Titiw Inside

Aku Cinta Rupiah, Biar Dollar Di Mana-mana

Thursday, 21 May 2009

Coba liat kantong atau dompet masing-masing. Ada uangnya..? Mungkin dari melihat warnanya saja, kamu sudah tahu pecahan berapakah uang itu. Bahkan mungkin dari baunya saja, kamu dapat menebak tahun keluaran uang tersebut. Tapi kalo saya tanyaa.. Siapa pahlawan yang tercetak di lembaran uang 20.000 rupiah? Apa gambar yang ditampilkan di koin 25 rupiah? Haha.. wajar kalo gak ngeh, saya aja yang tiap hari megang duit *kenek mode: on* kok ya lupa lagi lupa lagi. Ok, sekedar share, saya akan mengulas satu persatu uang yang sekarang ini masih resmi dipakai di Indonesia, yang bernama Rupiah.

Rp 25 (koin perak):

25 rupiah, bergambar buah pala

25 rupiah, bergambar buah pala

Buah Pala (Myristica fragrans) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting sejak masa Romawi. Pala disebut-sebut dalam ensiklopedia karya Plinius “Si Tua”. Semenjak zaman eksplorasi Eropa pala tersebar luas di daerah tropika lain seperti Mauritius dan Karibia (Pulau Grenada).

Rp 50 (koin perak):

50 rupiah, bergambar burung kepodang

50 rupiah, bergambar burung kepodang

Kepodang yang dalam bahasa latin disebut Oriolus Chinensis adalah burung yang cukup dikenal masyarakat khususnya di Jateng. Dalam buku Flora dan Fauna Nusantara, Bahrudin S dan Zamzami menulis burung tersebut bagi masyarakat Jawa melambangkan kekompakan, keselarasan dan keindahan budi pekerti sekaligus juga melambangkan anak atau generasi muda. Karena dekatnya burung ini dari nilai-nilai kebajikan yang selaras dengan budaya Jawa maka ditetapkanlah sebagai fauna identitas Jateng.

Rp 100 (koin perak):

100 rupiah, bergambar burung Kakaktua

100 rupiah, bergambar burung Kakaktua Irian

Kakatua Raja atau dalam nama ilmiahnya Probosciger aterrimus adalah sejenis burung Kakatua berwarna hitam dan berukuran besar, dengan panjang sekitar 60cm. Burung ini memiliki kulit pipi berwarna merah dan paruh besar berwarna kehitaman. Di kepalanya terdapat jambul besar yang dapat ditegakkan. Burung betina serupa dengan burung jantan.

Rp 100 (koin emas):

100 rupiah, bergambar karan sapi

100 rupiah, bergambar karapan sapi

Karapan sapi merupakan istilah untuk menyebut perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Pulau Madura, Jawa Timur. Pada perlombaan ini, sepasang sapi yang menarik semacam kereta dari kayu (tempat joki berdiri dan mengendalikan pasangan sapi tersebut) dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan-pasangan sapi lain. Trek pacuan tersebut biasanya sekitar 100 meter dan lomba pacuan dapat berlangsung sekitar sepuluh sampai lima belas detik. Beberapa kota di Madura menyelenggarakan karapan sapi pada bulan Agustus dan September setiap tahun, dengan pertandingan final pada akhir September atau Oktober di kota Pamekasan untuk memperebutkan Piala Bergilir Presiden.

Rp 200 (koin perak):

Rp 200 bergambar Jalak Bali

200 rupiah, bergambar jalak bali

Jalak Bali atau dalam nama ilmiahnya Leucopsar rothschildi adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm, dari suku Sturnidae. Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Jalak Bali memiliki pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Burung jantan dan betina serupa.

Rp 500 (koin perak & emas bergambar sama):

500 rupiah, bergambar bunga melati

500 rupiah, bergambar bunga melati

Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Di Indonesia, salah satu jenis melati dijadikan sebagai simbol nasional yaitu melati putih (Jasminum sambac) karena bunganya dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini. Jenis lain yang juga populer adalah gambir (J. officinale). Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara.

