengganja..
      yang tadinya paru2 saya ada flack, saat 2 tahun berhenti merokok flacknya menghilang… but i still smokin pot…

      owh 1 info lagi yang mungkin bisa saya sampaikan, dan ini seriously terjadi sama kawan saya…
      saat kadar gulanya naik, dan kebetulan dia jadi nggak nongol di kantor, kemudian saya sarankan untuk “smoking herb”, kontan kadar gulanya menurun setelah itu, dan besoknya beliau dapat beraktifitas seperti biasa..
      semenjak itu saya yakin benar ganja bisa menurunkan kadar gula darah..

      okay udah kebanyakan nulis kayanya..
      anyway, thanks for comment…

      AWB

  86. Cuk says:

    saya setuju bgt nih ama Mas Aryo, Saya selalu tertarik tentang pembahasan apakah ganja itu merugikan ato bermanfaat bagi penggunanya dan saya kebetulan ada di sisi user nya.. hehe..

    saya sering menyangkal apabila ada orang yang membahas bahwa ganja itu identik dgn hal yg negatif walaupun saya sering dibilang membuat pembenaran diri. tetapi dengan lugas saya jawab “berarti kita mempunyai ideologi yg berbeda”
    kliatannya Mas Aryo cukup berpengalaman dalam drugs nih yah (kliatan dari dalamnya tulisannya, *alah).. walalupun ganja bukan drugs yah menurut saya, tp bahasan Mas Aryo sangat komprehensif. udah bukan sekedar mencari jati diri lagi (hehe..peace) tp udah malang melintang mencari tahu tentang ganja nih.. (sama ky saya mudah2an)

    saya ingin berbagi pengalaman aja Mas.. (mudah2an juga berguna bwt yg lain)
    ganja bukan hal yg negatif itu intinya
    td mungkin ada yg bilang 10 thn sudah mengganja, saya lebih bgt dr itu (bukannya sombong nih) dan sampai sekarang belum berhenti. waktu pertama kali terjerumus dlm drugs saya memang mulai dari ganja (ganja bukan drugs yah *tetep). singkat kata sembuh dan jadi pengguna ganja sejati.. kuliah, lulus n bekerja dan mo mnikah tetep tidak berhenti mengganja but simply regulate it.
    di komunitas saya pun (kebanyakan tmn2 kuliah, bahkan skrg sudah banyak yg menikah dan punya anak), apabila kita semua berkumpul hampir dapat dipastikan kita giting karena kita2 ga seneng clubbing, inex, drinks yg maboknya uncontrol (klo gt kan ga bisa relaxing).. nah teman2 saya ini juga mempunyai pekerjaan dan kehidupan masing2 ky pekerja kantoran, businessman, seniman, keluarga, dll yang tidak terganggu dengan “perilaku” (bukan kebiasaan yah) mengganja tersebut. memang ada yg berhenti entah dengan berbagai alasan tp mereka tetap fine2 aja dengan kita2 yg mengganja.
    jadi ya bawa santai aja, saya pikir kita bisa menjalankan hidup kita normal2 aja dengan mengganja (contohnya saya dan temen2 saya), jgn berpikir karena mengganja hidup kita bisa rusak dan ga bener (klo jadi bandar atau ketangkep, iya) klo mo berhenti, ya silahkan.. klo mo terus ya silahkan juga..
    balik lagi just simply regulate it.. paling resikonya dibilang “koboi kolot” doang!!!
    nb: sbnrnya klo ktauan pacar jg sering diomelin hehe, apalgi tmn2 yg udah punya anak (mereka cerita juga). tp bukan hal besar kok itu, dibanding ketauan slingkuh…

    1. Aryo Wibisono says:

      nice share mr. Cuk…
      regulate it!! not just legalize it!!!

  87. "i like weed" says:

    semua ulasanya nya saya suka sy sudah 20 th ngebaks dr smp tman sy ada yg sudah 35 th jga teman sy byk yg jual dan banyak pula yg ditangkap dan ad pula yg baru bebas ‘impian saya smoga negri kita bebas ngebaks lah’ saya mah dukung slalu,,, “ilove weed”

    1. Aryo Wibisono says:

      we love weed kawan…

      1. "i like weed" says:

        saya mw tanya kenapa si marsbrand hilang dr indonesia ya

        apakah itu sabotase apa pabriknya tutup dan tak produksi lg

        sangat disayangkan hanya marsbrand sahabat sejatinya,,,

        1. Aryo Wibisono says:

          masih ada ah… cuma peredarannya dibatasin, dan harganya dinaikin..
          mungkin kita bersama harus berpikir cara “Survive without papier”…
          pernah bikin bong pake kaleng minuman soda nggak? atau tutup ballpoint… atau hal2 lain yang ada di rumah… (mungkin akan lebih boros, tapi efektip dalam keadaan terdesak)…

  88. sweed rastafara says:

    mas saya baru mengkonsumsi weed slama 1 tahun,,, kebetulan saya tinggal di bali, dan harga untuk 1 paket dsini sangat mahal dibandingkan dengan yg pernah saya beli di bandung maupun di jakarta, harga 200 rb dsini sama dengan 50 rb di jakarta, klo ada sih,,, saya pengen tahu, ada ga cara agar weed itu terasa lebih strong ?? biar ga terlalu boros,, hehehe, thx

    1. Aryo Wibisono says:

      sebenernya buat masalahmu ada beberapa solusi:
      1. pindah ke jakarta, karena di Bali emang jauh lebih mahal dan nggak mungkin jadi murah;
      2. beli di Jakarta dan dibawa ke Bali untuk stok (beli sebatu), taroh di kulkas supaya awet (jangan nge-BD karena bahaya);
      3. jangan dihisap tapi dimakan, mungkin bisa dibuat brownies atau kue kering, karena setau gua pemakaian dengan cara dimakan akan lebih berhasiat;
      4. oh iya, tambahkan selai mushroom diatas makanannya (di Bali jauh lebih mudah dapat mushroom kan??), mungkin bisa memperkuat hasiat;
      5. jangan sering2 dipakai, supaya momen-nya jadi sangat hikmat dan dinanti (mungkin bisa membuat hasiatnya juga jadi lebih baik).

      mungkin itu aja yang bisa gua saranin..

      AWB

  89. kuy says:

    wahwahwah…baru kelar ngebaca artikel ini, di bagian awal senyum2 sendiri karena ngerasa seiya sekata dengan mas AWB. di bagian tengah ketawa2 liat komen LINtingan DAun ganja, di bagian akhir mengangguk2 setuju pada bagian “jangan sering2 dipake”.

    terus terang saya belum lama jadi perindu ganja aktif, tapi menurut pengalaman saya dan teman2 selintingan so far ganja memang nggak memiliki konsekuensi lain selain hukum dan giting.

    sayang sekali kenapa si marryjane ini harus jadi TO golongan satu di ranah hukum ya ? padahal saudara-saudarinya yang lain jauh lebih berbahaya… ada penjelasan soal ini ? atau masih terkait teori konspirasi hemp ?

    regulate !

    1. Aryo Wibisono says:

      hallo..
      mungkin juga sih ada kaitannya dengan konspirasi hemp…
      yang pasti pelan2 lah kumpulin suara untuk “regulate it”!!

      regulate it kawan!!!

    2. Aryo Wibisono says:

      thanks untuk komennya mas kuy…
      untuk masalah TO TO an mungkin bisa join di group terkait untuk memperjuangkan regulasi MJ..

      regulate it man!!

  90. jah bless says:

    keren bgt artikelnya!! Thank god i read this..jd ga berasa sendirian..haha..
    *bakslaaaah… :))

    1. Aryo Wibisono says:

      thanks kawan…

  91. polos says:

    Ikutan ngomong ya agan 2X sekalian…

    Aku sering melihat tulisan 2X masalah ganja,dan rata 2X yang kontra akan legalisasi ganja nada tulisannya mesti aneh…kenapa aku bilang aneh karena mayoritas yang mereka tuliskan (bernada miring) itu malah sesuatu yang gak terjadi pada para pengguna ganja.

    Aku bersama sebagian besar temen 2X ku (usia kami rata2X sdh diatas 40th) sampek sekarang masih sering ngisep (lbh dari 10thn makek) kalau lagi nyantai,dan kami ini semuanya pekerja keras makanya kami butuh relaks sejenak dgn ngisep ganja secukupnya,jadi ketawa kalau dengar ngisep ganja jadi malas “bergerak”,ya memang malas,makanya cocok buat relaksasi,karena ketika kami sedang bekerja ya secara otomatis kami malas ngisep,ntar pulang kerja sama nyantai and ngobrol 2X diiringi denger musik gak usah gede 2X volumenya,sambil gurau sama anak istri,baru emang enak buat ngisep.

