Traveling

Candi Peninggalan Buddha di Karawang-Batujaya

Thursday, 22 March 2012

Apa yang ada di pikiran kamu jika mendengar kata “Candi”? Sebuah bangunan megah dengan bahan bebatuan yang dibuat secara presisi, kebanyakan di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya? Pikiran seperti itu yang persis ada di kepala saya jika mendengar kata candi. Namun Jawa Barat yang dianggap “miskin” candi ternyata menyimpan banyak situs-situs yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

Sebut saja candi Cangkuang di Garut, situs Banangun dan Pananjung di Ciamis, Bojongmenje di Bandung, hingga Cibuaya dan Batujaya di Karawang. Kebetulan minggu lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi situs Candi Jiwa dan Candi Blandongan, yaitu candi peninggalan Buddha di Karawang-Rengasdengklok, tepatnya di Kecamatan Batujaya.

Wilujeng Sumping! :)

Begitu sampai di komplek Situs Percandian Batujaya, saya memasuki satu ruangan yang bisa dibilang museum atau tempat dimana beberapa benda-benda peninggalan sejarah setempat disimpan. Tidak terlalu banyak, karena menurut penjaga di situ, sebagian besar disimpan di Museum Nasional, Jakarta. Saya memang menyebutnya museum, namun plang di depan yang ditulis dengan gegap gempita memiliki judul: “Selamat datang di Gedung Penyelamatan Situs Batujaya”.

Museum Batujaya

Ada total 32 candi yang terletak di Kecamatan Batujaya dan Cibuaya, nah yang ada di Batujaya ini yang sudah dipugar adalah candi Jiwa & Blandongan, sedangkan yang lain-lain belum dipugar. Diteliti tahun 1985, Candi Jiwa dipugar tahun 1996, sedangkan Candi Blandongan baru dipugar tahun 2002. Menurut Ibu Eha pengurus di sana, dana operasional didapat dari Kementrian Pariwisatan.

Bagian Dalam Museum Batujaya

Selain museum, tempat ini juga menyediakan balai pertemuan, kamar mandi yang bersih, dan juga warung. Selepas mengisi buku tamu, foto-foto, dan baca-baca penjelasan di sana, berkelilinglah saya di dalam museum. Ternyata di bagian tengah museum, terdapat sepasang meriam milik VOC tahun 1770, yang ditemukan tahun 2006. Sebelumnya, meriam disimpan di Polres Karawang, hasil temuan dari nelayan. Kurang lebih 20 meter dari museum, terlihat sebuah gundukan tanah, yang ternyata itu adalah sebuah candi pula! Candi tersebut bernama Segaran 4 (karena terletak di Desa Segaran, Batujaya).

Meriam Peninggalan VOC

Lihat gundukan itu? Itu candi, lho!

Dari museum, berjalanlah menuju Candi Jiwa yang hanya kira-kira berjarak 150 m. Ada 2 opsi, berjalan melewati hamparan sawah nan hijau sambil foto-foto bareng siput-siput dan capung, atau melewati jalanan yang sudah dicor dengan cara keluar museum dulu dan sedikit memutar. Saya memilih berjalan melewati sawah, dan sampailah di Candi Jiwa. Candi Jiwa berukuran sedang, terbuat dari bata merah, dipagari, dan lumayan rapi. Jika kamu ingin masuk lebih dekat, minta saja bapak penjaga warung di samping candi untuk membukakan pintu. Konon candi ini suka didatangi oleh orang-orang yang menginginkan “sesuatu”. Pokoknya mistik-mistik gitulah.

Jalan Setapak Menuju Candi

Candi Jiwa

Dari Candi Jiwa, jalan lagi sekitar 50 m, sampailah kita di Candi Blandongan yang lebih besar sedikit dari Candi Jiwa. Meskipun dipugar tahun 2002 (lebih baru dari Candi Jiwa), namun keadaannya kurang begitu elok dipandang mata. Kotor, ada saluran air yang merendam beberapa bagian candi, hingga ada bedeng yang nggak jelas buat apa. Mungkin candi ini mau dipugar kembali agar lebih bagus? Semoga saja begitu. Ingin hati mengunjungi candi di Cibuaya, namun letaknya yang jauh memupuskan harapan itu. Semoga masih ada kesempatan untuk mengunjungi candi-candi lain. Oh ya, Perjalanan ke candi ini bisa jadi alternatif one-day-trip untuk kamu yang berada di jakarta dan sekitarnya lho. Mong!

