Titiw Inside

Bulu Tangkis Indonesia: Riwayatmu Kini

Sunday, 27 September 2009

Membaca kepulangan atlet2 bulutangkis kita tanpa membawa emas di ajang Indonesia Open 2009 kemarin, membuat saya ingat  akan kenangan menonton bulu tangkis Indonesia Open di Senayan pada tahun 2004 dengan riuh rendah suara suporter Indonesia. Ditemani dua teman nyampah saya, Widya dan Yanti, malam tersebut merupakan malam di mana kita bisa habis-habisan memuntahkan makian, ataupun teriakan2 menggila yang biasanya harus direm kencang-kencang ketika jam kuliah di kelas. Khususnya kelasnya Mbak Kusut, ketika tiba2 mati lampu dan kita bermain ABC 5 dasar.

Begitu sampai di Senayan setelah ngebut gila2an dan meneror pacar Widya untuk mengegas pedal gas lebih dalam lagi agar kita tidak telat untuk menonton pertandingan, kami langsung mencari kursi kosong. Wah, kami sempat musyawarah untuk menentukan tempat duduk. Biar bagaimanapun, tempat itu yang nantinya akan menjadi alas pantat untuk beberapa jam ke depan, harus nyaman dan tentu pula harus kondusif untuk menyalurkan hasrat teriak2 menggila tersebut. Hemm, menurut penerawangan, di sebelah sini nampaknya supporternya rada kalem. Tidak ada yang memakai aksesoris gokil seperti penonton yg agak di sebelah sana. Penonton gokil yang kami maksud adalah pria yang memakai bandana merah putih dan menyelipkan bendera kecil di sisi kiri dan kanan pipinya. Baiklah, ini adalah tempat duduk kita, kawan-kawan. Tempat duduk untuk 3 jam ke depan.

Badminton, di mana-mana..

Badminton, di mana-mana..

Impian tinggal impian. Ternyata pria bendera ini sama sekali tidak bereaksi meskipun ada kejadian2 seru. Tidak membuat yel2 khas supporter bulu tangkis. Paling-paling ia hanya teriak yang tidak bisa dibilang teriak juga sebenarnya. Ia hanya teriak lirih “AYo Luluk! Lu-lu gua-gua!” Damn. Dia ternyata tidak lucu! yang bahasa abg pada tahun 90 akhirnya dalah JAYUS. Tidak hanya itu, ia pun teriak “AYo Taufik! Kalo kalah gue aduin Deswita nih!” Yang dimana, kala itu Taufik Hidayat masih pacaran sama Deswita, dan tentuuu saja Deswita melihat dengan mata kepala sendiri apakah Taufik bermain bagus atau tidak, sambil tereak2 “Ayo beib!! bisa beib!”. Jangan senang dulu, dikit2 si pria bendera bergumam “lululuululuu… luluulululul” yang sumpah demi Tuhan kami tidak tahu apa artinya. Wah, ternyata kami gagal total dalam menentukan tempat duduk.

Saat itu, seingat saya, penonton kecewa karena kekalahan dari ganda putra pertama, yaitu Alven si ganteng dan Luluk. Teringat juga akan seorang bapak-bapak provokator yang meniup peluit dengan semangat 45. Jika ia meniup peluit dan teriak2 “IN-DO-NE-SIA!” kita seakan-akan harus membeo “IN-DO-NE-SIA” pula. Namun ketika kami sudah merasakan kenyamanan dalam meneriakkan kata yang merupakan negara yang kami tinggali selama bertahun-tahun, dengan ganasnya bapak tersebut meniup lagi peluitnya agar kita berhenti. Jika ada yang masih teriak “IN-DO-NE-SIA“, ia akan menunjuk orang itu dan mempriwiti dengan suara peluitnya yang nyaring agar ia diam. Waduh, semangat boleh 45 Pak, tapi sekarang kan sudah tahun 2004, sudah tidak relevan lagi untuk memaksakan kehendak Pak.