    Kalau masalah Paranoid aku acungkan jempol dua,emang ngisep ganja itu rata 2X Paranoid,gimana gak paranoid kedapetan selinting aja kena 4thn,tapi kalau legal ya langsung ilang paranoidnya…hehehe…tul nggak brader.

    Pesenku untuk adik 2X yang dibawah usia 21thn nggak usalah pakek ganja,karena apa yang kalian rasakan akan beda dengan apa yang kami rasakan,bagi kami ganja itu sudah bukan lagi barang yang mempunyai prestisius (seperti kebanyakan anggapan adik 2X),tapi ganja bagi kami hanyalah sebuah alat untuk menurunkan kepenatan kami setelah bekerja yang penuh dengan permasalahan (namanya juga bisnis).

    Bagi aku bersama teman 2X kerjaku satu 2Xnya bahaya dari ganja adalah “POLISI”…86…86…86…Peace Boss..

    Salut Buat Bang Aryo yang sudah membuat tulisan yang bermanfaat dan berani mengatakan kebenaran.

    1. Aryo Wibisono says:

      Thanks buat om “polos” yang sudah meluangkan waktunya untuk baca bahkan mau komen dan share dalam tulisan saya yang alakadarnya…
      hehehe..
      sekarang sudah ada pergerakannya lho om di FB.. coba search deh, komunitasnya lumayan aktif… siapa tahu bisa berkontribusi di dalamnya..
      thanks…
      -Keep our mind clean-

  92. Kencur says:

    President says :
    Hmmmmm..Okelah Kalo Begitu ..saudara Aryo..Tulusan anda ini akan kita jadikan GBHN Negara kita…tenang aja..aku akan “perintahken” jajaran legeslatif segera mengesahkannya…

    hahahahahaha..Salut Mas Aryo..Aku Cinta Indonesia…

    1. Aryo Wibisono says:

      negara mana nih masih pake GBHN..hehehehe
      anyway… thanks for ur comment kawan…

  93. Idonk says:

    Manusia pasti merasakan stress dalam hidupnya dan butuh media untuk menetralisir. Ganja merupakan salah satu jenis media pelarian mengeluarkan diri dari stress, kepenatan, himpitan hidup dll. Namun jika masih ada media yang bisa digunakan tanpa melanggar norma yang berlaku, kenapa harus ganja?

    Berharap ganja di regulasi atau malah legalisasi merupakan bentuk halusinasi para pengganja. begitupun dengan keinginan untuk bisa hidup di surga dengan 1000 hektar pohon ganja.

    1. Aryo Wibisono says:

      sebenarnya ganja bukan hanya media untuk “melarikan diri” sari stress, kepenatan, masalah hidup dll, seperti yang kamu bilang dik… menurut saya jika ada masalah mungkin ada baiknya kamu lebih mendekatkan diri pada Alloh (kalau kamu muslim), mungkin perbanyak sholat malam, duha (kalau mau lancar rizki), atau banyak2 berzikir (mengingat Alloh)…
      to be honest…I felt closer to God when I’m high, because I always have another point of view about humanity, afterlife, heaven, peace, love, social life …. and even the world…

      kalo masalah berharap ganja diregulasi… sah2 aja dong, namanya harapan… masak nggak boleh sih??? pelit amat dik????
      dan anyway “surga gua” sih nanti pasti ada kebon ganja-nya ya… nggak tau deh kalo surga lo…hehehehehe

  94. bayu says:

    Mas aryo saya anugerahi gelar ganjaguru dah.!!! hormat.!!!
    sueeepp tenan cak.!!!

    Kenapa sih di indonesia nggak ada penelitian yang obyektif & independent terhadap tanaman ganja.?
    masa sih universitas di seluruh indonesia nggak ada yang terpkir ke arah situ ?!!??

    Still wondering why.. and how… or when…

    1. Aryo Wibisono says:

      wehhehehe… thanks bayu..

      menurut gua, sesuatu yang objektif dan independen (seperti yang lo maksud di atas) akan terjadi kalau ada demokrasi, (indonesia negara demokrasi)… kata siapa???? beberapa tahun gua belajar politik di UI (biar yakin deh apa yang gua sampaikan benar)..hehehehehe (sombong yak)…. gua menyimpulkan bahwa…”kita jangan lah dulu ngomongin demokrasi, kalo masih ada perut lapar di Indonesia, percuma… nggak akan ada demokrasi kalau rakyat belum sejahtera”…
      oleh sebab itu kelompok penekan (orang-orang yang pro terhadap regulasi ganja) lebih baik ngumpulin kekuatan (pendukung yang banyak), supaya suaranya didengar supaya keinginannnya jadi cerminan keinginan lebih banyak pihak… supaya kita punya “demokrasi” kita sendiri!!!
      any way di FB ada lho gerakan pendukungan terhadap ganja yang anggotanya udah sampe 420 ribu orang lebih… please join us bro…

      1. Aryo Wibisono says:

        belom deng.. baru 41.843 anggota..hehehe

  95. walaupun saya bukan pengguna ganja… saya tidak memandang buruk orang yang memilih untuk ngebaks, toh saya lihat mereka normal-normal aja tuh, berbeda dengan alkoholik dan pemake narkoba. Beberapa teman saya memang ad yang ngebaks dan hidupnya baik-baik aja, berbeda dengan teman saya yang minum ato ngedrugs. yang minum itu terlihat tidak sehat bahkan ada tetangga saya yang alkoholik tingkat tinggi kehilangan hatinya. awalnya nggak pernah sakit, terus dia nggak berhenti minum. lama kelamaan jatuh sakit dan besoknya meninggal. pas dirongsen sebelum dia meninggal ternyata di dalam dadanya hatinya nggak ada. ini rahasia Allah sepertinya untuk menunjukkan pada kita agar menjauhi minuman keras. kalo dibanding ngerokok saya lebih suka orang ngebaks, krn saya nggak pernah bersin saat orang ngebaks, saya punya hidung yang sangat sensitif. kalo ada sesuatu yang berbahaya di udara dan ingin masuk ke hidung saya, saya pasti bersin, jadi saya akan menjauhi orang yang ngerokok. tapi saat ada yang ngebaks, saya sama sekali nggak bersin, saya memang bukan dokter, saya hanya menganggap bahwa ganja itu diterjemahkan tidak berbahaya oleh hidung saya.

    menurut saya rokok itu jauh lebih berbahaya dari ganja, kayak yg mas aryo alami, flek2 ditimbulkan oleh rokok kan?

    nah kalo ganja nggak seberbahaya rokok kenapa orang yang make ganja dihukum sedangkan perokok tidak ya? padahal asapnya nggak hanya berbahaya untuk dirinya, tapi juga untuk orang laen.

    Makasih…

    ^_^

    1. Aryo Wibisono says:

      Alhamdulillah.. terima kasih Rohani Syawaliah untuk tidak bersikap skeptis dan bersu’uzon kepada orang2 yang berganja..
      terima kasih sekali lagi untuk mau membuka pikiran dengan sikap positif terhadap tulisan saya.

  96. polos says:

    Just for brada and sizta semuanya…

    Ayo kita biasain berbicara tentang sesuatu hal itu berawal dari fakta Ilmiah(medice),lalu kita mencoba untuk juga melihat fungsi lain dari sebuah barang apapun demikian juga Ganja.

    1. Kita coba cari tahu Narkoba dari wikipedia bahasa Indonesia,ensklopedia bebas,(silahkan di cari sendiri yach…)
    2. Kita coba liat di http://www.drugwarfact.org/addictiv.htm
    3. Kita coba cari Hemp for Industy (baik data / Video youtube).

    Nah itu baru sedikit saja refrensi buat kita semua untuk berdiskusi lagi,jangan asal bilang tidak hanya berdasarkan Opini,karena hal itu adalah ciri 2X orang yang bodoh dan mudah dibodohi.

  97. dudu says:

    yg saya artikan MALAS disini adalah MALAS UNTUK BERGERAK, coba anda giting pasti enaknya diem kan bukannya jalan2, lari2 atau olahraga. lagian artis dan musisi yg anda sebutkan itu, mereka mendapatkan inspirasi sambil giting pasti sambil diem kan berkhayal sampai datangnya inspirasi, ngga sambil jalan2 atau lari2 kan.

    cobalah anda menulis berdasarkan pengalaman pribadi anda, jangan berdasarkan khayalan atau copy paste dari internet.
    sesuai kata pepatah ;
    “PENGALAMAN ADALAH GURU TERBAIK”
    _______________________________________________
    aku mau ikutan komen nih buat si LINtingan Daun Ganja, (mudah-mudahan ga basi)
    kalo mau share soal pengalaman pribadi yang produktif mungkin saya bisa testimoni sebagai orang terdekatnya aryo, kalo produktifitas ga terhalang tuh.. buktinya dia masih bisa berkarya (bikin musik bagus, bikin kerjaan berkualitas, punya penghasilan sendiri, punya lingkungan sosial dan punya keluarga yang baik) dan dengan demikian pengalaman pribadinya sendiri yang berbicara bahwa dampak nya-apabila memang tidak disalah gunakan memang tidak negatif.
    toh produktif juga bukan selalu diartikan jalan-jalan lari-lari atau olah raga kan? atau angkat semen satu sak? dan lari2 keliling kampung ? saya rasa menciptakan karya justru lebih bisa dikategorikan sebagai produktivitas dibanding dengan yang anda sampaikan dan sebut diatas.

    sekedar saran nih, saya juga ga setuju ah sama penggunaan ganja, tapi saya menghargai dan tidak perlu kontra tersebut diungkapkan kedalam kalimat-kalimat yang mendiskreditkan, kalo setuju ya bisa join baik-baik, kalo ga setuju kan lebih baik ke gak setujuan di simpan untuk diri sendiri , hal demikian menunjukan kedewasaan seseorang.

    peace love and gaul .. hehehehe

    1. Aryo Wibisono says:

      Thank you my dear…
      akhirnya baca juga artikel abang…
      kecup…

    2. titiw says:

      Widih.. bininya muncul di sini.. NGERRII.. HAhah.. ;)

  98. Sama-sama, salam kenal buat semuanya. Tulisan ini saya cantumin ke postingan di blog saya… ijin ya? hehehhe

    1. titiw says:

      Silakan saja hani.. asal ada kreditnya siapa yang menulis.. :)

    2. Aryo Wibisono says:

      boleh dong hani… asal nama gua ditulis ya…
      hehehehehehe

  99. beefcake says:

    Ganja sudah dilegalisasi di beberapa propinsi di Amerika, tapi fungsinya untuk pengobatan untuk beberapa penyakit.
    1) HIV, orang yang kena HIV cenderung kurus, untuk mencegah agar terlalu kurus diberi ganja

    2) Kanker, untuk tahan sakit dan napsu makan setelah diobati, chemoteraphy itu bisa bikin muntah2 dan badan sakit2

    3) insomnia, agar bisa tenang dan bisa tidur

    4) sulit makan/ anorexia , biar napsu makan

    5) Depresi , biar lebih happy

    Ganja telah ditemukan lebih EFEKTIF dalam mengobati/membantu beberapa penyakit ini daripada obat2 yang lain, dan tidak mempunyai banyak efek samping.

    Dibandingkan narkoba lain, ganja memang tidak terlalu parah (tidak menyandu, tidak mahal, efek samping tidak berat ).

    Riset di amerika membuktikan, tidak ada efek samping ( jadi bodoh , pelupa , dll) kecuali jika sedang dalam efek ganja. Sebenarnya banyak publikasi pemerintah yang bias, yang menyudutkan ganja dengan mengatakan ganja adalah membahayakan , ada efek sampingan.

    Beda halnya dengan ekstasi- pemakaian yang banyak dapat menyebabkan , kehilangan memori, kebodohan dan lain2.

    Tapi ada riset bahwa ganja bisa menyebabkan kemalasan pada pemakai yang berumur di bawah 21 tahun.

    Memang ganja patut dikaji ulang fungsinya.

    Cara penanaman ganja tidak terlalu sulit, dan 6 bulan bisa panen.
    Cuman pertama2 harus rajin cek seks ganjanya dan pengaturan lampu. Jangan sampai ada yg laki2 , yang kita incer perempuan saja, laki2 di babat abis. Kalo hobi liat aja di youtube jorge cervantes.

    Yang paling jago ganja itu di Belanda, kebanyakan bibit unggulan dari situ. Ganja lokal terlalu parah untuk dikonsumsi bagi org2 yang sudah mencoba lebih bagus ( disini punya kualitas bener2 parah, karena petaninya ga bedain yang cowo sama cewe ). Cowo dikasi hidup dan akhir mem pollenisasi yang cewe, akhirnya bukannya tumbuh bunga malah tumbuh biji.

    Untuk di Indonesia yang MUInya kuat, ga munggkin dilegalisasi, karena faktor agama. Kecuali di negara islam lain bisa di legalisasi baru bisa. Sini sih, ga munggkin lah.

