Events

Apa Itu Ketahanan Air?

Thursday, 25 August 2011

Ngeliat blognya Nonadita, saya jadi inget kalo belum cerita tentang Obsat Konservasi Air. Tahu Obsat dong? Itu lho, Obrolan Langsat, sebuah acara diskusi santai di bawah Saling Silang yang rutin diadakan di Langsat, markasnya para onliners. Nah kenapa saya mau nulis tentang acara ini, gak lain dan gak bukan karena banyak trivia yang baru saya tahu tentang air. Padahal air kan salah satu substansi kehidupan paling penting! Tapi tunggu.. Sebelum lanjut ke trivia air, saya mau bahas acaranya dulu.

Obsat yang dilaksanakan di bulan Juli tersebut dimoderatori oleh Dita, dengan pembicara DR. Ir. Heru Hendrayana (ahli hidrogeologi dari Universitas Gajah Mada), Dik Doank selaku penggiat lingkungan, dan Pak Basuki dari LSM Kehati yang concern juga di bidang lingkungan. Gak cuma itu, Obsat juga dimeriahkan oleh penampilan Faiz & Nisa, adik kakak yang main biola dan nyanyi menghibur kita semua di sana. Unyu dan sangat-sangat menghibur!

Setelah perut kenyang makan somay & jus buah yang mumpuni, sekitar pukul 19:30 acara dibuka oleh  Dr Heru. Dari penjelasan dr Heru, ternyata ada dua sumber air, yaitu air permukaan dan air bawah tanah. Apa saja yang termasuk sumber-sumber air tersebut anak-anak? Air Permukaan terdiri dari Air Sungai, Danau, Kolam, Air Hujan dsb. Sedangkan Air Tanah terdiri dari Mata Air, Sumur Dangkal, Sumur Pantek, Sumur Bor dsb. Kalo diitung-itung, Pemanfaatan Sumber Air di Dunia sebagai berikut:

  • AirTanah mencapai sekitar 70 %
  • Mata Air mencapai sekitar 20 %
  • Air Permukaan mencapai sekitar 10 %

Dan saya baru tahu kalo air itu gak akan habis, tapi yang bener adalah: air masih bisa dipakai atau tidak bisa dipakai. Di sini kita harus melakukan ketahanan air. Maksudnya? Apa yang dipertahankan? Yang dipertahankan ialah AIR TAWAR di daratan, baik kuantitas maupun kualitasnya. Maksudnya lagi? Selama air tawar itu masih ada di bak kita, sumur, empang, dan belum mengalir ke laut, air tersebut masih bisa dipakai.

Jadi jangan sampeee banget air-air tersebut tersia-sia dan mengalir gitu aja ke laut. Karena, ketika air tawar sudah menyatu dengan air laut.. Guess what? Air itu udah sulit banget untuk dipake lagi, yuk dadah bye bye! Kebetulan saya bisa ngobrol dan minta materi dari Dr Heru, sehingga saya bisa share gambar & temen-temen bisa memvisualisasikan cerita saya barusan.

Konsep Ketahanan Air

Tahan dulu segala tanya yang berkecamuk, bukan hanya kamu yang baru tahu, saya juga kok. Trus, gimana dong caranya kita nahan air tersebut? Well, coba perpanjang waktu tinggal air tawar tersebut di daratan dengan cara tindakan pencegahan (preventive actions –> lebih murah) dan tindakan koreksi (corrective actions –> pastinya lebih mahal).

  1. Hemat air. Udah gede kan..? Gak usah dijabarkan harus gemana untuk hemat air kan..? ;)
  2. Menggunakan air secara optimal.
  3. Buat penampungan air supaya bisa nampung air hujan.
  4. Jalanan jangan disemen & diaspal semua, supaya tanah bisa menyerap air.
  5. Bikin resapan biopori
  6. Adopsi pohon
  7. Membuat sumur resapan

Udah itu doang? Tunggu dulu. Nggak kita doang yang bisa melakukan sesuatu. Pentingnya ngejaga daerah tangkapan dan resapan air di 2 sumber air di atas tadi harus diimplementasikan dengan basis multipihak. Jadi semua pihak harus berperan aktif dengan hal ini, nggak kita sebagai individu aja. Banyak kan tuh beberapa perusahaan yang ngejalanin program-program menanam pohon? Kalo baru ditanam jatohnya pencegahan, kalo dilakukan penghijauan itu berarti tindakan koreksi.

Nah, itu juga merupakan salah satu cara menahan air supaya tidak sia-sia. Karena once air sudah ke laut, akan terjadi proses yang sangat panjang lagi supaya air tersebut dapat bertransformasi lagi menjadi air hujan. Tapi jangan cuma nanem pohon aja, perawatannya juga penting lho! Oke, sebagai penutup, saya mau bagi-bagi trivia tentang air yang mungkin gak semua orang tahu, supaya makin banyak yang tahu, supaya air bisa makin terjaga. Enjoy! :)

Trivia:

  1. Jika keseluruhan air di bumi diibaratkan sebagai 100 liter air, maka air yang bisa dipakai untuk kehidupan sehari-hari hanyalah 1 sendok dari 100 liter air tersebut.
  2. Air itu tidak akan berkurang, tapi berubah bentuk atau tidak bisa dipergunakan
  3. Pemanfaatan air tanah yang kurang baik membuat penurunan muka air tanah di Jakarta mencapai 10-12 cm/tahun.
  4. Cairan pembersih toilet yang  bisa menghambat proses pembusukan di septic tank, jadi minimalisir penggunaannya.
  5. Limbah yang paling merusak air bersumber dari perusahaan-perusahaan besar? SALAH! Yang paling mencemari malah limbah rumah tangga karena tidak ada undang-undangnya sama sekali.

Water is more critical than energy. We have alternative sources of energy. But with water, we have no other choice.

PS: Postingan ini diikutkan untuk post berjamaah dengan geng Travel Bloggers Indonesia di hari air, 22 Maret 2015. Silakan berkunjung ke blog mereka di bawah ini.

42 thoughts on “Apa Itu Ketahanan Air?

  1. seno says:

    Wow..informatif banget nih. Keren keren… *empat jempol* *plis bonus uang bulanan* xD

    1. seno says:

      Btw jadi kamsudnya kalo air yang sampe ke laut udah gabisa dipake, berarti ujan yang hasil dari laut gakbisa kepake juga airnya? Terus di kolom trivia ada pernyataan bahwa air bisa berubah bentuk. Maksudnya apa? ^^

      1. titiw says:

        Eh, baru nyadar ada komen lagi.. bukan gak bisa dipake lagi.. tapi untuk bisa dipake lagi akan lamaa dan makan waktu yang gak sebentar.. Air berubah bentuk? Belajar gak waktu SD kalo air itu bisa menguap? Itu kan berarti berubah bentuk.. JAdi misalnya kamu numpahin air ke lantai, terus kering sendiri. Bukan berarti airnya hilang, tapi berubah bentuk.. gitu nak..

    2. titiw says:

      Apa ituhhhh cuma komen2 gini doang.. *kasih jatah bulanan*

  2. Maharrani says:

    Hemat Air.
    Ini yang paling gampang dan bisa dilakukan semua orang.
    saya juga udah mempraktekkannya :D
    Selanjutnya mungkin kepengen coba buat lubang biopori.
    Kebetulan ada Oom yang suka bercocok-tanam
    Kalo udah sukses nanti ku share di blog-ku ya :)
    Thanks Kakak Titiw untuk pencerahan air-nya

    1. titiw says:

      Sama2 kakak Maharrani.. Kadang2 orang mikirnya hemat air adalah sesuatu yg mengawang2. Padahal kalo kita preaktekkin sehari2 gak sulit kok. Misalnya aja, kalo ambil air untuk minum, jangan sampe sisa.. Can’t wait to read your new post! ;)

