Titiw Inside

Cara Mudah Mengubah BPJS Kesehatan Perusahaan Menjadi BPJS Mandiri

Friday, 29 December 2017

Cara Mengubah BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri

Assalamualaikum, pemirsaaa.. Apa kabar nih semuanya? Kangen gak sama tulisan saya yang gak nyampah? Harus kangen dong. Karena kali ini saya ingin sharing seputar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial alias BPJS, tepatnya yang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Mau cerita cara buat baru? Bukaaaaan, karena untuk yang satu itu sudah buanyak sekali yang menulis, dan caranya mudah kok. Seperti misalnya di tulisan Natalixia ini.

Yang mau saya share kali ini adalah Cara Mengubah Status BPJS Kesehatan Perusahaan menjadi BPJS Kesehatan Mandiri. Ngggg gemana-gemana maksudnya? Saya kupas satu-satu ya biar lebih asyik masyuuuuk:

Kenapa harus mengubah status BPJS Perusahaan menjadi Mandiri? 

Gini ceritanya, saya sudah punya BPJS Kesehatan Mandiri sejak tahun 2014, namun pada tahun 2015 saya bekerja di perusahaan S, sehingga dibayarkan oleh kantor. Di tahun 2016, saya resign sehingga perusahaan S berhenti bayarin iuran saya. Karena saya ingin tetap punya BPJS Kesehatan, maka saya harus mengubah statusnya. Dari yang pertamanya dibayarin perusahaan jadi bayar sendiri saja.

Alasan lain selain resign, bisa juga karena perusahaan kamu tiba-tiba stop membiayai BPJS. Intinya, ketika tempat kamu bekerja sudah berhenti bayarin iuran, buru-buru deh ganti status dari single jadi menikah. Karena kalau dibiarin, kamu jadi tidak dianggap punya BPJS. Ih, kalo ada apa-apa deg-degan dooong.

Jika setelah putus hubungan dengan perusahaan saya tidak ganti status, namun tetap bayar bagaimana? 

Nahhh, ini sama percis dengan yang saya alami. Saya pikir, kalau tidak dibayari kantor lagi maka akan otomatis balik lagi statusnya ke BPJS Kesehatan Mandiri. Jadinya tahun lalu itu saya terus saja bayar iuran perbulannya. Cuma saya agak bingung, iuran kelas 1 dari 59ribu kan naik jadi 80ribu nih. Kok tiap mau bayar di Mandiri jatohnya selalu tetap 59ribu? Ternyata itu karena statusnya belum move-on dari status yang dulu. Jadi yang ditagihkan masih segitu-segitu aja biayanya. Mendingan stop aja transfer setiap bulannya, karena gak ngefek, gak keitung.

Jadi duit yang kita bayar setelah nggak dibayarin perusahaan ke mana dong? 

Masih ada, jatohnya semacam mengendap gitu. Pada kasus saya, ada sekitar 5 kali saya bayar tiap bulannya sebanyak 59ribu. Ketika kemarin saya aktifkan lagi yang Kesehatan Mandiri, kata mas-mas loket sih uang itu akan membayar iuran saya di bulan-bulan berikutnya. Misalnya total ada 600ribu, maka sekitar 3-4 bulan ke depan saya tidak usah bayar lagi, akan terdebet dari situ.

Ok, cukup basa-basinya. Saya mau ubah status kayak kakak. Syaratnya apa saja ya? 

  1. Kalau kita resign, bawalah surat pernyataan resign dari perusahaan. Karena saya resign dari tahun lalu dan baru mengurus kemarin, saya tidak ada surat resign. Namun setelah dicek status BPJS Perusahaan saya sudah dinonaktifkan. Maka tidak masalah tidak ada surat resign.
  2. Kartu Keluarga (asli dan fotocopy)
  3. KTP (asli dan fotocopy)
  4. Kartu BPJS. Kalau belum dicetak seperti saya, yang penting ada yang bentuk PDF itu loh yang dulu sempat dikirim ke email. Itu aja diprint yes.
  5. Buku tabungan Mandiri/BNI/BRI. Hanya jika kamu mau yang kelas 1. Sedangkan kalau BPJS kelas 3 tidak harus melampirkan buku tabungan.
  6. Foto 3×4 (2 lembar). Kemarin sih saya nggak diminta, tapi buat jaga-jaga ya bawa aja.

