Motherhood

5 Kunci Sukses ASI Eksklusif

Wednesday, 8 June 2016

SARI ASI SEHAT ALAMI

ASI Eksklusif. Di satu sisi, hal tersebut adalah momen yang paling indah di dunia. Saat memberikan ASI pada anak, Ibu dapat merasakan bonding yang sangat kuat dengannya. Apalagi kalo lagi ngASI, trus dia ngeliat kita sambil agak senyum. Bahagianya gak bisa ditaker! Di sisi lain, ASI Ekslusif merupakan momok bagi sebagian Ibu. Ibu yang mana? Ibu yang tidak bisa memberikan ASI selama 6 bulan kepada anaknya, atau ibu yang bahkan tidak bisa mengeluarkan setetes ASI pun!

Apakah betul pemberian ASI yang alami itu hanya bisa dilakukan oleh segelintir Ibu? Apakah betul ada Ibu yang betul-betul tidak dapat mengeluarkan ASI? Dalam keadaan normal, sedikit sekali Ibu yang tidak dapat memberikan ASI. Namun ada beberapa keadaan dimana memang ada Ibu yang tidak bisa sama sekali air susunya keluar, atau hanya sedikit keluarnya. Di sini saya mau share tentang apa yang sudah saya alami selama 5 bulan anak saya Rayn Sherpa lahir ke dunia.

Iya, memang perjalanan menyusuinya masih panjang. Namun insha Allah saya dapat memberinya ASI Eksklusif hingga 6 bulan. Maklum, stok ASI di kulkas udah banyak. Hehe.. Ada beberapa orang yang nanya “Tiw, lo ngasih ASI nggak sih? Apa yang bikin lo santai selama ini dalam ngasih ASI?” Heits, kata siapa saya santai? Kata siapa saya nggak keras kepala dalam memberikan ASI? Saya ngotot. Cuma aja nggak dishare di social media, jadi mungkin ini membuat orang-orang berpikir bahwa saya tidak memiliki masalah dalam menyusui.

Masalah menyusui pasti ada saja ya. Puting yang perih seperih-perihnya umat hingga bernanah? Checked. Air susu menjadi merah karena bercampur darah? Checked. Punggung skoliosis kumat karena proses menyusui yang kurang nyaman? Checked. Jahitan lahiran kebuka lagi karena buru-buru mau nyusuin anak? Checked. Semuanya saya alami. Tetapi variabel-variabel di atas malah membentuk saya menjadi ibu yang bisa dibilang cukup sukses dalam memberikan ASI pada anak.

Apa kunci sukses saya? Buanyak. Tapi kalo bisa dikerucutkan, ada 5 hal yang paling membantu kesuksesan ASI (hampir eksklusif) saya. Yuk jabarkan satu-satu, buibuuuuukk…

1. Pengetahuan Tentang ASI dan Menyusui

Apa itu kolostrum? Apa itu inisiasi menyusui dini? Apa itu hindmilk dan foremilk? Semua sudah saya pelajari jauh-jauh hari sebelum hamil. Bahkan sebelum menikah. Hamdalah saya pernah memiliki klien sebuah perusahaan yang concern dengan kesehatan ibu dan anak. Karena saya yang membuat konten sehari-harinya, maka saya berkesempatan untuk menghadiri satu seminar ke seminar lain. Sempat mewawancarai dokter, bidan, hingga profesor yang pakar dalam tetek bengek isu ibu dan anak. Itulah yang membuat saya tenang menghadapi kehamilan, persalinan, hingga proses menyusui.

For your info, ASI saya belum keluar sampai hari ke-3, hingga akhirnya hari ke-4 keluar sedikiiiiit sekali karena saya paksa pompa dengan pompa manual. ASI setetes berwarna keemasan bernama kolostrum itu langsung saya beri kepada Rayn. Apakah saya stres karena ASI tidak keluar hingga hari ke-3? Tidak. Sama sekali tidak. Karena saya tahu ibu melahirkan itu sangat wajar jika tidak dapat langsung mengeluarkan ASI. Karena saya tahu bayi masih kuat tidak minum apapun hingga hari ke-3. Bayangkan jika saya buta ilmu tentang menyusui. Ujung-ujungnya stres, baby blues, dan ASI malah semakin tidak keluar. That’s the power of knowledge.

