Titiw Inside

The Hosting Story

Sunday, 27 May 2012

This is just a log, since maybe the event will be part of this website’s history and hopefully we can all learn from it.

Beberapa hari yang lalu situs titiw.com ini tidak bisa diakses karena disuspend oleh penyedia layanan hosting. Menurut orang-orang dukungan teknis, domain titiw.com memberatkan server sehingga terpaksa di suspend. Seperti yang diketahui bersama, titiw.com menggunakan jasa shared hosting yang artinya 1 server di gang bang rame-rame oleh banyak domain. Salah satunya adalah titiw.com.

Setelah melihat log trafficnya dari google analytics dan awstat, titiw.com memang rame, tapi tidak se-rame itu sehingga seharusnya tidak memberatkan server. Rata-rata traffic per harinya adalah 400 – 500 unique visitor. Traffic dengan angka tersebut sudah sejak bulan Maret. Jadi seharusnya tidak masalah karena tidak ada peningkatan pengunjung, malah stabil. Tiba-tiba ada email bilang kalau titiw.com memberatkan server sehingga di suspend.

Saya masih bersikeras menggunakan hosting tersebut dan minta di unsuspend untuk melakukan pemeriksaan. Saya update WordPress ke versi terbaru (3.3.2.). Kemudian semua plugin saya update, plugin yang tidak terpakai saya buang, database di optimize, kemudian setelah itu saya install W3 Total Cache untuk mekanisme caching. Quick note for non technical reader: W3 Total Cache menyimpan hasil render PHP sehingga web yang sudah pernah di render tidak dibuang dan alih-alih merender ulang halaman, pengunjung bisa melihat cachenya sehingga seharusnya meringankan beban server (biasanya mysql daemon).

Tapi ternyata caching tidak juga banyak berpengaruh dan saya kembali menerima peringatan. Confusing, No?

Akhirnya cuma ada pertanyaan yang tidak terjawab:

  1. Apa yang menyebabkan situs titiw.com menjadi lebih berat? Apakah traffic? Karena traffic stabil dan tidak ada peningkatan.
  2. Karena shared hosting, mungkinkah ada situs lain di server sama juga yang lebih memberatkan?
  3. Apakah shared hosting tersebut begitu banyak di gang bang sehingga penyedia hosting mengabaikan QoS? We’ll never know.

Dan yang paling annoying adalah, Technical Support tidak memberikan solusi malah menyarankan kita untuk upgrade ke paket yang lebih mahal lagi (paket VPS yang sebulannya gope’an). Ah, mendadak orang-orang MLM terasa lebih ramah daripada Technical Support di hosting yang sebaiknya tidak disebutkan namanya.

Akhirnya kita memutuskan pindah ke rumahweb. Domain and data transfer was painless and the site now run smoothly. Traffic masih sama 400 – 500 unique visitor per day (puzzling, no?). W3 Total Cache masih terpasang untuk memastikan pengunjung me-load website dengan cepat.

Jadi, kalau memilih hosting harus hati-hati. Ada yang bagus ada yang jelek dan ada yang curang, ada juga yang marketingnya kalo ngomong muter-muter dan membingungkan user non teknis. Thanks for reading, have a nice sunday.

6 thoughts on “The Hosting Story

  1. seno says:

    Yeay udah bisa lagi!! \m/ btw itu bahasamu teknis sekali.. *gak ngerti* :)) dan baru ngeh di share tab nya udah ada pin it! Jieh!.. XD congrats dear akhirnya bisa diakses lagi blognya

    1. titiw says:

      Maaf kalau menipu beb.. Tapi ini tulisan mas Anggit.. Dan yes, udah ada pinterest share button! :D

  2. tya says:

    oohh ini ceritanya kenapa blog kamu (kliatan) gak apdet2 beberapa minggu yang lalu *manggut2* untung skrg udah bs diakses lagi yah, horeeee!!!

    1. titiw says:

      IYEEEH! KEKIII! Hahahaha.. Makasih darla.. Senang deh banyak komen jebrat jebret langsung dari kamu! :D

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now