Monthly Archives: May 2008

Lenggang Stasiun

Berbeda dengan rutinitas biasanya, kali ini stasiun Tebet terlihat seperti gigi almarhum Pak Tile, melompong. Sampai2 saya dapat melenggang kangkung, bahkan bayam, wortel dan tomat bisa ikut serta pula. Lengang.. suara adzan Ashar terdengar dari musholla stasiun yang baru saya ketahui – berwarna pink. Hanya seuprit pedagang yang seliwer, itupun pedagang2 yang dagangannya portable. TeringatFull Story

Sore (Bagian Dua)

.!. Selamat sore ;D.Ga sbr deh,pgn buru2 meeting sama bapak. Kubaca pesan di telepon selularku. Dari Lika. Satu dari banyak anak buahku. Tapi Lika itu spesial. Dia wanita simpananku. Atau mungkin aku yang pria simpanannya. Yang jelas kami memang menyimpan cerita. Bagaimana ceritanya? Ceritanya panjang. Yang jelas aku dan Lika kini memiliki hubungan skandal terlarang.Full Story

Mei

.!. “Hei! Mau kemana?” Dia menjawab…tapi aku tak bisa mendengar suara yang keluar dari mulutnya dengan jelas. Suara kendaraaan yang lalu lalang di jalan ini terlalu bising. “Hah? Kemana?” “Flowers!” Oh. Flowers adalah nama majalah tempat ia bekerja sebagai editor. Dia pernah menceritakan padaku tentang pekerjaan barunya itu. “Pindah sini?!” Aku menunjuk tempat duduk diFull Story

Holy Cathedral

Kuliah radio semester kemaren saya dan teman sekelompok, yaitu Abim dan Andin bikin tugas yang mengangkat tema “Toleransi antar umat beragama Katedral-Istiqlal”. Iya, Gereja dan Masjid ini berhadapan namun cingcay-cingcay aja tuh, paling ada bom-bom kecil yang imut setaun sekali di depan Gereja (loh kok santai?), begitu pula sebaliknya.. Namun yang saya ceritain ttg KatedralnyaFull Story