Sapardi Djoko Damono

Mengapa sebuah negara dinamakan negara dunia ke-3? Memang kalau mau dinamakan ke-1 atau ke-600 ada yang larang?
Mengapa sebuah bangsa yang mempunyai cara pandang dan pola pikir sendiri harus mengikuti pola pikir bangsa lain?
Mengapa di negara sendiri kita dipaksa dan terpaksa menggunakan bahasa orang, padahal kita sudah memiliki ratusan bahasa sendiri yang tidak kalah njelimetnya?

Mengapa harus ada istilah negara berkembang? Memang ada negara yang sudah mencapai impiannya dan tidak mengembangkan diri lagi?
Mengapa mereka dinamakan negara maju? Apa ukurannya? Tolok ukurnya? Uang? Kekuasaan? Ataukan perut para warganya yang pada maju alias gembrot semua?

Mengapa kita tidak boleh melupakan sejarah? Sejarah saja melupakan kita. Lagian, apa pulak sejarah itu?

“Pak, sudah malam.. Ayo tidur.”
“Iya bu, sebentar lagi.. Bahan mengajar untuk esok pagi belum selesai..” Sahut Sukram dalam keheningan malam yang terselimuti asap rokok kretek yang begitu-begitu saja rasanya..

PS: Yes I adore you that much, sir..

3 thoughts on “Sapardi Djoko Damono”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pulau Padar Titiw

Titiw

Ngeblog sejak 2005

Female, Double (hamdallah sudah laku), berkacamata minus satu setengah yang dipake kalo mau lihat nomor angkutan umum doang. Virgo abal-abal yang sudah menjadi blogger sejak tahun 2005 yang pengalaman menulisnya diasah lewat situs pertemanan friendster.

Scroll to Top