Traveling

Papoy dan Sherpa si Pelancong Cilik

Thursday, 9 February 2017

Papoy dan Sherpa (6) Bali

Hi teman-teman qisminku! *arap maklum aku masih misqin* Beberapa waktu lalu, Papoy dan Sherpa diliput loh di sebuah media publisher, yaitu liputan6.com. Jadi mereka ada kategory Daddy & Baby di websitenya, dan memutuskan untuk menulis sedikit cerita perjalanan Papoy dengan undul si pelancong cilik. Sebagai istri dan Mamoy yang legowo, ya bolehlah sekali-sekali mereka tampil eksklusif berdua tanpa Mamoy.

Btw, Mahe itu make kata Papoi sama Mamoi, sedangkan saya make panggilan Papoy dan Mamoy. Berhubung ini tentang mereka, yaudah gak papa lagi deh Mamoy ngalah. :’) Yuk dibaca tulisan di liputan6 ini yang sedikit saya sunting.


Belum genap satu tahun usia Sherpa, putra pertama Papoi Mahesar dan Mamoi Titiw, saat tulisan ini dibuat. Namun pengalamannya traveling ke luar kota terbilang lumayan untuk bayi seusianya. Hal ini karena Papoi sangat gemar traveling, sampai-sampai Papoi bersama-sama teman-temannya sempat mendirikan suatu komunitas traveling bernama komunitas @KeluaRumah.

Untuk itu, Papoi dan Mamoi sering ajak Sherpa jalan-jalan karena mereka ingin membiasakan Sherpa traveling sejak dini agar bisa melihat dan menghargai keragaman dunia. Lagipula, traveling di bawah usia 2 tahun masih enak, belum kena tiket pesawat yang super mahal. Fufufu.

Adapun perjalanan perdana Sherpa dimulai ketika Sherpa baru berumur 3 bulan, yaitu ke Cirebon, melalui Jalan Tol Cikopo–Palimanan dengan waktu tempuh kurang lebih 4 jam. Selama empat hari tiga malam di Cirebon, Papoi membawa Sherpa ke Cirebon Waterland, Kolam Air Panas Sangkanhurip, dan Sentra Batik Trusmi.

Selain itu, tentunya Papoi mengajak Sherpa berkunjung ke Museum Linggarjati karena Papoi ingin Sherpa tumbuh menjadi anak yang mengenal sejarah perjuangan bangsanya. Aamiin.

Papoy Sherpa Cirebon

Sengaja blur biar art.is.tique

Baca juga: Perjalanan Perdana Rayn: Cirebon Trip!

Selanjutnya, perjalanan kedua Sherpa ke luar kota adalah ke Bandung untuk menemani Papoi dinas selama tiga hari dua malam. Sherpa diajak oleh Papoi sebagai penyemangat dan penghibur di kala waktu istirahat di sela-sela kegiatan dinas.

Sedikit tips apabila ingin traveling ke Bandung dengan menggunakan mobil travel, telepon dan pastikan bahwa pihak mobil travel yang ingin Anda gunakan tersebut bersedia membawa stroller karena sedikit sekali pihak mobil travel yang memiliki armada dengan ukuran bagasi yang dapat menampung stroller yang sudah dilipat, kecuali apabila stroller Anda dapat dilipat hingga kecil sekali.

Papoy Sherpa Bandung

Ngafe dulu di Bandung

Baca juga: 9 Tips Naik Mobil Travel Dengan Bayi

Traveling yang sangat menguji Sherpa terjadi ketika usianya 8 bulan. Papoi kembali mengajaknya jalan-jalan ke Banjarmasin–Batu Licin–Kota Baru sambil merayakan Idul Adha. Disebut ujian berat karena Sherpa untuk pertama kalinya naik pesawat dari Jakarta–Banjarmasin selama 2 jam.

Kemudian dari Banjarmasin ke Batu Licin dengan menggunakan mobil sewaan selama 7 jam. Lalu dari Batu Licin ke Kota Baru naik ferry dengan waktu layar 30 menit. Selama 4 hari di sini, Sherpa sempat juga jalan- jalan ke Pasar Intan Martapura dan naik perahu klotok untuk melihat riuh rendahnya Pasar Terapung Lok Baintan.

Naik klotok di Pasar Apung

Naik klotok di Pasar Apung

Terakhir, Papoi kembali mengajak Sherpa tamasya ke Solo dan Bali. Untuk yang Solo, Mamoy akan secepatnya menulis di sini tentang Solo Trip. Sedangkan pengalaman inap di Hotel Sunset Bali sudah diceritakan. Setiap perjalanan tersebut memupuk dan menumbuhkan bonding antara ayah dan anak. Kesabaran dan keuletan Papoi diuji karena biar bagaimana pun, yang namanya anak bayi pasti ada kalanya rewel.

Baca juga: Ada yang Baru di Motel Mexicola Bali

Sebelum Sherpa lahir, dalam perjalanan Papoi cukup membawa satu ransel medium. Namun kali ini Papoi harus membawa satu koper besar, satu ransel medium, dan dua ransel kecil sebagai alat tempurnya. Sesuai namanya, semoga Sherpa dapat menjadi pejalan yang membawa kebaikan, bahkan sampai ke puncak tertinggi di dunia.

15 thoughts on “Papoy dan Sherpa si Pelancong Cilik

  1. Raseham says:

    Seru banget! Kapan lanjalan lagi, pamoi?

    1. titiw says:

      Disegerakan poy!

  2. Penasaran kaya apa tuh Sherpa Jakarta–Banjarmasin terbang 2 jam, naik mobil 7 jam Banjarmasin ke Batu Licin trus sambung ferry 30 menit ke Kota Baru? Huaaaa hebat euy Sherpa!

    1. titiw says:

      Mamoynya encoook anaknya hepiii. Hahahahahaha..

  3. seru juga ia klo sejak kecil anaknya sudah diajarkan Traveling … wkwkwk

    1. titiw says:

      Iya doong. Biar anaknya gak cuma tau rumah doang, wawasan luas, dan kenal orang2 baru. :)

  4. pelangsing wsc biolo asli says:

    masih kecil sudah berkelana kemana-mana

  5. wira says:

    Itu di blur biar perut papoi sherpa gak keliatan ya kak??

  6. cream pemutih wajah bagus says:

    si cilik melanglang buana

    1. titiw says:

      Terima kasihhh :)

  7. Kecilnya aja dah kemana-mana, gedenya nanti jadi melalang buana keliling dunia

    1. titiw says:

      Aamiin. Semoga melanglang buana dan tetap ingat keluarga. :D

  8. ranselusang says:

    duh sherpa belum genap setahun udah lincah jalan jalan,apalagi di banjarmasin jalan yang cukup aduhai kalo mau ke batu licin hehe
    ceatlah besar sherpa biar bisa kelayapan

    1. titiw says:

      Hihi doain Sherpa besar sehat dan kuat ya ommm biar makin jadi si bolaaang

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now