Menyebarkan Semangat Aku Cinta Indonesia

Anjing. Itu jawaban saya ketika para interviewer bertanya “Apa yang membuat kamu berhenti dalam melakukan perjalanan ini?“. Ya, dengan bodohnya saya menjawab anjing. Padahal saya seharusnya tahu kalau yang dimaksud adalah “Dalam keadaan apa kira-kira kamu memutuskan untuk tidak melakukan perjalanan dan pulang ke tempat asal?” dan menjawabnya dengan “Jika ada sesuatu terjadi di rumah atas keluarga saya, saya akan berhenti”. Oke. Titiw, sebenarnya apa yang kamu lagi omongin ya? ACI. Aku Cinta Indonesia, ajang jalan-jalan ke 33 provinsi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Detik.com yang diikuti buanyak sekali peserta.

Dari 59.253 pendaftar, disaring lagi menjadi 1000 finalis, dan 1000 finalis itu harus menulis essay 200 kata untuk tersaring menjadi 500 finalis. Dari 500 orang finalis yang tersebar di seluruh Indonesia itu, kami harus mengikuti wawancara yang diadakan di kantor Detik. Sedangkan peserta dari luar kota mengirim video wawancara ke sana. Nantinya, akan diambil 66 orang yang akan bertualang ke 33 propinsi di Indonesia selama 14 – 21 hari. Jadi tiap propinsi akan kedatangan 2 orang yang terpilih. Kronologis wawancaranya sendiri :

  • Mengisi form seperti CV yang buanyak banget. Ada 1 tabel yang harus mengisi daerah-daerah di Indonesia dengan kekhasan masing-masing tempat itu. Saya selaku orang yang “buta geografi” agak kesulitan di sini. Saya tau Madiun itu makanan khasnya pecel. Tapi Madiun itu di Jawa apaa..? (Ya ya.. mari ramai2 tertawakan saya..)
  • Foto bersama dengan cowok yang make baju putih dan cewek2 yang berbaju merah.
  • Pembagian tim yang terdiri dari 2 orang. Saya bareng sama mbak Indri Seska yang ternyata orang2 yang aktif di social media juga.
  • Wawancara via video. 1 menit, tidak ada take ulang. Isi ucapan kita perkenalan singkat, motivasi mengikuti ACI & mengapa saya pantas untuk dipilih. DAMN. Sedikit grogi di depan kamera nih. Saya salut sama orang-orang yang bisa lancar bicara di depan kamera dan menjual dirinya secara mantap.
  • Wawancara tatap muka oleh 3 orang interviewer. Di sini saya diwawancara berdua mbak Indri yang ternyata sama2 punya daerah tujuan ke Sulawesi Selatan juga. Di sinilah dimana kata “ANJING” terlontar. Fobia yang satu itu sepertinya membuat saya tampak konyol di hadapan para interviewer, haha.
Toraja. Tunggu saya suatu hari nanti! ;)

Begitulah. Dan ketika kemarin pengumuman ACI kemarin, tidak ada nama saya. Kecewa sih sudah pasti. Tapi kekecewaan saya bukan pada hasil akhir ini. Tapi lebih kepada “Mengapa saya kurang jual diri ketika interview“. Ya. Kenapa ketika interview saya tidak mengatakan dengan detail mengapa saya ingin sekali lolos. Saya merasa kurang ngotot. Haha.. Meskipun tidak terpilih, saya sedikit bangga sih karena dari puluhan ribu orang itu, saya terpilih menjadi 1 dari 500 finalis. Pasti Tuhan punya jalan lain agar saya dapat bertualang keliling Indonesia, entah bagaimana caranya. Dan saya sangat mengamini hal itu. Oh ya, sayang kalau essay yang meloloskan saya menjadi finalis tidak dipajang di sini. Jadi.. Sila membaca essay 200 kata “Bagaimana Cara Saya Menyebarkan Semangat Aku Cinta Indonesia“.

Cara menyebarkan semangat AKU CINTA INDONESIA adalah dengan mendokumentasikannya dalam bentuk tulisan maupun foto. Pendokumentasian secara tulisan tentu saja dengan menuliskan pengalaman yang telah didapat dari ACI dengan menceritakannya di blog pribadi atau wadah yang disediakan dari detik.com. Sedangkan dokumentasi dalam bentuk foto dapat diletakkan di blog pribadi, album foto di Facebook, ataupun account khusus foto seperti Flickr. Selain itu, ketika melaksanakan perjalanan, live tweet dari Twitter akan sangat membantu menyebarkan virus ACI.

Dengan begitu, masyarakat Indonesia dapat lebih melihat Indonesia yang sesungguhnya. Indonesia yang kaya, Indonesia yang penuh warna, Indonesia yang beraneka. Mengapa dokumentasi foto? Karena kita tahu โ€œa picture tells a thousand wordsโ€. Lalu mengapa saya memilih menyebarkan semangat ACI dalam dokumentasi berbentuk tulisan? Seperti kata pengarang terkenal yang sudah almarhum, Pramoedya Ananta Toer,

โ€œOrang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.โ€

Saya ingin suara cinta Indonesia yang diteriakkan dalam tulisan saya terdengar hingga jauh, sampai anak cucu kita mengenal bagaimana Indonesia yang sesungguhnya. Abadi. Selamanya.

(c) Foto

41 thoughts on “Menyebarkan Semangat Aku Cinta Indonesia

  1. fahmi! says:

    aku juga sempat masuk jadi salah satu dari 500 finalis, tapi nggak kepilih jadi 66. padahal aku bikin videonya best punya lho. aku sedang kurang beruntung aja kali ini hihihi. btw mau liat videoku nggak? kalo mau nanti tak forward emailnya ke emailmu, hehe.

    • titiw says:

      Oh ya mas? Kepilih jadi 500 finalis juga? Hebaaat! Enak kalo dari luar kota, bikin videonya bisa take berkali2. Hehehe.. Kau upload saja di yutub.. nanti kasih linknya ;)

  2. aldriana amir says:

    titiw, essai-mu menggugah hati banget, dg kalimat penutup yg manis sekali! *standing applause buat titiw*

    cep, cep, cep, *tepok2 pundak titiw* saya yakin suatu hari nanti kamu pasti bakalan keliling indonesia, tiw! ;)

    • titiw says:

      Oh ya..? Yang bener di..? Duh aku jadi percaya diri deeh.. Thx a bunch dear.. AMIN FOR THE WISHES! *crossing fingers* :D

  3. zee says:

    Padahal pengalaman lu bertualang sudah lumayan banyak ya Tiw.
    Tapi belum rejeki, mungkin karena kurang menjual diri ketika interviu? Hehe… gpp… masih bisa lain kali.
    Eniwei, theme barunya bagus. Tidak kelihatan personal blog, tapi lebih kelihatan sebagai blog informasi. Ok kok! :)

    • titiw says:

      Malah menurutku mereka gak liat pengalaman bertualang mbak. ngapain mereka ngelolosin orang yang udah melanglang seluruh indonesia, kan..? Iya, kurang jual dir mungkin. Makasih masukan atas blognya mbaaak.. ;)

  4. kuy says:

    hlah situ lolos 500 besar ?!
    Saya aja msh dlm kelas ‘harap2 manja’

    sayang ya,pdhl tulisan mu bagus. Kutipannya jg memukaw..

    Kalo pendapat gw sih 14 hari terlalu singkat bw keliling ke 33 provinsi, yg ada g sempet nikmatin travelingnya.

    • titiw says:

      Lolos doooong! ahahahahaha *tawa songong* *terus nangis*. Itu 14 hari gak ke 33 propinsinya kuy. Tapi tiap pemenang mah 1 propinsi doang kebagiannya. Cuma karena pemenangnya 66, tiap propinsi diwakilin 2 orang kuy..

    • titiw says:

      Itulah mak cik.. namanya juga dag dig dug der daia diwawancarain beginian.. direkam pula ciin pake kamerah.. haha.. aku adamuh jugaa..

    • titiw says:

      Ayo han, ke Torajaa!! Ajak akuuuh! PAKAI AKUUUH!! Hehehe.. Pastinya lah tetep cinta Indonesia walo gak lolos ACI.. X)

  5. Dwi Wahyudi says:

    Sama juga mbak, aq juga lolos dalam kategori 1000 besar tapi ngga lolos di kategori berikutnya. Alasannya sih simpel aja, kelupaan tanggal deadline akhir mengirimkan essay. Nyesel banget sebenarnya, tapi ya sudahlah. Padahal pengen banget lolos tuh, sesuai dengan ungkapan yang kukatakan bahwa KALAU MAU JALAN-JALAN GRATIS JADI BLOGGER SAJA. Hehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *