Baygon & Cicak

Jam setengah 1 pagi.

Dan aku masih di kamar yang berbau baygon sambil memandangi cicak yang ekornya putus di langit-langit.

Ingat kamu.

Kamu yang menoleh padaku karena sweterku yang beraroma baygon.

Dan kamu yang menganggap cicak sebagai musuh utamamu dalam hidup setelah diriku.

-Pondok Bambu, Desember 2008-

7 thoughts on “Baygon & Cicak”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pulau Padar Titiw

Titiw

Ngeblog sejak 2005

Female, Double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau lihat nomor angkutan umum doang. Virgo abal-abal yang sudah menjadi blogger sejak tahun 2005 yang pengalaman menulisnya diasah lewat situs pertemanan friendster.

Scroll to Top