  100. The most factual indisputable reason knp Ganja gak bisa di legalisasi or even di regulasi adalah
    1. Industri rokok akan mati orang mending Nyimeng dari pada nyemok :P which means gak ada pemasukan pajak untuk pemerintah :P
    2. Industri obat-obatan terancam pasien patah tulang, pusing, sampai datang bulan lebih milih nyimenk dari pada beli pain killer :P

    I can’t imagine what if i found an upgrade youtube video of a 2 years old indonesian baby smoking weeds… is that cool or keblinger :P

    but for sure i’m still waiting for another seasons of WEEDS episode damn kapan keluarnya ya :P

    1. Aryo Wibisono says:

      coba di tanggapi ya…
      1. menurut gua sih, saat ganja diregulasi maka pemerintah dan pengusaha harus melakukan penyesuaian terhadap “kesepakatan” ber-pajak… karena kedepannya ganja memiliki kemungkinan menggeser tembakau sebagai sebuah “commodity” yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi (dari pada tembakau sekarang).. nah dari sisi pengusaha (dalam hal ini: pengusaha tembakau (gak usah kita sebut lah, pastinya sekarang aja mereka udah masuk 10 besar orang ter-kaya di Indonesia)).. kemungkinan besar mereka akan beralih ke komoditi lain, yang dalam hal ini ganja.. hal tersebut bukan berarti nggak mungkin menyebabkan efek lain (misal: petani yang biasa menanam tembakau, akan beralih ke ganja karena permintaan akan ganja menjadi tinggi)…
      dari penjelasan di atas sedikit banyak nangkep ya mas maksud gua… hehehe…
      oleh sebab itu pemerintah, yang dalam hal ini sebagai pembuat kebijakan publik dapat meregulasi peraturan perpajakan baru untuk ganja…
      kalo sampai dalam tahap ada cukai ganja untuk keperluan dihisap (misal: pajak /gram=Rp.500,- maka /kg ganja akan berpajak Rp. 500.000, dan 1 ton ganja akan menghasilkan pajak Rp. 500.000.000,-) kebayang kan “Indonesia adalah negara Agraris” maka berapa banyak ganja yang dihasilkan oleh petani Indonesia?? dan berapa banyak pajak yang diperoleh pemerintah Indonesia???

      2. untuk industri obat2an mungkin serupa dengan industri tembakau tapi dengan penyesuaian2 tersendiri tentunya (sebagai analogi: sekarang aja banyak obat2 alternatif yang dijual di pasaran (sampe cacing tanah aja jadi obat tipes))…

      sama men, gua juga nggak bisa ngebayangin kalo anak 2 taun ngebaks (pasti lucu banget ya… kucing gua aja yang belom 2 taun doyan banget ngebaks… hehehe) … anyway, ini lah yang membedakan “Re-Regulasi” dan “Legalisasi”… pemerintah juga nggak bodo2 amat lah, buat sembarangan “oke ganja legal ya boi… bebas deh lo semua ngebaks…”
      naif banget sih boi…
      kita ciptakan lah pembatasan2 tertentu, dan kalo sampe ada anak 2 taun yang ngebaks… ya orang tuanya lah dipenjara…
      owh penonton Weeds ya… good..

      salam,
      AWB

    2. Rizal says:

      Weeds, I think its gonna be end of Summer this year!

  101. Yeah i do know what you meant and i agree with most of the argument you made. My comment earlier was just to intrigue more conversation.

    Pastinya regulasi Ganja memang penting. Seperti disini we can all buy weeds di warung kopi, dan pemerintah belanda pun dapat banyak pemasukan lewat pajak dari penjualan ganja tersebut:P

    Memang byk keuntungan duniawi yang bisa didapatkan dari regulasi Ganja, most definetly komoditas perkebunan yang menguntungkan. Hanya saja Hukum di Indonesia hampir gak ada penegakannya so if there is regulation or even legalization on weed still its only going to bring more problem as it is karena gak ada penegakan hukum di Indo :P

    Btw talking about Ganja
    my band name is Psikotropika :P http://www.psikotropika.tk
    We cannot go pass through lame mainstream recording company because is not legalize yet ahaha