2. Inisiasi Menyusui Dini (IMD)

IMD sangat penting dilakukan pasca melahirkan, tanpa ditunda-tunda. Berkali-kali saya ngotot bilang kepada obgyn saya bahwa saya mau IMD. Saya mau IMD ya dok. Saya mau IMD ya dok. Tanpa dikejar-kejar ¬†ya dok. Obgyn saya yang sudah ter-brain wash dengan omongan tersebut bener-bener inget hal itu sehingga ketika Rayn lahir, dokter Alesia bilang kepada bidan-bidan dan suster yang menangani “Itu si Titi mau IMD, jangan ada yang gangguin ya. Terserah dia mau berapa lamaaa“. :))

Kenapa sih kok harus ngeyel banget IMD? Karena bayi yang diberi kesempatan untuk menyusui dini akan lebih berhasil menyusui secara eksklusif, dan ketahanan tubuhnya lebih tinggi dibandingkan bayi yang tidak IMD. Selain itu, IMD juga melancarkan proses skin to skin yang menciptakan rangsangan produksi oksitosin dan prolaktin, yang berperan penting dalam memproduksi ASI. Untunglah Rayn bisa IMD selama 1 jam tanpa gangguan suster ribet yang nyuruh supaya anaknya ditimbang cepet-cepet. Thanks team yang membidani persalinan saya! :)

3. Dukungan Orang Sekitar

“Tuh bayimu nangis terus, jangan-jangan ASInya sedikit. Udah kasih susu tambahan deh!”
“Jadi ibu ya memang sakit. Gak boleh ngeluh. Gak boleh cengeng”

Duh.. Tahu gak sih kalian kalau kalimat-kalimat seperti di atas itu seperti api yang menyulut stres level dewa bagi ibu yang baru saja melahirkan? Alih-alih ASInya malah tambah banyak, yang ada malah merosot. Bukannya si Ibu jadi bahagia karena melahirkan, malah jadi kezel. Dan ironisnya, kalimat-kalimat yang menjatuhkan itu seringnya keluar dari orang-orang terdekat, bukan orang yang gak kita kenal! Seperti misalnya Ibu, suami, kakak, om, tante, dan para karib.

“Loh, tapi kan kita maksudnya baik!” Iya, iya. Tapi sebagai ibu baru, biasanya yang kayak begitu bikin panik lho. Akan lebih elok jika kepanikan itu tidak dikali 100 dengan segala masukan yang belum bisa ia cerna dengan hati mulia. *Halah* Misalnya saja, si Nenek berkata “Dulu ASI Ibu langsung keluar setelah kamu lahir. Kamu pasti bisa juga memberikan yang terbaik demi anak kamu. Jangan menyerah“. Atau suami berceloteh riang “Waaah.. Anakku belum bisa mancing ASI mama nih! Sini-sini Papa bantu dengan pijat“. Asal kalian tahu, pijat oksitosin yang dilakukan suami itu manjur untuk memancurkan ASI lho. Saya bukti hidupnya! *tarik Papoy pijetin lagi* Dengan begitu, Ibu juga lebih bahagia dan tidak merasa terbebani. Ibu tidak stres? ASI lancar car car!

4. Asupan Makanan

Di bulan-bulan pertama menyusui, ASI saya lancar-lancar aja, bahkan di bulan ke-3 sempat membuat rekor ketika pompa di kantor: 340 ml! WOW. Karena saya resign sejak bulan lalu, maka saya jadi jarang pompa. Tapi entah kenapa kok perasaan ASI gak sebanyak dulu ya? Sudah dua ribu tiga ratus lima puluh dua orang yang menyuruh saya untuk makan daun katuk pasca melahirkan. Dan saya belum melakukannya. Memang sih, daun katuk terbukti secara klinis melancarkan ASI. Tapi saya malessss banget makan si daon. Ada gak sih yang lebih simpel?

Apakah ini saatnya mengonsumsi booster ASI? Kebetulan minggu lalu saya ikut kumpul blogger yang diadakan oleh Herbatia, produk herbal yang memiliki varian SARI ASI. Sari ASI digadang-gadang dapat menjadi solusi yang sehat alami bagi ibu yang punya keinginan memberikan ASI eksklusif bagi si kecil. Dari kumpul blogger itu, saya jadi tahu kalau Sari ASI dapat memperlancar keluarnya ASI karena mengandung daun katuk asli dan biji klabet yang sehat alami.

Herbatia - Sari Asi Sehat Alami

Daun katuk meningkatkan hormon prolaktin yang memproduksi ASI, sedangkan biji klabet memproduksi hormon oksitosin si anti stres. Apakah herbal ini aman dikonsumsi? Yes, bahkan hingga diekstraksi 2x. Pembuatannya standarisasi kesehatan pula. Saya pribadi sempat mencoba Sari ASI beberapa hari lalu. Anjuran pakai 3x sehari, tapi baru coba 1 kapsul, payudara saya udah kenceng. Minum kapsul ke-dua, ASI saya rembes gak kekontrol! :)) Jadi saya bisa memberikan testimonial jujur bahwa Sari ASI ngefek akan kelancaran ASI saya di bulan ke-5 setelah melahirkan. Kalo kamu, apa booster ASI yang cocok?

5. Keras Kepala

Di awal menyusui, puting saya sobek. Groak. Nanah. Darah. Semua nyampur jadi satu. Belum lagi baby blues yang bercokol. Itu semua membuat saya hampir menyerah untuk memberikan Rayn ASI. Untunglah saya ini keras kepala. Buktinya dulu pernah main basket, jatoh kepala duluan, dan saya masih baik-baik saja. :)) Payudara sakit? Saya pompa dan taroh ASI di cup feeder untuk Rayn. Susah? Banget. Ribet? Buanget. Tapi saya gak mau langsung ngasih dia dot karena takut Rayn jadi gak mau nyusu langsung ke saya atau bahasa Koreanya tuh bingung puting. Karena anak di bawah 2 bulan masih dalam proses belajar menyusu, jadi kalo langsung kena dot takutnya dia gak mau nempel lagi dengan puting si Ibu.

Kenapa saya nggak memilih opsi minta donor ASI? Bukankah lebih gampang dan si anak tetap dapat ASI eksklusif? Iya, tapi saya merasa masih bisa. Pasti ini sakitnya cuma seminggu dua minggu. Dan betul, setelah 2 minggu saya paksakan diri agar puting ini dihisap lagi oleh Rayn, Hamdalah lama-kelamaan puting sembuh dengan sendirinya. Lagipula jika mau memberi dan menerima donor, harus benar-benar memikirkan konsekuensinya loh. Bisa cek detailnya di sini.


Kelima cara di atas adalah cara saya dalam mencapai kesuksesan ASI Ekslusif. Sudah gratis, sehat alami, gak ribet, tinggal lleeep pula. Saya aja yang ecek-ecek ini aja bisa, pasti perempuan hebat di luar sana juga bisaa! Semangat yaaa buibuk semua. Semoga tips saya ini bisa membantu kamu yang punya cita-cita mulia: Memberikan ASI Eksklusif pada sang anak.

Jika ada tips lain, boleh banget ditambahin di kolom komen. Ada pertanyaan? Boleh banget juga drop commentnya, kakak. Akan saya bantu jawab semaksimal mungkin. Gak tertutup juga jalur pribadi saya di titi.akmar(@)gmail.com untuk kamu yang mau nanya tapi malu-malu. Salam olahraga (ngenyot ASI)!

23 thoughts on “5 Kunci Sukses ASI Eksklusif

  1. Raseham says:

    Intinya jangan stres dan cepat menyerah sih. Bayi bisa tahan gak makan sampai dengan 3 hari. Kalo jelek2nya 3 hari gak keluar jg ASI nya gmn? Mungkin bisa donor tp bs jg sufor ya, selama diminuminnya pake cup feeder instead of dot biar kalo ibunya udah keluar ASI nya, si bayi gak terlanjur bingung puting?

    1. titiw says:

      Intinya sih, yang penting ibunya juga hepi. Jangan cuma mikir anaknya doang. Gitu loh kaaak

  2. Bieb says:

    Untuk yang no. 3 setuju banget tuh. Dulu pas saya hamil Raya, salah satu temen kantor bilang: Bieb, pokoknya bilang sama laki loe…jangan sekali2 bilang “Asi kamu dikit tuh…udah kasih sufor aja”. Karena omongan orang sekitar itu yg paling berpengaruh terlebih suami.
    Pentingnya cari Rumah sakit yang support ASI juga menentukan sekali. Ini yang jadi concern saya saat cari RS untuk lahiran. Karena pengalaman kk saya, karena RS nya ga terlalu support ASI, karena si bayi harus masuk incubator, eh selama di ruang incubator di kasih air gula dunk dengan alesan si Ibu blm bisa ngeluarin ASI?! Hadeuuhhh…
    Btw…info soal Herbatia…hiks…sayang bgt baru tau. Di bulan ke-9 akhirnya nyerah ngasih Sophia ASI ekslusif karena persediaan udah nipis banget. Tapi Alhamdulillah sampe sekarang klo malem dia masih nn.

    1. titiw says:

      HAAAAAh kok ngeselin banget itu dikasih air gula bieb? Emangnya RS apa sik sini bisikin.. :))
      Ini btw di foto botol asi dari kamu lho. Hehe, makasih banget yaaa.. :D

  3. Nilla says:

    Nyatanya ada aja yg ga bisa, Ti. Ga semua orang seberuntung kita dan kondisinya seperti kita. Aku jd saksi hidup beberapa sodara dan temen yg udah usaha jungkir balik tetap ASI nya ga keluar. :) Setelah melihat semua itu aku jd mikir, ASI itu kan rejeki dr Tuhan ya. Masing-masing ibu bisa dapat beda-beda. Jd kalo dapat banyak jangan sombong, dapat sedikit jangan terlalu berkecil hati. Intinya usaha dulu.

    Soal ASI booster, aku udah nyoba macem-macem dan akhirnya jd skeptis. Ga ada yg bener-bener berhasil di aku tu. :p ASI ku baru lancar kalo makan enak karena makan enak itu bikin happy! Hihihi…

    1. titiw says:

      Setuju. Aku jg pernah liat kok yg bener2 gak bisa kluar. Hamdalah aku lancar setelah jatuh bangun.. makanya ngasih tips ini. Siapa tauuu ada yg kebantu kaan? :) yang jelas aku juga gak mau jd buibuk yg self righteous dan merasa dirinya paling benar. Dan aku gak bagian dari tim yg kontra sufor atau donor. Kalau memang itu pilihan ibunya krn segala cara gak mempan.. why not? Yang penting ibu mau yg terbaik buat anak.

      Aku gampangan kena ASI booster. Minum sari asi ini ngefeek. Minum jus kurma ngefeeek. Minum daun bangun2 seteguk juga ngefeek. :))

  4. Aaaaaaak kak Titiw, makasih inpoh berhargahnya, bahagia bgt nemu bacaan ttg ASI. Doakan Tole ku juga bisa Asi eksklusif ya mamooooy :* :*

    1. titiw says:

      Aamiin. Sehat2 selalu ya kaaaak! Aku nunggu postingan kamu tentang babynya belum naik2 nih. :D

  5. pipit says:

    Tiw… ngajarin pake cup feeder gimana siiiih? Ini si Utun kalo disendokin sih udah bisa banget, tapi keknya udah makin ga sabar kalo berhadapan ama sendok… apalagi yang nyendokinnya lebih greget lagi.. udah ketebak pengen ngasih dot tuh.. :(

    1. titiw says:

      Cupnya diteken ke bibir bawahnya mbaaak biar gak bleberan. Tapi emang kudu dibiasain dari dia umur2 semingguan sik. Sendok malah aku gagal yang sendok empuk ituh. Aku pakein cup feeder umur2 dia beberapa hari sampe tetek aku membaik, jadi sekitar 2 minggu lah pakeknya. Aku pakein Sherpa dot umur 2,5 bulan ketika udah mulai masuk kerja krn kasian juga mamaku yg jagain repot kalo pake cup, secara mimiknya juga dah banyak.. Hamdalah gak bingung puting. :’)

      1. Bieb says:

        Klo aku sedikit nganalisa pengalaman aku, adek aku sama temen aku…anak bisa bingung puting karena belum kenal banget sama puting si Ibu eh…trus dapet dot yg menurut si bayik memudahkan dia. Dan bisa jadi karena puting si Ibu -maaf- tidak “memuaskan” si bayik (puting yg kecil atau rata) (ini pengalaman temenku). Karena waktu Raya alhamdulillah pke dot ga masalah. Klo emaknya plg kerja masih lebih pilih puting ibunya. Klo adekku..krn blm terbiasa sama puting ibunya tp trus akhirnya ketemu dot, eh pas ketemu puting emaknya dg keadaan asi sedikit, si bayik nangis jejeritan.

        1. titiw says:

          Iyak bieb, hamdallah aku kayak kamu. Rayn masih mau ngenyot tete akuuu meski udah dikasih dot. hihihi

      2. pipit says:

        ohhh akhirnya pake dot juga yah.. iya sih, tadinya mau pake cup feeder buat jaga-jaga orang rumah pas akoh ngantor entar… tapi takutnya ya ngerepotin itu :(( dotnya boleh sebut merk ga??

        1. titiw says:

          PAs kerja aku pake chicco kak. YAng untuk anak usia 0-4 bulan. Eh trus baru 2 mingguan pake mamaku kira dotnya ilang, padahal keselip. Jadi mama ganti pake dot Avent tapi gak tau tipe apa, dikasih tetangga. Kuncinya bener sih kata komen di atas. Kalo kena dot yang 1 trus dia gak bingung puting, jangan ganti dooot. Hehe.. Semoga sakses ya kaaak.

  6. pipit says:

    btw soal sodara sesusu, saya nanya ke seorang ulama di bandung, menurut beliau sih yang menjadi saudara sesusu adalah si bayi yang minum asi yang sama, karena si asi ini kan ikut membentuk sel atau gen atau apalah.. jadi itu penentunya.. tapi kalau ada yang berpendapat lain sih silakan.. cuma imho lebih baik nanya langsung ke ulama gituhhhh…

    1. titiw says:

      Nah, untuk soal sodara sepersusuan ini coba baca link yang aku taro di atas itu deh mbak. Lengkaaap dan jelas bangett. Itu tulisannya temenku. Ternyata si anak gak cuma jadi mahram sama si ibu susu dan anak si ibu.. Tapi juga suami si ibu susu, adek dan kakak si ibu susu. Buanyaaak. Aku juga baru tau.

  7. Aihh komplit infonya mom Sherpa :))
    Dulu ASI saya banyak karena apa ya? Kalau gak salah sih gara2 banyak makan kacang dan minum susu beruang. Hehehehehe

    1. titiw says:

      Susu beruang ngefek yaa? Hahahha nanti coba ahh kalo asi seret. yg doyan kacang suamiku, jangan2 nanti asi dia yg lancar. :))

  8. Mima says:

    Beli herbatia di mana tiw? Gue penasaran pengen nyobain asi booster kayak gitu ngaruh apa gak sama gue. Belom pernah cobain pake gitu2an gue. Kali aja langsung jadi banjir :D

    1. titiw says:

      Kemaren ada acara blogger trus goodie bagnya ini mims. Aku sih masih lancar2 aja, tapi pas udah resign jadi jarang pompa dan rasanya jadi agak berkurang aja dibanding dulu. Nyobain sih mayan ngefeeek :)) Ada kok di beberapa apotik kayak century/guardian

  9. surip says:

    Tips supaya bayi gak bingung puting:
    JANGAN PERNAH GANTI UKURAN DOT.
    Kan ada size-size-nya tuh. S (0-3), M (4-6), L (6-12). Nah. Ga usah lo ganti2. Ga usah upgrade ke size yg lebih gede. Anak gue dulu gue kasih size S terus ampe hampir setaon. Alhamdulillah gpp. Bingput itu kan kejadian krn bayi lebih milih dot drpd puting ibunya. Kenapa? Karena dot itu makin gede lubangnya makin cepet ngocornya. Makin sedikit pula usaha bayi untuk nyot-nyot. Makin seneng lah dia. Ga pake usaha, kan? Pengalaman ini juga dapetnya gak sengaja. Baru kepikiran setelah lewat masa-masa dot dan udah full pake gelas. Intinya, lo mau minum ASI yang enak? Ya dari gue. Jangan dari botol. Botol mah kecil, dikit keluarnya. Mending ama gue, ada 9-12 hole. Lebih cepet kenyang, kan? Hehehe….
    *Disclaimer: Tips tadi baru dikukuhkan oleh satu doang temen kantor gue yg anaknya bingput. Belom diujicoba di ibu-ibu laen. Belom tentu bisa dipake ibu-ibu laen juga sik. Kan kita beda-beda :D

    1. titiw says:

      Bahahahaha iya wi. Aku belum beli dot lain lebih karena jadi emak2 pelit sih jadi Sherpa masih pake dot yang usia 0-4 bulan. Lalala yeyeye..

  10. Ai zakiyah says:

    Saya lg menyusui. Suka di cekokin rebusan pepaya muda sama ibu saya. katanya bisa nambah produksi asi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now