Jihad For Love

Apa yang Anda bayangkan jika melihat judul film ini..? Seorang AA-sedikit ganteng-dengan aksesori janggut nyambung dari dagu ke kumis yang rela berperang di jalan Islam demi mendapatkan wanita idamannya..? Ataukah malah seorang perempuan-berjilbab-tampak tidak mau melihat mata lawan bicara, yang berkata “Bismillah, saya sayang sama AA, saya mau berjuang demi mendapatkan cinta AA”? Kalau dalam pikiran Anda ada salah satu opsi yang disebutkan di atas, berarti TEEET!! Anda 97% salah!

Jihad For Love merupakan film dokumenter yang mengangkat tentang Islam dan Homoseksual. Mata Anda tidak salah, saya ulang: ISLAM & HOMOSEKSUAL. Dua kata yang tidak pernah bersanding, karena memang tidak pernah berjodoh ataupun dapat ijin untuk bersatu. Adalah Parvez Sharma, gay muslim filmmaker yang melanglang ke beberapa negara seperti India, Pakistan, Iran, Turkey, Egypt, Afrika Selatan, dan Perancis untuk mencari mencari informan yang mempresentasikan kehidupan gay yang dibalut dalam atmosfer Islam.

Para gay ini tidak ada yang ingin pindah agama, ataupun menentang perintah agamanya. Mereka hanya ingin dimengerti bahwa mereka dapat menjadi muslim yang baik meskipun mereka menyukai sesama jenis. JIHAD sendiri adalah sebuah term yang berarti “berperang” atau “berjuang” di jalan Tuhan untuk umat muslim. Nah, judul Jihad For Love ini cenderung ingin meneriakkan perjuangan mereka untuk tetap menjadi muslim, namun juga dapat tetap menjadi gay, teap mencintai apa yang mereka cintai. Eh saya sebenernya belum nonton filmnya, tapi setelah baca-baca di website resmi filmya, rasa penasaran dalam dada cukup melonjak-lonjak jadinya.

Well, I have nothing against gay. Tapi kalo udah bersinggungan sama agama.. Weish, berat sangat nak. Agak ragu kalo film macam ini diterima dengan lapang dada di manapun, apalagi di Indonesia yang setiap weekend jalanan macet gara-gara ada tabligh akbar Habib Habib itu. Bagaimana? Anda tertarik untuk menonton filmnya..? Atau, jadi merasa seperti punya alternatif lain dalam hidup setelah menonton film ini..?

17 thoughts on “Jihad For Love

    • deso says:

      iyayah knp harus islam ya, islam emang susah digoyahkan, agamaku gay diperbolehkan ko mpe nikah digerejaku juga ko yg dibelanda.

      • titiw says:

        Yah, masing-masing orang kan berbeda-beda dari keyakinannya. Intinya, apapun keyakinannya gak usah ada kekerasan deh.. :)

    • dpras says:

      kenapa harus islam? karena sikap umat islam terhadap homoseksualitas sangat jelas sekaligus sangat tidak jelas. Jelasnya, karena sudah ada ayat Quran ditunjang dengan hadis yang menyatakan keharaman PERILAKU-nya. Tidak jelasnya, karena penghakiman atas perilaku berdasar dalil agama ini dirampatkan ke aspek lain semisal ketertarikan, fantasi, identifikasi, dan sikap. Padahal, seorang muslim yang rajin ke masjid pun bisa saja ‘mendapati dirinya’ memiliki ketertarikan seksual pada sesama jenis, tanpa dia pilih atau pinta. Bahkan meski sudah mengetahui dan meyakini dalil tersebut, tidak otomatis menjadikannya berhenti terangsang terhadap sesama jenis, sebagaimana kalau anda tidak suka durian bisa berubah suka dengan durian hanya karena membaca manfaatnya bagi kesehatan. Lebih jelasnya bacalah di http://www.facebook.com/dua.wajah.rembulan

      • titiw says:

        wah, opini yang sangat menarik. Ya, penghakiman itu yang kurang jelas.. Bukannya aku mnentang gay atau apa ya.. tapi mungkin lebih baik kalau mereka tidak terang2an menampakkannya di media atau di depan anak-anak.. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *