Review

Generasi Milenial Wajib Punya Properti Sendiri!

Friday, 6 January 2017

Tips KPR Rumah

Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan generasi milenial menjadi generasi pertama yang berpenghasilan lebih kecil dibanding generasi pendahulunya.

Generasi milenial adalah generasi yang lahir diantara tahun 1980 dan 2000.

Resolution Foundation menemukan bahwa pendapatan anak muda dibawah usia 35 tahun, per tahunnya sekitar £8.000 (sekitar Rp 140 juta) lebih sedikit dibanding para pekerja generasi X ketika mereka berusia 20 tahunan.

Jika pendapatan kaum millennial mengikuti jejak yang sama dengan generasi X, pendapatan rata-rata karir mereka seharusnya sekitar £825.000 (sekitar Rp 14 milyar).

Keempat paragraf tersebut saya kutip dari BBC. Setidaknya, rasa senasib sepenanggungan saya yang masuk ke kategori ‘Generasi Millenial’ dalam urusan susahnya memiliki properti, ternyata secara sahih ada penelitiannya. Bahkan artinya, isu susahnya memiliki properti oleh generasi saya ini tidak hanya menjadi isu di Jabodetabek, akan tetapi juga telah menjadi isu di level internasional.

Sekedar share, sejak tunangan di awal 2014 dengan Mahe yang akhirnya sekarang menjadi suami, kami sebenarnya sudah mulai curi start untuk berburu properti, baik itu berupa rumah baru, rumah bekas, apartemen, atau pun tanah kosong. Riset properti kami lakukan dengan cara browsing di internet dan selanjutnya kami melakukan cek lapangan apabila lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah orang tua. Iya, rumah orang tua saya dan orang tua Mahe memang tidak terlalu jauh, hanya berjarak sekitar 4 Km.

Namun apa mau dikata sampai dengan saat ini, meskipun anak kami sudah hampir 1 tahun usianya, kami masih tinggal di rumah orang tua (saya), dan tiap weekend selalu main dan menginap di rumah orang tua Mahe. Oh ya, sejak menikah di 2014, alih-alih mau mandiri dengan cara memiliki properti sendiri, saya dan suami sempat nge-kost selama hampir 7 bulan. Jadi, hanya pengalaman nge-kost itu lah kami tinggal di properti sendiri. Itu pun, ujung-ujungnya kami kembali lagi tinggal di rumah orang tua.

Hmmm…Kedengerannya kok saya dan suami kaya gak bonafid banget ya. Eits, tunggu dulu! Kalau boleh sombong (baca: optimis dan percaya diri), sebenarnya pekerjaan suami saya itu lumayan banget untuk orang se-usianya, begitu juga pekerjaan saya sekarang. Kalau penghasilan kami berdua digabung, setelah dikurangi mandatory expenses, bisa lah buat beli spring bed bakal nambel jalanan di Kalimalang yang bolong-bolong biar jadi empuk. Ampun dah Pemerentah!

Tapi permasalahannya adalah pada kehendak suami, yang menurut dia, punya properti itu kudu deket dari rumah orang tua, yang mana rumah orang tua saya adalah di Pondok Bambu – Jakata Timur, dan rumah orang tua Mahe di Jatiwaringin – Bekasi. Tentunya juga harus deket dari kantor dia di Kuningan, yang mana menurut Gmaps, jarak rumah kedua orang tua kami tersebut ke Kuningan Cuma 10 Km – 14 Km!

Terus, apa masalah yang ada dari properti di kedua daerah tersebut? Yak, silakan ibu yang berbaju kuning dari Kelompok Terong?” “Harganya gak ketolong!” “100 buat sampeyan telah memberikan jawaban yang akurat!”.

Pengalaman paling nyaris kami dengan (hampir) jadinya membeli rumah baru, terjadi beberapa waktu lalu. Waktu itu kami bahkan sudah kasih DP ke pihak marketing developernya. Ceritanya, kami sudah cek iklan si developer di internet, bahkan yang bikin takjub, mereka juga bikin video simulasi 3-D di youtube!

Berangkatlah kami untuk cek lapangan ke Ciputat (hampir dekat Pamulang). Saat itu waktu tempuh dari Pondok Bambu – Jakarta Timur dengan menggunakan mobil sendiri, dalam kondisi hujan deras adalah sekitar 2 jam! Toll JORR macet, Lebak Bulus macet, UIN macet, wah pokoknya itu daerah juara kelasss buat kemacetannya.

Sesampainya di lokasi, 90% nya masih tanah kosong yang sudah diuruk dan ada 3 rumah contoh sesuai tipe. Jadi konsepnya akan dibikin cluster. Kami cukup naksir dengan tipe kedua (luas tanah 80m2; 2 tingkat), yang dihargai sekitar Rp700 juta.

Pihak developer menyediakan beberapa metode pembayaran, yaitu cash keras, cicilan tunai 12x, dan tentu saja Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bank-bank yang ada kerja sama. Meskipun saat itu tabungan kami juga belum cukup bahkan untuk memenuhi Pembayaran I – opsi KPR (tapi biasanya terdiri dari uang muka, cicilan pertama, biaya-biaya provisi, PPAT, dll), kami nekad saja. Namun demikian, kami akhirnya membatalkan niatan kami tersebut karena setelah dipikir-pikir, lokasinya jauh banget dari kantor suami dan muacet poll.

Mimpi saya dan suami untuk bisa membina keluarga kecil ini dengan mandiri (terjemahan: tinggal di rumah sendiri) sempat meredup. Apalagi belakangan keknya hidup ogut udah occupied banget sama kegiatan ngurus bayi (obviously the hardest), suami, kerjaan, dan bisnis. Berawal dari browsing internet tentang pemilikan properti (karena sesungguhnya api mimpi itu belum padam *tsaelah), saya buka situs BTN Properti. Siapa yang gak kenal dengan Bank Tabungan Negara (“BTN”), sebuah bank BUMN yang banyak berfokus di pembiayaan sektor properti.

BTN Properti Rumah KPR (1)

Tampilan BTN Properti

Kalau saya lagi nyari-nyari iklan rumah dan sudah menemukan iklan yang menarik hati, hal yang kemudian saya lakukan adalah membuka situs berbagai bank untuk melihat simulasi KPR nya. Nah, BTN Properti ini merupakan situs pencarian berbagai kategori properti dengan pilihan yang cukup lengkap di berbagai wilayah di Indonesia, yang terintegrasi dengan KPR BTN. Jadi, di situ ini kita bisa dengan mudah nyari properti, sekaligus mendapatkan simulasi, bahkan langsung mengajukan permohonan KPR nya ke BTN. Gak pake ribet harus buka situs pencarian properti dan situs KPR bank, karena kedua hal tersebut sudah tersedia di BTN Properti.

Sejak buka BTN Properti, pengetahuan saya tentang pemilikan properti jadi lumayan nambah. Soalnya ada berbagai fitur bagus di situs ini. Misalnya nih, kalau saya mau tahu mengenai pameran properti, saya tinggal klik menu “Info Pameran”, bahkan untuk yang hamdalah sudah punya rumah sendiri, di menu “Info Terbaru”, banyak disediakan artikel menarik, misalnya saja tentang tren desain interior untuk Tahun 2017­.

Selain itu, ada juga menu “Komunitas” yang isinya berupa data base mengenai vendor-vendor properti, misalnya, arsitek, desainer interior, notaris, bahkan sampai tukang kebun pun ada. Intinya www.btnproperti.co.id nih jadi kaya one stop property portal gitu, karena situs ini gak hanya menyediakan informasi mengenai iklan properti seperti rumah dan apartemen yang dijual, tapi banyak hal lain yang masih terkait dengan properti.

BTN Properti Rumah KPR (6)

Cek harga tanah yang wajar

Mimpi keluarga kecil kami untuk memiliki properti menjadi menggeliat lagi, khususnya setelah saya menceritakan seluk beluk BTN Properti ke suami. Kami menjadi lebih encouraged karena di situs ini kita bisa:

  1. Mencari iklan properti yang dijual, dengan data base yang cukup baik;
  2. Simulasi KPR, sekedar untuk mengetahui estimasi berapa dana yang harus kami tanggung;
  3. Dan kalau sudah haqul yaqin, dengan mengucap basamalah, mengajukan permohonan KPR secara online, yang tentunya semakin membantu saya dan suami yang sama-sama sibuk mencari sesuap berlian di hari kerja, dibandingkan jika harus datang ke kantor cabang bank calon pemberi KPR.

Ketiga hal tersebut yang menurut saya paling utama dalam sebuah sesi hunting properti, yang secara baik disediakan oleh BTN cukup melalui 1 portal terintegrasi, yaitu www.btnproperti.co.id.

Saya sempat coba buka menu “Pengajuan Online” di situ ini. Begitu saya klik “Ajukan sekarang”, akan muncul pilihan “Ajukan KPR Konvensional” dan “Ajukan KPR Syariah”. Nah, cocok banget nih secara suami saya emang pengen banget untuk urusan perbankan, mulai hijrah dari konvensional ke syariah.

Setelah saya coba klik “Ajukan KPR Syariah”, muncul suatu formulir pengajuan aplikasi pembiayaan online yang merupakan formulir isian untuk mengajukan pembiayaan non-subsidi seperti KPR BTN PLATINUM iB, KPR BTN Indent iB, KPR BTN Sejahtera iB, dan pembiayaan syariah lainnya. Pembiayaan diajukan secara online ini akan langsung diproses oleh kantor cabang yang dipilih. Lalu saya cari tahu apa sih KPR BTN PLATINUM iB, ternyata ini adalah produk pembiayaan BTN dalam rangka pembelian rumah, ruko, rukan, rusun/apartemen bagi nasabah perorangan dengan menggunakan prinsip akad Murabahah (Jual Beli).

Isian formulir tersebut juga standar dan gak ribet kok. Paling hanya data pemohon, seperti nama,nomor KTP,  alamat, nomor telepon. Terus ada juga data pekerjaan, seperti nama perusahaan, jenis pekerjaan, penghasilan per bulan. Kemudian, kita juga harus upload dokumen berupa scan copy KTP dan slip penghasilan ke situs tersebut.

Sejauh ini saya dan suami baru di tahap mengumpulkan niat dan dokumen administrasi, tapi dari informasi yang saya terima dari officer “Let’s Chat – Online”, nantinya pengajuan online tersebut dapat memperoleh “Persetujuan Seketika”, yang dapat dimonitor via online, seperti bagaimana status pemesanan, status KPR, dan status pinjaman.

Oh ya, tadi saya belum cerita kalau fitur berikutnya dari BTN Properti adalah adanya live chat dengan customer service officer BTN. Di mana sebelum mulai chatting-nya, kita dapat memilih topik diskusi, seperti pengajuan kredit, produk kredit konsumer, dan konsultasi KPR. Jadinya gak buang-buang pulsa deh seperti kalau kita mau nanya-nanya customer service via telepon.

BTN Properti Rumah KPR (8)

Doain punya rumah cem gini :’)

Sebelum saya dan suami mengeksekusi pemilikan properti dengan pengajuan KPR, di BTN Properti juga ada artikel yang memuat tips-tips agar permohonan KPR kita diterima loh. Nih saya highlight tips-tipsnya:

  1. Menyiapkan segala dokumen yang dibutuhkan, untuk perorangan biasanya adalah identitas, NPWP, slip gaji, dan bukti catatan rekening bank 3 bulan terakhir;
  2. Pastikan proporsi utang dan penghasilan seimbang, yaitu proporsi utang sebaiknya maksimal 33% dari total pendapatan;
  3. Rutin menabung di bank pemberi KPR, ini sih sudah diimbau oleh Saskia, Geofanny, dan Titiek Puspa; dan
  4. Memiliki riwayat keuangan yang baik, misalnya jangan ada kredit macet, itu tagihan kartu kredit dibayar jangan dianggurin.

Mudah-mudahan saya dan suami bisa mewujudkan impian memiliki properti yang nyaman. Saya doakan juga berjuta-juta generasi milenial Indonesia juga memiliki kesempatan yang lebih baik untuk memiliki properti. Mana aamiinnya anak mudaaaaa?!

© Image

Previous Post →

21 thoughts on “Generasi Milenial Wajib Punya Properti Sendiri!

  1. Raseham says:

    Semoga gaji naik dan bonus berlipat! Saya sebagai konsultan hukum pernah megang transaksi di mana klien saya akan kerja sama dengan BTN. Yak benar, proyeknya adalah perumahan. Jadi memang BTN ini bank yang fokus sama urusan peroperti yang gak perlu diragukan lagi reputasinya.

    1. titiw says:

      Aminn buat doanya kakaaak!

  2. cK says:

    Mending punya properti terus kawin, apa kawin dulu baru punya properti? *eh*

    1. titiw says:

      Kawin dulu kak, biasanya rejekinya dobel. Insha Allah. HASEEEEK!

  3. Vina says:

    Amiiiin..
    Dimana ada mimpi disitu ada jalan.
    Nice info, Gan!
    Langsung meluncur ke TKP.

  4. Sejak lama nyari info beginian, dapat sih. tapi penjelasannya seperti ini menarik. Tapi, biaya properti maupun tanah di Jakarta lumayan mahal juga yaa, pengaruh lokasi juga mungkin. Btw, utk budger sebesar 700jt di Gorontalo udh bisa dapat rumah tipe 90, dgn design minimalist.

    1. titiw says:

      Hahahaha, andaikan bisa milih, aku tidak memilih Jakarta untuk masa tuaku, kakaaak. :D

  5. Ngakak di bagian survei rumah ke Ciputat!
    Bener banget tiw, secara ane rumahnya di daerah sono, menghindari banget yang namanya jalan raya. Udah paling bener naik KRL buat menembus macetnya Pondok Indah – Lebak Bulus – Jalan Juanda.

    Semoga disegerakan ketemu properti yang pas di hati ya, cyin

    1. titiw says:

      Amin kak Re.. Hahahaha ciputatttt hell bangettt ternyataa x))

  6. Sebenarnya tinggal bersama orang tua setelah menikah itu banyak hal baiknya. Orang tua pasti seneng masih dekat sama anaknya, dekat sama cucunya. Aku aja kalau bisa pengin tinggal bersama Mamaku, apa lagi papaku udah makin sepuh. Apa daya aku emang sejak SMP udah tinggal terpisah dari ortu. Jadi yah, santai saja, dinikmati aja tingga di rumah Mama dengan segala keseruannya.

    1. titiw says:

      Iya sih kak. Apa yang bisa kulakukannnn tanpa papa mamakuuu :))
      Hamdalah juga dengan kamu gak tinggal bareng ortu dari kecil, malah lebih jarang berantem dan lebih mandiri ya. Kamu keren kaaak!

  7. Anggia Kamal says:

    Gw juga masih tinggal sama ortu setelah menikah, sekarang mana udah punya 2 krucil lagi… emang KPR yang paling oke menurut gw emang BTN ya. dan hebatnya, BTN punya program andelan (menurut gw) yaitu “angsuran dipercepat”. gw kulpulin tuh bonus2 dan tabungan.. kalau udah banyak disetorin ke BTN. pilihannya cuma 2, mau tenor dikurangi atau cicilan dikurangi. akhir tahun kemarin baru gw ambil “angsuran dipercepat” mengurangi cicilan. next goal adalah, mengurangi tenor biar kelar tuh cicilan. semoga titiw cepet dapet properti yang diidam-idamkan ya….

    1. titiw says:

      Wihhh barutau yang satu ini. Thank you masukannya nggi. Amin amin aminnn buat doanyaaa ;D

  8. nike says:

    semangaaat tiw. punya rumah sendiri memang bagian dari kebutuhan yang harus diwujudkan dengan penuh usaha dan konsistensi *menatap nanar cicilan rumah*.

    1. titiw says:

      Ahahaha kamu tapi udah tinggal di rumah sendiri juga kaaan? Asiiik mau ditata2 sendiri. :’)

  9. Iya nih, pengen punya landed house…

    1. titiw says:

      Aku kok barusan mikirnya landing page.. :))

  10. baru tau KPR BTN ada simulasinya juga. dulu kayanya baru BNI aja.

    1. titiw says:

      Oh ya? Kayaknya beberapa bank lain juga ada kak.

  11. alhamdulillah kak aku udah punya rumah sendiri, walau nyicil..kubeli sejak jaman bujang..:)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now