Di saat long weekend lalu, saya agak mati gaya. Pengen traveling ke mana gitu, bisa nggak dianggep lagi sama emak bapak kalo ngelewatin Idul Adha gak di rumah. Walhasil, saya ngutak ngutik dompet, berharap ada duit-duit kuncian yang bisa digunain buat plesir barang sehari di Jakarta. Ndilalah, saya malah menemukan voucher menginap di Hotel Maven Buncit. Eh voucher dari mana nih? Apakah saya pernah dikasih Om yang pernah beranjangsana dengan saya? Atau diberi si brondi yang sering chat via MIRC sama saya? Oh iyaaa, tante dapet voucher ini ketika dulu diundang ke acara launching Hotel Maven di daerah Buncit, Jakarta Selatan, bersama si pacar.

Tanpa mikir panjang lebar tinggi rendah, mulailah jempol ini bergerilya untuk mengajak siapa yang available di H-2 Idul Adha. Seperti biasa, I can always count on Nikka and Ony, temen-temen murahan yang gampang diajak gratisan. Sejurus kemudian check in lah saya di Hotel Maven di hari Minggu siang bersama Ony, untuk sekadar bobok-bobok dan dandan untuk ke kawinan temen.
Sebelumnya memang saya sudah konfirmasi untuk menginap di sana dan pihak Hotel mengatakan bahwa ada kamar kosong. Saat registrasi, saya tidak disulitkan dan hanya diminta tanda tangan dan menyerahkan KTP untuk dicatat beberapa hal yang perlu dicatat. Ya iyalah dicatat. Masa dicangkul.

Kami diantar ke Classic Room (1 single bed) mungil yang mana di kamar tersebut terdapat AC, kamar mandi dengan air hangat, flat TV, wastafel, dan sebuah pesawat telpon. Anehnya, pesawat telpon diletakkan di lantai, apakah mungkin karena tidak muat ruangannya untuk hanya meletakkan sebuah meja? Bisa jadi. Saatnya saya mandi untuk bersiap-siap ke kawinan, saya merasa kamar mandinya agak lembab. Oh ternyata tidak ada exhaust fan di kamar mandi sehingga tidak ada sirkulasi udara. Enaknya sih, ada air hangat sehingga saya tidak terlalu bergidik ketika mandi.

Sebagai gambaran, Hotel Maven ini adalah semacam guest house dan memang ditujukan untuk businessman yang perlu penginapan yang dekat dengan pusat kota seperti Kuningan, SCBD, ataupun jika ingin kongkow di seputaran Kemang. Maka daripada itu tersedia juga Wi-Fi dan meeting room yang dapat menampung hingga 45 orang. Untuk harga berkisar dari Rp 375.000 – Rp 650.000 nett termasuk sarapan untuk 2 orang. Jika pesan dari Wego, Agoda, dan semacamnya, bisa dapat lebih murah lagi. Tipe kamarnya sendiri ada beberapa jenis, yaitu:
- Classic Room (20 sqm) – twin and double
- Maven Suite (50 sqm) – 1 bedroom
- Maven Suite (60 sqm) – 2 bedrooms
Kelebihan:
- Jarak yang dekat dari jalan raya. Tinggal jalan kaki dari halte busway terdekat.
- Harga terjangkau
- Booking mudah dan cepat
- Colokan listriknya banyak
- Dekat minimarket 711 kalo mau jajan
Kekurangan:
- Kolam renang yang tidak bersih
- Kamar mandi gak ada exhaust
- Dinding pemisah hanya papan tipis yang kedengeran banget, susah kalo mau ngakak sampe pegel.
Tips:
- Tambahin kaca dan jam dinding
- Sediakan air mineral sebagai welcome drink
- Kasih exhaust di kamar mandi
Sekian review titiw.com mengenai hotel yang menyasar para businessman ini. Ayo cobain ke Maven Buncit, siapa tau ketemu esmud-esmud idola yang dapat menyematkan cincin manis di jari manis kamu ataupun jadi teman ngobrol baru. Selamat mencoba! :)
Maven Buncit Hotel
Jl. Kemang Timur V No. 23, Jakarta 12760
Telp: (021) 7990770
Email: [email protected]
10 thoughts on “Singgah Sejenak di Maven Buncit Hotel”
Bnetuk nya kayak rumah yaa kak ??? sering lewat daerah situ tapi ngak perna merhatiin ada hotel :-)
Semacem guest house gitu kak. MAlah kata temen aku ini dulu bekas kosan yang direnov jadi hotel. :D
tante, bsk-bsk kl ada gretongan lagi aku diajak juga yaaaaa #mureeeee
Hihihi.. Bukannya kamu kak yang sering ngasih gretongan..? x)
kaakk.. kok.. horor.. >.<
Ng.. Mungkin karena rada gelap fotonya kak.. x)
Iya, lorongnya rada spooky. Hahaha :D
Kamu udah inap sini juga kak?
Kok aku nda diajak inap di situ? Yuk kapan kita nganuh, masih ada satu vocer lagi toh.
Su tepakai