Entertainment / Events

The Age of Stupid: Hentikan Perubahan Iklim Atau Kita Semua Akan Benar-benar Menjadi Stupid

Thursday, 22 October 2009

Pada hari Sabtu sore yang cerah, berangkatlah saya ke sebuah tempat yang bernama Tugu Proklamasi, yang beralamat di Jalan Proklamasi tentunya. Untuk apa saya jalan-jalan sore ke sana? Apakah saya merasa akrab sama Bung Karno? Atau mau kongkow aja sambil melihat-lihat patung para proklamator itu berdiri tegak di ruang hijau terbuka? Ternyata ada perhelatan yang cukup penting, yaitu pemutaran perdana Film dokumenter Age of Stupid di Indonesia yang digelar oleh Greenpeace, WWF & Oxfam.

Sebuah film yang mengisahkan tentang bagaimana bumi ini sesudah benar-benar membutuhkan pertolongan. Bukan sekedar pertolongan, namun pertolongan yang segera dan mendesak. Film ini sendiri sudah diputar secara serentak di Inggris bulan Maret dan di New York tanggal 21 September yang lalu.

Suasana Tugu Proklamasi

Suasana Tugu Proklamasi

Sebelum film diputar pada pukul 19:00, saya berjalan-jalan dulu melewati stand-stand yang ada. Banyak orang yang datang dengan mengendarai sepeda, saya juga pengin sih, tapi jauuh.. huhu.. Hijau merupakan warna yang mendominasi stand, namanya juga Green Bazaar. Ada stand WWF, Greenpeace, sepedaku.com, sekolah alam Cikeas, Majalah Greener, TransJakarta, Green Map, dan beberapa stand yang menjual baju bertuliskan quote-quote dari seseorang (yang tentu saja tenar seperti Gandhi, gak cukup kalo hanya quote dari Jaja Miharja seperti “eng ing eng”).

Stand WWF, Para pengendara sepeda, dan baju quote

Stand WWF, Para pengendara sepeda, dan baju quote

Di stand WWF, diajarkan bagaimana membuat kantong belanja memakai kertas koran, di sepedaku.com saya membeli kaos yang dapat menemani saya berjalan-jalan dengan sepeda saya sendiri (ya iya, masa sepedanya Akbar Tanjung), Green Map yang memetakan tempat2 di Jakarta seperti taman terbuka, tempat pertunjukan seni, ataupun danau-danau yang ada. Sekolah alam Cikeas juga nice brosurnya.. Saya ambil, siapa tahu nanti anak saya mau dimasukin situ, hehe.

Tanaman gratis dari sekolah alam Cikeas

Tanaman gratis dari sekolah alam Cikeas

Dan ada satu komunitas yang berhubungan dengan hewan, yaitu Jakarta Animal Aid Network (JAAN) itu yang keren, mereka punya program perawatan terhadap burung elang di Pulau Kotok dan ada pula acara jalan bareng anjing peliharaan. Lutu yaa.. Sayang saya takut banget sama asu. Dan gak lupa saya tandatangan untuk menyetujui agar pasar burung ditutup. Kenapa? Karena banyak satwa liar yang dilindungi diperjualbelikan di sana.

Stand2 Hijau

Stand2 Hijau

Another Green Booth

Another Green Booth

Setelah duduk tenang dan denger talkshow antar entah siapa dan entah siapa serta Davina (si model yang duta WWF), acara mulai ramai. Yang bertanggung jawab atas keriaan tersebut adalah Jamaica Cafe, sebuah grup acapella yang memang bersahabat dengan lingkungan. Bayangkan saja, tidak perlu alat, tidak perlu listrik, tidak perlu checksound alat, dan tentunya hemat listrik dan segala-galanya. Beberapa kali saya liat penampilan mereka, tapi baru malam itu kayaknya mereka ngocol banget. BANGET. Denger lagu Bendera, Welcome to My Paradise, dan beberapa lagu mereka sendiri, pemutaran film pun dimulai.

