Aku disuruh diam olehnya.
Aku ditindih pada pukul tiga.
Aku tidak boleh pula bertanya.
Katanya:
“Kau diam saja.
Aku lebih berkuasa.
Karena aku Kakak Pembina.”
Ya sudah.
Aku juga tak mau buka suara.
Lebih baik tepuk tangan dengan irama.
Pramuka, Pramuka, Praja Muda Karana!
Pramuka, Pramuka, Praja Muda Karana!!
3 thoughts on “Praja Muda Karana”
Weeeeeeeeeeewwwww…. TOP ABISSSS!!! Dapet inspirasi dari mana,tiw??? Cepirit?? HAHAHA…..
–> Ya begitulah.. Inget bol, inget kamu, sayang..
tepok pramuka!! pra!! mu!! ka!!! *suara ami* xD
Hihihihi.. x))