Traveling

Menelusuri Sejarah Cina di Museum Benteng Heritage

Tuesday, 7 August 2012

Museum Benteng Heritage merupakan harta terpendam yang dapat kamu ubeg-ubeg di daerah Pasar Lama, Tangerang. Ya, siapa sangka museum ini dapat kamu temukan di dalam pasar beceknya? Diresmikan pada tanggal 11-11-2011, dengan masuk museum kamu bisa flashback sejarah Tionghoa lama, trivia-trivianya, khususnya di Indonesia. Oh ya, untuk jalan-jalan di dalam museum ini kamu akan dipandu seorang guide, yang mana ongkos guide sudah termasuk dengan HTM. Tapi nggak haram lho kasih lebih langsung ke guidenya yang sangat informatif. Kalo bisa pilih yang Cina cakep. x)

Museum Benteng Heritage sebelumnya adalah rumah tinggal & direstorasi tahun 2009 dengan tujuan mulia, agar anak-anak muda lebih paham sejarah. Sebelum berjalan-jalan di dalam museum, kita akan diberitahukan bahwa di Museum Heritage Benteng kita tidak boleh berfoto & memegang barang-barang yang kebanyakan sangat antik dan dibawa langsung dari Cina.

Mengapa? Soalnya kalo dipegang-pegang mereka minta bayaran lebih dong! Gila lu nek main pegang-pegang aje. Nggak deng. Karena tangan kita berkeringat dan korosif sehingga barang-barang akan cepat rusak jika sering dipegang. Dari cerita dan gambar di museum, terlihat banyak percampuran budaya di Indonesia. Jadi, nggak ada tuh ceritanya Cina ya Cina doang. Ada akulturasi yang dijus halus di dalamnya.

Penampakan depan museum

Di lantai 1 bangunan yang sudah berdiri dari tahun 1600an itu, kita diperlihatkan foto-foto Tangerang Lama di tahun 1952, hasil foto dari Ayah Mr. Udaya, pemilik semua barang-barang antik di museum Benteng Heritage. Terlihat dari materialnya, bangunan dibuat dari benda-benda mahal kelas 1. Lihat saja reliefnya, tengok rangka besi-besi asli yang kokoh, bahkan lantainya pun masih asli! Ada pula ukiran-ukiran bergambar buah yang jamak ditemui di ukiran Demak. Inilah yang saya maksud dengan akulturasi di atas.

Setelah puas melihat-lihat lantai 1, mari kita naik ke lantai 2, jangan lupa untuk melepas alas kaki. Di atas, kita bisa melihat banyak tulisan-tulisan mengenai sejarah Cina Benteng, siapakah penulisnya? Adalah Oey Kim Tiang (OKT), orang yang penting dalam sejarah dokumentasi kebudayaan Cina Benteng. Kenapa? Karena ia adalah seorang budayawan, sastrawan, intinya ia adalah pencatat. Ia mencatat semua berita, artikel, dan sejarah Cina Benteng di masa lalu. Ini makin menjustifikasi bahwa tulisan akan terus abadi meskipun sosok yang menulis sudah tiada lagi.

Jalan menuju pojokan lain, kami ditunjukkan benda-benda masa silam seperti perangko sebelum ada PT POS, koin bantam serenceng, kompas penentu Feng Shui, Sempoa, alat ukur, timbangan, batu tulis dari grafit (yang kata guide lebih mahal harganya dari GTab!) dan alat-alat antik lainnya. Ada hal yang menarik di pintu menuju balkon. Pintu ditutup (tanpa dikunci), dan kita ditantang si guide untuk membukanya. Saya coba, temen-temen saya coba, dan nggak ada yang bisa buka! Ada misteri apa di balik ini? Saya sih udah tau, tapi kamu wajib ke sana untuk menemukan misteri di balik pintu yang sulit dibuka ini. Hehehe..

Stiker anti vampir? :D

Di balik gempita sejarah Tionghoa, ada pula culture yang mengerikan. Ingat bounded feet? Ya. Tradisi membuat kaki wanita Cina menjadi kecil dengan memakai sepatu yang diikat. Alasannya sih memang kalo kaki kecil itu terlihat cantik, namun hal itu sebenarnya adalah alibi dimana wanita Cina tidak boleh ke luar rumah sehingga harus menjalani proses menyakitkan tersebut! Tidak hanya melihat alat-alat dan mendengar sejarah yang bikin mulut lebar kamu makin lebar, kita juga jadi belajar sejarah dari Laksamana Cheng Ho, laksamana keturunan Persia yang memiliki nama asli Muhammad He. Kata si guide, kapal beliau ini gueda banget, lebih gede dari lapangan bola. Oke, sekarang kalian bisa bilang “WOW”.

