Bandara: Kesan Pertama Sebuah Kota

Ada yang mengatakan, jika mau menilai sebuah kota, tengok dulu kualitas bandaranya. Menurut saya, Makassar menerapkannya dengan baik dengan Bandara Sultan Hasanuddin yang terletak sekitar 17 km dari kota Makassar. Lihat saja bandar udara bertaraf internasionalnya yang dibuka pada tahun 2008 itu. Tidak ada kesan kumuh, riuh, kotor. Desain arsitekturnya pun sangat elok dipandang mata.

Selamat datang di Makassar! :)
Selayang pandang Bandar Udara Hasanuddin

Secara ya, pintu pertama yang dilihat oleh wisatawan yang datang menggunakan pesawat pastilah adalah airportnya. Secara subjektif, bandar udara Soekarno Hatta memang tidaklah semodern bandara ini. Wajar, karena tempat ini juga baru saja dibangun. Tapi meskipun modern, ia tidak meninggalkan budayanya begitu saja. Terlihat dari replika kapal Pinisi yang menjadi tempat berfoto bagi pengunjung yang datang. Jika Makassar bisa, mengapa yang lain tidak?

Kapal Pinisi mini tempat pengunjung berfoto
Makassar, apa kareba?!

Notes:

  1. Jika mau beli oleh-oleh khas Makassar, bandara ini bisa jadi pilihan. Barang-barang cukup lengkap, dengan harga relatif normal.
  2. Di luar bandara, ada juga bus Damri seharga Rp 15.000 dengan rute Bandara hingga lapangan Karebosi. Ada pula shuttle bus gratis untuk bandara dan sekitarnya.

8 thoughts on “Bandara: Kesan Pertama Sebuah Kota

  1. seno says:

    Ih keren banget bandaranya, yang tulis apalagi… etapi serius penampakan nih bandara asik punya yah, seharusnya Soetta nyontoh ini nih. IMO. Gozaru!

  2. Asop says:

    Saya pernah baca sebuah posting-an di Yahoo, ada kekurangan Bandara Hasanuddin. Setelah saya cari lagi, ternyata masih ada di history peramban saya. Ini posting-annya, tertanggal 14 juli 2011.

    Katanya, sistem suara (akustik) di sana nggak bagus. Berisik, dan gak terdengar jelas. banyak penumpang yang ketinggalan. Dan katanya sih itu disebabkan karena desain bentuk bangunannya…. :mrgreen:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *