Traveling

Instastory: Filosofi Hidup Suku Kajang

Wednesday, 10 December 2014

rumah-ammatowa

 

KESEDERHANAAN. Itulah inti dari filosofi hidup suku Kajang, suku yang terdapat di Sulawesi Selatan, tepatnya di kabupaten Bulukumba. Foto ini saya ambil di tahun 2011 di saat saya berkesempatan untuk sowan ke rumah Ammatowa atau kepala adat. Rumah Ammatowa terletak di bagian Kajang daerah dalam, suku adat yang masih memegang teguh prinsip-prinsip hidup sederhana tanpa teknologi. Wanita di sebelah kiri itu adalah Ombu, istri dari Ammatowa, dan anak-anak di sebelah kanan adalah cucunya yang masih melihat ke arah kami dengan rasa penasaran yang tinggi.

Menurut orang-orang di sana, rumah bagian dalam Ammatowa tidak boleh dipotret. Oleh karena itu, saya hanya memotret bagian luarnya saja setelah kami berkunjung dan ngobrol-ngobrol dengan Ombu dan anaknya. Saya masih ingat rasa kue gula merah yang disuguhkan kala itu. Sederhana saja. Namun kesederhanaan itu tampaknya memang dapat meredam monster ketamakan yang biasa merongrong dalam jiwa. Semoga sang waktu bisa memberikan sebagian kecil dari dirinya agar suatu saat saya dapat menikmati lagi kue gula merah yang disuguhkan Ombu secara sederhana kepada kami.

Gandaria, 10 Desember 2014

6 thoughts on “Instastory: Filosofi Hidup Suku Kajang

  1. Michael says:

    Wah, jadi penasaran apa sih isi dalam rumahnya?? Hihihihihi. Alasannya kenapa kak, gak boleh difoto? :D

    1. titiw says:

      Kepercayaan orang setempat aja sih kak. Seinget aku rumahnya tuh dari bambu dan kayu.. Di dalem kita masuk langsung duduk dan ada tungku untuk masak. :D

  2. rasehaM says:

    Gak jarang aku pengen banting setir, hidup penuh kearifan, jauh dari hiruk pikuk kota besar. Tapi 29 tahun hidup penuh kenikmatan, apa iya wong kuto bisa serta merta bertahan kalo kudu hijrah ke desa.

    Mungkin kalo di film2 atau cuma sekedar karya wisata kayanya tenang, indah, asri ya karena kita cuma sementara berkunjung. Tapi kalo aku terjun langsung hidup ke desa kayanya sulit deh.

    *cuma wondering adakah orang kota yang punya pemikiran yang sama untuk menepi karena sudah sangat muak

    1. titiw says:

      Setuju. Aku juga mikirinya gitu. Ya itu seru karena kita lagi berlibur doangan. makanya kita kudu nyari duit buat beli villa di lombok jadi bisa seenak jidat berjunjung kapanpun. *thumbs up*

  3. wahyu says:

    saya suka sekali quote :

    berdiri engkau sederhana

    duduk engkau sederhana

    dan berbicara engkau sederhana

    1. titiw says:

      Betul. Sederhana dan equal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now