Wanita yang Jatuh Cinta pada Pria Berbau Mi Ayam

Ia jatuh cinta. Ia, wanita, jatuh cinta. Jatuh cinta yang teramat sangat ketika menyusuri trotoar depan kantornya. Pria itu.. Ah.. Pria itu memikat hatinya hanya dalam satu hirupan nafas. Ia merasa terbuai dan terlena dengan bau si pria. Bukan, bukan bau parfum terkenal yang seharga setengah gajinya, ataupun parfum KW2 maupun KW3 yang biasa diisi di botol2 kecil berbentuk pulpen. Pria itu.. Berbau mi ayam..

Sejak kecil, ia sudah jatuh cinta pada mi ayam. Khususnya mi ayam bikinan ayahnya. Tepung diberi tepung lagi, diberi bumbu, dipilin, dipotong, dilempar, dan semua gerakan2 atraktif dari tangan ayahnya yang membuatnya sangat senang melihat pembuatan mi ayam. Ketika mi ayam sudah jadi, ia makin jatuh dan mencinta dengan bau mi ayam yang sudah bercampur dengan kaldu, dengan vetsin, dengan bawang, dengan pangsit, dan dengan dengan lain yang terblender menjadi satu di indra penglihatan dan penciumannya.

Ya, pria itu sudah beberapa kali lewat di depannya. Sekali, hidungnya merasa samar-samar antara bau mi ayam bercampur keringat si pria. Dua kali bertemu, tiga kali bertemu, sampai berkali-kali bertemu, ia makin yakin bahwa pria itu.. Berbau mi ayam. Mi ayam yang bukan sembarang mi ayam. Bau yang meruap di udara dan tertangkap oleh buluh getar di hidungnya tidak salah lagi, adalah bau mi ayam yang selalu ia kagumi ketika kecil.

Pria mi ayam.. Siapa namamu..? Di mana rumahmu..? Mengapa kau berbau mi ayam..? Apa yang kau lakukan hingga kau dengan mudahnya membuatku jatuh cinta..?

Di tempat yang tidak jauh dari si wanita, seorang wanita lain menegur seorang pria.

“Bo, kemana aja sih kemaren-kemaren..? Tiap jam makan siang gak makan di kantin lagi..?” Si pria menjawab “Aku makan mi ayam“. “Mi ayam..? Setiap hari?” “Iya, setiap hari.” “Supaya apa?” “Supaya aku cepat mati” “Loh, kenapa kau mau cepat mati?” Kata dokter hidupku sebentar lagi. Lambungku rusak parah. Biar cepet mati, aku makan mi ayam banyak2 saja supaya lambungku cepat hancur.” “Lalu? alasan lain selain itu?” “Karena tidak ada orang yang mencintaiku.” “Baiklah, sekarang kau mau ke mana?” Dan sang pria menjawab lirih namun pasti: “Makan mi ayam.

Sang pria pun berlalu diiringi pandangan penuh cinta dari seorang wanita di ujung jalan.

26 thoughts on “Wanita yang Jatuh Cinta pada Pria Berbau Mi Ayam

    • titiw says:

      He..? Aneh ya..? ya namanya juga opini orang ya.. tapi saya selaku pembuatnya (hehe) paling suka malah bagian endingnya. Si cowok ngerasa gak ada yg cinta sama dia, padahal di satu sisi sebenernya ada orang yg cinta sama dia. Dan itu semuanya disatukan oleh sebuah makanan yg bernama: Mi Ayam. Hehe..

  1. zee says:

    tiw, ini beneran apa boongan?
    kasiannya tuh cowok, pengen cepet mati.
    trs kenapa pula si cewek yg naksir itu diem2 ajah, kasih sinyal dongg…. hari gini mah cewek agresif dikit udah biasa. kalo gak si cowok mie ayam itu gak akan tahu… **tolong kasih tahu sama cewek itu ya tiw..

    • titiw says:

      Eeh.. ya boongan lah.. (lho?) hehehe.. ya karena dia imbisil.. eh, introvert.. eh apalah itu bahasa sok psikologinya. Kalo ketemu ntar tak sampaikeun deh.. hehehe..

    • titiw says:

      Nimpuk mangkok isi mi ayam panas ples saos sambel pake pewarna tekstil yang kagak bakal ilang tujuh bulan, langsung ke bokong Om Mbel..

  2. pakaian wanita says:

    sometimes perempuan termasuk manusia yang aneh. maunya macam-macam. Sulit diprediksi. tetapi cewek memang lebih banyak bicara. kata-kata yang dilontarkan biasanya lebih banyak dibandingkan seorang cowok. Informasi survey di lapangannya memang begitu, dan harus dipenuhi. biar gak cepat tua kali ya…. :d jadi tanggapilah dia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *