Racauan Bunuh Diri & KLA

Mendengar radio ibukota yang pendengarnya rata2 mbak dan mas kantoran yang umur 30an ke atas.
Intermezzo ada orang bunuh diri di Grand Indonesia dan Senayan City.
Menunggu kuis radio untuk dapat tiket KLA jadi terhenti karena live report dari mall TKP itu.
Bunuh diri? Itu katanya orang-orang yang ngapdet status twitter agar twit dia jadi popular topic hari itu.
Railingnya lepas dan gak kuat nahan beban? Itu kata PR berbaju hitam yang seakan sudah siap berkabung dengan senyum kaku di wajahnya.
Hanya beda beberapa jam saja. Tapi sama-sama mati.
Mati.
Modar.
Koit.
Hamsyong.
Wafat.
Tewas.
Pokoknya tidak bernapas lagi.

Stress.
Diputusin pacar.
Banyak utang.
Orang tua cerai.
Bau badan gak sembuh-sembuh.
Cacat fisik.
Sahabat pacaran sama si mantan.
Nggak punya duit.
Dikhianati.
Bangkrut.
Faktor-faktor yang bikin pengen bunuh diri.
Pengen mati aja sih pernah, tapi gak pernah kepikiran loncat dari lantai 5 mall ternama.
Mungkin orang itu sudah berdoa pada Tuhan, namun doanya salah.
Ia berdoa agar urusannya dibuat kecil dan mudah.
Padahal, harusnya ia berdoa agar punggungnya yang dikuatkan untuk menahan beban seberat apapun.
Tuhan tidak pernah ingkar.
Urusannya jadi enteng, namun punggungnya yang kaget menahan itu semua.
Tenang, Tuhan tidak akan memberi beban yang masih bisa diatasi.
Asalkan mau berusaha sendiri tanpa mengharapkan bantuan orang lain.
Shit.
Pemenang kuis tiket konser KLA orang lain.
Minta tiket gratis aja deh sama temen yang kerja di radioooo..

(c) Picture

9 thoughts on “Racauan Bunuh Diri & KLA

    • titiw says:

      Ahaahhahaha.. interpretasi kamu kurang baik sayang.. tapi aku pengin nonton KLAAAA!! DAn tiketnya sold out!!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *