Asal Usul Patung di Jakarta

Kenapa patung pancoran tangannya ngadep ke arah Jakarta Pusat? Kenapa namanya patung Selamat Datang? Kenapa ada patung Pak Tani? Well well well.. Berapa pertanyaan ini pasti pernah berkelibat di otak kamu yang tidak terlalu penuh itu. Apa dan bagaimana sejarahnya sih sampai ada patung-patung ataupun monumen di Jakarta? Bertumpu dari situ, saya pengen bagi-bagi sedikit ilmu perpatungan yang dulu saya pernah baca di majalah Provoke kalo gak salah. Enjoy!

1. Patung Selamat Datang a.k.a Patung Bunderan HI

Di jaman olahraga masih menjadi harapan bangsa, patung ini dibuat untuk menyambut para peserta Asian Games IV tahun 1962. Patung yang terbuat dari perunggu tersebut ialah hasil karya Edhi Sunarso dan dirancang oleh mantan Gubernur Jakarta, Hendrik Ngantung a.k.a Henk Ngantung. Yup, jaman itu, mantan gubernur BENER-BENER PUNYA KERJAAN dan punya sense of art yang cukup tinggi.

Mengapa patung yang berada tepat di tengah air mancur bunderan HI ini menghadap utara? Dikarenakan, jakarta bagian utara dalah pusat bisnis & tempat dimana tamu-tamu datang dari pelabuhan waktu itu. Lima formasi air mancur di sekeliling patung juga katanya menandakan ideologi negara kita, yaitu Pancasila.

2. Patung Dirgantara a.k.a Patung Pancoran

Betul! Nama asli patung pancoran adalah patung Dirgantara, nak! Masih dirancang oleh Edhi Sunarso, patung yang dibuat sekitar tahun 1964 ini menyimbolkan betapa perkasanya kekuatan angkatan udara bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh arah tangan si patung yang menunjuk ke bekas Bandar Udara Internasional Kemayoran. Denger-denger sih, Bung Karno dulu kudu melego mobilnya demi biayain pembangunan patung ini.

Pancoran Style
Pancoran Style

3. Patung Pemuda Membangun a.k.a Patung Bunderan Senayan a.k.a Pizza Man

Penampilan pemuda kekar dengan perut yang akan membuat iri cowok-cowok yang ikut kontes susu kesehatan khusus cowok ini dibuat sebagai penghargaan atas pemuda dan pemudi yang sudah membangun Indonesia. Api yang diangkat melambangkan semangat pembangunan yang tak pernah padam. Dulunya, patung yang entah mengapa digambarkan hanya pake seperti celana sobek-sobek itu direncanakan untuk diresmikan saat hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1971. Tapi karena belum klaar, jadinya diresmikan pada bulan Maret 1972.

4. Patung Arjuna Wijaya/Patung Asta Brata a.k.a Patung Delman

Dibangun bulan Agustus 1987, patung ini menggambarkan Arjuna dalam perang Baratayudha yang kereta perangnya โ€™disetirinโ€™ sama Batara Kresna. Pembuat patung ialah Nyoman Nuarta, seorang seniman asal Bali juga membuat Garuda Wisnu Kencana. Delapan kuda yang menarik kereta menyimbolkan 8 ajaran kehidupan yang disukai oleh Presiden Soeharto, yaitu falsafah bahwa hidup harus mencontoh bumi, matahari, api, bintang, samudra, angin, hujan dan bulan. Di bagian patung ada prasasti yang bertuliskan โ€˜Kuhantarkan kau melanjutkan perjuangan dengan pembangunan yang tidak mengenal akhir.โ€™

Asal tahu aja, karena alasan klasik, yaitu keterbatasan dana.. Patung dibuat dari bahan poliester resin. Setelah keropos di sana sini, tahun 2003 patung ini direnovasi lagi dan materialnya diganti dengan bahan tembaga, hingga menghabiskan dana 4.000.000.000 (silakan dicerna sendiri berapa nol-nya).

5. Patung Pahlawan a.k.a Patung Pak Tani & Bu Tani

Kaget kan kalo nama patung sebenernya ini bukan patung Pak Tani? Maaf untuk semua petani di luar sana, ternyata belum ada patung yang dibuat untuk menghormati Anda. Dilambangkan dengan seorang laki-laki yang menyandang senapan dan minta restu sama wanita di sisinya untuk maju ke medan perang, patung ini dibuat sebagai penghargaan pada para pejuang kemerdekaan Indonesia. Orang-orang aja yang nyebut patung Pak Tani karena doi pake caping.

Pak Tani pembawa senapan

Ide pembuatan patung dilontarkan Pak Karno yang abis dari Moskow dan terkesan dengan patung-patung di sana. Maka, dibuatlah patung oleh seniman bernama Rusia Matvei Manizer dan anaknya Otto Manizer. Patung yang berasal dari tembaga ini dibuat di Rusia dan dibawa ke Indonesia pake kapal laut. Di tahun 1963, patung diresmikan dengan tulisan “Bangsa yang menghargai pahlawannya adalah bangsa yang besar”.

Yak, sekian pelajaran sejarah kita tentang beberapa patung di Jakarta ya anak-anak. Kalo ada yang masih kurang jelas, langsung tanya ke patungnya atau ke Bung Karno sekalian. Have a good day all! :)

25 thoughts on “Asal Usul Patung di Jakarta

  1. thalique says:

    Aku jumat kemaren baru saja membaca posting begini di suatu blog, masih kurang banyak Kakak, Patung Pembebasan Irian Barat belum atau Patung yang agak kekinian macam Patung Diponegoro, Patung Kartini yang kegeser ama Patung Diponegoro dipindah ke Monas atau Patung Jendr Sudirman..

    Atau Patung Bergenre Dewa Dewi, Patung Hermes, hmm apalagi yha

    • titiw says:

      Heeh mbak, malah katanya ada lagi cerita dari patung2 lain.. nanti aku kasih sambungannya juga deh kalo udah baca.. ;)

  2. bukan detikcom says:

    dengar kabar dulu patung pak tani sempat bermasalah yah? mengingat salah satu slogan partai yang akhirnya dilarang itu “buruh tani dipersenjatai”.Dan si patung dituduh mencitrakan partai dimaksud :D

    • titiw says:

      Nah, itu dia juga.. ya.. we never know lah, eh i mean sampe sekarang kita belum tau lah apa makna sebenernya.. makasih infonya ya :D

    • titiw says:

      Eh iya, typo. Dibenerin dulu ya.. Haha.. Patung pizza delivery itu kan udah dijelasin di nomer 3.. Melambangkan semangat pemuda! :D

  3. PRAMITA says:

    hemmmm…ulasan yang ada samaaaa persiiissss di blog blog yg lain…kasih yg lengkap dmn patung2 ini ada??? patung sudirman gak dimasukin jg?

    • titiw says:

      Hai Mita, iya, untuk ide patung ini aku emang liat di majalah.. Tapi nggak kopi paste lho.. Ok, nanti aku tambahin dimana patung2 ini berada ya.. Kalo patung pak dirman itu dibuat untuk penghormatan kepada beliau. Tapi nanti aku searching lagi biar lebih jelas ya. Thanks udah berkunjung.. :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *