Traveling

Air Terjun Bantimurung yang Tersohor

Friday, 13 January 2012

Jika kamu jomblo, seringnya di rumah sendiri aja sambil nonton acara jalan-jalan di televisi, pasti kamuh kamuh pernah mendengar nama Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung di daerah Maros, Sulawesi Selatan yang terkenal dengan kupu-kupu dan air terjunnya. Setelah saya membahas museum dan penangkaran kupu-kupu, saatnya bercerita tentang air terjunnya yang sohor!

Alkisah, di daerah tersebut ada manusia pertama yang datang dan bertapa selama 40 hari 40 malam. Namanya? Karaeng Bantimurung. Itulah asal-usul nama Taman Nasional yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari airport Sultan Hasanuddin ini. Iya segitu doang emang asal usulnya, gak usah minta nambah. Sekilas saya melempar pandangan, Bantimurung betul-betul cantik penataannya, namun kurang dipelihara kayak bini ke-2. Misalnya saja, kolam renang untuk anak-anak kurang bersih, belum lagi minimnya tempat sampah sehingga membuat pengunjung makin terjustifikasi untuk buang sampah sembarangan.

Kolam renang anak

Musholla Bantimurung yang desainnya unik

Dari bawah, kami menyusuri TN ke atas. Jadi kalau ke sini, bisa melihat-lihat museum kupu-kupu terlebih dahulu, ke arah kolam renang anak-anak, barulah sampai ke air terjun dengan tinggi 15 m dan lebar 20 m, yang bentuknya seperti seluncuran kolam renang yang besar. Terlihat banyak anak-anak sekolah yang main seluncuran dengan ban besar. Hati-hati saja, karena saya tidak melihat ada orang yang berjaga-jaga di sana.

Ini dia air terjunnya!

Selepas dari air terjun, kita harus menaiki anak-anak tangga lagi, dan berjalan menelusuri pohon-pohon besar dan aliran air berwarna hijau gradasi biru yang indah. Menurut para penjual minuman di sana, jika sedang musim buah (seperti rambutan, mangga, sukun hutan), maka monyet-monyet sering muncul. Malah katanya waktu dulu ada monyet sebesar manusia!

Jalan setapak Air Terjun – Gua Batu

Pemandangan beginian nih seiring kita ke atas. Keren!

Sampai di atas, kami akhirnya bertemu dengan danau Toakala (arti: tempat orang tua mandi), dan danau Kassi’kebo yang bagus banget, kayak segara anakan di Sempu, Malang! Jadi pengen mandi-mandi di situ deh.. Tapi tunggu dulu. Sejak tahun 2009, danau Kassi’kebo ditutup untuk umum karena.. Selalu makan korban! Ya, tiap tahun pasti ada 1 orang yang meninggal di sana. Kenapa? Karena danau ini terlihat tenang, namun ada bagian yang berbentuk palung dan pasir hisap yang membuat orang sulit keluar dari sana. Whoa!

Danau Kassi’kebo. Perhatikan kupu2 yang berkumpul

Masih kurang cukup dengan kupu-kupu, air terjun, dan danau, naik sedikit lagi, dan kamu akan menemukan Gua Batu. Di mulut gua, banyak orang yang menawarkan penyewaan senter untuk masuk ke dalam gua yang dingin tersebut.

Gua Batu

Total perjalanan dari bawah ke atas memakan waktu kurang lebih 30 menit ditemani angin semilir, kepakan kupu-kupu dan suara tonggeret. Oh ya, jika ingin bermalam di Bantimurung, bisa coba penginapan Bungawana dengan harga 100.000/malam. Sayang agak kotor padahal view-nya oke. That’s all for Bantimurung, nantikan tulisan selanjutnya, masih dari Makassar!

Notes:

  1. Dari bandara Sultan Hasanuddin, kami menyewa angkot seharga Rp 90.000 untuk ke sini. Bisa juga dari bandara sewa Avanza seharga Rp 150.000
  2. Lebih baik berkunjung ke sini di pagi hari agar tidak terlalu panas. Selalu pakai sunblock dan siapkan juga topi dan uang receh untuk jajan.
  3. Harga Tiket Masuk Taman Nasional Bantimurung: Rp 10.000
  4. Harga minuman rata-rata 1,5 kali lebih mahal dari harga normal

15 thoughts on “Air Terjun Bantimurung yang Tersohor

  1. seno says:

    Itu danau yang pertama cakrp banget, kaya telaya warna di kaki Gede. Terus itu si bapak2 itu manusia apa penampakan? Burem gitu.. x)))) desain tempatnya asik yah, sayang banget kalo sampe ga terawat aka banyak sampah…

    1. titiw says:

      Itu bukan danau.. Aliran air dari danau, yang kalo ditelusuri menuju ke air terjun. Hooh, sayang kalo gak terawat..

  2. ung says:

    kebetulan lagi di sulawesi nih, bisa jadi pilihan buat berlibur..

    1. titiw says:

      Waaah.. Wajib ke sini. Nanti sekalian mampir ke Gua Leang-Leang ya! :D

  3. budiono says:

    oh makanya aku gak tau, lha sudah gak jomblo lagi sih xixixx…

    1. titiw says:

      Syiit.. belagu bangett… *keplak*

  4. didut says:

    paragraf awalnya memang bikin pengen jitak titiw *JITAK*

    1. titiw says:

      Ahahaha.. *Tangkis pake setrikaan*

  5. Angga says:

    tempatnya bagus dan terfasilitasi ya, jadi banyak yang diliat
    harusnya klo di jaga dan di promosiin lebih giat
    biar yang tau bukan cuma jomlo yang seringnya di rumah *eh*

    1. titiw says:

      Hooh.. Biar jomblo2 bisa juga main2 ke sini supaya dapet jodoh.. *eh*

  6. loewyi says:

    Kapan yach aku bisa kesana???? ngumpulin duit dulu ah…. :D

    1. titiw says:

      Semoga duitnya kekumpul dan bisa traveling ke tempat indah ini ya.. :)

  7. kak titiw berfoto di belakang papan informasi yang saya bikin dengan teman teman saya dulu semasa Di SMK Kehutanan.. *maaf tulisannya agak aneh, nulis dipapan gak semudah menulis diatas kertas,.. hehe
    ternyata kita pernah berada di tempat yang sama ya kak.. hhe

    1. titiw says:

      Wah baru tau kaak. Kereeen! :D

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now