5 Pertimbangan Mengapa Harus Pulau Bintang

Pulau Bintang Kepulauan Seribu (8)

Akhir-akhir ini saya menjadi pelancong ataupun traveler yang kurang ambisius. Penginnya jalan-jalan ke tempat yang gak harus susah payah bawa tas segede jam gadang, penginnya gak naik kapal busuk yang biasanya dijatohin kutu-kutu dari atas, dan penginnya yang sekali bayar langsung cuss. Maklum, faktor U. Uang. Lho. Ya intinya saya mau yang cepet dan gak pake lama, sehingga di awal Agustus ini bertolaklah saya dan beberapa teman ngetrip ke Pulau Bintang, Kepulauan Seribu. Trip ini juga sekaligus farewell trip untuk sohib kita Nikka yang akan S2 di luar kota, yaitu Sentul. Ya keleeuus luar kotaaaa. Eh tapi emang luar kota pan ya? Paaaan.

Tahun lalu, Pulau Bintang sudah pernah saya sambangi, namun sukma ini bagaikan pungguk merindukan bulan ataupun Tukul yang merindukan Luna Maya. Pada dasarnya kangen deh ke pulau cantik ini lagi yang jatohnya masih “resort” dan gak gembel-gember bener. Buktinya aja kamarnya ada AC, air di kamar mandi ada aer anget, dan ada kulkas serta dapur. Mengapa saya ke sini lagi padahal udah pernah berkunjung tahun lalu? Berikut lima dasar yang menjadi pertimbangan saya

1. Foto-foto selalu terlihat bagus di sini

Foto-foto itu wajib hukumnya setelah sunnah muakkad. Kalo nggak, gemana bisa menyebarkan keindahan Indonesia? *tserrr* Dan entah kenapa semua hasil foto saya cakep di sini. Bahkan lebih cakep dari yang moto. Pasirnya yang putih, ranting pepohonan yang membuat foto terlihat semarak, hingga airnya yang berwarna biru tosca, semua elemen membentuk satu kesatuan yang bisa disebut: KECE. Tips foto-foto di Pulau Bintang? Berfotolah pas sunset di bagian samping pulau yang kontur pantainya landai, dan foto-foto berenang pas paginya di tempat yang sama.

Pulau Bintang Kepulauan Seribu (4)
Pulau Bintang pagi hari
Pulau Bintang Kepulauan Seribu (3)
Pulau Bintang siang hari
Pulau Bintang Kepulauan Seribu (8)
sunset pulau bintang

2. Tempatnya ramah anak alias child friendly

Mengapa saya bisa bilang begitu? Satu, karena pantai yang tempat kita main-main itu cukup landai dan tidak dalam. Dua, tidak ada kendaraan bermotor yang lalu lalang. Dan tiga, sepertinya tidak ada hewan seperti anjing yang ngejar-ngejar dan bikin anak jatuh sehingga di pahanya ada bekas luka yang bisa bisa bikin ia trauma anjing seumur hidup *Curhat dikit boleh ya kakaak*.

Pulau Bintang Kepulauan Seribu (9)
Nikka & Keponakan

3. Masih resort, namun tidak terlalu mahal

Iyalah kalo dibandingin sama Pulau Putri, Pulau Pantara, ataupun Pulau Macan, Pulau Bintang masih jaoh lebih murah. Apalagi kalo berangkat sendiri ya, itungannya masih dapet deh 500 – 600 ribuan per orang. Coba bedakan Pulau macan yang paket semalamnya bisa sampai Rp 2 juta per orang. Hamsyong kita orang! Ya emang ada harga ada rupa, misalnya saja tempat boboknya ndak secakep yang di Pulau Pantara. Tapi apa sih yang kamu cari? Kebahagiaan nanti di akhirat kan? Jadi tidak usah terlalu ngoyo dalam mengejar duniawi lah.

Pulau Bintang Kepulauan Seribu (6)
Penginapan pulau Bintang

4. Tidak crowded dan ramai

Rumah yang tersedia hanya 4 – 5 buah, yang maksimal ditempati 10 orang per unit. Tidak pernah saya ke sana dan pulaunya ramai *secara baru 2 kali juga*. Ini membikin kita jadi lebih santai dan lebih mudah jika mau kontemplasi diri. *lah napa kontemplasi daaah*

Pulau Bintang Kepulauan Seribu (1)
Manjat manjat juga gak ada yang liatin

5. Jaraknya relatif dekat

Secara masih di Kepulauan Seribu ya bro, jatohnya ya masih Jakarta. Kalo dari Muara Angke yang baunya kayak kamu yang gak mandi sebulan setengah, naiklah kapal ojek seharga Rp 40.000 ke Pulau Harapanyang dapat ditempuh selama 3 jam. Lalu dari Pulau Harapan lanjut lagi dengan kapal sewaan menuju Pulau Bintang dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Apalagi kalo naik kapalnya dari Marina Ancol *bukan Marina body lotion*, pasti lebih cepet bin endes. Tapi ya mihil.

Pulau Bintang Kepulauan Seribu (5)
The geeeng

Itu 5 alasan kenapa saya nggak masalah untuk kembali lagi ke Pulau Bintang. Ada yang sudah pernah ke Pulau Bintang dan punya impresi lain tentang pulau ini? Jangan ragu-ragu untuk komen di sini ya. Happy traveling!

Pulau Bintang Kepulauan Seribu (7)
Happy traveling!

21 thoughts on “5 Pertimbangan Mengapa Harus Pulau Bintang

  1. rasehaM says:

    Yeah, me likey sta ailen! Pernah riset nda kalo dari Marina naik apa dan berapa duit? Apakah kudu antri dari Subuh atau konsepnya charter kapal?

    • titiw says:

      Kalo dari Marina yang indie gitu aku kurang tau. Tapi kalo misalnya pake paketan tur yang agak pricey, itu udah mencakup bolak balik naik kapal dari dan ke Marina.

  2. Fahmi says:

    Ya kali kak ada sepeda motor lalu lalang di kepulauan seribu -,-” e tapi ada sih, di pulau kecil macam pulau untung jawa, sepeda motornya disana ngeselin :| *catet deh kak, kali bisa kabur – kabur lucu ke pulau bintang* :D

  3. Indie_ana Jones says:

    Hallo Titiw, saya coba kontak Nikka dari kontak yg ada di posting sebelumnya kok nampaknya tidak bisa ya? Tertarik juga nih ke P.Bintang

  4. Erlin says:

    Hallow mba.. mba saya tertarik k pulau bintang.. tpi kak nikka’a blm bls email :(
    Bolehkan dimintakan tolong utk tanyain cp pulau bintang..
    thanks mbaa..

  5. Firman says:

    Hallo mbak, boleh minta contactnya? Saya berencana mau ke sana akhir Oktober ini. Saya dapet info disuruh cek website mbak oleh Ony (katanya kenal dan pernah trip bareng sama mbak). Makasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *