Titiw Inside

36

Friday, 24 October 2008

.!.
Who’s That Girl release

Setelah sering cerita2 tentang temen The Fan dvdtemen saya di kelas Komunikasi Massa, saya jadi pengen re-post tulisan saya yang dulu ada di blog FS saya tentang mereka. Oh iya, salah satunya adalah diri saya sendiri, dapatkah kamu menebak yang mana..? ;)

Aneh sekali. Dalam ruangan sempit yang mempunyai AC dua buah itu, Ada banyak sekali perbedaan. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas..

The One = Magenta feeling on her hair. Di balik cekakak itu tersimpan kekayaan hati yang hanya orang2 yang ia pilih dapat merasakannya. Loyal jika ia sudah memilih seseorang. Baju, celana, kalung, tas, selalu bergelut dalam jiwa dan raga. Gerakannya selalu menyeruak angin di lapangan pada siang hari sehingga putih itu berganti coklat dan bertransformasi menjadi kemerahan. Sejumlah nominal harus terkumpul dalam minggu ini juga. Hati2 dengan hidung dan tangannya, kalau tidak ingin diinspeksi olehnya. Aksara itu tak terkatakan jika lara mendatangi.. katakan saja The One.. atau itu semua dapat menjadi lumut licin yang dapat menggelincirkan orang2 di sekitarmu.. meskipun itu lama, namun pasti.. dibandingkan tidak sama sekali..

The Two = Curly curl. Seorang peri yang dapat membantu kita semua. Pun, ia juga dapat merasakan lelah yang tak terbilang. Namun, ia selalu beranggapan bahwa itu adalah jalan panjang nan suci yang terbaik dibandingkan jalan runcing dan berdosa namun pintas. Kepalan dan gerakannya harus diperhatikan, kalau tidak, benda2 di sekitar atau mungkin dirimu yang terkena oleh bidikannya. Warna-warni sliwer di depan maupun di belakang, dengan kanji2 yang sedikit dimengerti. Selalu ingin menyamakan persepsi.. hei.. itu tidak baik, sekali2 katakan apa pendapatmu peri kami.. agar kami dapat melihatmu sebagai sosok suci nan tegas lagi mempunyai pendirian kuat dalam hidup ini..

The Three Outlaw movies = Rambut tidak suka hinggap di kepalanya. Tak lagi dianggap laki-laki, karena banyak lelaki yang suka dengannya. Celine Dion dan Shania Twain adalah pahlawannya. Koleksi piringan tuanya berjudul “The Best of Savage Garden”. Mata jalang dalam melihat lekuk2 yang lewat. Titik2 merah sering muncul di permukaan sampai2 ia menutupinya karena takut akan inspeksi dadakan dari The One. Sixth sense kuat dan bulu roma amat mudah berdiri adalah ciri2 dari The Three. Kadang pertanyaan “Hotel atau motel” berkelibat dalam pikirannya..

The Four = Tipis kering di atas kepala namun subur dan liat di bawah itu semua. Bulir2 itu selalu jatuh setiap pagi dan sore. Ia jadi terlihat seperti seorang kakek yang selalu ingin menemani si nenek. “Tidak, aku tidak akan memakan daging putih dan merah itu lagi”, tukas The Four. Kalora kalori selalu terhitung di tiap hembusan nafas, kalo kalo itu semua dapat menurunkan bobot. Sensitif jika tersentil, namun kalimat2 absurd selalu melonjak lonjak dari bibirnya, sehingga membuat semua senang dan riang. Ayolah kawan.. jangan selalu menghitung-hitung itu semua, sekali-sekali lepaskan dirimu dalam kungkungan semu itu agar dapat lebih leluasa bernafas dalam lingkungan yang biru..

