Traveling

Bootcamp: Menilik Dalaman Newmont Nusa Tenggara

Wednesday, 29 May 2013

Seperti janji tante yang akan cerita-cerita tentang daleman PT Newmont Nusa Tenggara yang terletak di Sumbawa Barat itu, marilah kita bersama-sama melantunkan Basmallah agar semuanya lebih lancar dan barokah. Bismillahirrahmaanirrahim. Perjalanan menuju NTB dibuka dengan berkumpulnya semua peserta Bootcamp di bandara pagi-pagi buta jam 3.30 pagi. Hamdallah sampe Lombok Praya pagi-pagi dengan sehat walafiat. Pas banget tahun lalu tante di situ juga sama temen-temen arisan berlian tante untuk menggila di Gili Trawangan. *menerawang*

The gank!

Bus berukuran sedang sudah parkir untuk membawa kita langsung ke pelabuhan Kayangan yang waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam dari bandara. Namun sebelumnya, kita sarapan hardcore dulu di warung lesehan Asri. Pagi-pagi udah makan ayam taliwang dan segala gorengan yang pedes-pedes? JOSS! Di pelabuhan Kayangan, tas-tas akan diperiksa dengan alat seperti yang ada di bandara. Ruang tunggunya outdoor, panas, namun kapal datang dengan cepat sehingga kami tidak perlu menunggu lama di ruang tunggu. Berapa harga tiket boat yang akan membawa kami ke pelabuhan Benete? Rp 150.000 untuk orang-orang yang tidak memiliki KTP Sumbawa Barat, dan Rp 75.000 untuk mereka yang memiliki KTP tersebut.

Pelabuhan Kayangan

Kapal yang dapat menampung 200 penumpang yang kami naiki super ciamik! AC, bersih, safety first, ada pelampung di setiap bangku, dan pemandangan dari atas sangat keren. Cuma agak-agak geli basah aja karena ombaknya gelitik-gelitikin kapal. Perjalanan laut memakan waktu 1,5 jam untuk mencapai pelabuhan Benete, yang mana ada beberapa turis asing yang tante lihat membawa papan surf. Betul, surfing merupakan olahraga andalan jika kamu bertandang ke pantai-pantai yang ada di Sumbawa karena ombaknya yang mumpuni.

The Boat

Dan akhirnyaaa.. Sampailah kita semua ke Pelabuhan Benete! Di sinilah saya akan mengupas beberapa daleman Newmont:

1. Ruang makan.
Karena sesampainya di Newmont sudah sore dan belum makan siang, maka setelah dijejali safety induction dan diberikan Badge yang udah kayak nyawa sendiri, makan sianglah kami di ruang makan yang udah kayak restoran hotel. Tempat makan ini tidak bebas dimasuki, hanya oleh mereka yang punya Badge yang boleh masuk dan ada juga jam-jam tertentu. Belum lagi di tiap masakan ada penjelasan bahwa makanan tersebut “Sehat”, “Cukup Sehat”, ataupun “Kurang Sehat”. Sebagai proletar yang jarang makan enak, tentulah kami eh maksudnya saya, menggila di sini. Kapan lagi makan kentang-kentangan pake gravy, salad dengan variasi saus, dan ditutup dengan brownies es grim? *nangis terharu*

Harus bikin bubur merah putih kak. Nama aku berubah. Huks.

2. Pusat kesehatan/klinik internasional SOS
Lagi begok-begoknya karena kenyang, kami berkunjung menuju klinik tempat dimana setiap pekerja diperiksa secara berkala setiap tahunnya. Di sini mas Harris menjadi volunteer untuk diperiksa ini itu ala medical check up. Karena hari itu saya lagi sakit hati, pas banget deh sekalian diobatin. Dari situ, saya melihat Newmont memang mengedepankan kesehatan untuk para karyawannya dan juga masyarakat di sekitar lingkar tambang dengan fasilitas-fasilitasnya yang lengkap.

Klinik SOS

3. Camp
Camp ini dari jauh terlihat seperti dibuat dari kotak-kotak peti kemas, namun ternyata dibuat dari seng yang dilapis bahan tertentu sehingga tidak panas. Sekamar dengan mbak Mumut, kami disambut dengan ruangan yang bersih dan adem, cemilan dan buah-buahan, serta kamar mandi yang dilengkapi air panas. Belum lagi ada fasilitas laundry, kakak! Bisa nggak sih rumah saya punya fasilitas begini aja? *nangis krn di rumah jadi pembantu* *tapi boong* *tapi jadi tukang kasih makan kucing sama cuci piring aja* *ini apa sih kok jadi melebar*

The camp

4. Green House
Bawaannya udah mau bobok aja, namun kita kudu makan malem dulu di Green House. Menu makanan yang disediakan di sini juga juara kelas. Udang segede dosa yang gampang dikupas, buah-buah segar, dan juga tom yam soup. Gyaaah.. Endang estaurina bambang enjot-enjotan! Sambil makan, kami juga mendengarkan speech dari Bapak Djarot sebagai Senior Manager Social Responsibity Newmont Nusa Tenggara. Dari obrolan pak Djarot, saya baru tahu kalau Newmont sudah mengalokasikan 60% tenaga kerjanya khusus untuk penduduk lokal. Padahal saya pikir perusahaan itu penuh dengan expat a.k.a buleleng. Ternyata asumsi saya salah, sodara-sodara!

Makan lagih!

Dan akhirnya karena kita semua udah terlihat ngantuk-ngantuk kucing, kembalilah kami ke camp dengan badan yang rontok. Bayangin, saya tidur jam 21.00 WITA yang mana itu berarti jam 20.00 waktu Jakarta dong. Tante Titiw si anak begadang udah bobok jam 8 malem? Hanya terjadi ketika traveling. Lalu, pengalaman apa lagi yang saya dapat di Newmont? Nantikan di postingan tante selanjutnya! *sunbasah*

15 thoughts on “Bootcamp: Menilik Dalaman Newmont Nusa Tenggara

  1. Andini says:

    Baru hari pertama uda seru banget nih….apalagi ngeliat poto2 pas makan2…ngilerrr….

    1. titiw says:

      Iya ndiiin.. Hihihi.. Tunggu postingan selanjutnyah dari akyuu.. :D

  2. hlga says:

    mayan mahal juga ya kalo ga punya ktp sumbawa barat
    pekgo kerasa banget buat saya itu :p

    1. titiw says:

      Eym.. Gemana kalo buat KTP Sumbawa Barat aja biar lebih murah? Aha! *merasa jenius*

  3. muthz says:

    Jd kangen mie instant di mess abis baca ini kak. Aku naik 4 kilo lohh kak,perbaikan gizi dan penambahan lmak ya kak hehehe

    1. titiw says:

      Mie instan: Sedang lho kak tingkatannya.. bukan kurang baik. Hajaar! :))

  4. rasehaM says:

    Semoga perusahaan-perusahaan lain bisa melaksanakan program CSR dengan baik dan ‘niat’ seperti ini. Meskipun ketentuan soal CSR hanya dan baru diatur oleh satu2nya ketentuan di UUPT tanpa ada peraturan pelaksana lebih lanjut. Jadi, inisiatif dan itikad baik sangat berperan di sini.

    1. titiw says:

      Betuuul! Btw UUPT apa sih kak..? Jelasin doong..

        1. titiw says:

          Siaaap! Nice article anyway.. :)

  5. tya says:

    udah sampe sumbawa darrllll… aku tunggu ceritanya yang sampe raja ampat hihhii

    1. titiw says:

      Hihihi.. Insya Allah darling. Aamiin! :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now