Rp 1000 (koin):

1000 rupiah, bergambar kelapa sawit

1000 rupiah, bergambar kelapa sawit

Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit kedua dunia setelah Malaysia, namun proyeksi ke depan memperkirakan bahwa pada tahun 2009 Indonesia akan menempati posisi pertama.

Rp 1000:

1000 rupiah, kapitan Pattimura & pulau Maitara dan Tidore

1000 rupiah, bergambar Kapitan Pattimura & pulau Maitara dan Tidore

Kapitan Pattimura (lahir di Negeri Haria, Porto, Pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – wafat di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), atau dikenal dengan nama Thomas Matulessy atau Thomas Matulessia, adalah Pahlawan Nasional Indonesia.  Sebelum melakukan perlawanan terhadap VOC ia pernah berkarir dalam militer sebagai mantan sersan Militer Inggris. Kata “Maluku” berasal dari bahasa Arab Al Mulk atau Al Malik yang berarti Tanah Raja-Raja.

the freebie download dvdrip

Pulau Maitara adalah salah satu pulau dengan panorama indah yang terletak antara Pulau Tidore dan selatan Pulau Ternate dimana sebagian lingkaran pantai berpasir putih dan terhampar didepannya alam bawah laut dengan keanekaragaman ikan serta karang yang masih terpelihara dengan balk. Pulau ini dapat dijangkau dengan speed boat hanya 10 menit dari pelabuhan bastiong Ternate.

Rp 5000:

5000 rupiah, bergambar Tuanku Imam Bondjol & Penenun

5000 rupiah, bergambar Tuanku Imam Bondjol & Pengrajin Tenun

Tuanku Imam Bonjol bernama asli Muhammad Shahab dilahirkan di (Bonjol, Pasaman 1772 – Pineleng, Minahasa, 6 November 1864) adalah pemimpin Perang Padri melawan Belanda. Ia salah seorang Pahlawan Nasional Indonesia kelahiran Sumatra Barat. Ia wafat dan dimakamkan di Lotak, Minahasa sewaktu dalam pengasingannya.

“Pengrajin Tenun: Pandai Sikek – Sumatra Barat merupakan satu dari tujuh nagari di Minangkabau yang masyarakatnya secara turun-temurun sejak ratusan tahun terkenal sebagai perajin tenun. Aktivitas perajin ini berkaitan dengan supplay untuk pakaian upacara adat, seperti melantik penghulu, pesta perkawinan, dan sebagainya.

Rp 10.000:

10.000 rupiah, bergambar sultan badaruddin II & rumah limas

10.000 rupiah, bergambar Sultan Badaruddin II & Rumah Limas

Sultan Mahmud Badaruddin II (l: Palembang, 1767, w: Ternate, 26 November 1862) adalah pemimpin kesultanan Palembang-Darussalam (1803-1819). Tahun 1821, ketika Belanda secara resmi berkuasa di Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin II ditangkap dan diasingkan ke Ternate. Namanya kini diabadikan sebagai nama bandara internasional di Palembang, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Rumah Limas merupakan prototype rumah tradisional Palembang yang ditandai dengan atapnya yang berbentuk lima. Rumah ini memiliki ciri-ciri; – Atapnya berbentuk Limas – Badan rumah berdinding papan, dengan pembagian ruangan yang telah ditetapkan (standard) bertingkat-tingkat.(Kijing). Keseluruhan atap dan dinding serta lantai rumah bertopang di atas tiang-tiang yang tertanam di tanah

Rp 20.000:

20.000 rupiah, Oto Iskandar Dinata & Pemetik Teh

20.000 rupiah, bergambar Oto Iskandar Dinata & Pemetik Teh

Raden Oto Iskandar di Nata (lahir di Bandung, Jawa Barat, 31 Maret 1897 – wafat di Mauk, Tangerang, Banten, 20 Desember 1945 pada umur 48 tahun) adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Ia mendapat julukan si Jalak Harupat. Ia menjabat sebagai menteri Negara pada kabinet yang pertama Republik Indonesia tahun 1945. Untuk mengabadikan perjuangan beliau, dibuatlah sebuah monumen perjuangan Bandung Utara di Lembang, Bandung dengan nama “Monumen Pasir Pahlawan”.

– Sebagian besar penduduk di daerah Puncak, Jawa Barat  berprofesi sebagai Pemetik Teh di perkebunan. Bahkan mereka umumnya telah mengakrabi profesi ini sejak kecil. Namun, keindahan pemandangan hamparan kebun teh ternyata tak seindah kehidupan para buruhnya. Rumah sederhana dan tingkat putus sekolah yang tinggi menjadi pertanda bahwa mereka hidup dalam kemiskinan.

Rp. 50.000:

50.000 rupiah, I Gusti Ngurah Rai &

50.000 rupiah, bergambar Gusti Ngurah Rai & Danau Beratan

Brigjen TNI Anumerta I Gusti Ngurah Rai (lahir di Desa Carangsari, Kabupaten Badung, Bali, 30 Januari 1917 – wafat di Marga, Tabanan, Bali, 20 November 1946 pada umur 29 tahun) adalah seorang pahlawan Indonesia dari Kabupaten Badung, Bali.

Danau Beratan adalah sebuah danau yang terletak di kawasan Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Danau yang terletak paling timur di antara dua danau lainnya yaitu Danau Tamblingan dan danau Buyan, yang merupakan gugusan danau kembar di dalam sebuah kaldera besar, Danau Beratan terbilang cukup istimewa.

Rp. 100.000:

100.000 rupaih, Soekarno-Hatta & Gedung MPR

100.000 rupiah, bergambar Soekarno-Hatta & Gedung MPR

Soekarno & Hatta adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945 dan mendirikan Negara Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.. Singkatnya, Presiden & Wakil Presiden pertama bagi Indonesia.

Gedung Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat (DPR/MPR) didirikan pada 8 Maret 1965. Saat itu, Presiden Soekarno mencetuskan untuk menyelenggarakan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces) yang merupakan wadah dari semua New Emerging Forces. Conefo dimaksudkan sebagai suatu tandingan terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

There you go! Sebenernya sih, yang membuat saya penasaran, adalah siapa yang memutuskan untuk memakai gambar2 tersebut? Pihak BI? Tapi SIAPA? Terus, mengapa gambar2 ini yang dipilih..? Apa alasan di baliknya..? Kalau ada dari kamu2 yang tahu seluk beluk uang Rupiah ini, don’t hesitate to buzz me here! Apa? Menurut kamu hal yang saya bahas ini nggak penting? Hem.. Kalo kamu nanti secara tak terduga ikut Who Wants To Be a Millionare dan pada saat pertanyaan terakhir, Tantowi Yahya menanyakan hal yang sama dengan yang saya tanyakan di atas, percaya deh, kamu akan menganggap hal sepele di sekitar kamu itu penting. Cheers! :)

Sumber definisi2: Wikipedia, Suara Merdeka, Cimbuak, dodinp, Kompas, Bank Sentral RI,
Sumber gambar: Tinggal klik di gambar (dasar pemalas..)

(c) gambar rupiah

← Next Post
Previous Post →

40 thoughts on “Aku Cinta Rupiah, Biar Dollar Di Mana-mana

  1. Pakacil says:

    Kalau tidak salah dengar dan salah ingat sih *kelebaran margin error nih kalau begini*, yang memutuskan itu BI, dari beberapa desain yg ada. Dulu sempat saya tau salah satu pelukisnya (edisi kertas) adalah orang Banjar yg tinggal di Yogya, tapi beliau sudah meninggal. Kalau pelukis yg saat ini saya ga tau. Sementara ini baru itu yg saya ingat, nanti lah saya tanyakan lagi. kalau salah mohon maaf.
    :)
    btw, saya suka koleksi uang logam Rp100,- yg tebal itu
    saking sayangnya, ga boleh dipinjam buat kerokan.
    :roll:

    1. titiw says:

      Oh, gitu ya mas..? Thanks untuk masukannya..

    2. adi prakoso says:

      wo…..
      gtu ye.
      sma ber arty….!!!!!!!!

      1. titiw says:

        Ng.. sama apanya ya nak..? *memandang kasihan*

  2. fahmi! says:

    wah, aku pikir posting ini akan terindex dg baik di search engines :)

    1. titiw says:

      Pastinja. Secara banyak ngambil seenak jidat dari wikipedia. HAKS.

  3. ilyas says:

    rata2 orang Indonesia itu hafalnya gambar di uang 100rb.apalagi yg jualan, maunya dpt pecahan 100rb mulu..^^

    1. titiw says:

      Haha.. iya tuh emang. Kalo yg lain2 mah kagak ingeet siapa atau apa gambarnya.. tapi 100 ribu.. langsung bisa jawab: Soekarno Hatta. hoho..

  4. DETEKSI says:

    ya pasti melalui sebuah proses panjang sampe gambar itu dipilih. komentar fahmi itu ada benarnya, dan terindex google tidak ada salahnya khan?

    1. titiw says:

      Proses panjang yg gimana..? *masih maksa*.. Hehe.. weits.. makin sering terindeks gugel.. makin bisa melacur dalam blogosphere bukan? HA.

  5. Jiewa says:

    Setuju dgn mas Fahmi, very2 valuable post. Great job tiw..

    Kalo aku kolesi duit 1000 yg tengahnya kuning itu, udah 1 toples ikan sekarang :D

    1. titiw says:

      Aih.. Thx ya mas Jie.. Aku juga suka tuh sama si koin 1000. Eh, udah 1 toples ikan? ikan apa dulu nih mas..? Ikan teri..? wih.. dikit dong.. Ahahha..
      PS: Thx for giving that Medan sculpture ya mas.. :)

  6. tapi kalo dikasi dollar mau ndak??

    1. titiw says:

      MAU! *menjawab dengan kecepatan mengagumkan*

  7. mas aryowibisono says:

    waw… cil, gua koleksi semua uang logam yang diproduksi pada tahun 1991.. konon kabarnya dalam uang logam produksi tahun 1991, ada kadar emasnya (gosip jaman dulu)karena konon tahun segitu pemerintahan indonesia lagi tajir melintir banget (kata sapa??).. so duit logamannya aja dikasi kadar emas… makanya jaman 95’an banyak banget mas2 yang mendadak pake cincin dari logam 100 – 500an…
    dari situ lah gua mulai mengumpulkan uang logam produksi 1991… karena dulu pun bisa gua jual ke mas2 yang mau bikin cincin dengan harga 1000 – 5000 rupiah..heheh
    sapa tau taun 2020 ada yang mau beli 1 juta…(asal)
    anyway cil, terus bikin artikel yang penuh dengan pengetahuan umum!!!

    1. titiw says:

      O iya.. inget aja mas yo dulu banyak mamang2 yg pake cincin dari koin itu!! I’d say amen for your wish lah mas yo! Heheheh..

  8. iqs says:

    eh, lebih baik lagi kalo kamu bikin postingan “wang-wang indonesia”
    yang isinya gambar2 semua pecahan uang yang pernah dibuat Indonesia dari dulu sampe sekarang.. kayanya seru aja tuh..

    1. titiw says:

      Pengin sih.. tapi bantuin.. *glendat glendot manjah*

  9. Nugi says:

    great job, ti..

    1. titiw says:

      Thx maskuh.. *sambil misuh2, berpikir ni orang jarang komen, sekalinya komen 3 kata doang*

  10. zee says:

    Tiw. KOk gw tiap kesini selaluuuuuu aja salah kamar, musti nyasar dulu kemana-mana utk cari postingan yg terbaru. Layoutnya keren, tp buat pusing utk ukuran blog, hehehee….

    Nanti kalo udah keluar pecahan duaribuan, jgn lupa di-updated tiw..

    1. titiw says:

      Masa sih mbak..? Emang yang terbaru gak selalu aku taro di bagian front, yg segede2 dosa itu. Coba liat kanan atas, trus ada tulisan latest, diklik, nah muncul deh daftar tulisan3 ku yg terbaru, heee.. :D

  11. anto says:

    gue punya banyak koleksi uang logam
    25 th.71
    50 th.71
    100 th.73/78
    jumlah nya:Rp.500.000
    dan jg uang 100 th.91/92,uang 500 th.92 dan jg uang koin 1000.kl ada yg berminat silahkan hub-i gw di 085719837179

    1. titiw says:

      Set.. banyak amat ya mas koleksinyah.. 500.000? tapi koin receh semua..? Ayo tuh kalo ada yg minat.. (set baik bener gw iklanin..)

  12. robith says:

    ak cari uang 25 sen gambar pangeran diponegoro gambar dpnya ada yg punya ak pingin skali

    1. sholehan says:

      saya ada uang 25 sen diponegoro dan 50 sen dipanagara masing2 satu keping. yg butuh bisa hub:di 081322070045

      1. titiw says:

        Makasih infonya ya mas.. :D

  13. fajar says:

    saya ada uang 25 sen diponegoro (th 1952) 1 keping. minat hubungi 081392260766.

  14. andri ristianto says:

    saya punya sebuah coin gambar diponegoro 25 sen asli tahun 1952 warna kuning ada tulisan arabhubungi 03557761072.ANDRIKRISTIANTO 38 th.alamt.ds Saggrahan rt 04 rw01.kec. boyolangu kab,TULUNGAGUNG.JATIM

  15. Eko Hari M says:

    saya punya koleksi uang Rp 10 yg kecil kalau gak keliru buatan th 75-an & Rp 100 tipis gambar rumah adat minangkabau, yg tertarik hubungi 024 70233176

    1. titiw says:

      Yang tertarik.. yang terdorong.. silakan dihubung kang eko..

  16. Agus says:

    Saya punya koin Rp 100,- tebal gambar rumah Minangkabau sejumlah lebih kurang 415 keping mau saya lelang. Barangkali ada yang mau beli? :-)
    Terima kasih.
    Agus
    Yogyakarta
    mashidqi@yahoo.com

    1. titiw says:

      Tuh.. ada yang mau beli gak koinnya mas aguuus..?

    2. oejank says:

      tambahin nich saya aya 500 biji

  17. ipan says:

    saya punya uang 5 rupiah tahun 1968

    1. titiw says:

      @ipan: Ih ya ampun.. udah gede gak boleh nyombong nak ipan..

  18. inunk says:

    aq jg pnya banyak kon agak lama..
    tp lom saya itung jumlahnya..
    [Ctrl+S dolo dech ni page..

  19. seno says:

    baru tau semua dari tulisan di atas. great… :)

  20. ricki says:

    Neh daftar barang yg saya cari :
    #Dari alumunium:
    1. Rp25 tahun 93
    2. Rp50 tahun 2001
    3. Rp100 tahun 2000-2005

    #Dari kuningan:
    Uang Rp50 komodo th 97

    #Dari nikel :
    1. Rp25 th 71
    2. Rp50 th 71
    3. Rp100 th 73

    #Uang kertas Rp100 (pinishi); Rp500(orang utan)
    Dalam bentuk 1 brut atau 1 ikat/paket segel BI, urut no serinya

    NB: koin tsb harus dalam bentuk dus/box segel BI
    Bisa juga dalam bentuk roll segel BI

    Jika ada yg punya boleh sms saya 08568389705
    Harga jgn mahal2 ya, trims

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now