Traveling

Kapal Phinisi Made In Bonto Bahari

Tuesday, 11 February 2014

Indonesia Timur makin ke sini makin dilirik oleh para traveler yang makin haus akan pantai-pantai ciamik dan landscape-landscape indah. Misalnya saja Sulawesi Selatan yang sudah terkenal dengan cantiknya Pantai Samalona, sunset Pantai Losari yang selalu mengundang untuk berkali-kali mengabadikan gambar di depannya, hingga pasir putih Tanjung Bira yang memanggil-manggil sukma yang resah. *serr* Di bulan Oktober 2011 (iya iya baru sempet nulis sekarang), saya dan teman-teman ACI sudah nawaytu untuk mengunjungi Tanjung Bira yang sudah direncanakan. Namun secara tidak sengaja kami melihat pemandangan yang mendebarkan dari atas tebing. Apa itu menyeruak di bagian depan? Biru. Putih. Berdesir. Pantai yang super indah! Kami yang baru saja pulang dari Desa Kajang meminta pak sopir untuk mampir dulu ke pantai itu. Pokoknya mampir pak sopir! *biar berima ajah* Tak dinyana, pantai yang kami hampiri adalah Pantai Pangrangluhu yang merupakan tempat dibuatnya kapal Phinisi!

Kami mau ke sini!

Kami mau ke sini!

Jadi, jika kamu memang berniat untuk mengunjungi Tanjung Bira, mampirlah sebentar ke desa Bira, yang merupakan sentra pembuatan Kapal Phinisi selain ada juga di daerah Tanaberu . Phinisi, kapal tradisional suku Bugis ini konon mampu mengarungi tujuh samudera besar di dunia. Memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar. Jumlah tersebut berkaca dari 2 kalimat syahadat dan tujuh buah layar merupakan jumlah dari surat Al-Fatihah yang termaktub dalam kitab suci umat Islam. Oh ya, nama kapal ini sebetulnya adalah Pinisi, tapi disebut phinisi untuk menyesuaikan dengan lafal Inggris.

Bonto Bahari 1

Ketika saya bertanya dengan penduduk sekitar, memang sebagian besar masyarakat di pesisir Bonto Bahari bermata pencaharian sebagai pekerja perahu phinisi. Wait, memang berapa sih harga kapal phinisi yang sudah jadi? Bervariasi. Dari ratusan juta rupiah, hingga 10 milyar per kapal, tergantung bentuk, fungsi, waktu pengerjaan, dan tingkat kesulitannya. Malah katanya ada bule yang mau membikin phinisi untuk kapal pesiar, dia minta jadi hanya dalam waktu 6 bulan. Itu juga beda lagi hitungannya. Dalam pembuatannya pula, dengar-dengar mereka tidak memakai standar yang baku. Pake feeling dan ada ritual tersendiri. Ritual macam apa? Bisa dibaca selengkapnya di SINI. Namun menurut Indra guide kami di sana, makin ke sini makin banyak orang yang beragama sehingga menganggap ritual tersebut musyrik. Karena itu, ritual seperti itu semakin ditinggalkan.

Phinisi Ship

Phinisi Ship

Bonto Bahari 2

Apa yang bisa dilakukan di Bonto Bahari?

  1. Wara wiri bara bere di pantainya yang berpasir putih dan lembuuut dan tentunya meroda! \m/
  2. Foto-foto proses pembuatan kapal phinisi
  3. Naik kapal Phinisi yang sudah separoh jadi (jangan lupa minta ijin dulu)
  4. Main-main sama anak-anak sekitar yang gundul-gundul dan cukup manis. (trik dari Kak Nunuk: bawa stiker, iming-imingi, kalo mereka udah deket, itu berarti kita sudah menguasai mereka! Huaahahahah!)
  5. Bikin video lucu-lucuan (ok lebih tepatnya norak-norakan) tentang pembuatan kapal phinisi seperti yang saya dan Oke lakukan
Pedofil alert!

Pedofil alert!

Bagaimana dengan jarak tempuh ke Bonto Bahari? Jika melihat google maps, jaraknya kurang lebih 200 km dengan waktu tempuh 4-5 jam jika memakai mobil. Itulah sedikit cerita bagaimana saya bisa datang dan melihat-lihat pembuatan kapal Phinisi di Pantai Pangrangluhu Desa Bira, tepatnya di Kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Enjoy these cocky videos, and happy traveling! :)

""
""

4 thoughts on “Kapal Phinisi Made In Bonto Bahari

  1. rasehaM says:

    Kapan ya bisa ke Sulsel. Biasanya Pinisi dibuat dalam waktu brp lama, kak?

    1. titiw says:

      Iya dong kak.. Ke sulsel jangan cuma ngendon di airportnya doang. Pinisi bisa disesesaikan dalam 6 bulan, dan setau aku itu lumayan cepet. Ada yang sampai 1-2 tahun jika rumit dan gede.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now