Traveling

Ada Angry Birds di Museum Antonio Blanco

Sunday, 25 May 2014

Angry Birds akhirnya menyerang Indonesia! Dan sasaran serangan pertamanya adalah pulau yang banyak wisatawannya! Di manakah itu? Di mana lagi kalau bukan Bali! Ubud! Aaaaaa! JEDER JEDER! DUDUDUDUDUDUDUDUTTT! (ceritanya bom) *CUT!*

Oke oke, barusan hanya angan-angan saya sebagai manusia dalam dunia fana yang suka bermain game Angry Birds. Kenapa deh jadi ngomongin Angry Birds? Jadi, sewaktu jali-jali impulsif trip ke Bali beberapa waktu lalu bersama sohib saya Widya, kami menyempatkan diri untuk ke museum yang pastinya sudah sohor di telinga kamu-kamu yang pernah ke Bali, yaitu Museum Antonio Blanco.

Tiap tamu dikasih bunga di pintu masuk

With the man himself!

Saya yang sudah excited ke sana, menjadi lebih semangat lagi karena ternyata museum ini memiliki lahan outdoor yang luas! Lahan outdoor itupun disulap menjadi sebuah arena bermain untuk burung-burung. Kalo yang punya pinter sih, bisa juga disewain buat area private wedding. Lah, kenapa gw jadi ngatur idup orang yak.

Hello birds!

Mungkin sudah banyak artikel yang membahas mengenai siapa itu Antonio Blanco, seperti apa gaya lukisan dan karya-karya lainnya, ataupun sejarah Antonio Blanco yang menikahi Ni Rondji dan sempat difilmkan di salah satu TV Swasta. Namun saya mau membahas para Angry Birds yang bermukim di sini. Sebenarnya, burung-burung di sana santai dan skut, cuma aja karena warna-warna si burung yang bervariasi, saya jadi inget Angry Birds. Heuheuheu.

Harus terlihat santai..

Meskipun burung-burung di sini relatif jinak, tapi cengkramannya cukup kuat dan membuat kulit bisa merah-merah. Apalagi kalo kamu memakai baju dengan bahu terbuka dan tipis ala turis-turis Bali yang make baju asal-asalan. Soalnya pas di sana baju Widya sempet ditarek sama paruhnya si burung Nuri dan kita tereak-tereak panik macem di felem horor murahan, sedangkan si burung woles aje kek gak ada apa-apa. Lalu, ada tipe burung macam apa saja di halaman museum? Nuri, kakaktua hitam, golden macau, dan berbagai jenis lain. Jangan takut berdekatan dengan para burung dan mengabadikan foto-foto bersama mereka, karena mereka cukup jinak.

Tariik!

Hanya satu pesan dari si bli penjaga burung, jangan mengelus kepala burung-burung tersebut. Hayo, kira-kira apa yang terjadi kalo kita ngelus kepala si burung? *JREENG* Mario Blanco, putra dari Antonio pun memiliki ketertarikan terhadap burung sehingga ia pun mengembangkan penangkaran burung jalak bali.

Another view of Blanco Museum

Selain taman burung, tentunya ada pula galeri lukisan, teater mini, toko souvenir, dan area parkir yang luas. Sebelum atau setelah bercengkrama dengan burung-burung, jangan lupa juga nikmati welcome drink yang disediakan di Rondji Restaurant dengan panorama Ubud dari atas yang mengagumkan. Adios and happy traveling!

Cheers!

Notes:

  • How to get there: Kalau kamu sudah menginap di Ubud, ke sana bisa dengan mudah naik taxi. Kalau dari arah bandara Ngurah Rai, waktu tempuh bisa 1-1,5 jam dengan naik mobil sewaan. Sedangkan jarah tempuh sekitar 39 km.
  • HTM: Rp 50.000 (International) – Rp 30.000 (Domestic)
  • Operational hours: Buka tiap hari 09.00 – 17.00, termasuk hari libur nasional
  • Klik google map

Museum Antonio Blanco
Jalan Campuhan, Ubud, Bali – Indonesia
Email: a-blanco@indo.net.id
Phone: (0361) 361 975502 / 975502

7 thoughts on “Ada Angry Birds di Museum Antonio Blanco

  1. rasehaM says:

    Hanimum kemarin aku ke Ubud dan Villa ku juga deket banget sama Museum Antonio Blanco ini. Museum ini merupakan salah satu daya tarik Ubud selain rafting, tari-tari-an, dan sepedaan.

    1. titiw says:

      Kok sama sih? Kemarin juga pas Hanimun, villa aku deket sama antonio blanco. Apa jangan2 kita hanimun bareng ya..? :D

  2. Tya says:

    aku blom pernah ksini cyiinn, ntar deh kapan2 kalo ke bali lagi, hihi

    1. titiw says:

      Perasaan tiap baca blog kamu, kamu lumayan sering deh ke bali. Apa itu sebenernya postingan tentang trip yang itu itu juga..? Nyeheheheh..

  3. Michael says:

    Kirain angry bird beneran, ternyata kakatua warna warni.. Babinya ada gak, mba? :D

    1. titiw says:

      Babi mah bukan buat dilihat. Dimakan! :)) *eh*

  4. erin says:

    Kaaa boleh dibisikin ga dikasih brp sm nagma hehehe biar aku bisa nawarnya pas gitcuuu…. soalny ditawarin sm dia 5 komaa padahal nih logika aja emas logam mulia 99 aja 480an masa 4gr emas putih plus 5gr perak bisa 5 koma…. hiksss nangis darah budget tipis ke erin.restriana@gmail.com kasih tips nya y ka hehe thankyou

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now