Entertainment

Virtual Blog Book Tour: Tentang Pasangan Hidup

Saturday, 27 December 2014

Kalo denger orang ngomong “pasangan hidup”,  biasanya pada mikir tentang pacar, suami, istri, ya pokoknya pasangan hidup secara romance. Sedangkan menurut saya sih pasangan hidup itu bisa banyak. Suami. Sahabat. Pacar. Pokoknya orang yang paling cocok sama kita dalam hidup ini. Tapi lagi-lagi, seperti sepatu *hai kak Tulus*, yang namanya pasangan itu bisa cocok bisa gak cocok. Bisa udah expired masanya, bisa yang satu udah gak enak rasanya, bisa juga long lasting.

Seperti di novel Happily Ever After karya Winna Efendi yang baru saja saya rampungkan dalam 2 jam saja. Bukan maen yes. Nah, dongeng yang diceritakan Wina kebetulan sedikit banyak mirip dengan kehidupan saya beberapa tahun lalu. Persahabatan. Pasangan hidup. Kekecewaan. Pengkhianatan. Dan kenapa orang yang paling kita sayang akan selalu jadi orang yang paling jago dalam ring tinju bernama kehidupan untuk mengalahkan dan menyakiti kita secara KO. Itu salah satu ilmu pasti dalam hidup ini. Tsah.

Winna efendi happily ever after

Seperti juga dalam novel itu, pada realitanya, saya melalui proses-proses yang menyakitkan dahulu sebelum menuju sesuatu yang “Happily Ever After”. Dari situ saya belajar, apapun hal negatif yang kita lakukan, orang-orang yang ditakdirkan ada di sisi kita pada akhirnya akan ada bersama kita. Namun mereka yang ingin pergi nggak bisa dipaksa untuk tinggal betapa positifnya perilaku kita. Ya kaan? Pada ngerasa gini nggaaak? Emang, prosesnya tidak seindah cerita-cerita cinta murahan yang bisa dibaca di lapak-lapak toko buku second di pinggir jalan yang diobral karena jilidannya sudah pada coplok. Tapi dengan beberapa serbuk pengharapan yang ada, saya dapat mengaduknya dalam percikan-percikan air obat bernama waktu yang makin lama makin membuat segala kesakitan itu memudar.

Seperti Lulu dan Eli di cerita Winna Effendi, saya juga punya bucket list yang pengen saya wujudkan bersama para pasangan hidup sebelum saya menyesal. Here comes the list:

  1. Dapet beasiswa S2 di Belanda
  2. Solo trip ke New Zealand atau Irlandia
  3. Punya bisnis kecil-kecilan sendiri atau dengan para karib
  4. Ajak Papa Mama nonton bioskop. Seumur-umur saya belum pernah melakukan ini
  5. Buka eco lodge sama suami di Lombok
  6. Punya toko pastry
  7. Terbitin sebuah buku tentang traveling
  8. Buku saya nanti itu pengennya ditulis di sebuah kafe di Perancis dengan diiringi lantunan musik Smooth Jazz
  9. Punya diving lisence
  10. Hidup untuk melihat hari esok

Dan untuk kamu-kamu yang masih belum merasa punya pasangan hidup yang cocok.. Tetap semangat dan jangan menyerah, kakaaak! Hidup kudu dilalui dengan penuh pengharapan. Karena semua orang pasti mati. Tapi, tidak semua orang berani hidup. Thanks Lulu dan Eli, tokoh di Happily Ever After yang meskipun masih ABG, udah ngajarin kita tentang hal-hal yang sudah termaktub di atas. Rasanya sakit? Ya namanya juga JATUH cinta! :D

PS: Post ini dibuat dalam rangka saya menjadi host Virtual Blog Book Tour yang diadakan berjamaah oleh Gagas Media dan teman-teman pecinta buku yang lain. Dengan ini juga saya mau bagi 1 buku Happily Ever After dari Winna Efendi nih. Caranya? Cuma komen aja di sini apa sih arti “Happily Ever After” menurut kamu. Gampang kan? Ditunggu jawabannya dan jangan lupa main ke host yang lain!

Update: Selamat kepada Titi Iskandar yang telah mendapatkan 1 buku Happily Ever After! Kirim data diri kamu seeeeelengkap-lengkapnya ke titi.akmar(at)gmail.com memakai email yang kamu pakai saat komen di blog ini ya. Ditunggu secepatnya! :)

73 thoughts on “Virtual Blog Book Tour: Tentang Pasangan Hidup

  1. Mila Reski says:

    Happily Ever After kalo menurutku, cuman diperuntukkan bagi orang-orang yang percaya. Bukannya menghakimi, tapi happily ever after itu biasanya dirasain sama orang-orang yang percaya. karena orang yang percaya punya caranya sendiri untuk melihat seisi dunia dari segi baiknya saja, tanpa mau repot memikirkan sisi buruk yang tidak ada untungnya sama sekali. dengan melihat sisi baik dari dunia, tentu segala cobaan yang mereka dapat bakal mereka anggap sebagai hal positif..

    jadi, menurutku Happily Ever After itu ADA jika kita PERCAYA,..

  2. azizah putri says:

    hapilly ever after menurutku adalah suatu titik dimana aku udah nemuin kebahagiaan yang sempurna, yang ngebuat aku ga mau lagi kemana-mana, cukup di titik itu, sama semua orang yang sayang sama aku.
    dan aku rasa, untuk sampe ke titik “hapilly ever after” memang dibutuhin pengorbanan, dan juga akan ada orangorang yang datang ke hidup kita silih berganti, karena ketika kita sampai ke titik hapilly ever after, ga akan ada lagi yang bisa mengalahkan kebahagiaan kita bersama orangorang terbaik yang terus di sisi kita kapan pun dan dalam kondisi apa pun

  3. azizah putri says:

    “happily ever after” menurutku adalah suatu titik dimana aku udah nemuin kebahagiaan yang sempurna, yang ngebuat aku ga mau lagi kemana-mana, cukup di titik itu, sama semua orang yang sayang sama aku.
    dan aku rasa, untuk sampe ke titik “happily ever after” memang dibutuhin pengorbanan, dan juga akan ada orangorang yang datang ke hidup kita silih berganti, karena ketika kita sampai ke titik “happily ever after”, ga akan ada lagi yang bisa mengalahkan kebahagiaan kita bersama orangorang terbaik yang terus di sisi kita kapan pun dan dalam kondisi apa pun

  4. Satu hal yang selalu terlintas ketika mendengar “Happily Ever After” : adakah?

    Yang jelas, ini harapan setiap orang. Siapapun ia, pasti ingin hidup dengan sempurna. Tapi, unfortunately didalam hidup ini semuanya berpasangan. Senang tentulah berpasangan dengan sedih. Pasti.
    Menurut pandangan saya, “Happily Ever After” bukanlah tentang hidup dengan bahagia selama-lamanya. Tapi, hidup dengan orang yang tepat dan menghadapi kesedihan dan kesenangan bersama. Menghadapi gelap dan terang bersama. Selama-lamanya. Memang, menemukan seseorang yang tepat amat sangat tidak gampang. Kita harus jatuh dan terhempas berkali-kali. Namun, orang yang tepat tak akan menjatuhkan dan menghempaskanmu. Dan kalaupun ia melakukan itu, ia akan ikut jatuh dan terhempas bersamamu. Berkali-kali. Happily Efer After bukan tentang selamanya bahagia, namun tentang menemukan yang tepat.
    Jadi, Happily Ever After itu pasti ada. Pasti.

  5. Happily Ever After ialah kebahagiaan sejati dan abadi, kebahagiaan ketika kita bisa membahagiakan orang yang kita sayangi ^.^ Karena kebahagiaan itu tersegel abadi di hati kita, maupun hati orang yang kita bahagiakan tersebut =) Selain itu, Happily Ever After dapat merupakan kebahagiaan ketika kita telah mengalami penderitaan. Karena setelah hati mengalami kesusahan/perjuangan hati yang luar biasa, tentu setelah berhasil melewatinya kita akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa (kita akan lebih menghargai arti kebahagiaan dan hidup) Kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya, tapi harus kita lukis sendiri di hati kita dan orang-orang tersayang dengan warna-warna yang indah =)

  6. Hemm happily ever after… seneng bgt baca novel kalau akhirannya happily ever after atau bahagia selama-lamanya rasanya tuh semacam ada semangat hidup atau motivasi buat tetep semangat di dalam hidup ini
    Happily ever after menurut ku itu adalah keadaan dimana kita bisa bersama orang-orang yg kita kasihi dan yang menyayangi kita dimana mereka bisa selalu menjadi motivasi dan acuan hidup kita untuk dapat melewati setiap tantangan atau cobaan yang pasti bakalan ada di kehidupan ini :))
    aku sendiri ga percaya dan ga tertarik untuk hidup bahagia selama-lamanya dalam artian gaada masalah sama sekali.. kayaknya kalo hidup kalian gaada masalah berarti udah gaada di bumi kan ya(?)

  7. mila jelly says:

    Hai kak, salam kenal yah ^^
    Happily ever after bagiku adalah sebuah “pilihan”. Ya, sebuah pilihan bebas. Pilihan yang bisa membawa kita menjadi diri kita sendiri, menyadari ketidaksempurnaan tetapi masih tetap mencintai diri sendiri. Pilihan untuk bersyukur. Pilihan untuk memaafkan dan berdamai dengan segala andai. Pilihan untuk berhenti menoleh kebelakang dan mulai melangkah ke depan. Pilihan untuk bahagia, because happiness is a direction, not a destination. Mungkin kita sering mengabaikan orang2 disekitar kita. Padahal, orangtua, keluarga, pacar, sahabat, orang yang mencintai kita ( walaupun tidak bisa kita balas) dan apapun yang kita miliki adalah sebuah happily ever after bagi kita jika kita menyadarinya. Karena happily ever after hanya sebutan untuk memastikan apakah kita berani memilih untuk bahagia atau tidak. :)

    Salam^^ @milajelly

  8. Happily Ever After?? Kalau artian dari Englishnya ya Bahagia Selama-lamanya *yaiyalah* >_<
    Menurutku, Happily Ever After adalah proses menjalani kehidupan didunia apapun risikonya, hambatannya, dan cobaannya dengan perasaan senang, gembira, dan bahagia. Happily Ever After bukanlah sebuah akhir yang harus disyukuri, tapi kita harus tetap menjaga kebahagiaan itu agar tetap abadi menemani hidup kita. Sama seperti yang telah ditulis di atas, "… pasangan hidup itu bisa banyak. Suami. Sahabat. Pacar. Pokoknya orang yang paling cocok sama kita dalam hidup ini". Begitu pula dengan Happily Ever After, tidak hanya dapat dirasakan bersama Suami atau Istri, tapi dapat dirasakan saat kita beraktivitas. Apakah hal ini sesuai dengan keinginan kita atau tidak? Apakah hal ini membawa kebahagian pada diri kita ata tidak? Menurutku, itulah Happily Ever After yang nyata ^^v

  9. “Happily Ever After” 3 kata yang maknanya begitu mudah dimengerti bukan?
    ya. karena menurut saya siapa pun yang membaca 3 kata ini otomatis secara sensorik telah membawa alam pikirnya menuju sesuatu yang “Bahagia” dan dalam jangka waktu yang begitu lama “selamanya”.
    dan bohong besar jika tidak ada seorang pun yang tidak menginginkan 3 kata ini melekat dalam hidupnya.

    lantas bagaimana caranya? mengucapkan kata “Happily Ever After” tidak semudah mewujudkannya, karena tidak ada yang sempurna. yang ada hanyalah bagaimana kita berusaha menghadirkan sebanyak mungkin kebahagiaan dalam hidup kita tanpa bisa memungkiri hadirnya kesedihan yang tak terduga.
    kebahagiaan-kebahagiaan dalam hidup kita setidaknya 50% jumlahnya dalam campur tangan orang lain. artinya? kita membutuhkan orang lain dalam mewujudkan kebahagiaan kita satu persatu.Orang yang siap ada sisi kita yang telah menandatangani kontrak bahwa apapun yang terjadi bagaimanapun ke depannya ia akan terus bersama dengan kita.
    mendapatkan peringkat bagus di sekolah, lulus dengan predikat cum laude di kampus, mendapat pekerjaan yang bonafit, punya banyak kerabat dari berbagai kelas, tertawa setiap saat, tidak pernah mendapat masalah, dan berjodoh dengan laki-laki kaya raya atau wanita cantik nan pintar. fiuhh kedengarannya mustahil bukan? :D
    karena hidup bukan seperti air dalam samudera, yang tidak akan pernah hilang unsurnya satu cc pun. sayangnya hidup yang kita jalani seperti kincir angin, kelihatannya indah dan menakjubkan tetapi apakah sama keadaanya saat kincir tersebut masih berada dibawah dengan kincir tersebut berada tepat di puncaknya?
    jadi menurut saya boleh-boleh saja kita berupaya mendapatkan “Happily Ever After” dalam hidup kita. namun, jangan pernah memungkiri bahwa hal itu tidak akan kita dapat selamanya. karena ada Tuhan yang adil, tahu apa yang terbaik :))

  10. rima says:

    Happily Efer After, sebuah ending kebanyakan dongeng yang tanpa disadari menjadi harapan siapapun dalam hidupnya. Tentunya tak semudah yang dilakukan para tokoh dongeng karena mereka mendapat bantuan (terkadang malah si penolong yang lebih gigih berjuang). Tapi dalam kehidupan nyata, kitalah yang jadi pejuang sepenuhnya. Hasilnya tak melulu apa maunya kita. Jadi, happily ever after itu bonus perjuangan hidup.

  11. Ilma Nurani says:

    Menurut gue “happily ever after” itu ga ada, ga akan ada yg bener2 bahagia selamanya. Hidup itu seimbang, saat kita merasakan pahitnya kehidupan disana pula lah terdapat manisnya kehidupan. “Happily ever after” itu cuma ada di dongeng aja yang isinya semua khayalan yang diciptakan oleh manusia. Semua orang ingin atau pasti mau hidupnya itu happily ever after, tapi ingat disamping kita menerima kebahagiaan pasti ada kesedihan di samping nya.

  12. titiw says:

    Selamat kepada Titi Iskandar, pemenang buku Happily Ever After karya Winna Efendi! Kirim data diri kamu seeeeelengkap-lengkapnya ke titi.akmar(at)gmail.com memakai email yang kamu pakai saat komen di blog ini ya. Ditunggu secepatnya! :)

  13. hlga says:

    baru buka eh udah tutup aja giveaway nya (:

    untuk bucket list nya saya ngikut nomer 2 kak
    hehehehe

    1. titiw says:

      Hehe cakep kaaaak ikut doong.. *eh*

    2. titiw says:

      Awwww. Semoga beruntung lain kali yaaa

  14. ilmudes says:

    wah banyak juga ya mbk yang mau dilaksanakan dan bagus2. Semoga dapat terwujud ya. Amin
    ijin masuk sini :)

    1. titiw says:

      Aamiin, terima kasih kakak :)

  15. Nah, yang nomor 5 ini semoga segera terwujud yaa ^_^ Tante Titiw udah sering ke Lombok tapi kita gak pernah kopdaran euy :((

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Travel Blogger Indonesia

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now