Candi Blandongan

Notes:

  1. Cara menuju ke sana: masuk tol Bekasi, terus ke arah Karawang, keluar di pintu tol Karawang Barat. Melaju terus ke arah Rengasdengklok, nanti banyak plang arah menuju kawasan Candi di Batujaya. Lebih detailnya, liat tulisan INI. Tidak disarankan naik angkot atau motor. Mobil yang dibawa harus agak tinggi, karena ada beberapa bagian jalan yang rusak dan agak tinggi.
  2. Berangkat sekitar pukul 9:30 pagi dengan mampir untuk ke minimarket dan ambil uang di ATM, saya sampai di daerah tersebut sekitar pukul 12:30.
  3. Pake sunblock & topi kalo gak mau gosong
  4. Sekedar tips, jika kamu mau membantu perekonomian warga setempat dimana kamu traveling, gak usah muluk-muluk. Cukup dengan membeli suvenir kecil di sana, ataupun dengan membeli minum yang ada.
  5. Kalo sempet, di perjalanan menuju candi ada Vihara Budha Sasana di sebelah kiri. Coba main-main ke sana.
  6. Museum dibuka setiap hari pukul 8 pagi, tutup pukul 16.00 atau 17.00 ataupun sampai Maghrib. Jika tanggal merah, hari Jumat museum ditutup.
  7. Detail info, hubungi: Ibu Eha di 0858 9004 4826.

Happy traveling!

20 thoughts on “Candi Peninggalan Buddha di Karawang-Batujaya

  1. seno says:

    Keren, apalagi foto lompatnya, canggih banget yang foto. Btw soal naik angkot/motor, kayaknya lebih baik naik itu kalau dibanding naik sedan atau mobil ceper. Karena dengan naik angkot, peluang mobil rusak lebih kecil, karena angkotnya yang rusak x)) dan kalau naik motor asal pintar pilih jalan pas dah mau masuk batujaya bakal oke2 aja. Sama jangan lupa bawa makanan. Karena setelah pasar bakal susah cari tempat berhenti (mobil) dan jarang ada warung. Adanya cuma kali :D tumben nih aku komen panjang benerrrr hahahahaha

    1. titiw says:

      Wah, kamu kok tau aja sih..? Udah pernah ke sini juga ya..? hahaha.. Mantaplah tipsnya.. Temen2, silakan tips tambahannya dari Om ini ya.. :D

        1. titiw says:

          Kacang buncis encle.

  2. budiono says:

    jalan-jalan terus tiwwwwww…

    1. titiw says:

      Pastinyaaa.. cusss!

  3. emfajar says:

    baru tau di karawang juga ada candi, keren nih objek travellingnya :)

    1. titiw says:

      Ya kan..? sebelumnya juga aku gak tau ada candi di daerah ini..

  4. tya says:

    gilingan! ini cewe eksis banget sih, kemana kemana kemana kemana, tiap minggu ada aja kemana *goyangin kecrekan*

    eh poto terakhir kewl deh bisa lumpat tapi gak kliatan cdnya, ajarin dunk tante *menjura* hihihi

    1. titiw says:

      Di manaaa di manaaa.. di manaaa.. *masukin receh dalem beha* Gyahahahaha.. Aku kan si-jago-lompat-tanpa-keliatan-CD-sejawa-bali mbaknyah.. Nanti kita les pripat deh.. ;)

  5. dansapar says:

    huwooo dari dulu pgn ke sini tp g jd2, kmrin keinget lg untuk ke sini gara2 baca ekspedisi citarumnya kompas

    jadwalin ah…

    1. titiw says:

      Oh, kamu juga emang pengen ke sini juga kak? Siap2 jalanannya kurang mulus.. Bawa tjefuk yaa.. :D

  6. thalique says:

    endingnya, nga lupa gaya andalan yha kak…

    1. titiw says:

      Haha.. Ini mah cuma loncat2 doang. Kalo yang meroda, di pantai ajahan.. :D

  7. kerajaan tertua di indonesia bahkan dunia menurut penelitian modern jaman sekarang adanya di tatar sunda

    1. titiw says:

      Oh ya? Terima kasih untuk infonya. :)

  8. mushoddiq says:

    alhamdulillah saya sudah 2x kesana, mantaaaf banget, nenek moyang kita sudah buat candi 1500 tahun yang lalu. buat teman yg belum kesana silahkan lihat. trims.

    1. titiw says:

      Terima kasih sudah berkunjung kak. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now