Events

Gejolak Konser Indo 80s

Tuesday, 18 September 2012

Siapa di sini yang lahir tahun 70aaan? *ada yang angkat tangan malu-malu di belakang*
Siapa di sini yang lahirnya tahun 80aaan? *angkat ketek*
Siapa yang lahir tahun 90aan? Sini sama tanteee.. Wuahaha..
Kalo ngomongin masalah angkatan dan jaman, dari dulu mah pasti selalu aja ada debat kayak debat Cagub yang ngocol itu. Yang satu bilang jaman 80an paling oyeah, ada yang bilang 90an adalah masa-masa paling indah, masa-masa di sekolah.. *nyanyik*

Lepas dari rahmat saya yang gede di taun 90an, saya mengakui kalo musisi-musisi hebat memang ditemukan di tahun 80an. Makanya, tanpa ragu saya dateng ke acara Konser Indo 80s yang diadain di Tenis Indoor Senayan hari Sabtu (15/9) kemarin. Apa sih Konser Indo 80s ini? Diprakarsai oleh kakak-kakak dari SMA 82 jakarta dan kak Artha Bangun mantan penyiar kondang itu, konser Indo 80s punya misi untuk bikin reuni 80an dengan menghadirkan musisi dan DJ yang gilang gemilang di tahun 80an.

Selain itu, acara ini juga punya tujuan mulia yaitu membantu anak Indonesia, dengan mengadakan amal buku & uang. Dengan nyumbang 1 buku anak atau Rp 15.000, kamu sudah bisa dapat kaos di sini. Datang dengan geng Inmark (Adhi, Ibnu, mbak Eny) dan beberapa orang karib, konser Indo 80s bener-bener mengguncang perasaan saya! Gemana nggak, baru aja masuk ruangan konser, udah dihajar sama lagu-lagu dari Trie Utami yang malam itu terlihat seperti miniatur Anggun. Suaranya mak.. Never judge someone’s voice by their appearance. Badan boleh cilik, tapi pitch control masih megang! Penonton juga joget2 dan berdiri dari kursinya ketika lagu “Primadona” dinyanyikan Mbak Iie.

Tuker buku dapet kaos

Dari Trie Utami, beralihlah kita ke musisi yang agak nanggung eranya. Antara 80 dan 90. Personelnya ada Capung, Danny, Fatur.. Betul, Java Jive! Mendendangkan 4 lagu, duet antara Danny & Fatur masih maut. Apalagi pas di lagu Gadis Malam & Gerangan Cinta. Saya bener-bener karoke sama temen-temen karena apal semuanya, mamen! Gacuma musisi-musisinya aja yang gokil. Para tamu yang dateng juga menggilaa! Ada Marcell, Glenn Fredly, Becky Tumewu, Shelomita, sampe Loemongga ex Gadis Sampul yang mukanya masih cerah ceria.

Java Jive

Masih dengan gejolak kawula muda yang membuncah, panggung diisi lagi oleh sekelompok penyanyi yang udah punya kelas, Elfa’s Singer. Sayangnya malam itu tidak tampak Yana Yulio ya, sehingga panggung kurang bergetaaaar dan bervibraaa.. Tapi namanya juga udah puluhan tahun di dunia musik, Elfa’s Singer masih bisa mempengaruhi penonton udah berdansa di lagu “Pesta”. Bicara tentang musik 80an, tidak bisa lepas dari band-band cover, seperti Solid 80 yang membawakan lagu2 Queen. Nah, saat “We Are The Champion” berkumandang, seorang personel band narik seseorang dari deretan penonton, dan siapakah orang itu? Basuki Cahaya Purnama a.k.a Ahok, sodara! Calon Wagub DKI Jakarta! Sadislah! Gini dong calon pemimpin.. Kalo emang suka beli tiketnya sendiri tanpa ngarep gratisan karena statusnya Undangan. Jangan kayak saya ini yang pengennya gretongan terus. Hihi..

Ahok on the stage!

Salah satu performance yang juga betul-betul menghibur adalah penampilan dari Imaniar, penyanyi era 80an yang ngefans abis sama Michael Jackson dan gerakan-gerakan tarinya terinspirasi dari Alm. King of Pop tersebut. Meski sudah cukup berumur, Imaniar tetap terlihat atraktif dan semangat, meskipun suaranya sudah agak ngos-ngosan. Di satu point, ia bernyanyi lagu “Beat It”, tapi apa daya.. Di pikiran cemen saya yang ada kok malah lagu “Cepirit”nya Warkop yang dinyanyiin Kasino? :)) Yang jadi hilite saat Imaniar nyanyi juga karena ada 2 abg2 seger yang jadi backing vocalnya dan bocah cilik yang jadi rappernya. Siapa mereka? Ternyata mereka adalah keponakan Imaniar dan yang jadi rapper itu si Malcolm, anak dari Imaniar sendiri. Seruuu!

Kalo ditanya siapa George Bensonnya Indonesia, ada yang tau gak siapa? Clue lagunya: “Engkau bukan yang pertama.. Tapi pasti yang terakhir.. di cintamu.. Kutemui arti hidupku..” Yak betul, Mus Mujiono! Dengan template muka yang gitu-gitu aja dari jaman dulu, beliau menyanyikan beberapa lagu, tak lupa scat-scat sedikit ala Al Jarreau. Ciamiklah. Dari Mas Mus (halah masmus), adrenalin penonton langsung naik lagi dengan penampilan dari Titi DJ. Duh, kangeeen banget sama lagu-lagu Titi yang lama, yang mostly ciptaan dari si mantan pacar, Indra Lesmana. Entah kenapa Titi selalu mention-mention Indra di panggung. Apakah dia CLBK? Cinta Lama Belum Kelaaar? Ahahahaha..

Para penonton

Dari tadi musisi terus yang saya sorot, tapi ya pemirsa.. Di konser Indo 80s tersebut juga ada DJ-nya! DJ Olly Tandjung tepatnya, yang megang di Ebony kala itu kalo kata Ida Arimurti & Artha Bangun selaku MC. Somehow lagu-lagu dugem ala 80an kok tetep enak didenger dan gak bikin pusing ya? Lebih ke klasik disco dan sekali lagi.. Saya tau lagu-lagunya! Gyaaah! Misalnya aja ada Boy Next Door, Silent Morning, sampe Silver Moon. Kalo kata tante Eny yang berdandan kayak Meriam Bellina, joget anak 80an tuh sopan. Hadep-hadepan, bikin satu saf rapih, dan joget santai tanpa meliuk2 ala tari India. Seru banget yaaa.. :D

Band cover naik lagi, kali ini Acid Speed Band yang bawain lagu-lagunya Rolling Stone muncul digawangi oleh Rico Korompis yang mukanya emang rada mirip sama Mick Jagger. Angie & I Can’t Get No Satisfaction dibawakan dengan bersemangat oleh opa-opa itu. Oh ya, yang bikin salut.. Hampir semua lagu diiringi oleh Audiensi Band. Bayangin deh band-band pengiring ini, harus apal banyak lagu, tau kapan si penyanyi mau improve, dan lain sebagainya. Two thumbs up untuk Audiensi Band.

MC: Ida Arimurti & Artha Bangun

Capek abis teriak-teriak, saatnya panggung tenang dan auranya berubah jadi lebih manis dengan kehadiran 2 D alias Deddy Dhukun. Mas Deddy ini memang dari dulu gak berubah ya.. Mukanya.. Sapaannya yang khas, dan suaranya pun masih empuk. Di lagu “Masih Ada”, dia narik Glenn Fredly untuk ikut bernyanyi. Bahkan Deddy juga turun panggung untuk interaksi langsung dengan penonton. Sampe temen saya si Abim bilang “Kalo gw kawin, wedding singernya Deddy Dhukun aja!” Eh saya juga sempet foto sama doski pas minggu lalu di Obsat lho, dan asal tau aja, angle favorit Deddy Dhukun itu muka bagian kanan. Jadi kalo mau foto bareng dia, siap-siap dia pindah ke sebelah kanan.

Mas Deddy! Kyaa!

Gak afdol nampaknya kalo di bulan September nggak ada lagu September Ceria. Siapa lagi yang membawakan kalo bukan Vina Panduwinata yes. Dan harus diakui, lagu tersebut merupakan salah satu lagu terindah dengan lirik terbaik dari sekian banyak lagu Indonesia, versi saya. Setelah Vina, tampil Harvey Malaiholo yang sudah malang melintang di festival musik di luar negeri. Tapi sebelum Vina turun, mereka duet dulu di lagu “Begitulah Cinta”. Manis. Sangat manis. Malam makin larut dan masih ada 2 musisi lagi yaitu Fariz RM & Cockpit Band. Terus terang Cockpit Band adalah 1 penampil yang saya tunggu-tunggu karena lagi pengeeen banget sing along lagu-lagunya Genesis. Tapi apa daya, saya harus pulang, kalo nggak nanti dimarahin sama mamamu, dicap jelek sama keluargamu. *Slank tahun 90an kaliii..*

Geng 80s

Kesan pasca nonton Konser Indo 80s, entah saya harus seneng atau sedih ngeliatnya.. Sekian banyak musisi 80an yang berkualitas, saya kok agak hopeless dengan musisi jaman sekarang ya..? Apa saya aja yang tua karena selera lagunya lebih condong ke jaman dulu? Ah, tapi seperti roda, masa kejayaan musik pasti berputar. Siapa tahu tahun depan muncul darah-darah muda yang dapat menggebrak lagi kancah musik nasional kita. Amin. Sekian laporan pandangan mata saya yang memble tapi kece dari acara Konser Indo 80s, cing!

PS: Seru kali yaa kalo bikin Konser Indo 90s. Hayo, siapa musisi yang wajib tampil di sini? ;)