Teman & pemandu

Gemana, seru kan ke museum yang gak terlalu jauh dari Jakarta ini? Selain belajar tentang sejarah, kita juga bisa membeli buku lengkap mengenai apa-apa saja yang ada di museum, suvenir, dan juga Kecap Benteng, kecap tertua di Indonesia yang pabriknya masih beroperasi sejak tahun 1882. Yuk jalan-jalan ke Tangerang dan temukan berbagai tempat yang menyenangkan!

Kecap Benteng

Trivia:

  • Kenapa Tangerang disebut Benteng? Karena dulu Masjid Agung di sana adalah benteng. Itu kenapa ada sebutan Cina Benteng.
  • Tau gak kenapa Dewa-nya orang Cina banyak? Karena mereka bukan Tuhan (God), tapi orang yang bijak/berderma (Sage).
  • Pintu-pintu di rumah dulu dibuat berat agar anak-anak kecil tidak gampang membukanya.
  • Apakah betul batik berasal dari Indonesia? Karena Batik sudah ada di kamar Kaisar Cina pada tahun 600an. Tahun dimana Indonesia belum kenal tulisan.
  • Cina punya prosesi bakar “uang neraka” itu maksudnya bukan sebagai uang jajan orang yang sudah meninggal, tapi buat nyogok raja neraka supaya yang sudah meninggal itu masuk surga.

Notes:
Jam operasional Selasa – Jumat pk 13:00 – pk 18.00, Sabtu – Minggu pk 11.00 – pk 19.00, Senin tutup. Jadwal Tour dari pukul 13.00 s/d 18.00 dengan guide, sekitar 45 menit dengan jumlah setiap rombongannya dibatasi 20 peserta. Pulang dari sini, rugi kalo gak mampir dan foto-foto di Klenteng Boen Tek Bio & minum es serut segar di depot es Bun Tin yang berjarak tidak jauh dari museum. Happy Traveling!

Tarif Masuk:

  • Umum : Rp. 20.000
  • Pelajar/ Mahasiswa: Rp. 10.000
  • English Language Tour: Rp. 50.000

Contact:
Jl. Cilame nomor 20, Pasar Lama
Tangerang 15118, Banten – Indonesia
Tel./ SMS +6221 445.445.29
email: info@bentengheritage.com

← Next Post
Previous Post →

13 thoughts on “Menelusuri Sejarah Cina di Museum Benteng Heritage

  1. zam says:

    museum di Jakarta aja belom abis, eh ini ada juga yg di Tangerang. nice inpooohh!

    1. titiw says:

      Wajib ke sini Zam. Kamu pasti suka deh. Di kawasan pasar lama ini juga oke2 pemandangannya untuk berinstagram ria.. :D

  2. Farchan says:

    kak..ini menarik sekali, ada balutan sejarahnya..kesana ah pankapan..

    1. titiw says:

      Thanks kak. Wah kayaknya baru kali ini kamu komen di blog aku ya? Hahaha.. Jangan lupa juga wisata kuliner di pasar lama ini..

  3. seno says:

    CIBEN FTW!! Ngahahahahaha iya ini museum tersembunyi tapi keren! Sayang ada beberapa ruang terkunci ya..

    1. titiw says:

      Ciben apa Cibeng? Aku ingetnya sih Cibeng! :)) Iya ada ruangan yang terkunci tuh, salah satunya ruang koleksi kameranya Mr. Udaya, ngitip dari luar sih kayaknya menarik dan mendorong bangeeet..

  4. anita says:

    aku udah pernah nih.,
    datang ke MBH..
    pengen berkunjung lagi.. :)
    ga bosen

    1. titiw says:

      Waah.. seru kan yaa.. hehe.. Banyak tahu sejarah tangerang dan Cina benteng di sana.. :)

  5. dekisugi says:

    oke, tar gw cari Cina yg cakep. menarik juga. terima kasih infonya.

    1. titiw says:

      Wuahaha.. happy hunting!

  6. Albert Ghana says:

    wahh seru banget nih museum, sebagai pencinta budaya Tionghoa harus banget kesini… Segera susun itinerary jabodetabek nih….

    1. titiw says:

      Udah ke sini kakkk jadinya? :)

Leave a Reply to Farchan Cancel Reply

Your email address will not be published.

Latest

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now