Traveling

Laskar Kelor Penyelamat Bahasa Konjo

Monday, 8 April 2013

laskar kelor

Apa itu bahasa? Secara gamblang, bahasa merupakan alat komunikasi, faktor penting dalam bermasyarakat. Tanpa bahasa, komunikasi mungkin tidak dapat berjalan lancar. Namun yang jarang digarisbawahi adalah: Bahasa sebagai sebuah jati diri. Mungkin ada yang menghighlight-nya, namun sepertinya bahasa sebagai sebuah jati diri hanya digarisbawahi dengan stabilo hijau murahan yang tintanya mulai kering.

Padahal, dengan ratusan bahasa yang tersebar di negara tercinta ini, kita bisa tahu jati diri seseorang. Orang tersebut medok, bisa jadi ia orang Jawa. Ia sulit membedakan huruf P dengan F, mungkin saja ia orang Sunda. Yang menyebut Ikang Fawzi menjadi Ikan Fawzi? Rata-rata orang Bugis dari Sulawesi Selatan.

Mempersempit bahasan kita tentang bahasa, kunjungan saya ke Sulawesi Selatan sekitar 1,5 tahun yang lalu menyisakan cerita tentang penyelamatan sebuah bahasa. Yaitu Bahasa Konjo, yang biasa dipakai di daerah Kajang, Bulukumba. Di manakah Kajang? Sudah saya bahas sedikit mengenai suku Kajang di SINI. Sebelum saya sampai di desa Kajang, saya dan teman-teman sempat beranjangsana dengan wartawan setempat yang bernama Andika Mapassomba.

Ia bercerita bahwa bahasa Konjo dari Kabupaten Bulukumba sudah mulai terkikis. Mengapa? Karena anak muda di sana mulai malu memakainya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut opini saya yang tidak ada hubungannya dengan JS Badudu, bahasa Indonesia memang penting sebagai bahasa persatuan. Namun, bahasa daerah pun masih tetap diperlukan sebagai kekayaan budaya bangsa yang harus tetap dilestarikan.

Lebih jauh lagi, Andika yang merupakan wartawan Radar Bulukumba menjelaskan bahwa ia dan beberapa temannya berusaha tetap menghidupkan atau “mengkonservasi” bahasa Kajang tersebut. Caranya? Membuat beberapa lagu dengan bahasa Kajang dengan cara yang “ngepop”. Nama band mereka: “Laskar Kelor”.

Mengapa kelor? Karena menurut orang Kajang, Daun kelor itu adalah daun favorit mereka, dan banyak fungsinya untuk kesehatan ataupun yang berhubungan dengan hal-hal mistis. Saya pribadi salut dengan Laskar Kelor yang ingin melestarikan bahasa Konjo. Mendengar lagunya, sangat kental dengan kearifan lokal, daerah-daerah yang menjadi icon di Bulukumba, dan menurut pandangan subjektif saya, lebih jelas visi misinya dari lagu-lagu pop mendayu-dayu ala melayu.

Biar lebih asoy, berikut saya share 1 lagu dari Laskar Kelor: “Kitajangma ri Bira (Tunggu Aku di Bira)“. Gak usah merhatiin videonya karena memang belum dibikin secara pro, tapi pasang kuping untuk mendengar lagunya. Ini cara Laskar Kelor menyelamatkan Bahasa Konjo. Lalu, bagaimana cara kamu melestarikan sebuah bahasa..? :)

4 thoughts on “Laskar Kelor Penyelamat Bahasa Konjo

  1. tya says:

    GILEEE keren banget si mas andika ini, kita butuh pemuda2 yg peduli kebudayaan kek doi, dan peduli lingkungan kek kamu dear, dan peduli harga bawang kek akuh, hihi

    1. titiw says:

      Aku dari dulu peduli sama kamu.. tapi kamunya gak pernah ada hati sama aku.. *lho*

    2. andhika mappasomba says:

      makasih yah…. doakan tetap lestari bahasa ibu kami

  2. andhika mappasomba says:

    makasih yah…. doakan tetap lestari bahasa ibu kami

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now