Traveling

Benteng Terluas di Dunia Itu Bernama Benteng Keraton Wolio

Friday, 12 December 2014

benteng wolio

Matahari kota Bau-bau di siang itu sedikit muram bercampur awan. Mendung merundung meskipun tak ada setetes air pun yang turun dari atas sana. Dari Kampung Korea yang terletak agak naik di bagian atas, sopir mobil carteran kami tak banyak tanya langsung membawa saya, Oke, dan Kak Nunuk menuju sebuah benteng. Konon katanya merupakan benteng terluas di Indonesia, bahkan dikatakan terluas di dunia. Sopir kami pun menggelontorkan sebuah fakta mengenai benteng ini:

“Namanya Benteng Keraton Wolio, Pak. Di tahun 2006, benteng ini masuk buku rekor dunia sekaligus masuk MURI.”

Ah, MURI. Terkadang saya sedikit apatis dengan museum rekor yang segalanya direkorkan. Membuat roti besar sedikit dibilang rekor. Pegang mobil agak lama termasuk rekor. Lama-lama orang yang gak kawin-kawin ada rekor lama-lamaan juga!

Sang sopir terus mencerocos,

“Kenapa dikatakan terluas di dunia pak? Luasnya mencapai 23,375 hektar. Panjang temboknya saja sampai 2.740 meter, dan tebal sekitar 1-2 meter dengan tinggi 2-8 meter. Bapak tahu? Dulu itu Sultan sampai perlu waktu 13 tahun untuk menyelesaikan benteng ini!”

benteng keraton wolio

Saya yang semula agak malas mendengar kata MURI, tiba-tiba tertarik dengan omongan sang sopir. Konon katanya, karena dahulu itu sang Sultan fokus membikin benteng, seluruh pria wajib ikut bangun benteng sehingga itu mengakibatkan rendahnya angka kelahiran yang hampir nol persen. Kenapa? Karena mereka tidak diperkenankan pulang dan harus menginap di sekitar benteng!

Akhirnya kami sampai ke benteng yang berbentuk lingkaran tersebut. Kesan pertama, benteng ini suram. Tidak terlalu terlihat sambungan antarbatu yang membuat sebuah benteng terlihat seperti benar-benar benteng. Seperti misalnya benteng Rotterdam di Makassar kan terlihat utuh dan kokoh, kalau ini, benteng hanya terlihat sisa batuan-batuan yang keadaannya menyedihkan. Namun demikian, saya dan teman-teman tetap berputar mengelilingi benteng.

Ada satu rasa “membebaskan” yang membuncah ketika saya berada di satu titik dimana pemandangan kota Bau-Bau dapat saya lihat dengan mata telanjang tanpa bersusah-susah mencari spot yang enak. Dataran yang terletak di kelurahan Melai kecamatan Betoambari itu memang terletak agak tinggi sehingga view kota Bau-Bau terlihat dengan jelas. Indah. Megah. Meski awan gelap tetap saja bersikeras memayungi kota yang memiliki simbol naga dan nanas tersebut.

benteng keraton wolio

Kota Bau-bau yang membentang

Tapi jangan berpikir bahwa benteng ini benteng yang abandoned. Di sekitarnya ada penduduk. Saking luasnya ini benteng, penduduknya sampai ada 2 kelurahan. Benteng Keraton Wolio memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 meriam yang dinamakan Baluara. Angka 12 maksudnya adalah jumlah lubang pada tubuh manusia, karena benteng ini dianalogikan sebagai tubuh manusia. Di dalam benteng juga terdapat Masjid Agung Kesultanan Buton, batu pelantikan, Makam para sultan, Istana sultan, goa Aru Palaka (raja Bone), dan masih banyak lagi peninggalan yang umurnya sudah ratusan tahun.

benteng keraton wolio

benteng keraton wolio

Puas foto-foto di beberapa spot, kami pun bergegas pulang karena akhirnya arak-arakan awan tak kuat juga menanggung beban berat yang ada di badannya. Gerimis mengantar kami keluar gerbang benteng keraton dengan menyisakan beberapa pertanyaan tentang misteri benteng yang semoga di lain waktu bisa diungkapkan para arkeolog ataupun sejarawan. Ternyata, Bau-Bau tidak sepolos yang saya kira.. Ada peninggalan sejarah manusia yang maha luas di sana, yaitu benteng terluas di dunia. Dan benteng terluas di dunia itu bernama: Benteng Keraton Wolio.

4 thoughts on “Benteng Terluas di Dunia Itu Bernama Benteng Keraton Wolio

  1. rasehaM says:

    Katiw, aku kan suka bingits sama sejarah. Besok2 kalo bahas wisata budaya, boleh nda dikupas juga sisi sejarah dan trivia kesejarahannya lebih dalam. Biar yang baca serasa masuk ke ruang waktu gitu. Maicih. Nice post anyway!

    1. titiw says:

      Iyah sik penginnya begitu kak. Tapi kadang waktu yang gak terlalu lama di objek wisata dan tipe blog aku yang gak feature mendalam menyebabkan rada sulit untuk nulis itu. Nanti belajar dulu deh sama kakak2 yang kerja di natgeo. Maicih juga masukannya ya.

  2. Zizy Damanik says:

    Alamnya tetap kece. Awannya dramatiissss…

    1. titiw says:

      Langit Sulawesi selalu dramatis mbaak. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Latest

About Titiw

Female, double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau liat nomor angkutan umum doang.

Pic of Life

Subscribe Now