Kalian kira itu sudah cukup? Belum.. Di depan kami bertiga, ada seorang anak laki-laki, mungkin umurnya 6-7 tahun. Karena ia memegang semacam balon keras berbentuk batang yang jika dipukul-pukulkan dapat membuat seisi senayan lebih gaduh, maka ia dengan kontinyu memukul2 batang itu. Malang diraih oleh teman saya yang bernama Yanti. Tiap anak itu memukul batang tersebut, Yanti yang tepat berada di belakangnya selalu terkena pukul, dan anak itu cueg bebeg seakan-akan batangnya itu hanya terkena angin. Kami bertiga gedeg segedeg2nya sama anak ini ketika kami teriak2 “AYO TAUFIK! PASTI MENANG!” Eh dengan dramatis, anak ini berbalik ke belakang (baca: menatap kami bertiga), dan berkata “Mana mungkin Indonesia menang??!” Anjrit. Anak dari Neraka! Trus lo pilih sapa? Malaysia? Lo orang Indonesa, tong! CUIH! Pas udah agak malem dikit, ni anak ketiduran. Saya sama Widya udah mau ngegulingin tu anak aja dari tempat duduknya. Biar dia tau rasa, biar benjol tu pala, trus besok gak bisa masuk sekolah TK. Eh tiap niat buruk itu mau diimplementasikan, bapaknya itu anak selalu ngelirik ke arah kita. SIAL.

Indonesia vs Malaysia

Indonesia vs Malaysia

Ketika pertandingan sudah mau berakhir, si bapak yang tadi memainkan peluit untuk nyuruh2 orang itu tiba2 bangkit. Rupa-rupanya si Bapak ini sempat tertidur. Ketika bangun itu, ia bertanya “Eh, Luluk-Alven menang?” Et dah pak, itu mah udah pertandingan ke berapa tau! Jangan2 abis ini dia nanya “Eh, Ricky-Rexi menang gak..?” Atau lebih parah lagi kalo dia ngomong “Eh, Rudy Hartono gimana? Menang apa kalah?” Yee.. Tidur apa mati suri, pak?!

Skor akhirnya sendiri saya lupa, yang teringat hanyalah kenangan yang bercampur2 di tengah2 lapangan yang penuh keriaan dan teriakan yang hanya berarti satu hal yang diinginkan: Kemenangan dari Kubu Indonesia. Moga-moga saja di tahun ke depannya, banyak kejuaran bulu tangkis yang dapat dimenangkan kembali oleh satria bergitar yang bermodalkan raket dan kok tersebut.

Kido/Hendra

Kido/Hendra

Final Jepang terbuka baru aja selesai dengan emas bagi Kido/Hendra. Lumayan. Eh jangan seneng dulu, hilite di pertandingan ini ada di pundak Simon Santoso. Meski tidak sampai ke babak final, dia ngalahin si Lee Chong Wei asal Malaysia, juara 1 dunia itu lho! Mantaps. Ayo yang lain ciayo juga di kejuaran2 berikutnya!!

(c) Foto: klik pada gambar

6 thoughts on “Bulu Tangkis Indonesia: Riwayatmu Kini

  1. pakacil says:

    saia juga suka nonton (lewat tipi) pertandingan-pertandingan olah raga antara indonesia dan negara lain, tapi sayangnya itu dulu. sekarang sudah amat sangat jarang :(

    sepertinya sejak SDSB dihapuskan, kok ya olah raga indonesia tak semeriah dulu ya… hihihi… tapi ini sama sekali tak bermaksud menginginkan SDSB hidup lagi lho ya…

    1. titiw says:

      Heh..?? apa hubungannya ama SDSB maaas..? *mikir banget, maklum anak muda*

  2. Ndre says:

    *tertunduk lesu mode on*
    *menerawang jauh ke langit*
    *tidur*

    1. titiw says:

      Nyeeeh.. kamu gak boleh gitu, tawuuuk!!!! Haruuuuus tetap semangat. AYO INDONESIA!!

  3. seno says:

    juara deh kamu kl udah omong badminton.. :)

    1. titiw says:

      Juara dunia apa juara kelas..? x)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now