Ok. Ngerti sama semua syaratnya. Apakah ini semua bisa secara online atau by phone? Secara bikin pertama kali saja bisa lewat telepon. 

Sayangnya, kamu harus datang ke kantor BPJS Kesehatan setempat. Misalnya saja di KK dan KTP saya masih tertera Pondok Bambu Jakarta Timur, maka saya datang ke kantornya yang berlokasi di Jalan Sugi, Rawamangun.

Cara Mengubah BPJS Perusahaan menjadi BPJS Mandiri

Aih ini fotonya gak bisa yang cakepan ya? Yang uratnya gak kluar kek kang mandor gitu. :))

Saya sudah datang ke kantor BPJS. Ke mana saya harus mengadu? 

Jika di kantor Rawamangun, langsung aja turun ke basement untuk menuju LOKET A. Di samping satpam ada beberapa form. Pilih formulir untuk MEMBUAT BPJS PESERTA BARU. Saya sempat bertanya pada petugas A, dan dia bilang formnya bukan seperti bikin yang baru. Saya agak kzl karena pak satpam bilang form yang diisi untuk kasus saya adalah form membuat peserta baru. Petugas A keder, dia nanya sama petugas B. Petugas B ternyata 1 suara dengan pak satpam. Dan karena tampang petugas B lebih yakin dan lebih ganteng, saya ikutin aja deh.

Saya isi 2 form. Form pernyataan, sama form data diri gitu. Isi NIK, nomor BPJS yang sudah ada, dll. Jika semua sudah lengkap diisi, balik lagi ke pak satpam dan minta nomor antrian. Saya datang jam 13.00, dapat antrian 212. Di saat itu, antrian ada di 130an. Biar gak terombang-ambing ketidakpastian, tanya pak satpam. Kira-kira dengan nomor antrian kamu, berapa lama lagi akan dipanggi. Pak satpam ndut dan unyuk itu bilang “Yaaah, sekitar 2 jam lah mbak. 1 jam aja bisa 30 – 50 orang.”

Bertolak dari pernyataan itu, saya makan siang dulu di warteg seberang BPJS, dan menyempatkan diri mengurus penggabungan NPWP dengan suami di KPP Pajak Matraman – Duren Sawit. Agak berpacu dengan waktu sih, tapi saya nekatin aja ke kantor pajak yang berjarak 5km dari Rawamangun. Hamdalah pas balik lagi jam 15.45, antriannya nomor 202. God bless me! :)) Selengkapnya tentang serba serbi penggabungan NPWP akan saya bahas di blogpost lain yaa.

Yeaaay. udah ngerti nih kak tips-tipsnya untuk ganti status. Kira-kira ada lagi gak masukannya biar aku gak bolak-balik untuk ngurus beginian? 

  • Saat nomor antrean dipanggil, tanya SEMUAAAA yang mau kamu tanya. Gak usah gak enak.
  • Saya tanya apakah bisa bayarnya didebet bulanan aja dari bank? Katanya bisa. Tapi saya harus ke banknya untuk mengomunikasikan hal tersebut. Karena BPJS tidak berwenang untuk mendebet dari rekening peserta.
  • Kalau keluarga seperti suami atau anak belum punya BPJS, sekalian bikin saat itu juga. Di form ada pilihannya kok “Anggota keluarga yang ingin dibayarkan”. Aduh saya lupa kalimat persisnya, tapi saya isi nama suami dan anak. Tapi kebetulan Mahe dan Sherpa baru bikin bulan lalu, jadi yang saya ubah cuma status pembayaran saja dimana saya yang bayarin tiap bulan untuk mereka.
  • Karena sebelumnya saya tinggal di Pondok Bambu, maka fasilitas kesehatan (faskes) tingkat 1 saya adalah puskesmas Pondok Bambu. Kirain gak bisa diubah, ternyata masnya nanya “Mau diubah gak nih?” Saya tanya apakah bisa di puskesmas Jatiwaringin, karena sekarang saya tinggal di Jatiwaringin. Petugasnya bilang bisa. Tapi saya memutuskan untuk tetap di Pondok Bambu saja yang lebih familiar.
  • Kartu Keluarga yang saya pakai ketika membuat BPJS di tahun 2014 adalah KK lama. Nah pas kemarin curhat sama mas-masnya kalo punya KK baru yang bertiga suami dan anak, masnya dengan baik mengubah data KK saya.