The Five

= Ikal hitam yang hitam dan pekat. Akh.. ia selalu terlihat lesu, ia ingin semua itu kembali. Saat-saat tidak ada deadline, saat-saat dimana lelap dapat menyapanya kapan saja, saat-saat dimana bercengkrama adalah ibadah yang lima kali sehari untuknya. Namun sebagai seseorang yang dirasa harus bertanggung jawab dalam komunitasnya, ia harus melakukan itu semua. Dua hari selain lima hari yang penuh dengan kerja dijalani dengan sumringah. Bertemu sanak saudara dan peri-peri kecil yang bagai malaikat di matanya. Padahal ia tidak tahu bahwa ia yang selalu dianggap pangeran oleh mereka2 itu. Luarnya memang pekat, namun yang di dalam sangat suci.. putih.. dan larut dalam kepedihan yang terkadang ia pun tak tau di mana sumbernya. The Five, seseorang yang selalu dapat kau hitung..

The Six = Runcing dan berjeli. Penampakan yang rapih dan berwibawa tidak menjamin kalau ia sebenarnya adalah sosok yang menebarkan gurau dan galau. 70% tak serius, tapi hati hati dengan yang 30 % itu, karena itu semua dapat membabat habis kalian jika ia mau memakainya. Di meja hijau itu kartu-kartu selalu terlihat di tangannya. Ya, tangannya yang selalu merengut, tangannya yang selalu menjenggut, tangannya yang selalu menarik dan bergerak liar. Hentakan musik yang terdiri dari huruf R dan B itu berdentum dentum setiap kali ia memencet tombol ON. Sebentar saja kerja, tak terlalu 9 to 5, namun itu semua dapat menghasilkan banyak. Ya meskipun memang tidak sebanyak jumlah saudara-saudaranya itu..

The Seven = Pendek dan tak beraturan. Ini disebabkan malas datang ke salon yang agak bagus. Selalu meminta pendapat dari orang-orang yang ia kira cukup concern dengan hal-hal itu, tapi tiap diberikan jawaban, ia lalu ragu dan memutuskan untuk tidak. Menangkap gambaran orang-orang dan kejadian sehari-hari amat ia sukai dan itu tentu beralih menjadi hobi. Hobi yang terkadang menghabiskan energi dan materi. Sehingga ketika ia harus memenuhi kebutuhan ragawi, ia sering menghiraukannya. Hanya tumbuhan berwarna hijau dan buah yang berwarna kuning masuk ke lambungnya. Semua orang, ya, semua orang sudah memperingatkan The Seven, namun ia tak peduli. Benar saja, penyakit lambung itu menyerangnya tanpa basa-basi. Teman-temanmu sayang padamu, jangan selalu berpikir sendiri, karena kami di sini untuk membantumu berpikir ataupun memaksamu memakan bulir-bulir putih yang sudah disemai oleh pak tani..

The Eight = Halus dan tipis. Tapi tidak dengan penampakannya yang besar dan besar dan besar. Headphone yang menempel di kuping tidak terlalu dapat meredam gemerisik itu. Kita selalu dapat ikut bersenandung dengannya karena rahasia itu selalu terdengar. Sosok besar yang juga mempunyai hati yang besar. Itu bukan salahnya jika ia harus banyak-banyak mengasup dirinya. Seharusnya kita semua mengerti.. Ia hanya ingin dicintai, namun itu semua pupus, layu sebelum berkembang. Tidak pernah pelit dalam memberi sesuatu dan kami paling senang jika ia memberikan tawa segar yang garing itu. Mengolah raga adalah sunnah dalam kehidupannya, kalau tidak, ia akan terserak dalam sebuah kepasifan yang dapat membuatnya makin begah. Tenang saja The Eight, cinta itu pasti akan datang, tanpa embel2 ataupun prasyarat apapun. Nantikan saja tanggal mainnya..

