Traveling

Ibu Hamil Naik Pesawat? Aman Nggak Sih?

Saturday, 26 May 2018

Tips Ibu Hamil Naik Pesawat (3)

Menjawab pertanyaan pada judul di atas, saya dapat menjawabnya: AMAN. Saya beberapa kali bepergian dengan pesawat saat hamil dan hamdalah baik-baik saja. Asalkaaaaaan ada beberapa hal yang mau dijalankan oleh para ibu hamil atau bumil-bumil ini. Tapi sebelum saya beberkan beberapa tips aman naik pesawat, coba kita tilik dulu apa yang menjadi kekhawatiran orang selama ini tentang ibu hamil yang naik pesawat.

Kapan waktu yang tepat untuk naik pesawat?

Sebetulnya beberapa maskapai memperbolehkan ibu hamil muda untuk naik pesawat, namun demi kenyamanan, usia kehamilan 14 – 26 minggu adalah usia yang paling enak untuk terbang. Kenapa? Karena ini masuk trimester ke-dua, dimana mual-mual dan pusing saat hamil muda sudah tidak terlalu dirasakan lagi.

Pada usia kandungan berapa bumil sudah tidak boleh naik pesawat?

Rata-rata maskapai menerapkan bahwa usia kehamilan yang paling maksimal untuk melakukan perjalanan dengan pesawat adalah 36 minggu. Seperti kebijakan dari maskapai Garuda Indonesia untuk ibu hamil ini.

Apakah tekanan udara dan suhu di pesawat mempengaruhi kesehatan janin?

Ketinggian yang biasanya dilakukan oleh pesawat tidak berbahaya untuk janin dan ibunya, apalagi jika kondisinya sehat-sehat saja. Namun jika ada beberapa komplikasi, jangan sungkan untuk meminta fasilitas oksigen kepada kru penerbangan.

Bagaimana dengan alat detektor sebelum naik pesawat? Apakah itu berbahaya?

Radiasi yang dipancarkan oleh pintu dan tongkat detektor relatif aman karena sinarnya jauh lebih rendah dibandinigkan mesin ronsen. Namun jika ada kesempatan untuk dapat melewati mesin radiasi, atau petugas menawarkan opsi tersebut, jangan ragu untuk mengiyakan.

Tips ibu hamil naik pesawat

Hamil 6 bulan di Belitung :)

Empat pertanyaan di atas biasanya adalah FAQ atau Frequently Asked Question yang ditanyakan oleh orang-orang sehubungan dengan bumil yang mau naik pesawat. Kalau itu sudah paham, sekarang saatnya saya bagi 8 Tips aman dan nyaman naik pesawat:

1. Sempatkan untuk periksa kandungan sebelum bepergian dan minta surat izin dari dokter kandungan/bidan

Tanya apakah perlu obat penguat, obat pengurang mual, apakah boleh pergi jika perjalanannya jauh, jika pergi ke luar negeri apakah butuh vaksin tertentu. Jangan lupa minta tandatangan/tanggal ijinnya itu jangan terlalu jauh dari jadwal naik pesawat, karena biasanya beberapa maskapai menerapkan pemeriksaan di bandara mereka jika tanggal yang tertera di surat ijin terlalu jauh dari jadwal berangkat/pulang.

2. Datanglah ke bandara lebih cepet biar gak setres untuk melakukan ini itu

Karena saat lagi lapor di counter check in agak makan waktu nih. Disuruh tanda tangan selembar kertas perjanjian, disuruh lapor lagi nanti sama orang boarding, dan juga diwanti-wanti untuk lapor sama pramugari. Oh ya, pas di counter check in, itu saatnya kamu bisa request seat. Saya biasanya request di seat depan, dan di window seat, karena saya mual kalo gak bisa liat ke luar. Tapi kalo kamu anaknya beseran mending request tempat duduk samping lorong. Biasanya saat check in juga bakal diminta tuh surat ijin dari dokter. Inisiatif liatin aja tu surat, asal jangan lupa ambil lagi buat perjalanan pulang.