  3. dewi says:

    kalau untuk rumah tangga yang lahannya sempit2 trus kadang sistem pengairannya udah diatur sama developer, sbaiknya gimana yah cara nya biar tetep bisa menahan air biar ga terbuang, plus ga bikin rumah kebanjiran? #nanyaserius

    1. titiw says:

      Nah, kalo udah diatur developer kadang sulit ya mbak.. Tapi di mana ada kemauan pasti ada jalan. Seperti tulisanku di atas, coba bikin pnampungan air, seperti gentong gede gitu (jangan lupa ditutup biar menghindari dari jentik2 nyamuk). Kalo ujan, gentong itu dibuka sehingga bisa menahan air, yang mana air itu bisa dipake untuk nyiram tanaman, dsb, tanpa harus ambil air keran/tanah. Semoga membantu.. :)

  4. Bieb says:

    Wooaagghh..gitu ya bu guru..!!
    Oiy…yg aq sebelin sekarang tuh banyak pohon udah tinggi2 dna besar2 eh ditebangin cm krn pembangunan jalanan. Udah gitu kontraktornya bilang hini: “Tiap 1 pohon yg ditebang akan diganti 10 pohon”. Klo cm ganti doank sih gampang. tapi klo ga dirawat, gimana pertanggung jawabannya tuh?? *cuih*
    Makasih infonya ya bu…
    Moga makin banyak org yg sadar untuk menghemat air :)

    1. titiw says:

      Itulah.. kadang mereka gak mikir kalo untuk jadi pohon yang akarnya sudah kuat itu butuh tahunan. Dan yang sulit dari nanem pohon bukan nanemnya, tapi perawatannya hingga mereka tumbuh besar, kuat, dan menahan air. Yap, semoga makin banyak orang yang aware akan hal ini ya..

  5. Nico Hermanu says:

    Tanya: “air tawar jika sudah menyatu dengan air laut, sudah tidak bisa digunakan lagi.”

    1. Bukannya awan sebagai

    1. titiw says:

      Wah, komennya kayaknya gak sampe selese nih. Tapi aku ngerti kok.. HEhe.. Anywaym aku salah tulis. Maksudnya bukan sudah tidak bisa digunakan lagi, namun akan sulit digunakan lagi karena prosesnya yang cukup panjang. terima kasih sudah mampir ke sini mas Nico. :)

  6. ismiaprial says:

    wah, tante titiw skrg jd ahli hidrologi. Bntar lagi pst jd ahli tsunami (air dlm jumlah yg lbh besar)

    1. titiw says:

      HAha.. bukan ahli.. sekedar share.. kita kan care.. ;)

  7. nonadita says:

    Kalau air laut disuling aja piye tiw? Mahal ya?

    1. galeshka says:

      @nonadita, mahal. jangankan air laut, air tawar yang udah dihilir aja biaya penyulingannya mahal. makanya perusahaan air botolan itu pada milih merampok air di mata air di daerah pegunungan. yang sebenernya ga kalah merusaknya sih, karena siklus air yang tadinya bisa mengalir dan digunakan untuk banyak kepentingan umum, dipotong semena-mena, bahkan rakyat sekitarpun ga kebagian.

      1. titiw says:

        @galeshka: Hehe.. kayaknya ada yang sensitif banget nih.. Ada gak sih bukti yang bener-bener terjustifikasi bahwa perusahaan air botolan itu merusak siklus air dan bikin rakyat sekitar gak kebagian..? Aku berusaha netral di sini, soalnya aku pernah liat proses simulasi pengambilan air gitu, dan masyarakat mengambil air permukaan, sedangkan kalo perusahaan2 ngambilnya yang di bawaaaaah banget.. yuk diskusi.. :)

    2. titiw says:

      Yep, mahal. Aku inget waktu SMA, ada praktikum yang menyontohkan penyulingan air minum. Destilasi ya istilahnya..? Dan aku inget guruku waktu itu bilang “Untuk nyuling air sesedikit ini mahal banget, apalagi untuk nyuling air laut.” Kalo masalah biaya sih tepatnya kurang tahu tepatnya ya.. Mungkin ada yang bisa bantu di sini..? :)

  8. jensen99 says:

    Disini saya tinggal dimana air bersih masih relatif melimpah. Walau PDAM sering macet tapi air sumur pompa jernih dan tak pernah habis.

    Permasalahan soal air sederhana sih di tempatku, masyarakat pribumi, yang menguasai alam (tanah ulayat) dari gunung hingga laut, kurang menghargai cadangan air. Pembakaran hutan/daerah penghijauan dengan semena-mena hingga gundul (lagi); pembukaan lahan pertanian di pegunungan sumber air; pembangunan perumahan di daerah resapan; danau yang menyempit karena reklamasi & erosi sedimen dari sungai, dan sungai2 (terutama di komplexku) yang dianggap sebagai tempah sampah alami. Emang kalo kesadaran aja gak ada, mo diapain juga percuma. :|

    1. titiw says:

      Di sini tuh di mana Omm..? Biar pembaca pada tau doong.. Hehe.. :) Maksud dari kurang menghargai cadangan air tuh bisa didefinisikan? Apakah make air dengan seenaknya? Nah.. dari dulu aku heran sama pembakaran hutan deh.. Maksudnya mau bikin lahan kosong dengan cara cepat? Orang2 kebanyakan gak berpikir panjang ke depan ya kalo dibakar malah akan merusak tanah dan ekosistem sekitarnya.

      Eh, komplekmu dianggep tempat sampah alami..? maksudnya semacam bantar gebang..? x) Setuju denganmu. Mau sebanyak/sesedikit apapun air di muka bumi, kalo gak ada kesadaran emang akan sia-sia. Tapi bukan berarti gak mungkin. 1 orang urusin 1 orang aja, yaitu diri sendiri. Gak usah urus orang lain, semoga hal itu bisa menyelamatkan air dan lingkungan dimana kita hidup, tinggal, dan cari makan sehari-hari. :)

      1. jensen99 says:

        eaaa.. gak penting pembaca gak tau saya dimana, yang penting titiw tau. :mrgreen:

        Maksud dari kurang menghargai cadangan air tuh bisa didefinisikan?

        Kurang menghargai daerah2 yang merupakan sumber atau penampungan air. Misalnya gunung2 yang dipenuhi mata air; sungai2 yang mengalir keluar dari situ; sampai danau Sentani yang jadi muara seluruh sungai dari Cycloops.

        Maksudnya mau bikin lahan kosong dengan cara cepat?

        Seringnya malah gak niat begitu. Babat rumput, trus tumpukan rumputnya dibakar, trus apinya menjalar ke lereng2 perbukitan terdekat, trus pohon2 muda hasil program penghijauan jadi hangus semua. :(

        Eh, komplekmu dianggep tempat sampah alami..?

        Bukan komplexku, tapi sungai di komplexku. Ketimbang menunggu truk sampah lewat, penghuni lebih suka buang sampah mereka kesitu. Pikirnya kan nanti kalo air naik saat hujan lebat semua sampah2 itu bakal hanyut… ke laut. :evil:

        1. titiw says:

          Wuahahaha.. Keren euy ngejawabnya. Point per point. Hahh..? Sampah dihanyutin..? Biar ke laut..? Kesian ekosistem laut.. ikan2 yang kelibet plastik.. burung-burung yang kebeset kaleng.. :'(

  9. ika says:

    Saatnya utk ga terus2an ngambil air dari sumber air atau air tanah ya.. Tapi harus sudah mulai memanfaatkan teknologi utk mendaur-ulang air, atau menyuling air laut… Selain terus menerus mengingatkan, eh maksa, masyarakat pengguna air untuk ga sewenang2 sama air..
    Paling sebel deh klo di acara2, ada air kemasan dalam gelas yang ditinggal gitu aja, padahal baru diminum sedikit…

    1. titiw says:

      Beuuh.. toss dulu dong mbak.. Aku paliiing sebel kalo orang2 yang ambil air kemasan gelas, cuma diminum seisep trus ditinggal. Mungkin karena ragu yang mana punya dia ya..? ckckckck.. Di sini harusnya perusahaan air bisa kreatif ya, gemana kek caranya supaya gak ketuker, haha..

      Nah itu dia mbak.. teknologi mahal, dan siapa yang bisa jamin ketika (misalnya) air laut yang sudah disuling bisa dihemat-hemat juga..? Malah mungkin karena orang2 mikir air bersih banyak, malah makin disia-sia airnya.. Huhuhu.. *sedih*

  10. @zizydmk says:

    Wah.
    Thanks untuk postingan ini Tiw. Pas banget aku juga lagi nyari-nyari info seputar konservasi air….
    Memang kalau kita tidak ada action dari sekarang, kita bisa kesulitan air bersih nanti.

    1. titiw says:

      Betul.. dan orang2 harus paham mbak, gak sekedar tahu tanpa implementasi.. :)

  11. rotyyu says:

    Kalau menurut aku pemerintah harus bikini peraturan yg ketat masalah penebangan dan pengalihfungsian hutan. Kalau perlu kita ga usah jualan kayu lagi lah.

  12. ahlul wakti says:

    Mari kita budayakan gerakan hemat air, caranya bermacam-macam dan bisa dilakukan oleh siapapun. Bagi para petani alokasikan air secukupnya saja alias proporsional sesuai kebutuhan jenis tanaman, jangan sampai meluber dan terbuang percuma. Bagi seluruh anggota keluarga, matikan kran jika sdh tidak diperlukan atau ganti krannya jika sdh bocor, bathup atau shower di kamar mandi jauh lebih boros, maka gunakan ember saja yg jauh lebih irit, jikasedang mencuci maka detergen nya secukupnya saja agar membilasnya cukup menggunakan sedikit saja alias tidak berulang-ulang. Buatlah sumur resapan atau biopori di halaman rumah, hal ini untuk meninggikan muka air tanah dan mengurangi banjir di lingkungan kita. Bagi anak-anak kita didik untuk budaya hemat air melalui kegiatan lomba mewarnai atau simulasi, limbah rumah tangga adalah juga penyebab pencemaran lingkungan. Para penambang agar tidak membuang limbahnya sembarangan, air irigasi sudah mulai tercemar sebagai dampak pemberian pupuk berlebihan dan kegiatan tambang yg tidak terkontrol. Dampaknya akan dirasakan oleh anak cucu kita. Mari kita mulai dari diri kita secara massal dan masiv.

  13. indri juwono says:

    wah, ini mirip banget dengan bahasanku. air memang harus di-keep, diperlambat supaya tidak begitu saja mengalir ke laut, apalagi saluran-salurannya kurang mencukupi…
    save water too, yes!

    1. titiw says:

      Yes, makanya konsep kanal banjir itu sebenernya kurang cocok karena makin bikin los air yang ada. Yang paling bener sih nyehatin tanah, tanam pohon dan rumput, biar air itu nyerep..

  14. Badai says:

    Di Bogor sekarang sudah banyak pedestrian dengan tempat duduk untuk beristirahat. Apakah saya senang? Tidak! Karena jalanan yang tadinya berumput kini dibeton semua T_T

    Byw nice post, kak Tiw! Very informative!

    1. titiw says:

      Yaaah iya ya, dengan dibeton, air jadi gak bisa meresap lagi ke dalam tanah. Thank you kak Badaaai :)

  15. Adlien coolz says:

    Ulasannya menarik kak. Memang banyak yang tidak sadar bahwa air bisa habis. hiks. harus disadarkan dengan cara apalagi bahwa aku mencintaimu.. #eh #malahgalau. #kabur

    1. titiw says:

      kaaak nyebut kaaak.. sini minum air dulu.. *kasih air laut*

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now