    1. Aryo Wibisono says:

      wih ternyata anak PISIP ya…good…
      emang Indonesia sama sekali nggak bisa disamakan sama belanda atau negara manapun..
      dari segi masyarakat dan bahkan mungkin (pasti sih sebenernya) pamerintahnya sendiri belum siap untuk re-regulasi ganja, oleh sebab itu beberapa temen kita di Indonesia bikin sebuah pergerakan ( http://www.legalisasiganja.com/ ) sebelumnya sih ada FB nya juga… tapi beberapa minggu yang lalu dibredel polisi … hehehehe
      nah tujuan mereka adalah untuk mensosialisasikan, menginformasikan dan sedikit banyak mengedukasi masyarakat yang selama ini udah punya pandangan negatif dan skeptif terhadap ganja… walaupun dalam pergerakannya mereka mengusung “Legaisasi Ganja”… atau “Regulasi Ganja”, walaupun seharusnya (menurut gua) “Re-Regulasi Ganja” hehehehe…(piss anak LGN)
      tapi menurut gua lagi.. hal tersebut merupakan awal yang baik untuk sebuah regulasi yang lebih bijaksana..hehehehe
      mari lah kita berdoa supaya ganja bisa dikeluakan dari golongan narkoba di UU narkoba…siapa tau pas lo balik jakarta (tau2) ganja udah dijual di toko souvenir dan oleh2…
      anyway… temen kita di fb kok banyak ya?? add dulu lah…

      best,
      AWB

  102. Rizal says:

    420 on coming bro Aryo sudah ada planning?

    1. Aryo Wibisono says:

      akan selalu ada rencana…;)

  103. seno says:

    lengkap banget. ngeganja lagi deh kalo gitu.

  104. bowo_dulu pernah ngebaks says:

    men, menurut gua nih ya…
    gua pernah ngebaks waktu jaman gua kuliah, dan ampe sekarang gua sadar, emg ada satu sisi positif dari itu semua, tp men efek negatifnya edan… kita semua bakal jadi malas boiii… kepikir gak boi kesitu, malas mandi.. malas segala2nyalah… edan. thx all.

    1. Aryo Wibisono says:

      hadeuh kawan.. kayanya kalo males emang pribadi masing2 aja kali ya…
      just kill ur ego…

  105. budi says:

    bro… jangan bicarain regulasi ganja di indonesia… indonesia regulasi yg lain ajah masih bisa “diatur”… hukum di indonesia implementasi nya masih kurang bro…. regulasi OBAT ajah di kedokteran masih belum jelas aturannya… obat yg seharusnya hanya boleh di dapat dari surat dokter.. ini bisa di dapatkan bebas… nah.. gimana kalo GANJA di sah kan… bisa bayangin ga bro… istri atau anak ente make GANJA… abis itu naek motor.. karena efeknya akhirnya jatuh dan ketabrak…. (in case doang yak)… coba deh bro di pikirin lebih jauh lg… klo GANJA itu BEBAS.. indonesia mau jd apa?? 4:20 <=== orang indonesia bisanya ngikutin tp ga tau artinya…wkwkwkkw

    1. Aryo wibisono says:

      Hai budi,
      Yang pertama gue tanggapi: kayaknya gue nggak akan ngebiarin istri dan anak gue naik motor deh :) hehehe
      Aturan pasti ada yang melanggar, mau di indonesia ataupun di surga sekalipun (refer to nabi adam makan buah kuldi), pointnya bukan aturannya bud, tapi pengakuan terhadap apa yang dilakukan..
      Pengakuan bahwa ganja tidak sama dengan cocaine, bahkan benzodiazepine yang budi maksud sebagai “obat”..

      Kalo nggak tau arti 4:20 ya digoogle dong bud… Masa orang selamanya mau hidup dalam kebodohan..
      Anyway 4:20 pun bukan budaya indonesia, tapi bisa menciptakan budaya atau sekedar lifestyle untuk orang indonesia, saya rasa itu sah-sah saja..

      Kalau ganja bebas, saya rasa biasa aja deh..
      Bolivia, hampir semua orang mengunyah daun koka.
      Ada suatu daerah di afrika (saya nonton di DC) hampir semua orang mengkonsumsi daun kat yang mengandung methampetamine..
      Anyway di aceh ganja juga masih dimanfaatkan sebagai bumbu masak..

      Back to the topic, saya rasa kalau ganja di regulasi (bukan sekedar dilegalisasi) maka segala sesuatunya bisa jadi lebih baik, terutama untuk memprevent anak kecil naik motor setelah mengganja. :p ( btw apa bedanya sama berkendara sehabis minum alkohol???, justru lebih berbahaya) toh alkohol tetep sah2 aja.