Jamaica Cafe in Action & Selikui (Sepeda buatan anak UI yang akan dilelang)

Jamaica Cafe in Action & Selikui (Sepeda buatan anak UI yang akan dilelang)

Film Age of Stupid disutradarai oleh Franny Armstrong yang berkebangsaan Amerika. Di film ini, diceritakan tentang makin loyonya bumi menghadapi serangan konsumerisme dari manusia di dunia. Film dibuka dengan gambar seorang pria (Pete Poslethwaite) yang berada di atas menara pada tahun 2055, tahun krisis bumi di ambang kehancuran.

Dari sana, ia meneliti beberapa literatur, film, dan banyak laporan yang ia kumpulkan dari mancanegara. Sebab2 datangnya jaman edan itu pun mulai terungkap, dan pria tua yang duduk sendiri di atas menara hanya bisa bertanya pada diri sendiri, mengapa Dari penelitian itulah ia menemukan penyebab-penyebab perubahan dramatis terhadap bumi. Ia pun bertanya-tanya, kenapa manusia tidak melakukan pencegahan ketika semuanya masih dimungkinkan. Angle-angle film dibuat secara variatif dan diceritakan dari sudut yang unik.

Ada cerita seorang pemandu para pendaki gunung yang berkata bahwa salju makin cair saja setiap harinya, ada anak-anak Iraq yang menjadi korban perang (yang tentunya MINYAK adalah alasan utama, bukan NUKLIR), seorang wanita muda yang ingin menjadi dokter di Nigeria, namun apa daya, Shell yang datang dan menghisap berjuta barel minyak di negaranya malah makin membikin negara itu semakin parah.

Pertanyaan yang muncul?

  • Mengapa hanya Amerika bersama Australia yang tidak menandatangani Potokol Kyoto untuk mengurangi emisi di negara masing-masing?
  • Mengapa tenaga surya yang ada di Gedung Putih dilepas..?
  • Mengapa sistem transportasi kereta di Amerika dihancurkan?

Hanya satu jawabnya. Karena Pemerintah bukan lagi hanya dikendalikan oleh perusahaan minyak. Perusahaan minyak itu sendiri yang sudah menjelma sebagai PEMERINTAH. Dengan adanya tenaga surya, perusahaan minyak akan berkurang keuntungannya. Dengan transportasi yang ramah lingkungan, perusahaan minyak juga dapat merugi. Gokil. Yang perlu dihilite, film dokumenter ini disertai oleh animasi yang ciamik. Tidak ada alasan bahwa anak-anak tidak dapat menontonnya. At least, mereka akan tertarik, dan film ini akan menjadi sarana diskusi yang baik bagi anak-anak dan orangtua.

Para penonton. Aeh ada saya lho! :D

Para penonton. Eeh ada saya lho! :D

Baru setengah film, kira-kira jam 20:00, hujan datang. Not only raining. It’s raining cats and dogs, people!! Thunders and lightnings were everywhere! gokil ya.. Climate change sucks! Baru aja liat teorinya di screen gede, alam seakan-akan memberikan kita contoh yang lebih nyata. Prakteknya. Kerusakan iklim. Dari pagi cerah, dan tiba-tiba hujan disertai angin kencang menghadang.

Acaranya berhenti, orang-orang berteduh di tenda terbuat dari kain yang tentu saja tidak kuat menahan air. Well, what do you think guys…? Tik tok tik tok. Waktu tidak akan menunggu kita untuk berbuat sesuatu untuk ibu pertiwi. Sekarang saatnya. SEKARANG.

sacrifice full hd
Tik tok tik tok waktu terus berjalan

Tik tok tik tok waktu terus berjalan

Notes:

  • Diharapkan film ini menjadi bahan pertimbangan untuk pemerintah di seluruh dunia, khususnya di Indonesia mempercepat kesepakatan iklim  yang akan dilahirkan dalam pertemuan UNFCC di Copenhagen Desember tahun ini.
  • Guys, kalo ada yang tahu di mana bisa dapet DVDnya, kabar-kabari cek dan ricek ya kakak..

29 thoughts on “The Age of Stupid: Hentikan Perubahan Iklim Atau Kita Semua Akan Benar-benar Menjadi Stupid

  1. satrio says:

    keren..gw ga tau ada acara ini..huhu..
    eh tiw, basket nyok!!!hahahahaha..

    1. titiw says:

      Hiyahahha.. nyasar juga lo ke blog gw, yo! lah ayolah basket.. lo nya aja yang suka males2an, hihi..

  2. zam says:

    wah!! sial!! ketinggalan info!!

    1. titiw says:

      Nyehehehehehe *ketawa jumawa*

  3. kodil says:

    mantap sekali ulasannya…salam kenal dari anak nongkrong

    1. titiw says:

      Eh.. kemaren saya bertandang ke blog situ.. dinominasiin di pesta blogger nih yee.. ciyeeeeh.. :D

  4. perez says:

    hum…hum….mbak…ajari aq bikin tas dari koran dongk!!!

    1. titiw says:

      Emang kamu lihat muka aku kayak panda??! (baca: WWF)

  5. thalique says:

    hhm.. its all about business man..itulah kenapa amerika dan australia nga tanda tangan itu protokol

    1. titiw says:

      Emang lacur deh tuh 2 negara.. tapi amerika emang udah dasar dari dasar neraka tuh mas.. huahahha..

  6. tya says:

    ahhh akuw pengen nonton pelemnya jeng!!
    ntar klo kamu dah beli dvdnya eikeh di kasih inpoh juga yah, hihihih

    1. titiw says:

      SIPPO jeng tyaaa!!!

  7. yoga says:

    waaa.. ketinggalan nih gue…
    bisa buat ikan dari kertas gak tiw?

    1. titiw says:

      Ahahha.. bikin pesawat kertas yang harusnya udah jago by default aje eike masih meraba2.. huhuhuhu.. bikinin dong gaaaaa..

  8. morishige says:

    itu sepeda buatan anak UI jenis sepeda lipat, ya tante?
    lakunya berapa kemarin?

    1. titiw says:

      Iya.. nah ada 3 buah tuh, yang 2 “rencananya” akan dilelang, 1 buat doorprize. Namun karena hujan badai yang menghadang.. lelangnya gak berlangsung tuh.. huhuh.. jadi gak tau deh harga lakunya atau harga sebenarnya.. :D

  9. Eh tiw, kalo ada dvdnya gue mau ya!

    1. titiw says:

      Sip.. kalo ada dvdnya mah eike duluan yang mau!! ahahah..

    1. titiw says:

      Sayang banget kamu gak ke sana be, aku dapet kaos dari WWF doong.. *belaguk*

  10. polar says:

    pnasaran ma tu film, jd pengen liat. btw kaosnya keren juga tuh. ada yg jual nggak yah :D

    1. titiw says:

      Kaosnya..? ya ada dong yang jual.. makanya itu digantung2, hihi..

      1. titiw says:

        Eh tunggu.. kaos yang mana dulu nih..? kalo kaos item tulisan tik tok itu kayaknya gak dijual deh.. panitia yang pada pake soalnya.. *nengok ke galih*

  11. nA says:

    Sekolah cikeas? Wii di jogja ada skolah sejenis ndak ya.. Pengen jg nie masukin si kecîl.

    1. titiw says:

      Wah, kalo di jogja saya kurang tau deh.. tapi kalo di jakarta juga sebenernya sekolah alam kebanyakan bukan di “kota jakarta”nya.. melainkan ya itu tadi.. di cikeas.. di depok.. rada pinggiran lah. Mungkin karena di sana alamnya masih rada seger kali ya.. :D

  12. Meidy says:

    di jogja dan surabaya sptnya sdh ada sekolah seperti ini.. Hey titiw, lama ga mampir ksini..

    1. titiw says:

      Oh gitu ya.. kalo boleh infonya makasih lho.. :D lama gak sua secara virtual ya mbak.. hehe

  13. seno says:

    keren. rame kali yg tonton. gbr ada yg ilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now