Udah sih itu aja. Oh ada juga beberapa tips yang mempermudah hidup kamu: 

  1. Sebelum berangkat, yakinkan lagi apa saja syaratnya dengan menelpon call center 1500400.
  2. Bawa ballpoint. Karena isi formulir antre, mendingan bawa pulpen sendiri biar gak stres tunggu-tungguan.
  3. Bawa minuman dan cemilan, secara tempatnya di basement yang suam-suam kuku. Kalo dehidrasi dan pingsan di sana sedih kan.
  4. Kalo sampe sana gak yakin, tanya sama minimal 3 orang. Karena jawaban mereka biasanya beda-beda.
  5. Jangan langsung ambil nomor antrian sebelum yakin itu loket yang benar dan formulir yang kamu isi adalah formulir yang betul. Foto nomor antrian, jadi kalo tiba-tiba keselip, ada buktinya.
  6. Ngantre adalah suatu hal yang pasti. Jadi jangan lupa bawa power bank biar tetep bisa Instastoryan.
  7. Spare 1 hari untuk urus beginian. Jadi mendingan cuti daripada ijin kantor. Yang ada diamuk HRD karena kamu keluar kantor bisa 4-5 jam!
  8. Kantor BPJS Kesehatan buka jam 08.00 – 15.00. Jam 3 sore itu batas akhir ambil nomor antrean. Karena kemarin pas nomor saya dipanggil udah jam 16.00, dan peserta bener-bener abis sekitar jam 16.45.

Semoga tips dan trik di atas membantu ya. Yang terakhir, jangan terlalu emosi sama petugas BPJS. Mereka menerima ratusan peserta tiap harinya yang selalu kebingungan, selalu emosi, dan mudah spanneng. Jadi ulaskan senyum di wajah manis kamu dan ucapkan terima kasih dengan menyebut namanya di akhir sesi. Semuanya mudah kalau kamu mengikuti prosedur kok. Semoga kita semua selalu sehat agar BPJS tidak pernah digunakan ya. Good luck! :)

8 thoughts on “Cara Mudah Mengubah BPJS Kesehatan Perusahaan Menjadi BPJS Mandiri

  1. Nila says:

    Haii Kak, saya juga baru urusin pindah ke Bpjs mandiri lagi, padahal resignnya sudah 2 tahun lalu. Rabu tanggal 27 Desember kemarin setelah antri 1 jam di BPJS Pancoran pas sampe depan petugasnya malah gak bisa diurus disana, katanya sudah didelegasikan di puskesmas2 terdekat.

    Besoknya saya ke puskesmas deket rumah ke loket BPJS nya, prosesnya cuma 5 menitan, yang diminta cuma fotokopi packlaring sama KK lalu sama petugas di scan dan disuruh datang lagi tgl 2 Januari besok buat aktivasi. Semoga sukses beneran tanggal 2 besok nih :)

    1. titiw says:

      Waaah, ini informasi yang berbeda nih. Tapi bedannya mungkin kalo di kantor BPJS langsung bisa hari itu juga selesai ya. Kalo di puskesmas nunggu. Good luck!

  2. rasehaM says:

    Tulisan yang amat terstruktur lagi informatif namun tetap ringan serta menarik dibaca sampai habis. Mamoi stunning deh!

    1. titiw says:

      Yeaaay! Ntaaaps. Makasih poyyy

  3. monmaap…
    ay salah fokus ama komen-komenan mamoy dan papoy..

    nyooooowww
    so swit amatan :’)

    1. titiw says:

      Ahahhaha itu di bawah tekanan kaak x)

  4. rahmah yuli says:

    artikel yg bagus mb.. mudah d pahami..

    klo perpindahan dri perusahaan k mandiri apa mesti nunggu 14 hari jg utk pembayaran dan dapetin kartu mb?
    terimakasih

  5. Panji says:

    Saya mau tanya, saya resign udah 3 tahun yang lalu dan udah gak bayar iuran selama 3 tahun. Lalu saya mau pindah ke bpjs mandiri apakah harus membayar tunggakan, atau jatohnya buat baru ?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now