The Nine = Pirang kemerahan dan coklat berbaur menjadi satu. Kecil meskipun dalam penglihatannya sendiri ia selalu beranggapan bahwa ia mempunyai fisik yang paling sempurna yang dapat diberikan oleh sang pencipta. Keceriaan itu meredam sejak saat ia ditinggalkan oleh sesorang yang ia kira adalah orang terakhir yang dapat menyakitinya. Yang ndilalah, orang tersebut adalah orang pertama dalam hidupnya yang dapat menyakitinya sampai sedemikian rupa. Tapi sedikit demi sedikit ia bangkit karena mereka yang selalu berada dalam lingkaran kehidupan dan pertemanan. Sendiri dalam keramaian dan ramai dalam kesendirian. Di balik jendela, ia selalu menunggu The One menjemputnya dengan kilatan merah yang dapat membawanya ke suatu tempat dimana ia dapat melupakan semuanya..

The Ten = Singa, singa dan singa. Ingin diapakan? tak tahulah juga aku.. Senyum itu sebenarnya manis, jika keringat itu mau diseka tanpa ada syak wasangka. Gayanya itu sebenarnya bisa bagus, jika tidak ada larangan-larangan dari seseorang yang sangat berhak melarang kita. Bertahun tahun dengan seseorang yang sama tidak mengendurkan semangatnya dalam mencinta. Cerdik pandai boleh ditujukan kepadanya. Namun.. bahaya itu tercium dengan sangat kuat jika sifat plegmatis mulai membuncah. Kedatangannya selalu di waktu dimana sang pengajar sudah di tengah-tengah dan hampir orgasme, yang terkadang kedatangannya membuat anti klimaks.. Kalimat-kalimat tak terpikir muncrat begitu saja dari mulutnya, yang terkadang membuat orang yang sudah berada di atas, dapat jatuh lagi ke jurang yang dalamnya amit amit itu. Tapi itu semua ia lakukan tanpa kesadaran yang penuh. Setelahnya ia hanya dapat menyesal telah menaburi hati-hati yang terluka dengan garam. Namun.. itu semua adalah simbol dari rasa sayang dan pedulinya terhadap kita semua, kita hanya bisa menerimanya..

The Eleven = Tipis.. sangat tipiss.. Jangan dilihat sekali, harus berkali-kali sampai kau dapat menemukan keindahan yang hakiki dari dirinya. Rasa afektif sangat banyak dan meluap-luap dari dirinya. Tipikal orang yang akan dikatakan “Baik” oleh sesama. Apa yang membuat ia terlihat? ooh.. bibir ituu.. bibir yang agak mencuat ke depan yang selalu dikomentari orang, namun tidak mengurangi filosofi cantik dari dirinya. Kulit itu putih.. sangat putih.. padahal terkadang ia mengikuti kegiatan yang membakar raga di kala siang itu. Namun sepertinya sang surya tidak suka menempel kepada dirinya. Dunia pun tahu sesuatu yang putih tidak boleh tercelup kegelapan yang dapat membuatnya menjadi abu-abu. Akh.. janganlah sampai abu2, lebih baik putih atau hitam sekalian daripada abu-abu yang melambangkan satu keragu-raguan..

9 thoughts on “36

  1. d4mN says:

    yang ukurannya 36. :mrgreen:

  2. Ale Cewek says:

    Ckckckckc…. aselii… setelah sekian lama absen di dunia perbloggingan saya langsung terbengong2 liat blognya si jeng Titiw jadi canggih begini. pangling euyyy… Gayanya tetep bikin saya cengar cengir bikin curiga orang yang lewat!

    Masih nebak2 yang manakah dirimu jeng!

  3. zee says:

    Kayaknya saya gak bisa nebak deh, kecuali ada fotonya. Biar bisa keliatan kepalanya :)

  4. ratie says:

    Pusing gw bacanya! Kebanyakan majas! HAHAHA..

    1. titiw says:

      Actually no.. I’m the “Nine” you know.. :D

  5. seno says:

    nice!! kamu.tulis2 gini lagi dong skali2.. :)

    1. titiw says:

      Siap beeb.. ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now