Mari Berdansa di Samalona

Langit biru tak berbatas
Ditemani cakrawala
Ombak kecil yg bercanda
Ucapkan selamat datang

Potongan lagu berjudul Samalona dari almarhum Imanez yang tenar dengan Anak Pantainya tersebut membingkai Pulau Samalona dengan baik. Langit biru. Ombak kecil. Matahari. Ditambah air birunya yang jernih dihiasi ikan-ikan yang berdansa dengan lincah seakan menggoda kita untuk berenang bersama. Tahukah kamu apa atau di mana Samalona..?

Samalona merupakan sebuah pulau kecil di selat Makassar, Sulawesi Selatan, yang sempat saya sambangi tahun lalu di sela-sela perjalanan ACI bersama Kak Nunuk dan Oke. Khusus untuk perjalanan ke sini, kami ditemani oleh Kak Eben, seorang dive master kenalan kak Nunuk yang dengan baik hati mengantar kami seharian untuk snorkeling dan berjalan-jalan di Samalona. Secara eksklusif, kami diantar dengan speed boat berbahan fiber glass, bukan kapal kayu yang berjejal dengan penumpang lain, dengan biaya Rp 300.000 seharian.

Berangkuts!

Dibuka dengan lengkungan indah pelangi, kami berangkat dari Dermaga Kayu Bangkoa. Karena memakai speed boat, maka Samalona hanya ditempuh dalam waktu 10 menit saja. Namun jika memakai perahu nelayan dengan mesin tempel, kira-kira dalam waktu 30 menit kamu akan segera sampai di pulau berpasir putih tersebut. Oh ya, sebelum ke Pulau Samalona, kak Eben membawa kami berenang-renang santai di sekitar mercu suar. Ikan di perairan nan jernih ini lumayan banyak dan dengan jinaknya mendekat kepada kami. Speed boat dimatikan, kami makan siang dengan nasi kuning di atas kapal dengan lantunan lagu ACI yang lawas itu “ACI.. Aku Cinta Indonesia..”. Antara emang karena kita dari geng ACI, atau tau kita-kita udah pada toku. Dan siang itu.. Siang itu merupakan satu dari hari leyeh-leyeh terbaik sedunia bagi saya..

Lalu kapal kamipun menuju Pulau Samalona yang digadang-gadang sebagai pulau kece yang tidak jauh dari pantai Losari Makassar. Penampakannya bagus, namun sayangnya masih ada beberapa sampah di sana sini ataupun puing-puing bekas bangunan yang teronggok di beberapa tempat. Mungkin karena memang Samalona ini tidak dikelola secara pro sebagai tempat wisata ya, jadinya kepedulian penduduk di situ kurang akan kebersihan. Kalau main-main ke sini, jangan asal duduk di kursi rumah orang, karena kamu akan dicharge.Β Sekadar tambahan, pulau ini dimiliki olehΒ 7 kepala keluarga, jadi bukan milik pemerintah. Penduduk yang ramah juga meminta foto bersama Kak Nunuk yang notabene adalah artis ibukota.

Sisi lain Samalona

Ah.. Sore mulai datang, dan kami pun pulang menuju hotel dengan hati senang setelah seharian begajulan di Samalona dan sekitarnya. Jangan lupa deh kalo udah jauh-jauh ke Makassar, sempetin deh ke pulau yang jaraknya nggak sampe gonta ganti angkot ini. Bisa hubungin kak Eben (Evolution) di Β 081342377707, minta harga spesial.Β Jadi, siap berdansa di Samalona..?

Hari berganti malam
Melambung tiada berbintang
Jatuhku di dalam pelukanmu
Antar aku ke samalona
Satu dari cintaku… Jadi milikmu
Satu dari cintaku… Jadi milikmu

18 thoughts on “Mari Berdansa di Samalona

  1. tya says:

    samalona namanya kaya bakteri ya, tapi emang beneran endahhh, ga kebayang klo beneran punya pribadi gitu.. waa berasa raja dah

  2. Aris says:

    Pulau pribadi :D *2 kata pertama yg terbayang :( impian seumur hidup ketemu pasir putih dan laut setiap hari

  3. Fahmi says:

    dulu sudah pernah ke sini, tapi pas musim hujan. jadi kurang begitu enak buat snorkeling atau pun maen air. udah gitu pulangnya dari pulau samalona kena badai pula, serem banget ==”

  4. Ayoe Sutomo says:

    Been there tiw.. Abis bc jd pengen ksana lagi. Salah satu yg tercantik di makassar. Iya mi’ *dg logat ala2 makassar :)) hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *