Jam setengah 1 pagi.
Dan aku masih di kamar yang berbau baygon sambil memandangi cicak yang ekornya putus di langit-langit.
Ingat kamu.
Kamu yang menoleh padaku karena sweterku yang beraroma baygon.
Dan kamu yang menganggap cicak sebagai musuh utamamu dalam hidup setelah diriku.
-Pondok Bambu, Desember 2008-
7 thoughts on “Baygon & Cicak”
jadi dia itu siapa tiw?
titiw lagi jatuh cinta ya …
jieehh….postingan yang ” nyeni ” dan begitu ” dalem “.
* hanyut *
aiyyy..suseh mengartikannya..
Widih… dalem bener jeung… :D
inget sama Sjam Kamaruzaman ya? ;o)
(gak ngerti? baca http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2008/11/17/LK/mbm.20081117.LK128759.id.html)
uhuy!! lagi curhat ya? ;)