Let's Volt In!

Overview

Leettss, Vooolt Iinn!! Teriak Kenichi Go dari dalam pesawatnya.

Kelima pemuda itu langsung menekan sebuah tombol di salah satu panel di dalam pesawatnya. Dengan seketika kelima pesawat yang dikendarai 5 pemuda itu langsung membentuk formasi dengan Kenichi di bagian paling depan. Percikan listrik terlihat menghiasai kelima pesawat tersebut.

Bukan, mereka bukan kesetrum, mereka sedang menggabungkan pesawat mereka menjadi sebuah robot, atau mecha raksasa untuk melawan monster buatan para Boazanian. Setelah proses sempurna, sesosok robot raksasa yang didominasi warna biru dan merah itu langsung bergaya. Tangan kiri diletakkan di bagian pinggang dan tangan kanan dikepalkan ke depan, sambil berteriak penuh semangat: VOOLLLLTEESSS FAAIIIVVVVEH. Yap FAIVEH dengan “EH” dibelakangnya, mungkin supaya qolqolahnya dapet.

Voltes V adalah sebuah anime bergenre robot, mecha karya Tadao Nagahama. Voltes ini maksudnya untuk menggantikan film Nagahama yang berjudul Combattler V (V ini bukan Five tapi benar-benar dibaca V, lain dengan Voltes yang menerjemahkan V menjadi Five). Tapi Voltes menjadi kurang laris di Jepang sendiri karena kemiripannya dengan Combattler V. Di Indonesia dan di Filipina film ini laris manis. Hmm mungkin karena waktu itu di Indonesia adanya TVRI doang, terus masa mau nonton Aneka Ria Jenaka… nggak keren banget.

Plot

Tahun 1997 (film ini buatnya tahun 1977, jadi tahun 1997 itu dah masa depan banget bagi Voltes universe, padahal gw angkatan 97 tapi gw berasa tua nih), sebuah armada alien yang dikenal dengan Boazanian menginvasi bumi dan melepaskan makhluk-makhluk monster ke seluruh dunia. Kekalahan pertama Boazanian yang memalukan oleh Voltes V, membuat Boazanian memfokuskan penyerangan hanya di Jepang (obvious eh? ini kan film Jepang, tapi sekali-kali Jakarta kek yang diserang). Voltes V dirancang oleh Dr. Kentaro Go, Dr. Mitsuyo (istri Dr. Kentaro Go), dan rekan mereka yang terpercaya, Dr. Hamaguchi. Pembiayaan didukung oleh UNED (United Nations Earth Defense) dan Jenderal Oka (pokoknya dia orang penting deh di Voltes Universe). Voltes V dipiloti oleh: Ken’ichi, Daijiro, Hiyoshi, Megumi Oka, dan Ippei Mine (Mine benar benar mine loh, bukan mine ranjau). Kenichi, Daijiro dan Hiyoshi adalah 3 bersaudara putra Dr. Go dan Mitsuyo Go. Megumi Oka adalah putri dari Jenderal Oka. Ippei adalah yatim piatu bengal bergaya koboi yang punya bakat luar biasa.

Markas besar Voltes adalah sebuah bangunan besar bernama Big Falcon (ati-ati nyebutnya, Falcon pake F bukan pake P). Big Falcon berlokasi di sebuah pulau berbentuk burung di pantai Jepang. Musuh utama Voltes adalah para Boazanian dengan pemimpinnya Pangeran Heinell, penasehatnya Rui Kazarin, Jyangaru, dan Do Zuuru. Serial ini secara umum bercerita tentang perjuangan Voltes melawan Boazanian dan 3 bersaudara Go mencari ayahnya yang hilang.

What I Think (Spoiler Warning)

Ini film lama dengan gaya gambar Vintage. Jangan mengharapkan gambar bisa sehalus Fafner atau bahkan Neon Genesis Evangelion. Tapi dah bagus mereka (orang-orang Jepang) bisa menggambar dengan detil seperti itu di tahun 1977.

Walaupun ceritanya sederhana, kisah Voltes ini dramatis banget. Kadang-kadang mengurai air mata (iih malu jadinya). Di satu episode, sang ibu mengorbankan diri dengan menabrakkan pesawatnya ke arah monster untuk mengalihkan perhatian. Kenichi langsung marah dan membabi buta menyerang monster itu. Pada saat itu Kenichi dan rekan baru saja menguasai kontrol Voltes. Tapi insting dendam memang lain. Dihajarnya monster itu habis-habisan dengan Tenkuken (pedang surga) sebagai penutupnya. Akhirnya sang ibu meninggal. Sampai sekarang saya masih sedih kalau melihatnya.

Ditambah lagi intrik persaudaraan dari Go bersaudara yang ternyata juga keturunan Boazanian. Sang ayah Dr. Go memang orang Boazanian yang lari ke bumi dan menikah dengan orang bumi. Jadi teknologi Voltes adalah teknologi Boazanian. Prince Heinell yang juga masih saudara dengan Go bersaudara menjadi drama tersendiri di kisah Voltes ini.

Dulu saya nonton Voltes di Video Betamax, nyewa di rental deket pasar Rp. 1000. Gambarnya kadang-kadang geret-geret dan warnanya pudar. Tapi kita semua happy lah waktu itu pokoknya.

4 thoughts on “Let's Volt In!

  1. iqs says:

    hahaha iya tuh voltus dulu nyebutnya.. padahal tulisannya kalo ga salah voltes ya?
    demen banget tuh dulu nontonnya..
    ampe download mp3nya.. hahahaha

  2. Hamdiy says:

    Woow, keren.. gwe ga tau sejarahnya ini, mas Ang, hehe..

    Yoo, Voltus, *eh, Voltes ya* emang cihuy.. Sama satu lagi Voltron juga.. Sama jaman dulu Google Five, hehehe.. Jadi kangen robot2an jadul.. :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *