That’s Just The Way It Is

Sebagai manusia, banyak sekali tanya-tanya tak terjawab dalam hidup kita ini. Tanya dalam hal persahabatan, hal pendidikan, hal percintaan, bahkan yang abstrak, yaitu pertanyaan mengenai pertanyaan itu sendiri. Lalu apa yang harus kita lakukan? Terus mengejar zat yang menjadi akar dari tanya itu? Ya. Terkadang kita harus melakukan itu. Namun jika tetap tak terjawab, maka hal yang dapat kita lakukan hanyalah merelakannya. Karena inilah hidup. That’s just the way it is.

Pertanyaan mengenai “Kenapa Ayah & Ibu cerai” mungkin dijawab oleh si pelaku perceraian dengan jawaban klise “Tidak ada lagi kecocokan di antara kita“. Namun apakah jawaban paling juara dalam tayangan infotainment itu dapat memuaskan tanya si anak yang akan tumbuh tanpa adanya orangtua yang bersatu? Sepertinya tidak. Namun si anak tetap harus hidup. Tetap harus bersosialisasi. Tetap harus toleransi. Karena inilah hidup. That’s just the way it is.

Mungkin banyak dari kalian yang sering menemukan kata “galau” ataupun “susah move on” di dunia Twitter. Saya yakin, itu semua bersumber dari kalimat tanya dalam sekat-sekat hati mereka. “Mengapa si cewek kecengan tidak mau dengan saya? Saya jadi galau.” “Mengapa si mantan mutusin gw tanpa ada alasan yang jelas? Gw jadi susah move on.” See? Semua bersumber dari tanya. Sekali lagi, terkadang kita tidak selalu mendapat jawaban, dan belum tentu jawaban itu memuaskan. Karena inilah hidup. That’s just the way it is.

Kita hanya bisa pasrah dan bergerak ke depan, sehingga perasaan tanya itu tidak tumbuh subur karena ia kita pelihara dengan baik di kebun masa lalu. Berdoa saja, semoga ketika kita sudah dipanggil oleh-NYA, kita dapat menonton kepingan-kepingan jawaban yang selama hidup selalu kita tanyakan. Seperti yang dialami oleh Eddie si penjaga fair ground di buku The Five People You Meet in Heaven yang akhirnya dapat melihat apa sebab dan akibat kejadian-kejadian yang ia alami semasa hidupnya. Dan semoga saja Tuhan betul-betul membuat gambar-gambar yang diberi judul besar “JAWABAN AKAN HIDUP”, sehingga itu dapat membuat kita tenang di alam sana sambil tersenyum.

Dan karena sekarang kita semua masih ada di sini, jangan lihat tanya-tanya itu menjadi sebuah momok. Lihatlah ke sudut yang berbeda, kenapa kita harus bangun besok pagi? Agar bisa melihat orang-orang terdekat kita yang sayangnya lebih tulus ketimbang orang-orang yang meninggalkan kita dengan peninggalan tanya super besar dalam diri. Untuk siapapun di luar sana yang bersedih, banyak tanya dalam hatinya, dan merasa ditinggalkan (terutama dalam hubungan cinta).. Mungkin kutipan dari ayat di bawah ini bisa membuat kamu lebih move on dan ikhlas. Karena inilah hidup. That’s just the way it is.

Perempuan-perempuan yang jahat adalah untuk lelaki-lelaki yang jahat, dan lelaki-lelaki yang jahat untuk perempuan-perempuan yang jahat dan (sebaliknya) perempuan-perempuan yang baik untuk lelaki-lelaki yang baik, dan lelaki-lelaki yang baik untuk perempuan- perempuan yang baik. ~ Q.S An Nur: 26

PS: Terinspirasi atas obrolan tengah malam dengan Ade Putri Nugrahani.

(c) Image

18 thoughts on “That’s Just The Way It Is

  1. Bieb says:

    Mba’ Tiw emang juara banget deh. Tulisan kocak bikin ngakak. Tulisan mature bikin senyum2 geli di hati ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *