Motherhood

Ketangguhan Breast Pump Spectra 9+ Setelah Dipakai Untuk 2 Anak

Thursday, 22 August 2019

Spectra 9+ Review

Mana suaranya yang lagi mompa ASI, buibuuuuk?! Atau malah yang baca artikel ini adalah kamu-kamu yang sedang hamil dan terjebak kegalauan dalam memilih pompa ASI? Siapapun kamu, yang sengaja buka blogpost ini atau gak sengaja nemu karena habis browsing review pompa ASI, baca sampe abis ya karena tulisan ini bergunaaa banget. :)

Kalau ditanya apa benda yang super duper wajib dimiliki oleh bumil yang sudah mau melahirkan? Jawaban saya tetap sama dari dulu sampai sekarang: POMPA ASI. Kenapa? Karena alat ini adalah alat untuk menghasilkan MAKANAN untuk si bayi. Kalo gendongan, rocking chair, mainan, semuanya itu sungguhlah bisa dibeli nanti.

Loh, saya kan gak kerja, ngapain ya harus pompa ASI?

Seperti yang sudah saya jelaskan di tulisan INI, sometimes shit happens. Anak sakit di awal kelahiran, si Ibu yang sakit, payudara Ibu langsung penuh dan butuh dikosongkan padahal bayi belum minum banyak, dan segala masalah dan tetek bengkak bengek lainnya. Belum lagi kalau kamu mau me time. ASI Perah itu adalah makanan berhargaaa untuk bayi!

Baca juga: Dear Ibu Bekerja, Ini Cara Mudah Manajemen ASI Perah Agar Sukses ASI Eksklusif!

Sehubungan dengan perbayian dan perpompaan, yang akan saya review kali ini adalah: POMPA ASI SPECTRA 9+. Apa bedanya sama pompa ASI Spectra yang beda tipe? Itu bisa dilihat penjelasannya di Website resmi.

Gak sekadar review setelah make sekali dua kali. Tapi review akan barang ini adalah setelah saya memakainya untuk 2 anak, pemirsa! Yak, total jendral saya memiliki Spectra 9+ adalah selama 3 tahun. Tapi bear in mind, review ini sangat subjektif ya. Karena saya juga tidak pernah memakai pompa lain, selain Spectra 9+. Punya 1 lagi pompa ASI manual, tapi merknya tetep Spectra.

Baca juga: Daftar Perlengkapan Ibu dan Bayi Baru Lahir & Budgetnya

Sudah terpakai berapa lama? Kira-kira begini perhitungannya

  • Di tahun 2016: Full 12 bulan (Sherpa lahir di bulan Januari 2016)
  • Di tahun 2017: Sekitar 6 bulan
  • Di tahun 2018: 3 bulan (Kala lahir di bulan October 2018)
  • Di tahun 2019: 8 bulan, dan masih terpakai hingga sekarang

HARGA

  • Saya beli di tahun 2015 akhir, di Mall Ambassador, tepatnya di Jungle Baby Store. Harga waktu itu adalah Rp 1,575,000. Harga ini sudah yang paling murah karena pada masanya, yang lain itu harganya udah sekitar Rp 1,6 jutaan
  • Cek di beberapa toko dan online store, harga Spectra 9+ sudah Rp 1,8 – 1,9 juta. Yang paling murah, Rp 1,750,000 lihat di Tokopedia. Kalau nemu yang lebih murah dengan kondisi baru, boleh komen yaa.

Dapet apa saja sparepartnya kalo beli Spectra 9+ ini?

  • Kartu garansi
  • Charger/adaptor
  • 1 Mesin
  • 2 Wide neck bottle. Jadi gampang dibersihkan.
  • 1 Tuas. Untuk pompa manual. Yes, jadi bisa dipake untuk manual juga.
  • 2 Locking ring. Semacam dot connector. Supaya kalo abis pompa bisa langsung dipakein dot.
  • 2 Dot & 2 penutup botol (sealing discs)
  • 2 Corong & 2 bantalan corong. Corong standar dari paket ini ukuran S. Untuk saya sih muat-muat aja.
  • 2 Penutup corong. Supaya ASI gak kotor dan kemasukan macem-macem.
  • 2 Selang. Penyambung antara botol dan mesin
  • 4 valve. Fungsinya menghisap si ASI.
  • 2 Backflow preventors. Mencegah ASI masuk ke selang.
  • 2 Penahan botol. Istilahnya apa ya, supaya botol gak goyang gitu, semacem penyangga.

Banyak banget ya dapetnya? Bingung gak nih nanti? Tenang. Lama-lama terbiasa kok. Biar jelas coba lihat video foto dan Youtube di bawah ini.

""

Lalu fitur-fitur apa saja yang ada di Spectra 9+?

