Buku Cather In The Rye karangan J.D Salinger sempat dilarang terbit di tahun 1960-80an. Selain itu, buku ini juga disebut-sebut sebagai buku yang memicu Mark David Chapman’s menembak John Lennon, dan buku ini diasosiasikan pula dengan beberapa pembunuhan yang lain.
Berdasarkan fakta-fakta di ataslah maka saya memulai untuk membaca buku ini setahun yang lalu. Penceritaan buku ini dibuat dari sudut pandang orang pertama, dimana Holden Caulfield yang berusia 17 tahun menceritakan hidupnya di kala ia berumur 16.
Cerita mengalir dengan baik seakan-akan saya sedang membaca diary seorang anak laki-laki yang rebel, tidak peduli dengan dunia, pencari keributan, namun cukup sayang pada adiknya. Holden menceritakan hubungannya dengan teman-temannya yang kebanyakan menyebalkan, bagaimana ia suka kepada seorang perempuan dan dapat begitu marah ketika ada cowok yang menjelek-jelekkan perempuan tersebut.
Ia tidak bodoh, hanya anak muda yang memiliki tingkat ketidakpedulian yang tinggi sehingga dikeluarkan dari sekolah. Meskipun begitu, ada guru yang peduli padanya. Namun jiwa mudanya seakan tidak senang dan lebih suka ia dibenci daripada disenangi. Ia menjadi begitu segan ketika ada orang yang peduli padanya. Tipikal remaja. Memang sedikit kasar, tapi natural. Misalnya saja kalimat yang dipakai Holden ketika menatap gurunya
“He started going into this nodding routine. You never saw anybody nod as much in your life as old Spencer did. You never knew if he was nodding a lot because he was thinking and all, or just because he was a nice old guy that didn’t know his ass from his elbow”
Kata dan kalimat yang dipakai dalam buku ini tidak ribet dan tidak sok “nyastra”. Betul-betul kalimat sehari-hari yang mudah sehingga saya membacanya hanya sekitar 3 hari. Asal kalian tahu, tidak ada KLIMAKS dalam buku ini.
Topik-topik yang diangkat begitu mengalir sehingga ketika sampai halaman terakhir buku ini, saya berpikir “Apa? Tamat? Segini doang? Lalu apa yang membuat buku ini memicu pembunuhan..?” Namun yang sedikit mengerikan adalah..
Pandangan dari Holden Caulfield dan apa yang ada di pikirannya itu seringkali sama dengan apa yang menjadi pandangan saya. Seakan-akan J.D Salinger dapat membaca apa yang ada di pikiran remaja-remaja kala itu. Bahkan pikiran saya di masa sekarang yang sudah bukan remaja lagi. Seperti “I didn’t try any trick stuff while we danced–I hate a guy that does a lot of show-off tricky stuff on the dance floor–“.
Sekedar trivia, buku ini dibuat oleh J.D Salinger di tahun 1951 dan ia tidak pernah lagi menerbitkan karya sejak tahun 1965, setidaknya sampai sekarang di usianya yang sudah berusia 91 tahun. 3 dari 5 bintang saya beri untuk isi cerita, namun 4.5 dari 5 bintang yang saya beri untuk pemikiran-pemikiran dan makian dalam Catcher In The Rye.
Kalo Anda masih muda, silakan baca buku Catcher in the Rye sebagai penyaluran amarah yang meluap-luap. Sedangkan untuk Anda yang sudah tua namun tidak cepat marah dengan kelakuan anak muda, you might like this book. Happy reading!
Silakan unduh ebooknya di SINI

21 thoughts on “Catcher In The Rye: Novel Pemicu Pembunuhan?”
Gw belom2 aja nih baca buku ini.. Sempet beli yg terjemahan indonesianya tapi ya ampyuuunn.. Males aja bacanya! Kacrut dah terjemahannya. Pengen baca yang inggris tapi ga nemu2 novelnya. Eeeeh.. tiba2 nak titiw datang membawa berita gembira (baca: ebook Catcher In The Rye). Makasih ya nak.. Kalau mamih sempat akan mamih baca bukunya.. Haha..
PS: Request tiw, cariin ebook The Time Travelers Wife dong! Ato ga boleh juga tuh ngado novel itu versi Inggrisnya buat eike.. Heheheh.. *devilish laugh*
Catcher in The Rye versi indonesia yg sampulnya naujubilah jelek amatan gambarnya itu yak..? Hem.. Ratie darling.. Denger ya.. Sekarang ini kalo baca buku luar negrih baca di ebook ajah. Kalo buku indonesia baru beli! Hihihi.. Heh? Time Travelers Wife..? Yodah ditunggu ya nak kalo stoknya masih ada.. :D
Ratie Darling.. Nih kado ebook The Time Travelers Wife buat ulang tahun kamu.. Silakan ke SINI
Yep.. Sama2.. :D
wah…ini buku paporitnya roid PNS loh!!!! maklum dia kan rada2 psico, jadi suka banged ma buku ini…. hihihi, aq pengen beli tapi gak jadi2, tar ah beli…., tante bagi duit dong buat beli!!!
Kamu.. kok carenya sama roid doang sih..? Sama aku enggak.. *jenggut2 rambut perez*
Hwuaaaa.. titiiiww… itu reviewnya doang yah? huhu… cariin lagi mamaaaa… *minta ditabok*
Ya ampyuun darliing! Maafkeun aku! Setelah berjibaku di dunia buku e, akhirnya aku menemukannya! Kindly open http://www.ziddu.com/download/5597972/27-niffeneggerP.zip.html terus itu kan bentuknya zip, ada passwordnya, masukin http://www.intexblogger.com27. Yak, sama2 say.. :D
thx link ebook nya bu…
baca kapan2 ahhh
Sami2 neng petot.. :D dibaca ya.. jangan dianggurin ajah..
okke! aku baca jeng! doakan saya
Udah.. baca mah entar2 aja.. gih sono spa2 onderdil bodi sebelum merit. Nyahaha..
owh….gak maksud!! eh, truz-truz neng titiw sukanya buku apa….
Suka buku yang asoy.. atau buku yang ada kamunya.. *elus2 dada perez trus muntah*
horeeee! utang 2 ebook buat dibaca.. hehe.. Thanks darling!
Sami2 bibeh.. salam buat baby.. CUP CUP
So long salinger.. Never knew you’d leave in 2010..
woyoo.. saya pengen baca juga nih buku. berapa halaman sih? :mrgreen:
Ehmph.. aku lupa berapa halaman.. yg jelas aku bacanya cepet kok.. soalnya seruuuuu.. :D
baca reviu kamu sepertinya kern sangat nih bukunya? mana sempat dilarang…hmm pake enggres yak bukunya?
The Catcher in the Rye yg bahasa indoneisa ada ga ya?
gak ada kaaak..