      Salam aman berkendara,
      AWB

      Ps: jangan berkendara saat ngantuk (apa ngantuk musti dilarang juga)

  106. nusantaraya says:

    ini menurut saya loh ya… sederhana saja… tak semua sepintar dan selogic kawan kawan disini…. harus diukur juga penyalahgunaan dari ganja ini. masalah mental, masalah tanggung jawab, budaya latah kita…
    bahwa faktanya ganja multi manfaat adalah benar.. bagi kelas menengah dan berpendidikan mungkin. tapi berapa banyak yang bisa memahami dan bisa mempertanggungjawabkan penggunaan ganja agar benar pada tempatnya. matursuwon :)

    1. Aryo Wibisono says:

      Sungguh bijaksana

  107. Siwenk blink says:

    GANJA…

    Dan halusinogen ( Psikedelik )

    merubah standart pemikiran, persepsi, dimana rasa saling menghargai, empati, dan kasih sayang menjadi tinggi.. :D

    Tidak ada perang yang ada hanya pelangi..hehehe

  108. bison says:

    SETUJU!!! Regulate it, Not Just Legalize it!

  109. wim says:

    Bagai mana dengan panic attact yang disebabkan oleh ganja? Saya rasa sudah banyak orang yang mengalaminya termasuk saya sendiri.. kenapa sih tulisan tulisan mengenai legalitas ganja tidak pernah membahas soal itu..

    1. Aryo Wibisono says:

      Hai Wim, Panic attact yang seperti apa ya? Bad Trip seperti yang dapat terjadi saat makan mushroom dalam situasi yang tidak kondusif? atau trip ampethamine yang sangat pecah sehingga seseorang menjadi kaget dan depresi pernapasan?
      mungkin bisa dishare panic attack yang seperti apa…:)

      1. bison says:

        Mungkin panic attack yg dimaksud sdr. wim adalah ketika seseorang mengalami perasaan cemas dan paranoid yg terjadi sesaat setelah mengkonsumsi ganja.

  110. Bramadity says:

    baru baca tulisannya serieus banget ya ceu…. tapi bagus dan menarik!!!

    *pufff* sambil sembur asep ke titiw

    1. titiw says:

      Nyahahaha. Ngarti kagak tulisan panjangan kek ginih..?! x))

  111. verdi says:

    Jenius , ini otak masa depan . Yang tidak setuju sebelum coment baca baik baik tulisan nya , karna jawaban dari ketidak setujuan ada di tulisan itu.

  112. Expedizi says:

    Benar sekali, sebenarnya seh tidak ilegal atau negatif. Cuma disini hanya penggunanya saja yang melebihkan untuk mengkonsumsi barang tsb. Contoh: pil koplo macam dextro dan sejenisnya, yang sebenarnya obat batuk, tapi toh? banyak yang mengira pil seperti itu negatif.

  113. 619 says:

    Saya sangat suka dan sangat setuju dengan pemikirannya.
    Tapi masalah yang terjadi di Indonesia lebih besar dari itu.
    Narkoba termasuk ganja (saya tidak setuju ganja disebut narkoba) di Indonesia dikendalikan oleh aparat itu sendiri.
    Khusus ganja, mereka sebenarnya sangat bisa untuk memberantas sampai ke akar-akarnya dan sangat bisa untuk melegalkan tanaman ini.
    Cuma ini semua masalah bisnis.
    Jika ganja dilegalkan, pendapatan mereka berkurang dan pendapatan petani bertambah berkali-kali lipat.
    Sangat berbeda dengan yang terjadi sekarang.
    Pendapatan mereka berkali-kali lipat dari ganja ini, sementara petaninya dibayar dengan sangat murah.
    Kabar terakhir saya dengar petani di Aceh dibayar 500 ribu perkilonya.

    Stigma kriminal terhadap benda berharga
    Semua fitnah burukkan citra yang ada
    Berkedok mulia padahal mengontrol harga
    Bisnis kotor merajalela

    Bukan narkotika!!!

    Kalian gila membungkamnya
    Budi daya sekarang juga
    Negeri kita pasti jaya

    N.A.D Kush – Rajasinga

  114. Riotsoak says:

    Cuma 1 kata “Legal” kan utk ganja, jgn bicara rusak kehidupan orang atau ga sehat,haramlah, tai kucinglah. Ini kehidupan di dunia, ga ada 1 orang pun didunia ini yg mndapat Nobel utk kategori orang suci. Yg nmanya kehidupan itu abu-abu resiko tanggung sendiri..pengurus negara ini munafik mknya gw anti pmerintah..ada pemerintah juga ga brdampak lngsung dlm hidup gw..udah saatnya ganja dilegalkan di indonesia..ga usah pake Tax Amnesty sgala utk nambain keuangan rakyat bukan keuangan negara..

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now