  • Ada Layar alias LCD screen. Dengan adanya LCD, saya jadi bisa melihat jelas udah mompa berapa lama, lagi berada di mode Massage apa di mode Expression, dan dengan level kekuatan berapa.
  • Double Phase. Fase massage atau pijit dengan level 1-5, ini supaya nyolek si payudara untuk melakukan LDR atau Let Down Reflex. Itu lho, perasaan yang tiba-tiba cuurrr bikin ASI banjir. Setelah fase pijet, ada fase expression atau fase penyedotan. Di sini bisa diatur mau level 1-10.
  • Closed System. Maksudnya? Iya, biasanya kalo selang di pompa lain itu bisa masuk-masuk ASInya. Ini membuat mesin pompa kadang berenti karena ASI menghalangi proses udara bekerja untuk mompa. Lah gak banget kan. Nah di Spectra ini mah lanjutttt teruuuusss gak bakalan mati.
  • Bisa dicharge ulang dan unplug mode. Paling males sama pompa ASI yang pake batere karena gak hemat. Plus males juga sama pompa ASI yang harus dicolok pas lagi dipake. Takyuttt kesetruuum. Nyahahahaha.
  • Auto shut-off. Jadi kalo udah mompa 30 menit, dia akan otomatis mati. Ini juga sebagai reminder kalo kita udah mompa kelamaan. Tapi kalo masih butuh ya bisa dinyalain lagi.

Apa saja yang saya suka dari Pompa ASI yang berasal dari Korea ini?

  1. Harganya best value. Dengan harga yang segitu, dia dapat double pump alias bisa pompa dua payudara dalam waktu bersamaan. Dengan harga ini, di brand lain seperti Avent, hanya mendapatkan single pump. Buat ibu bekerja, please belilah double pump karena jadi irit waktu! Yang harusnya 15 menit x 2, ini 15 menit udah klaar semua.
  2. Tidak berisik. Sumpaaaah deh, suaranya sileeeeent banget dicompare pompa lain. Saya denger pompa mini electric dari Medela temen, itu bikin kageeet! Bayangin kalo mompa malem-malem dan kedengeran suara kayak gergaji listrik. Yang ada bayi nangis, suami, ngamuk, pak RT dateng ke rumah karena dikira ada kerusuhan. :’))
  3. Menyedot ASI secara optimal. Yah ini subjektif karena saya belum pernah coba pompa ASI lain, tapi saya pernah rekor dapet total 2 payudara sebanyak 540 ML dalam sekali mompa. AMAZING!
  4. Compact. Saya bawa-bawa mesinnya cuma di pouch Starbucks, dan botol serta corong dimasukin di dalem tas ASI. Ringkes dan enteng!
  5. Batrenya tahan lama. Sekali charge sampai penuh, bisa 3-4 hari baru saya charge lagi. Sungguh cocok untukku yang suka traveling dan mobile.
  6. Sparepart mudah dibeli. Di semua ecommerce ada. Dari cuma beli valve sebiji doang, atau mau beli paket selang-backflow-valve.
  7. Semua part kecuali mesin bisa dicuci dan disteril. Jadi lebih bersih dan hati lega karena lebih aman dikasih ke bayi.

Harus diakui, untuk pemakaian selama 3 tahun, Spectra ini sudah teruji oke! Setelah diistirahatkan beberapa waktu karena Sherpa sudah tidak menyusui, saya ganti beberapa sparepartnya agar bersih dan lebih tokcer. Seperti valve, selang, dan backflow. Pernah sekali dua kali mesinnya jatoh, gak bikin rusak sih, tapi suaranya jadi sedikit kenceng. Jadi hati-hati aja yaa.

Baca Juga: Wish List & Ide Kado Lahiran Untuk Bayi (Dan Ibunya)

That’s all from me. Untuk kamu yang emang punya budget, yang bakal balik kerja setelah 3 bulan, atau yang masih bingung beli pompa apa, semoga ini bisa jadi alternatif pompa ASI untuk si bayi. Silakan share juga link ini untuk istri, teman, adik, kakak, ipar, atau siapapun yang membutuhkan.

Yang punya cerita nyusuin, yang mau nanya, yang mau curhat, dipersilakan di kolom komentar. Selamat meng-ASI-hi, buibuk setrong di luar sanaaaa! We can do it!

6 thoughts on “Ketangguhan Breast Pump Spectra 9+ Setelah Dipakai Untuk 2 Anak

  1. rasehaM says:

    Wah, bisa nih buat patungan kado bagi temen yang baru lahiran. Sepertinya akan berguna dan kepake bgt.

    1. titiw says:

      KEPAKE BANGETT BANGETTT. Aku juga itu beli Spectra hasil hadiah duit dari ibu2 komplek temen mama. Ehe.

  2. christin says:

    akuuuuu senang sekali pakai spectra 9+ ini. mantap banget hisapannya tapi ngga sakit. mode massage nya juga bikin bahagia dan LDR makin sering. sekarang udah jarang double pumping biar bisa goler goler rada santai~~

    1. titiw says:

      YAAAY! Same hereeee! :D

  3. nice sharing Titiw, dulu istriku juga pakai ini setelah mencoba berbagai merk, cocoknya yang ini, dari yang tadinya sewa (buat nyari mana yang cocok) kemudian beli

    eniwe, happy birthday ya

    1. titiw says:

      Thank you oom! IYa merk ini ntapss!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now