Events

Anugerah Jurnalistik Aqua 2012

Sunday, 21 April 2013

Water is more critical than energy. We have alternative sources of energy. But with water, we have no other choice.

Quote tersebut pernah saya tulis juga di SINI ketika saya meracau tentang ketahanan air. Air memang gak bisa dipisahin dari kehidupan sehari-hari kita. Nah ngomongin air ini, Kamis (18/4) kemarin saya sempat diundang ke acara Anugerah Jurnalistik Aqua (AJA) 2012 yang diadakan di Museum Satria Mandala. Eh, kok namanya 2012, bukan 2013? Typo? Bukan.. Memang penghargaan ini diberi tajuk 2012 karena perlombaannya sendiri diadakan selama tahun 2012 dengan teman “Air & Kehidupan”. Mendengar kata “Jurnalistik”, pasti yang terbayang adalah penghargaan untuk wartawan media mainstream seperti media cetak dan elektronik. Jangan sedih, ternyata Aqua juga memberi penghargaan terhadap blogger yang ikut lomba karya tulisnya. Sebagai blogger, pastilah saya ikut tersanjung satu sampai tersanjung 13. *eng.. bukan ngomongin sinetron kaak..*

Di acara tersebut, saya datang tepat pukul 19:00 dan langsung disuguhi buffet yang enak-enak. Sayang sebelumnya hujan turun cukup deras sehingga membuat venue outdoor yang harusnya keren, jadi basah dan becek. Padahal nggak ada ojek. Belum lagi acara jadi molor beberapa saat. Namun hati jadi lebih riang ketika acara dibuka oleh Katakita band yang memainkan beberapa lagu-lagu yang familiar di kuping seperti Iris ataupun Just The two Of Us. Hiburan disambung dengan dancer-dancer dan perkusi yang cukup atraktif. Pas saya nengok-nengok ke kursi orang penting, ternyata Bapak Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, udah dateng. Selain beliau, muncul pula Bapak Bambang Harimurti tokoh pers dan pimpinan Aqua Group, Ibu Parmaningsih Hadinegoro.

Venue di Satria Mandala

Sambil ngemil salad, saya mendengar Ibu Parmaningsih menjelaskan bahwa total partisipan dalam AJA 2012 adalah: 577 orang yang terdiri dari 353 jurnalis dari 169 media massa dan 224 blogger se-Indonesia. Wiih.. Banyak bow.. Ya iyalah. Secara hadiah untuk pemenang ke-tiga sebesar 7 juta, pemenang ke-dua 10 juta, dan pemenang pertama: 15 juta rupiah. Saya ulang: LIMA BELAS JUTA RUPIAH. Ih, bisa buat DP Gedung buat kawinan banget tuh. *ih kok kode ya* *tolong kodenya ditangkap bagi yang bersangkutan*

Sebagai acara utama, MC mengumumkan beberapa pemenang Karya Tulis (Cetak dan online), Karya Foto, Liputan Televisi, Karya Blogger, dan juga Penghargaan Khusus. Ketika blogger Dahli Ahmad diumumkan sebagai juara pertama, saya lirik si Bapak langsung mencium istri dan anaknya yang setia mengantar ke acara AJA 2012. Awwwh, so sweeet.. :’) Hiburan lainnya apa lagi? Eish, ada Efek Rumah Kaca, kakak! Perdana nih saya lihat pertunjukan live mereka. Dan di penghujung acara, tampillah Romy Rafael sang ilusionis memukau penonton akan aksi-aksinya yang harus saya akui, cukup bikin angguk-angguk kepala karena kagum. Sebagai goodie bag, saya diberi lampion unik yang bisa ditekuk-tekuk yang berasal dari botol bekas AQUA yang dibuat oleh si kreatif, Bob Lampion. Akhirul kata (duileh orde baru bener akhirul kata..), selamat untuk para pemenang, semoga di tahun ini saya juga bisa ikut berpartisipasi! :)

(c) Image 2

Previous Post →

12 thoughts on “Anugerah Jurnalistik Aqua 2012

  1. Bieb says:

    LIMA BELAS JETI *zoom in zoom out*
    ckckckckck
    Klo buat DP Gedung aja mah kegedean mba’ Tiw..
    Sekalian atuh buat DP cateringnya :D

    1. titiw says:

      HAha, tenang Bieb.. kalo aku udah mau kawin *amin* nanti aku tanya2 sama kamu.. Bumil sehat selalu yaa.. :)

  2. didut says:

    BTW tetep gak mudeng genre musik efek rumah kaca =)))

    1. titiw says:

      Aku pun lebih suka denger dia gak live.. Haha.. *piss abang2 ERK*

  3. Wow, hadiahnya gede banget ya… #mupeng #ngiler

    1. titiw says:

      Eym.. kamu gak ikutan..?

  4. rasehaM says:

    Ay, ada info gak apakah Aqua akan mengeluarkan produk berupa Air Kering?

    1. titiw says:

      Wait. What..?

      1. rasehaM says:

        Bentuk dari air kering itu mirip gula bubuk. Tiap partikel dari air ini berisi tetesan air yang dikelilingi lapisan pasir silika. 95 persen dari air kering adalah air basah/liquid. Mungkin teknologinya belon nyampe Indonesia kali yak.

        1. titiw says:

          Ooh.. ya secara logika mungkin bisa mengasup zat2 yang kita butuhin, tapi kalo gak glek glek glek gitu, gak puas gak sih..?! :))

  5. tya says:

    salut banget sama pak dahli, karyanya bagus dan menginspirasi, harusnya arsitek juga berperan besar dalam mengendalikan konsumsi air di lingkungan binaan ciptaannya loh

    1. titiw says:

      Betul. Semoga banyak orang2 yang mau berkarya bagus lagi kayak gini ya. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now