Thoughts

Mainstream and Not so Mainstream

Cuma ngiseng aja nih sedikit bertanya sama anak musik. Suatu hari lagi jalan, saya mendengar salah satu teman saya bilang; “Eh, musik grup band A bagus ya… ” Saya yang mendengarnya dan memang enak lagunya kontan menjawab; “Iya, lagunya gampang didenger… ” Kemudian teman saya ini membalasnya dengan; “Tapi sayang, musiknya sekarang dah mainstream banget…”…

Telepon Umum

Berapa banyak dari anda yang masih akrab dengan fasilitas bernama telepon umum? Coba anda ingat kapan terkahir kali anda menggunakan sarana ini! Mungkin jawaban yang paling banyak adalah: Satu millenium lalu. Well yeah, sepertinya teknologi ini kian tersingkirkan. Awalnya oleh maraknya usaha wartel… lalu kini oleh teknologi telepon seluler. Padahal di jamannya, teleponn umum adalah…

Sapardi Djoko Damono

Mengapa sebuah negara dinamakan negara dunia ke-3? Memang kalau mau dinamakan ke-1 atau ke-600 ada yang larang? Mengapa sebuah bangsa yang mempunyai cara pandang dan pola pikir sendiri harus mengikuti pola pikir bangsa lain? Mengapa di negara sendiri kita dipaksa dan terpaksa menggunakan bahasa orang, padahal kita sudah memiliki ratusan bahasa sendiri yang tidak kalah…

Impresi Mantan Pacar

Gue selalu berpikir bahwa KALAU nantinya ketemu sama MANTAN PACAR: Gue lagi cantik2nya Gue lagi gemuk2nya Gue lagi keren2nya Intinya, gue pengen terlihat di mata si mantan: Ya-ampun-mantan-gue-tambah-ok-tambah-cantik-dan-kayaknya-tetep-move-on-tanpa-gue-ah-gue-jadi-nyesel-udahan-sama-dia. Rencana memang miliki manusia, tetep aja Tuhan berkehendak lain. Malem minggu men, gue kongkow di PI Mall (asik, kalo gue nyebut PI Mall, ketauan banget yak kalo…

Serangan Film Ra Mutu

bad movie

Ah judul yang aneh. Tapi gpp lah. Saya cuma mau curhat. Kenapa ya sekarang-sekarang ini di bioskop, terutama twenty one jadi ra mutu. Maksudnya, terlalu banyak film-film yang tidak layak ditonton. Terutama film Indonesia. Yaa saya tau, sudah seharusnya kita mendukung film Indonesia. Sudah seharusnya kita gembira karena banyak film Indonesia. Sejujurnya saya ini nda…