3. Sedapat mungkin jangan bepergian sendiri

Logis lah yaaaa. Gak usah tante berpanjang kali lebar menjelaskan tips yang satu ini. Kalo kamu bepergian sendiri, selain susah penanganan pertama jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, kamu juga bisa digosipin tetangga. “Eh kenape tuh dieeee kok pergi sendirian kagak sama lakiknyaaa.. Lagi berantem yeeeeeee….” *jait mulut tetangga*

4. Bawa perlengkapan perang dalam 1 tas yang dibawa-bawa (jangan dimasukkan bagasi)

  • Obat-obatan pribadi dari dokter yang aman untuk bumil
  • Kantong muntah (meski sudah ada di kantong pesawat, jaga-jaga aja)
  • Pake kaos kaki biar kaki gak kedinginan, atau kalo emang mau bisa beli kaos kaki kompresi yang dijual di apotek
  • Bawa air minum dan cemilan pengisi perut (biskuit/roti), terutama jika naik pesawat budget yang gak dapet makan. Huks cedih aku qismin. Hindari makanan yang bikin gassy seperti ubi, duren, atau kol dan jengkol. Duh gak keren banget udah kece-kece nek pesawat bau jengkol trus tu perut jadi bunyi-bunyi. Mending bunyinya merdu, bisa dilatih buat ikut lomba kosidahan. Kalo bunyinya gak jelas dan bikin mual? NO. Hindari pula minuman yang bersifat diuretik seperti teh dan kopi yang bisa bikin sering ke toilet dan menyerap zat besi yang dibutuhkan bumil.
  • Selalu siap essential oils atau wangi-wangi yang bikin keinginan muntah kamu menurun. Tapi jangan bawa minyak nyong-nyong yang malah bisa bikin muntah orang sepesawat. Jangan lupa mandi biar kamu juga gak mual sama bau badan sendiri yes.

5. Pakai baju dan sepatu yang super duper nyaman sehingga kamu gak ribet ngurusin outfit ketika di bandara ataupun pesawat

Satu buntelan ndut di perut kamu udah cukup untuk diurusin. Jangan lagi itu baju dan sepatu bikin permasalahan baru. Kalo outfit andalan saya naik pesawat pas lagi hamil kurang lebih seperti di foto bawah ini. Dress yang longgar, ada kantongnya, nggak terlalu pendek dan gak terlalu panjang, sama sepatu sport dengan kaos kaki.

Tips Ibu Hamil Naik Pesawat (2)

Hamil 4 bulan di Semarang :)

6. Selalu buang air kecil tiap saat

Saat di bandara sebelum boarding, saat pengumuman boarding. Pokoknya jangan tunda-tunda pipis, karena buang air di pesawat akan sedikit kurang nyaman untuk bumil. Jika terpaksa buang air di pesawat, selalu bersihkan toilet dengan tisu yang sudah diberikan cairan sanitasi. Pakai alas juga sehingga kulit kamu tidak langsung kena ke tempat buang air. Karena, salah sedikit atau kotor sedikit bisa bikin bumil infeksi saluran kencing, yang mana harus minum antibiotik untuk menanganinya. Saya soalnya pernah ngalamin dan gak mau lagiiiii huhuhuhuu..

7. Kalau kram atau pegal melanda, bangun dan stretching

Bisa dengan jalan-jalan sedikit di lorong, stretching ringan juga. Gak usah malu. Malah kalo bisa minta penumpang sebelah kamu pijet punggung dan leher kamu, biar lebih akrab. Biar perut gak kerasa sakit, pake seatbeltnya di bawah perut yaa. Perut sendiri. Jangan perut pilotnya.

8. Mainkan kartu kehamilan

Makudnya? Jangan tidak enakan untuk minta bantuan penumpang atau crew pesawat untuk menaikkan atau mengambilkan barang kamu, apalagi yang lumayan berat. Saya biasanya juga minta tolong angkatin koper di ruang pengambilan bagasi dengan alasan karena sedang hamil. Ehe ehe. Gak papa manja dikit daripada jabang bayi kenapa-kenapa kaaan. *gelendot mamang-mamang porter*


Di kehamilan ke-dua ini, saya sudah naik pesawat 1 kali saat ke Semarang beberapa minggu lalu (week 16), dan insha Allah akan ke Lombok saat Lebaran (week 21). Doakan sehat-sehat selalu ya kakak-kakak, saya juga doain sehat terusss buat bumil-bumil semuanyaaa. Semoga tips ini membuat kalian semuaaa. Happy traveling!

Feat image: BabyCenter

One thought on “Ibu Hamil Naik Pesawat? Aman Nggak Sih?

  1. agen liyoskin bekasi jakarta says:

    cucok sarannya…jangan banyak malu

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now